Selasa, 26 Mei 2020 - 18:59 WIB

Mewaspadai Paham Radikal Mengincar Masyarakat

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 04 Desember 2019 | 14:51 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Layaknya mangsa, masyarakat menjadi sasaran yang empuk bagi Radikalisme berinkubasi. Masyarakat yang notabene masih mudah untuk terprovokasi selalu diimbau untuk mewaspadai pergerakkan radikalisme ini.

Dilihat dari sejarah perkembangan paham radikal memang identik dengan Agama Islam. Padahal pada kenyataannya, agama Islam maupun lainnya tak pernah mengajarkan hal-hal menyimpang dan bersifat ekstrimis. Apalagi, Nabi besar junjungan umat Islam mengajarkan untuk bersikap baik kepada siapapun juga termasuk yang menyakiti diri kita.

Di Indonesia sendiri memiliki jumlah muslim mayoritas. Mungkin inilah kiranya yang melatarbelakangi paham radikal menjadikan Nusantara sebagai sasaran radikalisme dan terorisme. Bahkan, seringkali pelakunya ialah orang Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok garis keras.

Fenomena radikalisme di kalangan umat Islam telah melekat dengan paham keagamaan, sekalipun pemicu radikalisme bisa lahir dari berbagai hal, seperti ekonomi, politik, sosial dan pendidikan, dan lain sebagainya. Pertumbuhan kelompok Islam radikal, makin subur pasca kran demokratisasi telah terbuka.

Dalam tatanan politik di Indonesia, problem radikalisme Islam telah kian menggelembung karena pendukungnya juga semakin meningkat. Akan tetapi, gerakan gerakan radikal ini kadang memiliki pandangan serta tujuan yang berbeda, maka polanya-pun beragam. Ada yang sekedar memperjuangkan penerapan syariat Islam tanpa keharusan mendirikan “negara Islam”, namun ada pula yang kekeuh mengharuskan berdirinya “negara Islam Nusantara”, ada pula yang menuntut didirikannya “khilafah Islamiyah”.

Pun dengan Pola organisasinya turut beragam, mulai dari gerakan moral ideology misalnya Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia serta yang cenderung pada gaya militer seperti, Front Pembela Islam, Laskar Jihad dan Front Pemuda Islam Surakarta. Kendati demikian, terlihat semacam perbedaan dikalangan mereka, ada yang condong terhadap kondisi umum dari masyarakat guna menghubungkan gerakan-gerakan ini dengan gerakan radikalisme Islam yang ada di mancanegara.

Radikalisme acapkali berujung pada terorisme, yang kemudian menjadi masalah pelik bagi umat Islam Indonesia dewasa ini. Dua perilaku ekstrim itu telah membuat Islam distempeli sebagai agama teror serta umat Islam dianggap menyukai jalan kekerasan suci untuk menyebarluaskan agamanya. Meskipun anggapan itu gampang dimentahkan, namun fakta bahwa pelaku teror di Indonesia ialah mayoritas seorang Muslim dengan garis keras sangat membuat psikologi umat Islam terbebani secara keseluruhan.

Berdasarkan Survey Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) dengan responden guru PAI dan siswa SMP Sejadebotabek Tahun 2011. Hasilnya menunjukkan bahwa potensi radikal yang kuat terjadi di kalangan guru dan pelajar dengan indikasi lemahnya ketahanan akan kekerasan yang mengatasnamakan agama, sikap intoleransi, hingga sikap ekslusif yang berdampak pada keraguan terhadap ideologi Pancasila.

Sementara itu, BNPT melakukan Survei nasional dengan memberdayakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang ada di 32 Provinsi. Hal ini bertujuan guna mengetahui kondisi riil masyarakat tentang potensi radikalisme yang ada di masing-masing daerah. Menurut laporan, sedikitnya ada lima daerah yang tidak terduga, ternyata berpotensi menganut paham radikal yang cukup tinggi.

Lebih lanjut Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, menjelaskan bahwa, dari hasil survei yang telah melibatkan setidaknya 9.600 responden terlihat memprihatinkan. Terlebih angka yang perlu diwaspadai adalah capaian angka 58 dari rentang 0 hingga 100. Artinya paham radikal tersebut terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi digital yang secara luar biasa itu ternyata memiliki banyak pengaruh bagi penggunanya.

Adapun jalan keluar yang harus dilakukan untuk mencegah melebarnya gerakan radikalisme agama maupun gerakan Islam garis keras, di antaranya ialah dengan menetralisasi orang-orang yang dapat memicu menjadi sender atau orang yang melangsungkan perekrutan. Yang kedua, melemahkan ideologi radikal yang disebarkan dengan membuat ideologi tandingan yang bersifat moderat.

Selanjutnya, menyebarkan ideologi tandingan tersebut kepada kelompok masyarakat yang rentan menjadi target radikalisasi. Keempat, meningkatkan pengawasan terhadap media yang menjadi sarana penyebaran paham radikalisme. Kelima, memahami latar belakang sosial dan budaya yang ada di setiap lini masyarakat.

Selain itu, diperlukan penerapan empat pilar kebangsaan yang meliputi, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika hingga NKRI. Dengan penanaman empat pilar ini diharap para masyarakat mampu menumbuhkembangkan sifat toleransi antar umat beragama yang seringkali menyebabkan paham radikal ini berkembang biak dengan bebas. Tak lupa semuanya bisa dimulai dari keluarga dan diri sendiri.

 

Ditulis Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikalisme #Kelompok radikal #Kelompok teroris #Teroris #Radikal #NKRI Harga Mati #NKRI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Pasien Sembuh Corona di RI Bertambah 235 Orang, Berikut Rincian Sebarannya

Beritacenter.COM - Pasien positif virus Corona (Covid-19) yang dinyatakan sembuh masih terus bertambah. Pemerintah..
1 jam yang lalu

Densus 88 Antiteror Tangkap 6 Terduga Teroris Jaringan JAD Kendal di Solo

Beritacenter.COM - Tim Densus 88 Antiteror Polri meringkus 6 orang terduga teroris di Solo, Jawa Tengah. Penangkapan..
2 jam yang lalu

BMKG Soroti Potensi Hujan Berimbas Banjir Rob Pantai Selatan di Mei-Juni

Beritacenter.COM - Hari ini, banjir rob terjadi di kawasan pesisir pantai selatan, Kebumen, Jawa Tengah. Badan..
4 jam yang lalu

Akui COVID-19 dari Laboratoriumnya, China Terancam

Beritacenter.COM- Negara China kini ramai dibicarakan setelah pihaknya mengakui Laboratorium miliknya menyimpan..
5 jam yang lalu

Akhirnya, China Akui Virus Corona Memang Berasal dari Labnya

Beritacenter.COM - Pihak Laboratorium di Wuhan, China perlahan mengakui virus corona memang dari kelelawar yang..
6 jam yang lalu

Polres Blitar Amankan 1.000 Petasan saat Lebaran

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Blitar menyita ribuan petasan dari sejumlah tempat di Kota Blitar. Razia itu..
7 jam yang lalu

Curi Hewan Ternak, Napi Asimilasi Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polres Konawe menangkap dua napi asimilasi karena menucuri hewa ternak. Keduanya..
9 jam yang lalu

Pemerintah Tangani Covid-19 dengan Optimal

Corona memang belum benar-benar pergi dari Indonesia. Namun pemerintah sudah berusaha menanganinya dengan optimal...
9 jam yang lalu

Pemimpin Taiwan Akan Berikan Bantuan untuk Warga Hong Kong...

Diketahui juga jika Taiwan telah menjadi tempat perlindungan untuk sebagian besar para demonstran prodemokrasi yang..
10 jam yang lalu

Curi Motor Di Pasar, Seorang Kakek Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Pria berinisial SH (50) warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang harus berurusan dengan pihak..
10 jam yang lalu

Alhamdulillah, Selama 2 Hari Ini Tak Ditemukan Orang Positif Covid-19 di Bogor...

Diketahui juga jika tak adanya penambahan kasus positif di Kabupaten Bogor tersebut juga sempat terjadi pada Rabu..
10 jam yang lalu

Diduga Masalah Ekonomi, Supandi Tewas Minum Racun Serangga

Beritacenter.COM - Supandi (56) warga Desa Patihan Wetan, Kecamatan Babadan, kabupaten Ponorogo, ditemukan tewas..
11 jam yang lalu

KKP Ajak Prajurit TNI Lebaran Ikan Untuk Tingkatkan Imun

Beritacenter.COM - Prajurit TNI Korem 052, Tengerang, Banten dapat bantuan ikan kembung sebanyak 1.500 kg dari..
11 jam yang lalu

Siap Lawan Bayern, Pelatih Dortmund: Jadon Sancho Siap Turun

Beritacenter.COM - Pelatih Borussia Dortmud, Lucien Favre menegaskan bahwa satu pemain andalannya, yakni Jadon Sancho..
12 jam yang lalu

Mau Balik Ke Jakarta Naik Pesawat? Wajib Bawa Hasil Swab PCR

Beritacenter.COM - Akibat pandemi virus Corona atau Covid-19, seluruh warga yang terlanjur keluar DKI Jakarta akan..
13 jam yang lalu

Pemudik Tak Berijin Jangan Harap Bisa Balik ke Jakarta!

Beritacenter.COM - Polri dan Pemrpov DKI Jakarta akan menghadang para pemudik yang tidak dilengkapi dengan surat..
22 jam yang lalu

Bejat!! Seorang Pria di Lampung Timur Gorok Ibu Kandungnya Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap seorang pemuda yang diduga telah membunuh ibu kandungnya sendiri. Pemuda..
23 jam yang lalu

Mobil Terbakar di Tol Cipali, Polisi : Awalnya Pecah Ban

Beritacenter.COM - Mobil Toyota Rush terbakar saat melintas di Tol Cipali KM 160 arah Palimanan, Kabupaten..
1 hari yang lalu

Polisi Akan Sekat Arus Lalin untuk Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian melakukan penyekatan di sejumlah lokasi untuk mencegah pemudik yang..
1 hari yang lalu

Cerita 'M Nuh' Pemenang Lelang Motor Jokowi, Sempat 5-6 Kali Telepon Hingga Habis Pulsa

Beritacenter.COM - Pemenang lelang motor listrik Jokowi diacara 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo', yakni M Nuh, merupakan..
1 hari yang lalu

Para Pemudik yang Balik ke Jakarta Bakal Disekat di 11 Perbatasan, Berikut Sebarannya

Beritacenter.COM - Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penyekatan terhadap warga..
1 hari yang lalu

Kecelakaan Maut Libatkan Bajaj dan TransJakarta di Pademangan, 1 Orang Meninggal

Beritacenter.COM - Kecelakaan antar bus TransJakarta dan bajaj terjadi di kawasan Pademangan, Jakarta Utara...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi