Minggu, 05 Juli 2020 - 17:32 WIB

Aktivis Inggris Mengutuk Keras OPM Menggunaan Tentara Dibawah Umur

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 09 Desember 2019 | 16:05 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacentet.COM - Aktivis Inggris mengutuk penggunaan tentara di Bawah umur di Indonesia Timur. Mereka menggelar protes terhadap penggunaan tentara dibawah umur dan dukungan Dewan Kota Oxford terhadap ULMWP, Minggu (1/12/2019).

Para aktivis berkampanye untuk mengakhiri penggunaan tentara anak di bawah umur. Menurut mereka sebagian mengatakan bahwa mereka kadang-kadang direkrut secara paksa tetapi juga ada kemungkinan mereka bergabung dengan militer dan kelompok bersenjata karena tekanan budaya.

“Kami mengutuk penggunaan tentara dibawah umur dalam Gerakan Papua Merdeka,” kata salah satu aktivis dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Mereka mengaku sangat murka mengetahui pemerintah Inggris dan, khususnya Walikota dan Dewan Kota Oxford mendukung aksi semacam itu.

Sebelumnya, Associated Press pernah membahas tentang penggunaan tentara dibawah umur oleh kelompok separatis. Bahkan Benny Wenda dari kelompok separatis ULMWP membentuk militer baru bernamaWest Papua Army )WPA) untuk mendapatkan kekuasaan dalam gerakan pada 1 Juli 2019.

Jacob Rombiak, juru bicara ULMWP, menyatakan bahwa mereka melatih anak-anak dalam operasi militer, Bukti nyata bahwa WPA menggunakan tentara dibawah umur.

“ULMWP menyatakan, mereka merekrut tentara dibawah umur, apa maksudnya? Ini kejahatan perang!”

Hukum internasional mendefinisikan, “Merekrut atau mendaftarkan anak dibawah usia 15 tahun dan menggunakannya untuk berpartisipasai aktif dalam permusuhan adalah kejahatan perang.” Statuta Roma 1998.

Hampir 170 negara termasuk Indonesia telah meratifikasi perjanjian PBB yang mewajibkan pemerintah untuk menghentikan perekrutan militer siapa pun di bawah 18 dan bekerja untuk mengakhiri eksploitasi militer anak-anak oleh kelompok-kelompok bersenjata negara dan non-negara.

Namun, Dewan Kota Oxford tidak mencari tahu mengenai keberadaan tentara di bawah umur ini dan malah memberi dukungan kepada Benny Wenda. Hal ini jelas memancing kemarahan aktivis Britania.

Ditegaskan, Walikota seharusnya konsentrasi pada isu ini (perubahan ilim), bukannya merayakan selebriti teroris yang mengepalai organisasi ULMWP, yang membunuh warga tak berdosa di Papua Barat.

Siklus kejahatan yang terus berputar ini dikarenakan perekrutan tentara di bawah umur secara sistemais oleh kelompok separatis, dengan mengatasnamakan pembalsan dendam.

“Anak-anak seharusnya bebas, diperbolehkan sekolah, melakukan kegiatan sehari-hari, mendapat pendidikan, bukannnya menjadi bagian dari organisasi teroris ini.” kata aktivis lainnya.

Mengapa penggunaan tentara di bawah umur oleh kelompok separatis Papua diabaikan oleh simpatisannya?

Sebelumnya, keputusan Dewan Kota Oxford memberikan penghargaan Kebebasan Kota (Freedom of the City) kepada separatis Papua Benny Wenda dikecam keras Republik Indonesia. Penghargaan itu dinilai Indonesia diberikan Oxford berdasarkan penilaian yang salah tentang Benny.

Dilansir BBC, Kamis (18/7/2019), penghargaan diberikan Dewan Kota Oxford ke Benny pada Rabu (17/9) waktu setempat. Wali Kota Oxford Craig Simmons, mengatakan penghargaan itu “layak diberikan” dan Benny Wenda “begitu banyak berkontribusi baik lokal maupun di panggung internasional”.

“Oxford adalah salah satu yang pertama mendengar tangisan rakyat Papua Barat untuk keadilan, hak asasi manusia, dan menentukan nasib sendiri,” kata Benny.

Benny adalah pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP). Dia pernah kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Abepura pada 2002, mengajukan suaka ke Inggris dan akhirnya dikabulkan setahun sesudahnya. Dia menjadi warga negara Inggris dan hidup di Oxford bersama keluarganya.

Salah Kaprah Oxford Beri Penghargaan untuk Benny Wenda

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, menyatakan bahwa, Dewan Kota Oxford kembali melukai perasaan rakyat Indonesia. Penghargaan kepada orang tersebut merupakan kelanjutan dukungan Dewan kepada gerakan Papua Merdeka setelah memberi izin pembukaan kantor Free West Papua Campaign di Oxford pada tahun 2013.

KBRI menyampaikan, pemerintah Indonesia mengecam keras penghargaan ke Benny Wenda yang diberikan Oxford. Pemberian penghargaan kepada Benny mengurangi kredibilitas Oxford sebagai pusat pendidikan terkemuka di dunia. Indonesia menilai Oxford menilai Benny secara salah kaprah.

“Pemberian penghargaan kepada orang yang memiliki catatan kriminal tersebut melalui gerakan separatis bersenjata menunjukkan ketidakpahaman Dewan Kota Oxford terhadap sepak terjang yang bersangkutan selama ini dan kemajuan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat yang sebenarnya,” kata KBRI London.





Fokus : Papua


#Papua #OPM #Pelanggar Ham


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 jam yang lalu

Polisi Gelar Razia Warung Jamu di Depok, Amankan Puluhan Botol Miras

Beritacenter.COM - Jajaran Polsek Sawangan Depok menggelar razia di sebuah warung jamu yang berada di Kecamtan..
7 jam yang lalu

Digeruduk Massa setelah Viral Tendang Driver Ojol, Pria di Pekanbaru Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah video yang menampakkan seorang pria tengah memarahi driver ojek..
8 jam yang lalu

Ini memang salah Jokowi

Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL) adalah anak perusahaan PT Pertamina yang terdaftar di Singapura th 1992...
9 jam yang lalu

Gelar 'Apel Siaga Ganyang Komunis', PA 212 dkk Janji Akan Tertib dan Tak Buat Keributan

Beritacenter.COM - Menyusul digelarnya aksi bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komuni', pihak kepolisian mengimbau..
10 jam yang lalu

AC Milan Gempur Habis Lazio Tanpa Ampun

Beritacenter.COM - Kejutan besar terjadi di pekan 30 Serie A Liga Italia dengan tumbangnya Lazio dari AC Milan. Tak..
10 jam yang lalu

Prakiraan Cuaca Hari Ini Jakarta Cerah

Beritacenter.COM - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini di wilayah DKI..
13 jam yang lalu

SUSAHNYA JADI SEORANG JOKOWI

Bekerja sungguh-sungguh dibilang pencitraan. Diam dibilang tidak tegas dan plonga plongo. Senyum dibilang munafik dan..
14 jam yang lalu

"Onani Politik Ala Kardun"

LBP atau Luhut Binsar Panjaitan  Bentengnya Jokowi Ngarep bangat diganti Biar kadrun gampang menerobos..
20 jam yang lalu

Kasus Covid-19 Terus Bertambah di Jatim, Khofifah Tegur Malang Raya

Beritacenter.COM - Kasus baru penularan virus Corona atau COVID-19 di Kota Malang meningkat dari sebelumnya penularan..
23 jam yang lalu

Awas! Makanan Ini Jangan Disimpan di Kulkas

Beritacenter.COM - Penggunaan lemari es sangat membantu untuk mengawetkan makanan, namun perlu diketahui bahwa..
23 jam yang lalu

Emak-emak Viral TikTok-an di Jembatan Suramadu Haturkan Permohonan Maaf

Beritacenter.COM - Viral video TikTok tiga emak-emak asyik bergaya di pinggir ruas jalan di Jembatan Suramadu...
1 hari yang lalu

Puluhan PSK di Jerman Gelar Aksi Demo 'Protes' Tutupnya Rumah Bordil Imbas COVID-19

Beritacenter.COM - Aksi unjuk rasa digelar sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di Berlin, Jerman, menyusul tutupnya..
1 hari yang lalu

Polisi Minta PA 212 dkk Taati Aturan dan Tak Buat Keributan di Apel Gayang Komunis Besok

(Imbauannya) mereka mengikuti protokol yang ada dan jangan bikin keributan. Kan mereka ini hanya apel saja, habis..
1 hari yang lalu

Dandim 0501/JP BS Terima Penghargaan Dari Kapolda Metro Jaya

Beritacenter.COM - Kodam Jaya - Dalam rangka hari ulang tahun Kepolisian RI ke - 74, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol..
1 hari yang lalu

Barcelona dan Liverpool Bersaing Dapatkan Thiago Alcantara

Beritacenter.COM - Klub raksasa Barcelona dan Liverpool dikabarkan bersaing untuk mendatangkan gelandang Bayern..
1 hari yang lalu

JIKA BUKAN JOKOWI YANG MENJADI PRESIDEN INDONESIA

Presiden Jokowi hanyalah manusia biasa dan bukan manusia sempurna, tetapi Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia..
1 hari yang lalu

Satu Tersangka dan Satu Saksi, Ini Motif Eks Pegawai Starbucks Rekam Video Intip Payudara

Beritacenter.COM - Aksi tak senonoh eks pegawai starbucks intip payudara pelanggar dari CCTV, diketahui dilakukan..
1 hari yang lalu

Duh! Pesepeda Perempuan di Tegal Dapat Teror Pemotor Begal Payudara

Beritacengter.COM - Olaraga bersepeda belakangan menjadi tren yang digemari masyarakat ditengah pandemi COVID-19, tak..
1 hari yang lalu

NASIHAT BUAT ANAK PRESIDEN JOKOWI "Tirulah Anak Presiden Soeharto!"

Mas Gibran, sampeyan anak presiden gak usahlah jualan martabak. Contoh Om Tommy Soeharto, yang minta sama bapaknya..
1 hari yang lalu

Puluhan Pekerja Perusahaan Unilever Terpapar Covid-19

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menegaskan agar para pelaku usaha di bidang industri..
1 hari yang lalu

Pemerintah Prancis Terancam Bubar

Beritacenter.COM - Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe dan pemerintahannya resmi memundurkan diri pada hari..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi