Kamis, 22 April 2021 - 07:55 WIB

Mewaspadai Paham Radikal Mengincar Masyarakat

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 04 Desember 2019 | 14:51 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Layaknya mangsa, masyarakat menjadi sasaran yang empuk bagi Radikalisme berinkubasi. Masyarakat yang notabene masih mudah untuk terprovokasi selalu diimbau untuk mewaspadai pergerakkan radikalisme ini.

Dilihat dari sejarah perkembangan paham radikal memang identik dengan Agama Islam. Padahal pada kenyataannya, agama Islam maupun lainnya tak pernah mengajarkan hal-hal menyimpang dan bersifat ekstrimis. Apalagi, Nabi besar junjungan umat Islam mengajarkan untuk bersikap baik kepada siapapun juga termasuk yang menyakiti diri kita.

Di Indonesia sendiri memiliki jumlah muslim mayoritas. Mungkin inilah kiranya yang melatarbelakangi paham radikal menjadikan Nusantara sebagai sasaran radikalisme dan terorisme. Bahkan, seringkali pelakunya ialah orang Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok garis keras.

Fenomena radikalisme di kalangan umat Islam telah melekat dengan paham keagamaan, sekalipun pemicu radikalisme bisa lahir dari berbagai hal, seperti ekonomi, politik, sosial dan pendidikan, dan lain sebagainya. Pertumbuhan kelompok Islam radikal, makin subur pasca kran demokratisasi telah terbuka.

Dalam tatanan politik di Indonesia, problem radikalisme Islam telah kian menggelembung karena pendukungnya juga semakin meningkat. Akan tetapi, gerakan gerakan radikal ini kadang memiliki pandangan serta tujuan yang berbeda, maka polanya-pun beragam. Ada yang sekedar memperjuangkan penerapan syariat Islam tanpa keharusan mendirikan “negara Islam”, namun ada pula yang kekeuh mengharuskan berdirinya “negara Islam Nusantara”, ada pula yang menuntut didirikannya “khilafah Islamiyah”.

Pun dengan Pola organisasinya turut beragam, mulai dari gerakan moral ideology misalnya Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia serta yang cenderung pada gaya militer seperti, Front Pembela Islam, Laskar Jihad dan Front Pemuda Islam Surakarta. Kendati demikian, terlihat semacam perbedaan dikalangan mereka, ada yang condong terhadap kondisi umum dari masyarakat guna menghubungkan gerakan-gerakan ini dengan gerakan radikalisme Islam yang ada di mancanegara.

Radikalisme acapkali berujung pada terorisme, yang kemudian menjadi masalah pelik bagi umat Islam Indonesia dewasa ini. Dua perilaku ekstrim itu telah membuat Islam distempeli sebagai agama teror serta umat Islam dianggap menyukai jalan kekerasan suci untuk menyebarluaskan agamanya. Meskipun anggapan itu gampang dimentahkan, namun fakta bahwa pelaku teror di Indonesia ialah mayoritas seorang Muslim dengan garis keras sangat membuat psikologi umat Islam terbebani secara keseluruhan.

Berdasarkan Survey Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) dengan responden guru PAI dan siswa SMP Sejadebotabek Tahun 2011. Hasilnya menunjukkan bahwa potensi radikal yang kuat terjadi di kalangan guru dan pelajar dengan indikasi lemahnya ketahanan akan kekerasan yang mengatasnamakan agama, sikap intoleransi, hingga sikap ekslusif yang berdampak pada keraguan terhadap ideologi Pancasila.

Sementara itu, BNPT melakukan Survei nasional dengan memberdayakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang ada di 32 Provinsi. Hal ini bertujuan guna mengetahui kondisi riil masyarakat tentang potensi radikalisme yang ada di masing-masing daerah. Menurut laporan, sedikitnya ada lima daerah yang tidak terduga, ternyata berpotensi menganut paham radikal yang cukup tinggi.

Lebih lanjut Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, menjelaskan bahwa, dari hasil survei yang telah melibatkan setidaknya 9.600 responden terlihat memprihatinkan. Terlebih angka yang perlu diwaspadai adalah capaian angka 58 dari rentang 0 hingga 100. Artinya paham radikal tersebut terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi digital yang secara luar biasa itu ternyata memiliki banyak pengaruh bagi penggunanya.

Adapun jalan keluar yang harus dilakukan untuk mencegah melebarnya gerakan radikalisme agama maupun gerakan Islam garis keras, di antaranya ialah dengan menetralisasi orang-orang yang dapat memicu menjadi sender atau orang yang melangsungkan perekrutan. Yang kedua, melemahkan ideologi radikal yang disebarkan dengan membuat ideologi tandingan yang bersifat moderat.

Selanjutnya, menyebarkan ideologi tandingan tersebut kepada kelompok masyarakat yang rentan menjadi target radikalisasi. Keempat, meningkatkan pengawasan terhadap media yang menjadi sarana penyebaran paham radikalisme. Kelima, memahami latar belakang sosial dan budaya yang ada di setiap lini masyarakat.

Selain itu, diperlukan penerapan empat pilar kebangsaan yang meliputi, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika hingga NKRI. Dengan penanaman empat pilar ini diharap para masyarakat mampu menumbuhkembangkan sifat toleransi antar umat beragama yang seringkali menyebabkan paham radikal ini berkembang biak dengan bebas. Tak lupa semuanya bisa dimulai dari keluarga dan diri sendiri.

 

Ditulis Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Teroris #Radikalisme #Terorisme #Radikal #Kelompok radikal #Kelompok teroris #NKRI Harga Mati #NKRI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 jam yang lalu

CATAT ! Ini Sederet Amalan Penuh Pahala Bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan

Beritacenter.COM - Ada salah satu kekhawatiran bagi banyak perempuan saat menjalani puasa Ramadan, yakni jika..
6 jam yang lalu

Coreng Institusi Polri ! Polwan Gadungan yang Viral Mesum Sesama Jenis Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang polwan gadungan berinisial KL (21) di wilayah..
7 jam yang lalu

Geger ! Pemuda di Bandung Ditemukan Tewas di Atas Genting

Beritacenter.COM - Seorang pemuda di Jalan Sautunan Raya, Kelurahan Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota..
8 jam yang lalu

Depresi Adik Nikah Duluan, Pemuda di Gandusari Nekat Gantung Diri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisial S (35) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon..
8 jam yang lalu

Diduga Peras Wali Kota, Penyidik KPK Akan Diproses Secara Etik oleh Dewas

Beritacenter.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial SR diduga melakukan pemerasan kepada Wali..
9 jam yang lalu

Terminal di Banten Bakal Ditutup Sementara Selama Mudik Lebaran

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menutup sementara layanan Bus Kota Antar Provinsi (AKAP)..
9 jam yang lalu

Perang Sarung Berujung Maut, Pemuda di Tangerang Tewas Mengenaskan Dihujani Bacokan Sajam

Beritacenter.COM - Perang sarung yang hampir menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan memakan korban di Bojong Nangka,..
10 jam yang lalu

Tak Suka Mata Uang Digital, Bill Gates Pernah Sebut Bitcoin Cs Penyebab Kematian!

Pada saat ini, mata uang kripto digunakan untuk membeli fentanyl dan narkoba lainnya sehingga ini adalah teknologi..
10 jam yang lalu

Soal Pemecatan Jose Mourinho, Son Heung Min : Saya Minta Maaf Belum Bisa Tampil Memuaskan

Beritacenter.COM - Penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min ikut mengomentari soal pemecatan Jose Mourinho . Merasa..
10 jam yang lalu

Sosialisasi Larangan Mudik di Jakut, Sopir Truk Bandel Akan Ditindak Tegas Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian melakukan sosialisasi terkait larangan mudik yang akan mulai berlaku..
11 jam yang lalu

Tawuran 'Perang Sarung' Antar Pemuda Berujung Maut di Tangerang, 2 Pelaku Ditangkap

Beritacenter.COM - Aksi tawuran 'perang sarung' yang dilakukan sejumlah pemuda menjelang waktu sahur di Kelapa Dua,..
11 jam yang lalu

Inilah 5 Kandungan Air Kelapa Dapat Menyehatkan Tubuh

Beritacenter.COM - Air kelapa dikenal memiliki kandungan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Terbuat dari..
12 jam yang lalu

Habib Rizieq Tuding Jaksa Giring Para Saksi Sebut Dirinya Bohong soal Test COVID-19

Beritacenter.COM - Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Rabu..
12 jam yang lalu

Innalillahi !! 23 Orang Tewas, 139 Luka - Luka Akibat Kecelakaan Kereta di Mesir

Beritacenter.COM - Sebanyak 23 orang tewas dan 139 luka - luka akibat kecelakaan kereta di Mesir pada Minggu..
13 jam yang lalu

Biadab !! Ibu Rumah Tangga Tega Gorok Leher Anaknya Sendiri Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang ibu rumah tangga bernama Ani Asih (35) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, tega..
13 jam yang lalu

Kakek Mesum di Rembang Cabuli-Ikat Bocah SD Tetangganya, Korban Juga Diancam

Beritacenter.COM - Bejad, seorang kakek di Rembang, Jawa Tengah, tega mencabuli gadis 11 tahun. Kakek berusia 60..
13 jam yang lalu

Tinjau Vaksinasi, Kapolri dan Panglima TNI Bertolak ke Bali

Beritacenter.COM - Pangliman TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit meninjau langsung acara..
14 jam yang lalu

Foto Mesum Sejenisnya Viral, Polwan Gadungan Dibekuk Polisi di Bitung Sulsel

Beritacenter.COM - Personel Satreskrim Polres Bitung mengamankan seorang perempuan muda berinisial KL (21). Wanita..
14 jam yang lalu

Setahun Berlalu, 60 ASN Pemprov DKI Meninggal Karena Covid -19

BeritacenterCOM - Pandemi Covid -19 sudah berlangsung selama satu tahun di Indonesia. Tercatat ribuan nyawa meninggal..
15 jam yang lalu

Tak Diketahui Alasannya, SBY Cabut Pendaftaran Merek Partai Demokrat atas Nama Pribadi

Beritacenter.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut pendaftaran..
15 jam yang lalu

Rayakan Hari Kartini, Ini Pesan Susi Pudjiastuti Untuk Wanita di Indonesia

Beritacenter.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Pudji Astuti mengucapkan selamat Hari Kartini 2021..
16 jam yang lalu

Curhat Petani Indramayu ke Jokowi, Singgung soal Mesin Panen Padi Hingga Pupuk Subsidi

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peninjauan panen raya di Desa Wanasari, Kecamatan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi