Rabu, 03 Juni 2020 - 12:14 WIB

Mendukung Pemberantasan Paham Radikal

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 07 Desember 2019 | 13:05 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Dewasa ini penyebaran paham radikal dianggap mengkhawatirkan karena didukung, perkembangan teknologi yang makin canggih. Maka dari itu langkah pemerintah guna memberantas paham ini menuai dukungan. Mengingat, bahaya laten radikalisme cukup meresahkan.

Berada di era 4.0 ini memang seringkali membuat kita harus ekstra hati-hati. Lengah sedikit saja akan membuat kita terlena. Apalagi era digitalisasi yang kian marak menjadikan penggunanya lupa diri. Pengakuan eksistensi di dunia maya seolah begitu diimpikan. Lonjakan follower juga kiranya membuat pengguna internet jadi ketagihan. Dunia digital dinilai berpengaruh akan penyebaran paham radikal, karena melalui jejaring sosial radikalisme berekspansi tanpa dapat terdeteksi.

Radikalisme sendiri merupakan paham atau gagasan guna melakukan perubahan sosial-politik yang menganut cara-cara ekstrem, termasuk kekerasan dan tindak terorisme. Mereka yang berpaham radikal seringnya mengambil jalan pintas untuk dapat mendominasi sistem sosial di suatu negara maupun wilayah. Perkembangan paham radikal di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mengalami pergerakkan yang signifikan, bahkan berada di level mengkhawatirkan.

Paham radikal menyebar seolah tak kenal usia, tua-muda, anak sekolah hingga pejabat atau aparat keamanan tak menjamin akan bebas dari ancaman radikalisme. Kasus terbaru adalah bom bunuh diri di wilayah Medan, pelaku diduga menganut sistem Lone Wolf yang populer dengan sistem kerjanya secara mandiri. Meski mandiri, tak menutup kemungkinan jika pelaku ini telah berafiliasi dengan sejumlah kelompok radikal di berbagai wilayah melalui jaringan internet.

Hal ini turut dibenarkan oleh banyak pihak maupun masyarakat. Menurut kabar, di dalam media sosial ini terdapat situs atau link menuju grup-grup rahasia yang memang sulit terdeteksi. Mirisnya lagi, dalam media sosial tersebut setiap harinya dikirimkan konten-konten maupun ajakan negatif terkait kekerasan dan terorisme. Logikanya, jika pihak-pihak yang labil imannya akan sangat mudah kesetrum aliran radikalisme ini. Yang mana, setiap hari dijejali oleh pemahaman yang salah kaprah dan merusak.

Melihat hal tersebut, Presiden Joko Widodo turut prihatin. Pihaknya meminta kepada jajarannya guna melakukan pencegahan gerakan radikalisme yang dinilai sangat serius. Jokowi menegaskan, jika pemberantasan radikalisme serta intoleransi adalah salah satu fokus pada pemerintahannya yang kedua.

Apa pun itu, tentunya kita sepakat dengan Presiden yang menyikapi dengan cermat persoalan radikalisme yang terus membayangi bangsa ini. Jikalau benar radikalisme tidak terlepas dari pengaruh global, maka gerakan radikalisme memang terus bertumbuh dengan skala lebih masif yang sejalan dengan revolusi informasi era siber fisik. Dengan begitu, mau tak mau Indonesia harus mempersiapkan diri guna melawan dampak global yang negatif termasuk perkembangan radikalisme.

Akar persoalan itu sebenarnya telah didapatkan. Namun, problematika terkait hal ini belum mampu diselesaikan dan dituntaskan secara komprehensif. Dengan pendekatan baru yang lebih substantif tersebut, pencegahan dan pemberantasan paham radikalisme akan lebih membawa hasil.

Jika melihat pendekatan untuk memecahkan persoalan radikalisme selama ini memang dirasa masih minim hasil. Indikasinya gejala radikalisme kian hari kian berkembang, makin marak dan mengkhawatirkan.

Maka dari itu sistem pendekatan untuk mengatasi radikalisme harus bermetamorfosa. Pola lama yang tidak efektif dan cenderung oversimplifikasi serta overgeneralisasi dalam memandang radikalisme tidak boleh dilanjutkan. Namun, konsekuensinya harus meninggalkan program serta rencana aksi yang tak efektif maupun bersifat kontraporduktif. Dengan kata lain, harus mencari subtitusi program serta rencana aksi yang lebih baik dan juga produktif.

Mengutip penegasan Menko Polhukam Mahfud MD, bahwa radikalisme ini tidaklah menunjukkan jati diri agama Islam atau agama tertentu, atau pihak, orang, dan ormas tertentu.

Pendekatan serta paradigma baru guna menangani radikalisme sebaiknya juga lebih menyasar pada inti masalah. Salah satunya ialah kesenjangan atau ketidakadilan, tak hanya di sektor ekonomi, melainkan juga politik, hukum, sosial, dan juga kemasyarakatan. Sehingga nantinya optimalitas kinerja pemberantasan radikalisme ini akan segera membuahkan hasil.

Mantan teroris Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin, urun pendapat bahwa orang-orang yang menganut ideologi kekerasan atau teroris tidak akan mampu disadarkan dengan argumentasi. Mereka bukanlah orang yang perlu dinasihati. Menurutnya, pendekatan secara ekonomi akan lebih meresap bagi para penganut ideologi kekerasan. Sebab, mereka (pelaku radikalisme) akan merasa diperhatikan, termasuk anak, istri maupun keluarganya. Dirinya yakin dengan cara tersebut mereka akan melunak, apalagi jika kondisi perekonomian juga bagus.

Kesimpulannya, upaya deradikalisasi dengan pendekatan non kekerasan sangat dianjurkan. Mengingat kekerasan memang tak bisa dilawan dengan kekerasan pula. Namun tetap harus ada pemikiran secara cerdas guna menanggulangi paham radikal ini lebih lanjut.


Oleh : Alfisyah Kumalasari
pengamat sosial politik





#Terorisme #Kelompok radikal #Kelompok teroris #Teroris #Radikal #Radikalisasi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 menit yang lalu

Dua Pasien Terakhir Sembuh, Cianjur Kini Nihil Kasus Positif Corona

BeritaCenter.COM – Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal..
44 menit yang lalu

Real Madrid Tegaskan Tidak Minat Rekrut Willian dari Chelsea

Beritacenter.COM - Klub Liga Spanyol, Real Madrid menegaskan tidak berminat untuk merekrut Wilian dari Chelsea...
1 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan 12 Rumah di Tanjung Priok

Beritacenter.COM - Kebakaran besar melanda sebuha rumah pemukiman padat penduduk di Jalan RE Martadinata, Gang Pelita..
2 jam yang lalu

241 Pasien Covid - 19 di Papua Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Sebanyak 241 pasien Covid - 19 di Papua telah dinyatakan sembuh dan angka kesembuhan terus..
2 jam yang lalu

Asik Pesta Sabu, Polisi Gerebek Rumah di Pasuruan

Beritacenter.COM - Jajaran Satresnarkoba Polda Jatim menggerebek sebuah rumah kosong di Bangil, Kabupaten Pasuruan...
3 jam yang lalu

Manfaat Minum Air Kelapa Saat Perut Kosong di Pagi Hari

Beritacenter.COM - Mengkonsumsi air kelapa di pagi hari saat perut kosong adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan..
3 jam yang lalu

Presiden Jokowi Sebut Pembukaan Tempat Ibadah Dilakukan Secara Bertahap

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo meminta kepada masyarakat agar tetap sabar dan berada di rumah untuk..
4 jam yang lalu

Warga Dihebohkan Penemuan Ular Cobra Satu Meter di SMP Grogol

Beritacenter.COM - Warga Grogol Petamburan, Jakarta Barat dihebohkan dengan adanya penemuan ular cobra sepanjang satu..
5 jam yang lalu

Nyaman di Jakarta, Marko Simic Ingin Pensiun di Persija

Beritacenter.COM - Penyerang asal Kroasia Marko Simic mengungkapkan dirinya ingin pensiun bersama Persija Jakarta...
7 jam yang lalu

Jubir Penanganan Covid-19 Riau : Tidak ada Lagi Pasien Positif Corona di Kota Pekanbaru

Beritacenter.COM - Juru Bicara Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi mengatakan, dengan sembuhnya 36 orang serta..
8 jam yang lalu

Kembali Berulah, Eks Napi Asimilasi Corona di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Eks narapidana yang bebas berkat asimilasi virus corona di Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali..
9 jam yang lalu

Mari Sumbangkan Sedikit Rezeki Bantu Bayi Miskin Penderita Leukimia Akut

Beritacenter.COM - Seorang bayi bernama Rizqy Ramadhan (2) warga Jalan Edy Suwargono RT 5, Kelurahan Madurejo,..
10 jam yang lalu

TNI Amankan 23 TKI Ilegal yang Baru Pulang dari Malaysia

Beritacenter.COM - Personel TNI AL mengamankan 23 orang pekerja migran ilegal yang baru pulang dari Sepang, Malaysia...
11 jam yang lalu

8 Pasien Positif Corona di Magetan Dinyatakan Sembuh, Dua Diantaranya Santri Ponpes Al-Fatah Asal Malaysia

Beritacenter.COM - Kabar baik muncul dari Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan, Saif..
12 jam yang lalu

Jembatan di Sikabu Lubuk Alung Ambruk saat Diperbaiki, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Beritacenter.COM - Jembatan di Sikabu Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, ambruk. Akibat kejadian itu, satu orang..
12 jam yang lalu

Dua Rumah Tinggal di Tanjung Priok Terbakar, 13 Unit Mobil Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Beritacenter.COM - Dua unit rumah tinggal di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, lenyap dilahap si jago merah...
13 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Jambi Cabuli Putrinya Selama 2 Tahun

Beritacenter.COM - Seorang ayah berusia 37 tahun di Kabupaten Sarolangun, Jambi tega mencabuli anaknya sendiri sejak..
14 jam yang lalu

Miliki Sabu, ASN Basarnas Banjarmasin Diciduk Polisi

Beritcenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lantaran kedapatan..
14 jam yang lalu

Cerita Dokter RS PHC soal Perjuangan Tenaga Medis Pantau Nenek Usia 100 Tahun Hingga Sembuh COVID-19

Kami awalnya sempat kaget mengetahui kami mendapat pasien terkonfirmasi COVID-19 yang berusia lebih dari 100 tahun...
15 jam yang lalu

Setelah Mobil PCR dan Alat Tes Swab, BIN Juga Berikan 120 Ribu Masker ke Surabaya

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghaturkan terima kasih kepada BIN yang telah memberikan..
15 jam yang lalu

Sri Mulyani Akan Selamatkan Ekonomi Melalui Cara Ini

Beritacenter.COM -Di tengah lesu ekonomi nasional lantaran pandemi Virus Corona atau Divid-19, pemerintah..
16 jam yang lalu

Jika Nanti Dibuka Kembali, Jokowi Minta Masjid Istiqlal Siapkan Protokol Kesehatan

Tadi saya titip untuk disiapkan protokol kesehatan hingga nanti pada saat kita melaksanakan sholat di Istiqlal semua aman dari Covid,

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi