Rabu, 22 Januari 2020 - 19:27 WIB

Mendukung Pemberantasan Paham Radikal

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 07 Desember 2019 | 13:05 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Dewasa ini penyebaran paham radikal dianggap mengkhawatirkan karena didukung, perkembangan teknologi yang makin canggih. Maka dari itu langkah pemerintah guna memberantas paham ini menuai dukungan. Mengingat, bahaya laten radikalisme cukup meresahkan.

Berada di era 4.0 ini memang seringkali membuat kita harus ekstra hati-hati. Lengah sedikit saja akan membuat kita terlena. Apalagi era digitalisasi yang kian marak menjadikan penggunanya lupa diri. Pengakuan eksistensi di dunia maya seolah begitu diimpikan. Lonjakan follower juga kiranya membuat pengguna internet jadi ketagihan. Dunia digital dinilai berpengaruh akan penyebaran paham radikal, karena melalui jejaring sosial radikalisme berekspansi tanpa dapat terdeteksi.

Radikalisme sendiri merupakan paham atau gagasan guna melakukan perubahan sosial-politik yang menganut cara-cara ekstrem, termasuk kekerasan dan tindak terorisme. Mereka yang berpaham radikal seringnya mengambil jalan pintas untuk dapat mendominasi sistem sosial di suatu negara maupun wilayah. Perkembangan paham radikal di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mengalami pergerakkan yang signifikan, bahkan berada di level mengkhawatirkan.

Paham radikal menyebar seolah tak kenal usia, tua-muda, anak sekolah hingga pejabat atau aparat keamanan tak menjamin akan bebas dari ancaman radikalisme. Kasus terbaru adalah bom bunuh diri di wilayah Medan, pelaku diduga menganut sistem Lone Wolf yang populer dengan sistem kerjanya secara mandiri. Meski mandiri, tak menutup kemungkinan jika pelaku ini telah berafiliasi dengan sejumlah kelompok radikal di berbagai wilayah melalui jaringan internet.

Hal ini turut dibenarkan oleh banyak pihak maupun masyarakat. Menurut kabar, di dalam media sosial ini terdapat situs atau link menuju grup-grup rahasia yang memang sulit terdeteksi. Mirisnya lagi, dalam media sosial tersebut setiap harinya dikirimkan konten-konten maupun ajakan negatif terkait kekerasan dan terorisme. Logikanya, jika pihak-pihak yang labil imannya akan sangat mudah kesetrum aliran radikalisme ini. Yang mana, setiap hari dijejali oleh pemahaman yang salah kaprah dan merusak.

Melihat hal tersebut, Presiden Joko Widodo turut prihatin. Pihaknya meminta kepada jajarannya guna melakukan pencegahan gerakan radikalisme yang dinilai sangat serius. Jokowi menegaskan, jika pemberantasan radikalisme serta intoleransi adalah salah satu fokus pada pemerintahannya yang kedua.

Apa pun itu, tentunya kita sepakat dengan Presiden yang menyikapi dengan cermat persoalan radikalisme yang terus membayangi bangsa ini. Jikalau benar radikalisme tidak terlepas dari pengaruh global, maka gerakan radikalisme memang terus bertumbuh dengan skala lebih masif yang sejalan dengan revolusi informasi era siber fisik. Dengan begitu, mau tak mau Indonesia harus mempersiapkan diri guna melawan dampak global yang negatif termasuk perkembangan radikalisme.

Akar persoalan itu sebenarnya telah didapatkan. Namun, problematika terkait hal ini belum mampu diselesaikan dan dituntaskan secara komprehensif. Dengan pendekatan baru yang lebih substantif tersebut, pencegahan dan pemberantasan paham radikalisme akan lebih membawa hasil.

Jika melihat pendekatan untuk memecahkan persoalan radikalisme selama ini memang dirasa masih minim hasil. Indikasinya gejala radikalisme kian hari kian berkembang, makin marak dan mengkhawatirkan.

Maka dari itu sistem pendekatan untuk mengatasi radikalisme harus bermetamorfosa. Pola lama yang tidak efektif dan cenderung oversimplifikasi serta overgeneralisasi dalam memandang radikalisme tidak boleh dilanjutkan. Namun, konsekuensinya harus meninggalkan program serta rencana aksi yang tak efektif maupun bersifat kontraporduktif. Dengan kata lain, harus mencari subtitusi program serta rencana aksi yang lebih baik dan juga produktif.

Mengutip penegasan Menko Polhukam Mahfud MD, bahwa radikalisme ini tidaklah menunjukkan jati diri agama Islam atau agama tertentu, atau pihak, orang, dan ormas tertentu.

Pendekatan serta paradigma baru guna menangani radikalisme sebaiknya juga lebih menyasar pada inti masalah. Salah satunya ialah kesenjangan atau ketidakadilan, tak hanya di sektor ekonomi, melainkan juga politik, hukum, sosial, dan juga kemasyarakatan. Sehingga nantinya optimalitas kinerja pemberantasan radikalisme ini akan segera membuahkan hasil.

Mantan teroris Khairul Ghazali alias Abu Ahmad Yasin, urun pendapat bahwa orang-orang yang menganut ideologi kekerasan atau teroris tidak akan mampu disadarkan dengan argumentasi. Mereka bukanlah orang yang perlu dinasihati. Menurutnya, pendekatan secara ekonomi akan lebih meresap bagi para penganut ideologi kekerasan. Sebab, mereka (pelaku radikalisme) akan merasa diperhatikan, termasuk anak, istri maupun keluarganya. Dirinya yakin dengan cara tersebut mereka akan melunak, apalagi jika kondisi perekonomian juga bagus.

Kesimpulannya, upaya deradikalisasi dengan pendekatan non kekerasan sangat dianjurkan. Mengingat kekerasan memang tak bisa dilawan dengan kekerasan pula. Namun tetap harus ada pemikiran secara cerdas guna menanggulangi paham radikal ini lebih lanjut.


Oleh : Alfisyah Kumalasari
pengamat sosial politik





#Terorisme #Radikal #Kelompok radikal #Teroris #Kelompok teroris #Radikalisasi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






27 menit yang lalu

Gara-gara Kurang Konsentrasi, Sebuah Mobil Seruduk Tembok Hingga Bolong

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Padukuhan Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, yang melibatkan..
52 menit yang lalu

4 Khasiat Konsumsi Rebusan Jahe, Bawang Putih dan Madu

Beritacenter.COM - Jahe dan bawang putih dikenal dengan bumbu dapur yang paling banya dikenal. Selain bisa digunakan..
1 jam yang lalu

Bhayangkara Resmi Rekrut Pemain Asing Ezechiel N'Douassel

Beritacenter.COM - Klub Bhayangkara resmi memperkenalkan pemain asing mereka yang keempat Ezechiel N’Douassel...
1 jam yang lalu

Mobil Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Batang, 2 Tewas

Beritacenter.COM - Sebuah mobil tertabrak kereta api di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dari kejadian itu, sopir..
2 jam yang lalu

Diduga Dibunuh, Pengemudi Taksi Online Ditemukan Tewas

Beritacenter.COM - Sesosok mayat laki - laki ditemukan oleh warga Subang dengan kondisi penuh luka di Jalan Raya..
2 jam yang lalu

Viral Pelanggan Warteg Dirampok, Polisi : Kita Sudah Kantongi Identitas Pelaku

Beritacenter.COM - Polisi mengaku telah mengantongi identitas tiga pelaku perampokan pelanggan warteg yang ada di..
2 jam yang lalu

Keren! Indonesia Jadi Satu-satunya Pembuat Kapal Selam di ASEAN

BeritaCenter.COM - PT PAL (Persero) berhasil membuat kapal selam yang diberi nama KRI Alugoro. Produksi kapal selam..
2 jam yang lalu

Pindahkan Tiang Listrik, Pegawai PLN Tewas

Beritacenter.COM Seorang pekerja PLN, Paimo (45) warga Nglaran, Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari tewas di lokasi..
3 jam yang lalu

Status Jakarta Pasca Ibu Kota Pindah, Mendagri Tito Tawarkan 2 Opsi

BeritaCenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menawarkan dua opsi untuk status DKI Jakarta pasca..
3 jam yang lalu

Bantah Setrum Lutfi Alfiandi, Polisi : Engga Mungkin, Kami kan Modern

Beritacenter.COM- Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teungku Arsya Khadafi membantah bahwa polisi telah..
3 jam yang lalu

Baru Jadi Mualaf Felix Siauw Sudah Berani Hina Istri Gus Dur

Beritacenter.COM - Belum lama ini kita dihebohkan dengan pernyataan Felix Siauw yang menyerang Sinta Nuriyah, istri..
3 jam yang lalu

Polisi Pastikan Bungkusan Mencurigakan di SPBU Pekalongan Bukan Bom

Beritacenter.COM - Warga digegerkan temuan benda yang diduga bom di depan mesin ATM Bank Mandiri di SPBU Kertijayan,..
3 jam yang lalu

Diduga Depresi Seorang Ibu Gantung Diri Di Pohon Jati

Beritacenter.COM - Warga Padukuhan Mangli, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, digemparkan dengan penemuan sebuah..
3 jam yang lalu

Terkait Kerajaan Fiktif, Wapres Ma'ruf : Bila Menyimpang Harus Dibubarkan

Beritacenter.COM - Selama beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan dengan munculnya kerajaan-kerajaan fiktif di..
4 jam yang lalu

Gara-gara Rem Blong, Mobil Avanza Mendarat Di Atap Rumah Warga

Beritacenter.COM - Kecelakaan Tunggal yang melibatkan Sebuah mobil Toyota Avanza terjadi di Padukuhan Pagutan RT 04,..
4 jam yang lalu

Dalami Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 9 Saksi Hari Ini

Beritacenter.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi terkait kasus..
4 jam yang lalu

Kecelakaan Maut...! Ragil Tewas Ditabrak Avanza

Beritacenter.COM - Ragil Purnawan (26) warga Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ahrus..
5 jam yang lalu

Geger !! Warga Temukan Ular Sanca 4 Meter dari Selokan di Tegal

Beritacenter.COM - Warga Kalibuntu, Keluarahan Panggung, Tegal, Jawa Tengah digegerkan dengan muncul ular sanca..
5 jam yang lalu

Soal 2 Nama Cawagub, Anies Sudah Serahkan ke DPRD DKI

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sudah menyerahkan dua nama cawagub pengganti Sandiaga..
6 jam yang lalu

Diminta Tanggungjawab, Sopir Ini Malah Melindas Korban

Beritacenter.COM - Pengendara mobil dengan plat B sengaja melindas seorang pria di Kota Bandung. Sebelum melindas,..
6 jam yang lalu

Gelandang Favorit Tottenham Hotspurs Ingin Segera Bergabung ke Inter Milan. Ada Apa?

Namun, beberapa masalah membuat negosiasi yang sedang berlangsung sedikit terhenti. Eriksen sendiri masih masuk dalam..
6 jam yang lalu

Bongkar 5 Ha Ladang Ganja di Sumut, Polda Metro Juga Sita 1,34 Ton Ganja Siap Edar

BeritaCenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan pihaknya berhasil membongkar 5 hektare ladang..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi