Kamis, 12 Desember 2019 - 09:07 WIB

Meski Sudah 6 Bulan Berlalu, Aksi Unjuk Rasa Warga Hong Kong Tak Kunjung Mereda

Bentrokan kemarin adalah yang paling brutal sejak aksi unjuk rasa dimulai di Hong Kong sejak 9 Juni lalu. Saat itu, ratusan ribu orang turun ke jalan memprotes Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang membolehkan terdakwa pidana di Hong Kong dipindahkan dan diadili di Cina daratan.

Oleh : Sari Intan Putri | Selasa, 19 Nopember 2019 | 09:08 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Meski sudah mulai berjalan sejak 6 bulan yang lalu, tap aksi unjuk rasa di Hong Kong belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Bahkan, Minggu (17/11/2019) sampai Senin (18/11/2019), aksi unjuk rasa di Polytechnic University Hong Kong terlibat saling serang dengan aparat kepolisian.

Diketahui juga jika 500 hingga 1.000 pengunjuk rasa menguasai kampus tersebut sejak Minggu (17/11/2019). Mereka mempersenjatai diri dengan bom molotov, panah, serta ketapel. Sementara, dari luar, aparat kepolisian terus menembakkan gas air mata ke dalam wilayah kampus.

Bentrokan kemarin adalah yang paling brutal sejak aksi unjuk rasa dimulai di Hong Kong sejak 9 Juni lalu. Saat itu, ratusan ribu orang turun ke jalan memprotes Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang membolehkan terdakwa pidana di Hong Kong dipindahkan dan diadili di Cina daratan.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menguatkan cengkeraman Beijing atas Hong Kong yang selama ini menjalankan sistem demokratis, berbeda dengan sistem pemerintahan di Cina daratan. Meski rancangan regulasi tersebut sudah dicabut sejak beberapa bulan lalu, aksi unjuk rasa belum berakhir.

Para pengunjuk rasa menuntut pertanggungjawaban atas perlakuan brutal aparat polisi dalam aksi-aksi sebelumnya. Gelombang aksi terkini dipicu penembakan terhadap seorang pengunjuk rasa oleh aparat sepekan lalu yang rekaman videonya beredar di internet. Meski tak menewaskan pengunjuk rasa tersebut, penembakan itu dinilai jadi bukti kebrutalan aparat dalam menangani pengunjuk rasa.

Bentrokan di Polytechnic University kemarin diwarnai juga dengan pembakaran di bagian depan kampus agar polisi tak masuk. Pada pagi hari, sejumlah mahasiswa berusaha keluar, tetapi mereka terhalang gas air mata dan peluru karet aparat. Sebagian yang berhasil keluar juga langsung ditangkap.

"Awalnya saya merasa sangat takut dan panik tetap di sini karena polisi mengatakan kita semua di dalam universitas akan ditangkap karena tuduhan kerusuhan dan kita akan dihukum selama 10 tahun atau lebih," ujar salah satu mahasiswa.

Pada Minggu (17/11/2019) malam, kepolisian memperingatkan, mereka bisa menggunakan amunisi.

"Saya dengan ini memperingatkan para perusuh untuk tidak menggunakan bom bensin, panah, mobil, atau senjata mematikan apa pun untuk menyerang petugas polisi," kata juru bicara kepolisian Louis Lau.

Petugas kepolisian sebelumnya mengatakan, pemrotes dapat meninggalkan kampus melalui Jembatan Selatan Jalan Cheong Wan. Namun, polisi mendesak mereka untuk menjatuhkan senjata dan melepaskan topeng gas.

Legislator prodemokrasi Ted Hui yang berada di dalam kampus mengatakan, jembatan sudah ditutup dan tidak mungkin untuk pergi dengan cara yang diajukan. Hui mengatakan, sekitar 1.000 orang masih tinggal di kampus. Banyak orang yang tertahan di kampus terluka dan terputus dari layanan medis.





#Dunia #Internasional #Unjuk Rasa #Hong Kong


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 menit yang lalu

Mengenal Rudal Rusia Yang Mampu Melesat 250 KM Dalam 2 Menit

Beritacenter.COM - Rudal jelajah milik Rusia bernama Kalibr dikenal paling cepat diantara rudal lainnya yang mampu..
20 menit yang lalu

Wanita Ini Siapkan Stoples Sabu Untuk Tahun Baru

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jaringan Malaysia. Polisi menangkap wanita..
1 jam yang lalu

Cut Tari Gelar Pernikahan Dengan Richard Kevin Sore Ini

Beritacenter.COM - Cut Tari dikabarkan akan menjadi istri sah Richard Kevin pada hari ini. Keduanya akan menggelar..
1 jam yang lalu

Bejat! Guru Tega Perkosa 3 Siswi SMP di Ruang Lab Komputer

Beritacenter.COM - Guru bejat penikmat siswinya sendiri merasa malu di hadapan hakim atas pernbutannya yang tak..
2 jam yang lalu

Meski Dihujat, Ahok Janji Bawa Pertamina Jadi Kelas Dunia

Beritacenter.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak memperdulikan cibiran dari..
2 jam yang lalu

Hati-hati Jangan Asal 'Permak' Mr P, Bisa Jadi Makin Pendek

Beritacenter.COM - Terapi memperbesar ukuran Mr P dengan pengobatan tradisional masih sangat populer dikalangan..
4 jam yang lalu

Lima Kader PPP Ini Akan Bertarung di Muktamar IX

Beritacenter.COM - Wasekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi mengatakan, bakal ada lima calon..
6 jam yang lalu

Markas Militer Nigeria Diserang Teroris, 60 Orang Tewas

Beritacenter.COM - Sekelompok teroris melakukan penyerangan mendadak ke markas militer Nigeria yang berada di..
7 jam yang lalu

Terjerat Kasus Narkoba, Mantan Model Ini Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan pelaku penyelundupan sabu dari Malaysia ke..
8 jam yang lalu

Diduga Akibat Limbah Berat, Kerang Hijau Bermunculan di Pantai Karawang

Beritacenter.COM - Warga digegerkan dengan munculnya kerang hijau dengan jumlah yang sangat banyak di sepanjang..
8 jam yang lalu

Ngaku Perempuan, Pria Ini Kuras Harta Korban Hingga Puluhan Juta Rupiah

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan tersangka penipuan dengan modus berpura-pura..
9 jam yang lalu

Pergoki Penjualan BBM Ilegal, Bakamla Amankan Dua Kapal di Perairan Tanjung Sauh

Beritacenter.COM - Kasubbag Humas Bakamla Letkol Bakamla Mardiono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan dua kapal..
10 jam yang lalu

Terkait Hukum Mati Koruptor, Wapres RI : Dibolehkan, Untuk Memberi Efek Jera

Beritacenter.COM - Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin angkat bicara terkait hukuman mati kepada pelaku kasus korupsi...
11 jam yang lalu

Mahasiswa Unismu Makassar Saling Serang Pakai Panah

Beritacenter.COM - Dua kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismu) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel)..
12 jam yang lalu

Mayat Wanita Tua Tanpa Identitas Ditemukan Nelayan di Tepi Pantai Pemalang

Beritacenter.COM - Warga dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa identitas di tepi Pantai Tanjungsari,..
12 jam yang lalu

SBY: Sudahi Suasana Permusuhan, Mari Hormati Pemerintahan Jokowi

Beritacenter.COM - Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengimbau semua pihak untuk menahan diri..
13 jam yang lalu

Manchester United Siapkan 2 Nama Pengganti Paul Pogba

Beritacenter.COM - Manchester United dikabarkan akan melepas Paul Pogba pada Januari mendatang. Manajemen setan merah..
13 jam yang lalu

Mahasiswa ke Nadiem: 'Merdeka Belajar' Hapus UN, Gak Sekalian Gitu Hapus Skripsi

Beritacenter.COM - Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan penghapusan Ujian Nasional (UN) pada 2021 mendatang. Nadiem..
14 jam yang lalu

Kartu Merah untuk Radikalisme

Meningkatkan kewaspadaan akan penyebaran radikalisme di berbagai lini adalah prioritas utama. Sebab, paham dan..
14 jam yang lalu

'Merdeka Belajar' Mendikbud Nadiem, Hapus UN-Longgarkan Zonasi

Beritacenter.COM - Mendikbud Nadiem Makarim mengeluarkan empat kebijakan yang disebutnya sebagai 'Merdeka Belajar'...
14 jam yang lalu

Polisi Tangkap Empat Orang Pengedar Narkoba Lintas Provinsi

Beritacenter.COM - Sebanyak empat orang pengedar narkoba antaraprovinsi diamankan Satresnarkoba Polresta Banyuwangi,..
14 jam yang lalu

Daftar Pilkada, Girbran Akan Diantar 980 Relawan Berkemeja 'Indonesia Raya'

Beritacenter.COM - Rencananya, sebanyak 980 relawan akan mengantar Gibran Rakabuming Raka untuk mendaftar Pilkada..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi