Kamis, 23 Januari 2020 - 00:10 WIB

SKB 11 Menteri Solusi Pencegahan Radikalisme di Kalangan ASN

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 13 Desember 2019 | 17:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sejumlah pihak menuding Pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Menteri sebagai sarana membungkam kebebasan berpendapat. Padahal, SKB 11 Menteri ini merupakan cara melindungi ASN dari radikalisme yang mengancam integritas nasional dan bukan ketakutan Pemerintah terhadap Islam.

Indonesia tampaknya sedang darurat Radikalisme. Beragam imbauan dan peringatan termasuk menetapkan sejumlah aturan kini mulai diberlakukan. Berdasarkan survei menyebutkan terdapat setidaknya 800.000 lebih ASN atau PNS terpapar radikalisme. Yakni, yang anti Pancasila dan anti NKRI, jumlah yang cukup besar bukan? Jadi salahkah negara mengarahkan para pegawainya? Sebab, tak hanya di instansi pemerintahan saja, namun di instansi swasta juga diberlakukan rambu-rambu yang mesti diikuti sungguh-sungguh oleh para pekerjanya.

Seperti yang sudah-sudah, jika terdapat peraturan yang baru pasti mengundang kontroversi. Entah pihak yang pro maupun pihak yang kontra. Akibatnya, berita tentang peraturan baru menjadi simpang siur. Padahal mereka tidak mengetahui secara pasti apa isi, mekanisme serta fungsi aturan yang dibuat oleh negara tersebut. Alih-alih memberikan dukungan, sejumlah pihak yang berposisi bersilangan seolah membumbuinya menjadi semakin pelik. Hingga, masyarakat akan langsung merespon dengan negatif.

Belum lagi adanya pihak tertentu yang melakukan penafsiran liar atas SKB, serta mengait-kaitkannya dengan kepentingan politik, tentu hal ini sangat disayangkan. Pemerintah ingin bersikap adil atas larangan terhadap para ASN dan juga memberlakukannya juga bagi masyarakat luas. Hal tersebut makin diperumit oleh tuduhan Islamofobia. Islamofobia ini adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam serta Muslim. praktik diskriminasi terhadap Muslim ini ditengarai dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, serta kemasyarakatan bangsa.

Sejalan dengan yang diutarakan Mudzakir selaku Sekretaris Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengatakan surat keputusan bersama 11 menteri ini dibuat guna memproteksi aparatur sipil negara dari bahaya paparan radikalisme. yang dinilai mengancam integritas nasional.

Mudzakir mengatakan terdapat mekanisme yang harus dijalankan dalam sistem pelaporan terhadap ASN yang diduga telah melakukan pelanggaran. Mekanisme tersebut ditengarai untuk melindungi ASN dari tindakan kesewenang-wenangan.

Sebelumnya, sebanyak 11 instansi negara (kementerian dan lembaga) telah teken Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penanganan Radikalisme dalam Rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan pada Aparatur Sipil Negara (ASN), yang memuat 11 butir larangan agar tidak dilanggar oleh seluruh insan ASN ini.

11 butir larangan yang dimaksud ialah;

Pertama, Penyampaian pendapat baik secara lisan maupun tulisan dalam format berbentuk teks, gambar, audio, maupun video, melalui media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan juga Pemerintahan.

Kedua, Serupa dengan butir pertama yang mana hal tersebut ditujukan terhadap salah satu suku, ras, agama dan antar golongan.

Ketiga ialah, Penyebarluasan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian sebagaimana pada angka 1 dan 2 yang menggunakan media sosial atau dengan cara (share, upload,broadcast, retweet, repost, ataupun sejenisnya).

Sementara nomor empat ialah berkenaan dengan anggapan atau berupa dukungan sebagai tanda setuju mengenai pendapat sebagaimana angka 1 dan 2 dengan cara memberikan tanda dislike, likes, love, retweet, ataupun berwujud comment di media sosial.

Kelima, Pemberitaan yang berpotensi menyesatkan baik secara langsung maupun yang menggunakan media sosial. Keenam, Penyebarluasan pemberitaan yang dinilai menyesatkan baik secara langsung maupun memanfaatkan jejaring sosial.

Ketujuh, Penyelenggaraan kegiatan atau aksi yang mengarah pada perbuatan berbentuk menghina, menghasut, memprovokasi, serta membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah.

Kedelapan adalah Keikutsertaan pada suatu organisasi dan atau kegiatan yang diyakini cenderung mengarah pada perbuatan menghasut, menghina, memprovokasi, dan membenci atas empat pilar negara beserta Pemerintah.

Butir sembilan, yakni Penggunaan atribut yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan juga Pemerintah.

Sepuluh, Pelecehan atau penghinaan terhadap simbol negara baik yang dilakukan secara langsung maupun yang melalui jejaring sosial. Sebelas, Perbuatan sebagaimana dimaksud pada angka 1 hingga 10 yang dilakukan secara sadar oleh pihak ASN.

Berkaca pada pengalaman, banyak orang-orang yang bertingkah laku seolah mereka paling mengerti terhadap ketatanegaraan. Padahal kenyataannya mereka hanya ikut-ikutan arus yang berada di jejaring sosial. Termasuk penyebaran radikalisme yang begitu subur bertumbuh di dunia digital. Jumlah 800 ribu orang ASN itu bukan jumlah yang sedikit, loh! Bayangkan jika angka tersebut terus bertambah, sehingga akan membuat suasana negara makin keruh.

Maka dari itu pemberlakuan aturan SKB 11 Menteri ini bukan hanya melindungi ASN saja, namun juga seluruh warga negara. Sehingga mereka akan berlaku lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menekan angka penyebaran radikalisme yang kian menggila!

 

Ditulis Oleh : Endah Renie
Pengamat Sosial Politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikal #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






57 menit yang lalu

Video Aksi Jambret Bermotor Rampas HP Pelajar Viral di Medsos, Polisi Buru Pelaku

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah video yang menampakkan aksi penjambretan terhadap seorang pelajar di..
1 jam yang lalu

Ini Kata Polisi soal Pengajuan Penangguhan Penahanan Ratu Keraton Agung Sejagat

Beritacenter.COM - Melalui kuasa hukumnya, ratu keraton Agung Sejagat, Finna Aminadia, mengajukan penangguhan..
3 jam yang lalu

Mendukung Pemindahan Ibu kota Negara Demi Pemerataan Pembangunan di Indonesia

Pembangunan di berbagai sektor tengah diupayakan oleh pemerintah agar masyarakat Indonesia dapat menikmati fasilitas..
4 jam yang lalu

Muallaf Atau Pemecah Belah Bangsa

Baru-baru ini istri almarhum Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yaitu Ibu Hj. Sinta Nuriyah mengeluarkan sebuah..
5 jam yang lalu

Gara-gara Kurang Konsentrasi, Sebuah Mobil Seruduk Tembok Hingga Bolong

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Padukuhan Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, yang melibatkan..
5 jam yang lalu

4 Khasiat Konsumsi Rebusan Jahe, Bawang Putih dan Madu

Beritacenter.COM - Jahe dan bawang putih dikenal dengan bumbu dapur yang paling banya dikenal. Selain bisa digunakan..
6 jam yang lalu

Bhayangkara Resmi Rekrut Pemain Asing Ezechiel N'Douassel

Beritacenter.COM - Klub Bhayangkara resmi memperkenalkan pemain asing mereka yang keempat Ezechiel N’Douassel...
6 jam yang lalu

Mobil Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Batang, 2 Tewas

Beritacenter.COM - Sebuah mobil tertabrak kereta api di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dari kejadian itu, sopir..
7 jam yang lalu

Diduga Dibunuh, Pengemudi Taksi Online Ditemukan Tewas

Beritacenter.COM - Sesosok mayat laki - laki ditemukan oleh warga Subang dengan kondisi penuh luka di Jalan Raya..
7 jam yang lalu

Viral Pelanggan Warteg Dirampok, Polisi : Kita Sudah Kantongi Identitas Pelaku

Beritacenter.COM - Polisi mengaku telah mengantongi identitas tiga pelaku perampokan pelanggan warteg yang ada di..
7 jam yang lalu

Keren! Indonesia Jadi Satu-satunya Pembuat Kapal Selam di ASEAN

BeritaCenter.COM - PT PAL (Persero) berhasil membuat kapal selam yang diberi nama KRI Alugoro. Produksi kapal selam..
7 jam yang lalu

Pindahkan Tiang Listrik, Pegawai PLN Tewas

Beritacenter.COM Seorang pekerja PLN, Paimo (45) warga Nglaran, Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari tewas di lokasi..
7 jam yang lalu

Status Jakarta Pasca Ibu Kota Pindah, Mendagri Tito Tawarkan 2 Opsi

BeritaCenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menawarkan dua opsi untuk status DKI Jakarta pasca..
8 jam yang lalu

Bantah Setrum Lutfi Alfiandi, Polisi : Engga Mungkin, Kami kan Modern

Beritacenter.COM- Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teungku Arsya Khadafi membantah bahwa polisi telah..
8 jam yang lalu

Baru Jadi Mualaf Felix Siauw Sudah Berani Hina Istri Gus Dur

Beritacenter.COM - Belum lama ini kita dihebohkan dengan pernyataan Felix Siauw yang menyerang Sinta Nuriyah, istri..
8 jam yang lalu

Polisi Pastikan Bungkusan Mencurigakan di SPBU Pekalongan Bukan Bom

Beritacenter.COM - Warga digegerkan temuan benda yang diduga bom di depan mesin ATM Bank Mandiri di SPBU Kertijayan,..
8 jam yang lalu

Diduga Depresi Seorang Ibu Gantung Diri Di Pohon Jati

Beritacenter.COM - Warga Padukuhan Mangli, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, digemparkan dengan penemuan sebuah..
8 jam yang lalu

Terkait Kerajaan Fiktif, Wapres Ma'ruf : Bila Menyimpang Harus Dibubarkan

Beritacenter.COM - Selama beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan dengan munculnya kerajaan-kerajaan fiktif di..
8 jam yang lalu

Gara-gara Rem Blong, Mobil Avanza Mendarat Di Atap Rumah Warga

Beritacenter.COM - Kecelakaan Tunggal yang melibatkan Sebuah mobil Toyota Avanza terjadi di Padukuhan Pagutan RT 04,..
9 jam yang lalu

Dalami Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 9 Saksi Hari Ini

Beritacenter.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadwalkan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi terkait kasus..
9 jam yang lalu

Kecelakaan Maut...! Ragil Tewas Ditabrak Avanza

Beritacenter.COM - Ragil Purnawan (26) warga Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, ahrus..
9 jam yang lalu

Geger !! Warga Temukan Ular Sanca 4 Meter dari Selokan di Tegal

Beritacenter.COM - Warga Kalibuntu, Keluarahan Panggung, Tegal, Jawa Tengah digegerkan dengan muncul ular sanca..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi