Rabu, 12 Agustus 2020 - 02:35 WIB

SKB 11 Menteri Solusi Pencegahan Radikalisme di Kalangan ASN

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 13 Desember 2019 | 17:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sejumlah pihak menuding Pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Menteri sebagai sarana membungkam kebebasan berpendapat. Padahal, SKB 11 Menteri ini merupakan cara melindungi ASN dari radikalisme yang mengancam integritas nasional dan bukan ketakutan Pemerintah terhadap Islam.

Indonesia tampaknya sedang darurat Radikalisme. Beragam imbauan dan peringatan termasuk menetapkan sejumlah aturan kini mulai diberlakukan. Berdasarkan survei menyebutkan terdapat setidaknya 800.000 lebih ASN atau PNS terpapar radikalisme. Yakni, yang anti Pancasila dan anti NKRI, jumlah yang cukup besar bukan? Jadi salahkah negara mengarahkan para pegawainya? Sebab, tak hanya di instansi pemerintahan saja, namun di instansi swasta juga diberlakukan rambu-rambu yang mesti diikuti sungguh-sungguh oleh para pekerjanya.

Seperti yang sudah-sudah, jika terdapat peraturan yang baru pasti mengundang kontroversi. Entah pihak yang pro maupun pihak yang kontra. Akibatnya, berita tentang peraturan baru menjadi simpang siur. Padahal mereka tidak mengetahui secara pasti apa isi, mekanisme serta fungsi aturan yang dibuat oleh negara tersebut. Alih-alih memberikan dukungan, sejumlah pihak yang berposisi bersilangan seolah membumbuinya menjadi semakin pelik. Hingga, masyarakat akan langsung merespon dengan negatif.

Belum lagi adanya pihak tertentu yang melakukan penafsiran liar atas SKB, serta mengait-kaitkannya dengan kepentingan politik, tentu hal ini sangat disayangkan. Pemerintah ingin bersikap adil atas larangan terhadap para ASN dan juga memberlakukannya juga bagi masyarakat luas. Hal tersebut makin diperumit oleh tuduhan Islamofobia. Islamofobia ini adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam serta Muslim. praktik diskriminasi terhadap Muslim ini ditengarai dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, serta kemasyarakatan bangsa.

Sejalan dengan yang diutarakan Mudzakir selaku Sekretaris Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengatakan surat keputusan bersama 11 menteri ini dibuat guna memproteksi aparatur sipil negara dari bahaya paparan radikalisme. yang dinilai mengancam integritas nasional.

Mudzakir mengatakan terdapat mekanisme yang harus dijalankan dalam sistem pelaporan terhadap ASN yang diduga telah melakukan pelanggaran. Mekanisme tersebut ditengarai untuk melindungi ASN dari tindakan kesewenang-wenangan.

Sebelumnya, sebanyak 11 instansi negara (kementerian dan lembaga) telah teken Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penanganan Radikalisme dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan pada Aparatur Sipil Negara (ASN), yang memuat 11 butir larangan agar tidak dilanggar oleh seluruh insan ASN ini.

11 butir larangan yang dimaksud ialah;

Pertama, Penyampaian pendapat baik secara lisan maupun tulisan dalam format berbentuk teks, gambar, audio, maupun video, melalui media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan juga Pemerintahan.

Kedua, Serupa dengan butir pertama yang mana hal tersebut ditujukan terhadap salah satu suku, ras, agama dan antar golongan.

Ketiga ialah, Penyebarluasan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian sebagaimana pada angka 1 dan 2 yang menggunakan media sosial atau dengan cara (share, upload,broadcast, retweet, repost, ataupun sejenisnya).

Sementara nomor empat ialah berkenaan dengan anggapan atau berupa dukungan sebagai tanda setuju mengenai pendapat sebagaimana angka 1 dan 2 dengan cara memberikan tanda dislike, likes, love, retweet, ataupun berwujud comment di media sosial.

Kelima, Pemberitaan yang berpotensi menyesatkan baik secara langsung maupun yang menggunakan media sosial. Keenam, Penyebarluasan pemberitaan yang dinilai menyesatkan baik secara langsung maupun memanfaatkan jejaring sosial.

Ketujuh, Penyelenggaraan kegiatan atau aksi yang mengarah pada perbuatan berbentuk menghina, menghasut, memprovokasi, serta membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah.

Kedelapan adalah Keikutsertaan pada suatu organisasi dan atau kegiatan yang diyakini cenderung mengarah pada perbuatan menghasut, menghina, memprovokasi, dan membenci atas empat pilar negara beserta Pemerintah.

Butir sembilan, yakni Penggunaan atribut yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan juga Pemerintah.

Sepuluh, Pelecehan atau penghinaan terhadap simbol negara baik yang dilakukan secara langsung maupun yang melalui jejaring sosial. Sebelas, Perbuatan sebagaimana dimaksud pada angka 1 hingga 10 yang dilakukan secara sadar oleh pihak ASN.

Berkaca pada pengalaman, banyak orang-orang yang bertingkah laku seolah mereka paling mengerti terhadap ketatanegaraan. Padahal kenyataannya mereka hanya ikut-ikutan arus yang berada di jejaring sosial. Termasuk penyebaran radikalisme yang begitu subur bertumbuh di dunia digital. Jumlah 800 ribu orang ASN itu bukan jumlah yang sedikit, loh! Bayangkan jika angka tersebut terus bertambah, sehingga akan membuat suasana negara makin keruh.

Maka dari itu pemberlakuan aturan SKB 11 Menteri ini bukan hanya melindungi ASN saja, namun juga seluruh warga negara. Sehingga mereka akan berlaku lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menekan angka penyebaran radikalisme yang kian menggila!

 

Ditulis Oleh : Endah Renie
Pengamat Sosial Politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Radikal #Kelompok teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Pemkot Bekasi Punya Stok Alat Test Covid-19 yang Cukup Hingga Akhir Tahun

Beritacenter.COM - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengaku telah memiliki stok alat pendeteksi virus corona yang..
2 jam yang lalu

Polisi Tangkap Dua Pelaku Curanmor yang Kerap Beraksi di Bekasi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil meringkus dua pelaku pencuri sepeda motor yang kerap beraksi..
3 jam yang lalu

Pemerintah Bagikan Bansos ke Warga Terdampak Virus Corona di Pinggir Rel Kereta Api

Beritacenter.COM - Pemerintah terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak virus Corona di Indonesia. Kali ini,..
4 jam yang lalu

Santri Ponpes Al-Amin Hilang Terbawa Arus di Sungai Cibeber

Beritacenter.COM - Seorang santri di Pondok Pesantren Al Amin, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, hilang usai hanyut di..
4 jam yang lalu

Polisi Pastikan Perkara 3 Pelaku Penembakan Tangsel Tetap Lanjut, Meski Keluarga Minta Damai

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian memastikan jika perkara terhadap 3 pelaku teror penembakan di Tangerang akan..
4 jam yang lalu

Dirut Biofarma Sebut Vaksin Sinovac Bakal Diprioristaskan untuk Warga Indonesia

Beritacenter.COM - Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan pihaknya akan memprioritaskan vaksin Corona dari..
5 jam yang lalu

Tolak Aplikasi, Apple Dituding Manfaatkan Dominasinya di App Store

Beritacenter.COM - Perusahaan pembuat iPhone, Apple, dituding telah melanggar beberapa aturan di pasar aplikasi..
5 jam yang lalu

Pemerintah Sebut Vaksin Corona Asal China yang Paling Maju

Beritacenter.COM - Pemerintah memilih vaksin Covid-19 dari sejumlah kandidat dengan kriteria yang terbaik dan..
5 jam yang lalu

Sri Mulyani Jatuhi Hukuman Financial kepada DPO Veronica Koman

Diketahui juga bahwa sebenarnya status dari Veronica Coman ini tak hanya masuk ke dalam DPO di Kepolisian Indonesia..
6 jam yang lalu

Menteri Edhy: Saya Bukan Menteri Kelautan dan Periklanan

PANDEGLANG - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin menjadi menteri populer..
6 jam yang lalu

Karena Permintaan Suami, Seorang Pembantu Tega Cabuli Bayi Majikannya

Beritacenter.COM - Seorang pembantu berinisial VV (19) diamankan Polres Pariaman karena diduga melakukan..
6 jam yang lalu

Kuasa Hukum Ungkap Cara Korban Pemerkosaan di Bintaro Bongkar Identitas Pelaku

Beritacenter.COM - Polisi telah meringkus pelaku pemerkosaan viral di Bintaro, Tangerang Selatan, Raffi Idzamallah..
7 jam yang lalu

Lakukan Malpraktik, Dokter Gigi Gadungan Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap seorang dokter gigi gadungan berinisial ADS. Diketahui,..
8 jam yang lalu

Ledakan Besar Porak-porandakan Pemukiman Warga di Baltimore AS, 1 Tewas, 7 Luka-luka

Beritacenter.COM - Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat ledakan besar yang..
8 jam yang lalu

Sadis! Balita Dianiaya Hingga Tewas Oleh Teman Ibu Kandungnya

Beritacenter.COM - Seorang balita berusia 4,5 tahun ditemukan meninggal dengan kondisi yang tidak wajar di..
8 jam yang lalu

Pedro Rodriguez Tinggalkan Chelsea

Beritacenter.COM - Gelandang Serang Pedro Rodriguez resmi meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim ini. Melalui..
8 jam yang lalu

KKP Ambil Sampel Bangkai Paus Pilot Untuk Ilmu Pengetahuan

Beritacenter.COM - Pengambilan sampel dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang..
8 jam yang lalu

Sadis! Lutung Jawa Ditemukan Mati Tergantung di Kawasan Gunung Butak

Beritacenter.COM - Seekor Lutung Jawa ditemukan mati tergantung di pohon di kawasan Perhutani Oro-oro Ombo Batu...
9 jam yang lalu

Polisi Cek CCTV Buru Pelaku Penaruh Tas Ancaman Diduga Bom di Masjid UNY

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian tengah menyelidiki soal siapa pelaku teror yang menaruh benda mencurigakan diduga..
9 jam yang lalu

Sri Mulayani Ungkap Data Penerima Bansos Covid-19 Sudah Basi

Beritacenter.COM - Penyaluran bansos untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 tidak berjalan seperti yang..
10 jam yang lalu

Geger !!! Tas Hitam Mencurigakan Diduga Bom di Masjid Mujahidin UNY

Beritacenter.COM - Sebuah tas hitam mencurigakan berada di dalam loker Masjid Mujahidin, UNY, Selasa (11/8). Tas..
10 jam yang lalu

Gunakan Alat Seadanya, Sejumlah Bocah Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan di Papua

Beritacenter.COM - Sejumlah bocah di Wamena, Jayawijaya, Papua berhasil memadamkan kebakaran hutan lindung di..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi