Selasa, 11 Agustus 2020 - 07:23 WIB

Mewaspadai Paham Radikal Mengincar Masyarakat

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 04 Desember 2019 | 14:51 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Layaknya mangsa, masyarakat menjadi sasaran yang empuk bagi Radikalisme berinkubasi. Masyarakat yang notabene masih mudah untuk terprovokasi selalu diimbau untuk mewaspadai pergerakkan radikalisme ini.

Dilihat dari sejarah perkembangan paham radikal memang identik dengan Agama Islam. Padahal pada kenyataannya, agama Islam maupun lainnya tak pernah mengajarkan hal-hal menyimpang dan bersifat ekstrimis. Apalagi, Nabi besar junjungan umat Islam mengajarkan untuk bersikap baik kepada siapapun juga termasuk yang menyakiti diri kita.

Di Indonesia sendiri memiliki jumlah muslim mayoritas. Mungkin inilah kiranya yang melatarbelakangi paham radikal menjadikan Nusantara sebagai sasaran radikalisme dan terorisme. Bahkan, seringkali pelakunya ialah orang Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok garis keras.

Fenomena radikalisme di kalangan umat Islam telah melekat dengan paham keagamaan, sekalipun pemicu radikalisme bisa lahir dari berbagai hal, seperti ekonomi, politik, sosial dan pendidikan, dan lain sebagainya. Pertumbuhan kelompok Islam radikal, makin subur pasca kran demokratisasi telah terbuka.

Dalam tatanan politik di Indonesia, problem radikalisme Islam telah kian menggelembung karena pendukungnya juga semakin meningkat. Akan tetapi, gerakan gerakan radikal ini kadang memiliki pandangan serta tujuan yang berbeda, maka polanya-pun beragam. Ada yang sekedar memperjuangkan penerapan syariat Islam tanpa keharusan mendirikan “negara Islam”, namun ada pula yang kekeuh mengharuskan berdirinya “negara Islam Nusantara”, ada pula yang menuntut didirikannya “khilafah Islamiyah”.

Pun dengan Pola organisasinya turut beragam, mulai dari gerakan moral ideology misalnya Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia serta yang cenderung pada gaya militer seperti, Front Pembela Islam, Laskar Jihad dan Front Pemuda Islam Surakarta. Kendati demikian, terlihat semacam perbedaan dikalangan mereka, ada yang condong terhadap kondisi umum dari masyarakat guna menghubungkan gerakan-gerakan ini dengan gerakan radikalisme Islam yang ada di mancanegara.

Radikalisme acapkali berujung pada terorisme, yang kemudian menjadi masalah pelik bagi umat Islam Indonesia dewasa ini. Dua perilaku ekstrim itu telah membuat Islam distempeli sebagai agama teror serta umat Islam dianggap menyukai jalan kekerasan suci untuk menyebarluaskan agamanya. Meskipun anggapan itu gampang dimentahkan, namun fakta bahwa pelaku teror di Indonesia ialah mayoritas seorang Muslim dengan garis keras sangat membuat psikologi umat Islam terbebani secara keseluruhan.

Berdasarkan Survey Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) dengan responden guru PAI dan siswa SMP Sejadebotabek Tahun 2011. Hasilnya menunjukkan bahwa potensi radikal yang kuat terjadi di kalangan guru dan pelajar dengan indikasi lemahnya ketahanan akan kekerasan yang mengatasnamakan agama, sikap intoleransi, hingga sikap ekslusif yang berdampak pada keraguan terhadap ideologi Pancasila.

Sementara itu, BNPT melakukan Survei nasional dengan memberdayakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang ada di 32 Provinsi. Hal ini bertujuan guna mengetahui kondisi riil masyarakat tentang potensi radikalisme yang ada di masing-masing daerah. Menurut laporan, sedikitnya ada lima daerah yang tidak terduga, ternyata berpotensi menganut paham radikal yang cukup tinggi.

Lebih lanjut Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, menjelaskan bahwa, dari hasil survei yang telah melibatkan setidaknya 9.600 responden terlihat memprihatinkan. Terlebih angka yang perlu diwaspadai adalah capaian angka 58 dari rentang 0 hingga 100. Artinya paham radikal tersebut terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi digital yang secara luar biasa itu ternyata memiliki banyak pengaruh bagi penggunanya.

Adapun jalan keluar yang harus dilakukan untuk mencegah melebarnya gerakan radikalisme agama maupun gerakan Islam garis keras, di antaranya ialah dengan menetralisasi orang-orang yang dapat memicu menjadi sender atau orang yang melangsungkan perekrutan. Yang kedua, melemahkan ideologi radikal yang disebarkan dengan membuat ideologi tandingan yang bersifat moderat.

Selanjutnya, menyebarkan ideologi tandingan tersebut kepada kelompok masyarakat yang rentan menjadi target radikalisasi. Keempat, meningkatkan pengawasan terhadap media yang menjadi sarana penyebaran paham radikalisme. Kelima, memahami latar belakang sosial dan budaya yang ada di setiap lini masyarakat.

Selain itu, diperlukan penerapan empat pilar kebangsaan yang meliputi, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika hingga NKRI. Dengan penanaman empat pilar ini diharap para masyarakat mampu menumbuhkembangkan sifat toleransi antar umat beragama yang seringkali menyebabkan paham radikal ini berkembang biak dengan bebas. Tak lupa semuanya bisa dimulai dari keluarga dan diri sendiri.

 

Ditulis Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#NKRI Harga Mati #Terorisme #Radikalisme #Kelompok radikal #Radikal #NKRI #Kelompok teroris #Teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






3 menit yang lalu

Bangun dan Jatuhnya Amin Rois

"His days are numbered," kata Amien Rois kepada wartawan Associated Press di Senayan, menjelang pengunduran diri..
55 menit yang lalu

Pancasila Sudah Final, Tolak Komunisme dan Radikalisme

Pancasila merupakan ideologi bangsa yang sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Apalagi digantikan oleh ideologi..
2 jam yang lalu

Ini Manfaat Kencur Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Tanaman kencur (Kaempferia galangal) merupakan salah satu tanaman herbal yang berasal dari jenis..
4 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Rumah Tinggal di Jakut, 7 Mobil Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Beritacenter.COM - Terjadi kebakaran rumah tinggal di kawasan Pademangan Timur, Jakarta Utara, pada Senin..
5 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pencuri Handphone di Bali

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan seorang pemuda bernama Made Sumitra Jaya lantaran..
6 jam yang lalu

Chicago AS Rusuh, Warga Ancurkan Mobil Polisi-Jarah Toko

Beritacenter.COM - Kota Chicago, Illinois, Amerika Serikat, dilaporkan dilanda kerusuhan dan baku tembak di kawasan..
7 jam yang lalu

Terkait Vaksin Corona, Erick : Belum Ada, Adanya Terapi Penyembuhan

Beritacenter.COM - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir..
8 jam yang lalu

Dari Zona Merah, Surabaya Terpantau Berubah Jadi Zona Oranye Corona

Beritacenter.COM - Wilayah Kota Surabaya yang sebelumnya merupakan zona merah Corona (COVID-19), saat ini telah..
8 jam yang lalu

Anita Kolopaking Ajukan Praperadilan, Polri : Itu Sah-Sah saja, Kami Siap Hadapi

Itu sah-sah saja karena sudah diatur dalam Kuhap dalam rangka untuk menguji penangkapan dan penahanan seseorang...
9 jam yang lalu

Pengakuan Pemerkosa Viral di Bintaro, Ngaku Mabuk Hingga Nafsu Birahi Meningkat

Beritacenter.COM - Pelaku pemerkosa wanita di Bintaro, Tangerang Selatan, Raffi Idzamallah (19), telah mengakui..
9 jam yang lalu

Terkait Kasus Penembakan Misterius di Tangsel, Polisi : Pelaku Teridentifikasi

Beritacenter.COM - Kasus penembakan misterius yang terjadi di Tanggerang Selatan mulai menemui titik terang, dari..
10 jam yang lalu

Polisi : Korban Gilang Predator Fetish Pocong Bertambah 2, Total Ada 5 yang Melapor

Beritacenter.COM - Polisi menyebut terdapat tambahan dua korban predator fetish pocong, Gilang, yang melapor ke..
10 jam yang lalu

Menteri Edhy Dorong Pemda Kepulauan dan Pesisir Kembangkan Sektor Kelautan dan Perikanan

Beritacenter.COM - Pemerintah daerah, lebih-lebih yang berada di kepulauan dan pesisir, merupakan ujung tombak..
10 jam yang lalu

Polresta Surakarta Minta Pelaku Penyerang Acara Pernikahan di Solo Menyerahkan Diri : Kalau Tidak, Kita Pakai Cara Sendiri

Beritacenter.COM - Kapolresta Surakarta Kombes Pol Andy Rifai mengatakan, pihaknya memberikan waktu 2x24 jam kepada..
11 jam yang lalu

Soal Viral Pemerkosa di Bintaro, Polisi: DM Tersangka Jadi Titik Terang Penangkapan

Beritacenter.COM - Kasus pemerkosaan terhadap AF di Bintaro, Tangerang Selatan, mulai menemui titik terang setelah..
11 jam yang lalu

Samsung Rilis Smartphone Low Budget Untuk Jawab Kebutuhan Pelajar Indonesia

Beritacenter.COM - Samsung merupakan salah satu merk smartphone ternama di Indonesia yang telah melahirkan..
12 jam yang lalu

BNI Bagikan Tips Manfaatkan Insentif Program Prakerja Secara Maksimal

Beritacenter.COM - Program Kartu Prakerja gelombang keempat telah dibuka oleh pemerintah. Untuk gelombang..
12 jam yang lalu

Menko Perekonomian Sambut Baik Lonjakan Ekspor Produk Hortikultura

Beritacenter.COM - Ekspor buah segar Indonesia pada Januari hingga Mei 2020 mengalami lonjakan mencapai 375.000..
12 jam yang lalu

5 Makanan ini Bisa Atasi Kulit Kering

Beritacenter.COM - Memiliki masalah kulit kering memang menjengkelkan bagi semua orang. Tidak hanya itu, kulit..
13 jam yang lalu

Pegawai KPK Jadi ASN, Laode: Sudah Benar Tapi Malah Ikuti Yang Salah

Beritacenter.COM - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarief angkat bicara terkait..
13 jam yang lalu

2 Pemain Atletico Madrid Positif Corona

Beritacenter.COM - Dua punggawa Atletico Madrid terpapar positif virus corona. Los Rojiblancos segera menghubungi..
13 jam yang lalu

Polisi soal Kasus TPPO : Mucikari Sebut Vernita Syabilla Pesan Kondom Khusus

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian mengungkap alat bukti soal kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO)..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi