Minggu, 05 April 2020 - 22:13 WIB

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Kalangan Pelajar

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 13 Desember 2019 | 19:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Penyebaran radikalisme di kalangan pelajar memang mengkhawatirkan. Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Di Indonesia khususnya kalangan pelajar kini diwanti-wanti agar selalu waspada akan pergerakkan Radikalisme. Paham radikal yang dinilai licin menyusup hingga lini paling dasar memang dalam kondisi mengkhawatirkan. Taruhannya ialah masa depan bangsa. Masa sekolah atau remaja populer dengan masa-masa paling labil.

Jika tak bergaul dengan orang yang tepat salah-salah bisa terjerumus kepada tindakan yang negatif. Salah satunya terangkut oleh oknum-oknum penyebar radikalisme. Pelaku radikalisme ini tentunya senang, mereka mendapatkan mangsa yang empuk guna dijadikan boneka untuk meluluskan kepentingan mereka.

Meski pergerakkan radikalisme seolah tak kasat mata, namun faktanya banyak sekali orang Indonesia yang terpapar paham menyimpang ini. Mulai dari pejabat tinggi, elit politik, kepolisian, TNI, hingga masyarakat sipil. Hal ini ditengarai karena lemahnya iman, perbedaan pandangan, sempitnya wawasan seseorang. Sehingga, jika sisi sensitifnya tersentuh, korban akan rela melakukan apa saja sesuai instruksi sang pelaku radikalisme.

Di kalangan pelajar sendiri bisa kita lihat, paham radikal ini telah merasuk. Para pelajar kini telah banyak memakan pemahaman Islam yang bersifat keras, kaku, dan juga rigid. Bahkan mirisnya, mereka yang masih awam ini diajari cara berdakwah yang konfrontasi, menyalahkan serta menuding sesat.

Padahal, seharusnya mereka mendapat pemahaman Islam yang damai dan juga lembut, sebagaimana ajaran agama yang tak pernah mencontohkan kekerasan. Usia ini memang masih dalam kategori remaja, mereka akan dengan mudah menelan mentah-mentah doktrin tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Menurut KH Husein Muhammad dalam buku Toleransi Islam dituliskan bahwa agama hadir guna mewujudkan etika-etika kemanusiaan, kebaikan, kedamaian, serta cinta. Bukan sebaliknya yakni, merusak, membenci, membohongi maupun membodohi.

Jika dilihat dari hasil riset Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) yang dipublikasikan empat tahun lalu menunjukkan hal yang cukup mengkhawatirkan. Pandangan radikal serta intoleransi makin kuat di lingkungan pelajar termasuk guru Pendidikan Agama Islam. Hal ini terbukti dari hampir 50 persen pelajar menyetujui tindakan radikal. Data tersebut terbagi atas 25 persen siswa serta 21 persen dari guru yang turut menyatakan bahwa Pancasila tidak relevan lagi. Hal ini makin diperkuat oleh prosentase persetujuan untuk penerapan syariat Islam di Indonesia, yakni 76,2 persen guru dan 84,8 persen dari siswa.

Lemahnya penerjemahan terhadap nilai-nilai agama yang terkandung dalam Al Qur’an dan Hadits Nabi oleh pemangku kebijakan di sekolah dianggap memunculkan persepsi jika siswa perlu diberi wawasan tambahan. Padahal memahami agama itu harus runut, telaten dan tak bisa separuh-separuh. Sebab, bisa sangat fatal jika pemahaman ini disampaikan secara tak sempurna. Bisa jadi akan mengubah paradigma sekolah tempat para pelajar menimba ilmu.

Lalu apa yang harus dilakukan? Yang paling utama ialah penanaman kebhinekaan di sekolah-sekolah swasta maupun negeri. Sekolah juga bisa dijadikan tempat mengembangkan toleransi. Pun dengan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik juga pejabat di dinas pendidikan atau kementerian Agama.

Sekolah juga harus berlaku protektif dalam menjaga proses pendidikan yang tengah berlangsung. Pantauan secara terus menerus terhadap kurikulum, tenaga pendidik berikut staf-stafnya, dan seluruh aktivitas sekolah akan sangat membantu. Hal ini ditujukan untuk menghindari masuknya gejala-gejala radikalisme.

Sementara, Pemerintah melalui dinas pendidikan dan kementerian agama dinilai harus tegas dalam menindak sekolah-sekolah (atau lembaga pendidikan lainnya) yang dapat memicu potensi radikalis. Khususnya menindak tegas sekolah yang anti-Pancasila, UUD 1945 beserta NKRI. Selain itu, memastikan orang tua untuk memonitori anak-anak agar tidak terseret pemahaman radikal dan intoleran.

Berperilaku positif serta kritis terhadap suatu paham yang baru dan belum kita mengerti harus terus diterapkan. Pelajar ini merupakan generasi bangsa yang patut dijaga serta dipelihara, sehingga nantinya akan mampu membangun kemajuan bangsa. Bukan tak mungkin penerapan perilaku toleransi dari keluarga akan selalu mengantarkan pelajar menjadi pribadi yang optimis dan berpendirian teguh. Karena, paham radikal ini sengaja mencari orang-orang yang dinilai lemah dan dapat untuk dipengaruhi dengan berbagai doktrin yang salah!

 

Ditulis Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Kelompok teroris #Bahaya Laten Radikalisme #Radikal #Kelompok radikal #Terorisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Pasar Tanah Abang Kembali Dibuka Senin Besok

Beritacenter.COM - Pasar Tanah Abang kembali dibuka pada Senin (6/4) setelah sempat ditutup selama satu pekan untuk..
4 jam yang lalu

Sidang Isbat Awal Ramadhan 1441H Digelar Online Pada 23 April

Beritacenter.COM - Kemenag akan menggelar sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1441H pada 23 April 2020. Sidang..
7 jam yang lalu

Per 12 April, Pengguna Angkutan Umum Diwajibkan Memakai Masker

Beritacenter.COM - Untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di dalam transportasi umum, Gubernur DKI Jakarta..
7 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pemuda Penyebar Hoaks Corona di Puncak Jaya Papua

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan satu orang pemuda yang diduga menyebarkan berita..
8 jam yang lalu

Kapolri Instruksikan Anggotanya untuk Bantu Ekonomi Warga Terdampak Corona

Beritacenter.COM - Pandemi virus corona (COVID-19) sangat memberikan pengaruh besar bagi masyarakat, terutama di..
10 jam yang lalu

Doa Bersama Lawan Covid-19, Polisi dan Ulama di Banjar Gelar Istighosah Virtual

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Kota Banjar menggelar doa bersama atau istigasah secara virtual meeting, Sabtu..
11 jam yang lalu

Covid-19 Tak Akan Pernah Selesai Jika Masyarakat Tak Patuhi Social Distancing

Ya sudah patuhi saja, kalau nggak dipatuhi mau sampai kapanpun nggak akan pernah selesai itu
12 jam yang lalu

Polda Metro Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Indahkan Imbauan Social Distancing

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya tak bosan-bosannya mengimbau agar warga DKI Jakarta senantiasa menerapkan..
13 jam yang lalu

Alhamdulillah, 18 PDP Corona di Cirebon Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Sempat menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit, sedikitnya 18 pasien dalam pengawasan (PDP)..
14 jam yang lalu

Dua Kali Hasil Tes Negatif, Kajari Bantul Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Beritacenter.COM - Sempat menjalani perawatan dan isolasi lantaran positif Corona (Covid-19), Kepala Kejaksaan Negeri..
15 jam yang lalu

Teori Imunitas Yang Sudah Sembuhkan 150 Pasien Virus Corona

Beritacenter.COM - Pasien positif virus corona di Indonesia terkonfirmasi sudah mencapai 2.092 kasus. Dari angka..
15 jam yang lalu

Alasan Cegah Corona dengan Miras Oplosan, 5 Pria di Bekasi Meregang Nyawa

Beritacenter.COM - Entah apa yang ada di pikiran tujuh pria di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Ditengah pandemi Corona..
1 hari yang lalu

Pemerintah India Ancam Lockdown Diperpanjang

Beritacenter.COM - Pemerintah India melakukan ancaman kepada rakyatnya bahwa lockdown bisa diperpanjang apabila..
1 hari yang lalu

Kabaharkam Sebut Melawan Corona Perlu Sinergitas Pusat, Daerah dan Masyarakat

Beritacenter.COM - Kepala Operasi Terpusat Kontinjensi Operasi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19, Komjen Pol Agus..
1 hari yang lalu

Ini Yang Dilakukan Bill Gates Dalam Mencari Vaksin Corona

Beritacenter.COM - Bill Gates pemilik Microsoft mendorong para ilmuan untuk menemukan vaksin virus corona. Saat ini,..
1 hari yang lalu

2 Negara Sahabat Ini Kirim Bantuan Alkes ke RI Bantu Lawan Corona

Beritacenter.COM - Negara Singapura dan Rusia mengirim bantuan kesehatan kepada Indonesia untuk melawan pandemi..
1 hari yang lalu

Wakil Jaksa Agung Tewas Dalam Kecelakaan Mobil

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Nissan GT-R alami kecelakaan di Jalan Tol Jagorawi, tepatnya berada di Km 13 B..
1 hari yang lalu

Barcelona Patok Harga Coutinho 80 juta euro, Chelsea Mulai Tertarik

Beritacenter.COM - Chelsea mengajukan tawaran untuk mendatangkan playmeker Barcelona Philippe Coutinho. Barcelona..
1 hari yang lalu

Manfaat Konsumsi Jahe Bisa Cegah Corona

Beritacenter.COM - Jahe merupakan bumbu dapur yang biasa digunakan oleh ibu rumah tangga. Selain untuk bumbu dapur,..
1 hari yang lalu

MUI Sebut Halangi Pemakaman Jenazah Corona Hukumnya Dosa

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan bahwa mengalangi pemakaman jenazah korban virus corona..
1 hari yang lalu

4 Pemuda di Bekasi Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Beritacenter.COM - Sebanyak empat orang pemuda di Tambun, Bekasi, Jawa Barat tewas seketika usai mengkonsumsi miras..
1 hari yang lalu

Lockdown Bagi Rakyat Kecil

Perumahan mewah di Jakarta konon sudah melakukan lockdown karena ada warga terinfeksi covid-19. Si dia pilih..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi