Sabtu, 14 Desember 2019 - 11:00 WIB

Kenapa HTI Dibubarkan, FPI Tidak?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 30 Nopember 2019 | 09:06 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Terlalu dini untuk menilai buruk kepada Menteri Agama Jend (Pur) Fachrul Razi, Menkopolhukam Mahfud MD, serta Mendagri Tito Karnavian hanya karena tidak membubarkan FPI, dan malah ada wacana hendak memperpanjang izinnya. Mereka belum sampai 100 hari kerja. Jangan hanya karena ingin sekali melihat FPI dibubarkan, serta merta langsung skeptis kepada mereka. Pun sebaliknya, jika mereka membubarkan FPI pun, tidak serta merta mereka dianggap menteri yang berani, keren, sukses, dan pujian-pujian lainnya. Intinya membubaran FPI atau meneruskan izinnya bukan ukuran keberhasilan atau kegagalan Menteri Agama, Menkopolhukam, dan Mendagri.

 

Urusan FPI itu sebenarnya urusan yang remeh temeh. FPI hanya ormas kecil yang memang sedikit ‘brisik’. Tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai hasil kerja menteri. Bersikap sewajarnya saja dalam menyikapi kebijakan para menteri. Tak perlu mencaci jika kebijakannya tidak sesuai yang diharapkan. Pun sebaliknya, tak perlu memuji setinggi langit jika kebijakannya seuai dengan yang diharapkan. Bersikap sewajarnya saja.

 

Saya ingin menganalisa kenapa pemerintah terlihat keras ke HTI, namun lembek ke FPI. Bukan berarti saya pro dengan FPI dan ingin membelanya. Sama sekali bukan. Hanya mencoba positif thingking terhadap wacana izin FPI hendak diperpanjang.

 

Banyak masyarakat yang mungkin menganggap bahwa HTI dan FPI itu sejenis. Dari anggapan ini yang kemudian menjadi sebuah kesimpulan bahwa FPI itu layak dibubarkan sebagaimana HTI. Saya tidak peduli tudingan atau isu bahwa FPI itu peliharaan para jenderal. Konon yang menginisiasi FPI itu adalah para jenderal-jenderal yang sekarang sudah cukup udzur. Biarlah ini menjadi isu yang tak perlu diperjelas kebenarannya.

 

Meskipun FPI dianggap tak beda jauh dengan HTI, namun sebenarnya ada perbedaan mendasar yang mungkin membuat pemerintah memberikan perlakuan yang berbeda. Berikut perbedaannya:

 

Pertama, HTI adalah organisasi impor, sedangkan FPI adalah organisasi lokal. FPI masih asli Indonesia. Analogi sederhana, jika Indonesia diibaratkan sebuah keluarga yang menempati sebuah rumah, maka HTI adalah tamu, namun ingin menguasai rumah yang ditempati oleh keluarga tersebut. Tamu tersebut tentu harus diusir dan dienyahkan. Saya melihat FPI itu seperti anggota keluarga yang bandel, yang perlu bimbingan dan pembinaan dari orang tuanya agar menjadi lebih baik lagi.

 

Membubarkan FPI seperti mengusir anggota keluarga dari rumah. Hal ini tentu terlihat kurang elok. Sebandel-bandelnya FPI, bagaimanapun dia tetap anggota keluarga Indonesia. FPI hanya perlu bimbingan dan pembinaan lebih lanjut dari pemerintah agar bisa menjadi ormas yang baik, lebih soft dan santun dalam beramar ma’ruf nahi mungkar, bermanfaat untuk masyarakat luas, serta tidak mengganggu masyarakat agama lain.

 

Kedua, FPI tidak melakukan gerakan yang berpotensi menggulingkan pemerintah seperti kudeta, memberontak, atau melakukan konsolidasi untuk mengganti pancasila dengan khilafah. Hal ini berbeda dengan HTI yang gerakannya sangat terstruktur, masif, dan sistematis untuk mengganti ideologi pancasila dengan khilafah. Mereka bergerilya di kampus-kampus umum, sekolah-sekolah, serta kelompok masyarakat yang notabene masih awam pehamaman agamanya. Oleh sebab itu, HTI sudah selayaknya dibubarkan sebelum ideologinya mewabah dan menggunung.

 

Terlalu dini untuk menilai buruk kepada Menteri Agama Jend (Pur) Fachrul Razi, Menkopolhukam Mahfud MD, serta Mendagri Tito Karnavian hanya karena tidak membubarkan FPI, dan malah ada wacana hendak memperpanjang izinnya. Mereka belum sampai 100 hari kerja. Jangan hanya karena ingin sekali melihat FPI dibubarkan, serta merta langsung skeptis kepada mereka.

Pun sebaliknya, jika mereka membubarkan FPI pun, tidak serta merta mereka dianggap menteri yang berani, keren, sukses, dan pujian-pujian lainnya. Intinya membubaran FPI atau meneruskan izinnya bukan ukuran keberhasilan atau kegagalan Menteri Agama, Menkopolhukam, dan Mendagri.


Urusan FPI itu sebenarnya urusan yang remeh temeh. FPI hanya ormas kecil yang memang sedikit ‘brisik’. Tidak bisa dijadikan ukuran untuk menilai hasil kerja menteri. Bersikap sewajarnya saja dalam menyikapi kebijakan para menteri. Tak perlu mencaci jika kebijakannya tidak sesuai yang diharapkan. Pun sebaliknya, tak perlu memuji setinggi langit jika kebijakannya seuai dengan yang diharapkan. Bersikap sewajarnya saja.

Saya ingin menganalisa kenapa pemerintah terlihat keras ke HTI, namun lembek ke FPI. Bukan berarti saya pro dengan FPI dan ingin membelanya. Sama sekali bukan. Hanya mencoba positif thingking terhadap wacana izin FPI hendak diperpanjang.

Banyak masyarakat yang mungkin menganggap bahwa HTI dan FPI itu sejenis. Dari anggapan ini yang kemudian menjadi sebuah kesimpulan bahwa FPI itu layak dibubarkan sebagaimana HTI. Saya tidak peduli tudingan atau isu bahwa FPI itu peliharaan para jenderal. Konon yang menginisiasi FPI itu adalah para jenderal-jenderal yang sekarang sudah cukup udzur. Biarlah ini menjadi isu yang tak perlu diperjelas kebenarannya.

Meskipun FPI dianggap tak beda jauh dengan HTI, namun sebenarnya ada perbedaan mendasar yang mungkin membuat pemerintah memberikan perlakuan yang berbeda. Berikut perbedaannya:

Pertama, HTI adalah organisasi impor, sedangkan FPI adalah organisasi lokal. FPI masih asli Indonesia. Analogi sederhana, jika Indonesia diibaratkan sebuah keluarga yang menempati sebuah rumah, maka HTI adalah tamu, namun ingin menguasai rumah yang ditempati oleh keluarga tersebut. Tamu tersebut tentu harus diusir dan dienyahkan. Saya melihat FPI itu seperti anggota keluarga yang bandel, yang perlu bimbingan dan pembinaan dari orang tuanya agar menjadi lebih baik lagi.

Membubarkan FPI seperti mengusir anggota keluarga dari rumah. Hal ini tentu terlihat kurang elok. Sebandel-bandelnya FPI, bagaimanapun dia tetap anggota keluarga Indonesia. FPI hanya perlu bimbingan dan pembinaan lebih lanjut dari pemerintah agar bisa menjadi ormas yang baik, lebih soft dan santun dalam beramar ma’ruf nahi mungkar, bermanfaat untuk masyarakat luas, serta tidak mengganggu masyarakat agama lain.

Kedua, FPI tidak melakukan gerakan yang berpotensi menggulingkan pemerintah seperti kudeta, memberontak, atau melakukan konsolidasi untuk mengganti pancasila dengan khilafah. Hal ini berbeda dengan HTI yang gerakannya sangat terstruktur, masif, dan sistematis untuk mengganti ideologi pancasila dengan khilafah. Mereka bergerilya di kampus-kampus umum, sekolah-sekolah, serta kelompok masyarakat yang notabene masih awam pehamaman agamanya. Oleh sebab itu, HTI sudah selayaknya dibubarkan sebelum ideologinya mewabah dan menggunung.

Sedikit yang mungkin membuat masyarakat ingin agar FPI dibubarkan karena gaya beramar ma’ruf nahi mungkar FPI yang tidak sesantun NU dan Muhammadiyah. Untuk kultur masyarakat Indonesia, gaya FPI ini kurang cocok. Indonesia adalah negara yang sangat heterogen. Beramar ma’ruf dengan gaya ala FPI tidak efektif dan hanya menimbulkan perseteruan. Dalam hal ini FPI sepertinya perlu berbenah dan perlu belajar beramar ma’ruf nahi mungkar yang baik kepada NU dan Muhammadiyah.

Soal visi misi di dalam AD/ART FPI yang menyebut hendak menerapkan Islam secara kafah di bawah naungan khilafah Islamiyah melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah, dan pengawalan jihad tidak serta merta membuat FPI sejenis dengan HTI. Barangkali konsep khilafah yang diusung HTI berbeda dengan yang diusung oleh FPI. Oleh sebab itu, pemerintah memang perlu duduk bersama dengan FPI untuk membahas soal visi misi di dalam AD/ART FPI.

Terakhir, seberingas-beringasnya FPI, bagaimanapun Indonesia negara hukum. Jika sampai beramar ma’ruf dengan cara anarkis, hukum siap menjerat. Sebenarnya tidak hanya FPI. Siapapun yang melakukan tindakan melanggar hukum pasti akan dijerat. Pada titik ini, Menkopolhukam Mahfud MD harus tegas soal penegakkan hukum tanpa pandang bulu. Kesimpulannya, tak ada salahnya memberikan FPI kesempatan untuk bernafas, namun tetap harus ada pengawasan dari pemerintah.

Namun intinya hingga detik ini belum ada keputusan bahwa izin FPI resmi diperpanjang. Masih sebatas wacana. So, tak perlu terlalu dini untuk ribut, kecewa, menuding yang tidak-tidak seperti “Jokowi takut FPI”.

(Sumber: Facebook Saefudin Achmad)





Fokus : FPI


#FPI #Izin FPI #Polemik Izin FPI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Propinsi NTB Siaga Darurat Puting Beliung

Beritacenter.COM - Puting beliung diprediksi akan melanda di semua kecamatan di Lombok Tengah. Selain itu di daerah..
2 jam yang lalu

Rusia Kecam AS Langgar Perjanjian Uji Coba Rudal

Beritacenter.COM - Rusia mengecam uji coba rudal jelajah berbasis darat yang dilakukan Amerika Serikat (AS) yang..
3 jam yang lalu

Gerindra dan PKS 'Sikut-sikutan' Soal Wagub DKI Jakarta

Beritacenter.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abrurrahman Suhaimi..
4 jam yang lalu

Tega, Gara-gara Tidak Mau Pulang Istri Dibantai Suami

Beritacenter.COM - Seorang istri bernama Sarina (34) tewas dibunuh suaminya, Nurdin (35) gara-gara tidak mau pulang...
5 jam yang lalu

Ngaku Intel, Pria Pembawa Pil Ekstasi Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi lalu lintas Polda Riau menangkap seorang pemuda berisial AH (29) karena kedapatan membawa..
7 jam yang lalu

Kecelakaan Tunggal, Truk Trailer Tabrak Pembatas Jalan di KM 46 Tol Cikampek

Beritacenter.COM - Sebuah truk trailer mengalami kecelakaan tunggal di Km 46 Tol Cikampek. Kecelakaan tersebut..
7 jam yang lalu

PKS Pastikan Tahun 2020 Anies Tak Lagi "Jomblo" Pimpin Jakarta

Beritacenter.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meyakini pada tahun 2020 mendatang, Gubernur DKI Jakarta Anies..
8 jam yang lalu

KH Ma'ruf Amin Pinta Masyarakat Ikut Serta Kawal Program Pemerintah

Beritacenter.COM - Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin meminta seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam untuk..
9 jam yang lalu

Ular Berbahaya Ini Teror Warga Sukabumi

Beritacenter.COM - Warga Jawa Barat digegerkan dengan adanya penemuan berbagai macam ular berbisa di Perumahan Pakuan..
9 jam yang lalu

Maluku Utara Diguncang Gempa 5,3 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Labuha Maluku Utara diguncang gempa dengan kekuatan 5,3 magnitudo (M). Pusat gempa berada..
10 jam yang lalu

Geledah Rutan Makassar, Petugas Sita Timbangan Hingga Alat Hisap Sabu

Beritacenter.COM - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Taufiqurrakhman..
11 jam yang lalu

Bertemu Menhan Uni Emirat Arab, Ini yang Dibahas Prabowo

Beritacenter.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto melangsungkan pertemuan..
12 jam yang lalu

8 Mobil Mewah Seharga Miliaran Rupiah Disita Polisi, Ini Alasannya..

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 8 mobil mewah mulai dari Ferrari, Jaguar, hingga McLaren...
12 jam yang lalu

Tanpa Sebab, Pemilik Cafe di Jakut Pukul Pengunjung Hingga Lebam

Beritacenter.COM - Seorang pengunjung karaoke terkejut saat dirinya tiba-tiba dihantam oleh pemilik tempat hiburan di..
14 jam yang lalu

Polri soal Kasus Sukmawati-Gus Muwafiq : Tetap Berjalan, Masih Diselidiki

Beritacenter.COM - Polri angkat bicaara soal tuntutan massa PA 212 dan FPI yang berunjuk rasa di depan Mabes Polri,..
14 jam yang lalu

BMKG: Gempa Magnitudo 5 Guncang Maluku Barat Daya, Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, dilaporkan diguncang gempa magnitudo 5. Gempa itu..
15 jam yang lalu

7 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan dan Kecantikan

Beritacenter.COM - Daun Kemangi merupakan tumbuhan yang sering digunakan untuk lalapan. Daun kemangi memiliki manfaat..
15 jam yang lalu

Polrestabes Surabaya Bongkar Jaringan Jutaan Pil Koplo Senilai Rp3,4 Miliar

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polrestabes Surabaya membekuk enam tersangka jaringan pengedar pil koplo di Jawa..
15 jam yang lalu

Viral Poster Pendaftaran Calon RW di Bekasi, Calon Ketua RW Wajib Setor Rp15 Juta

Beritacenter.COM - Heboh di media sosial soal persyaratan pendaftaran calon ketua RW di Jatiluhur, Kecematan..
16 jam yang lalu

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Kalangan Pelajar

Penyebaran radikalisme di kalangan pelajar memang mengkhawatirkan. Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan..
16 jam yang lalu

Liverpool Segera Datangkan Playmaker Muda dari Jepang. Siapa Dia?

Pada awal tahun 2014, Christoph Freund dibuat takjub dengan seorang pemuda dari Cerezo Osaka. Usia pemuda ini baru 18..
16 jam yang lalu

Polda Metro Dalami Kemungkinan Tersangka Lain soal Kasus Persekusi Anggota Banser

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian telah menetapkan satu tersangka persekusi terhadap pria yang menyebut anggota..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi