Minggu, 12 Juli 2020 - 23:19 WIB

Lobster, dari Sang Ahli ke Sang Menteri Magang

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 19 Desember 2019 | 13:55 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Apa perbedaan mendasar antara mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti dengan Menteri KP saat ini Edhi Prabowo ?

Susi adalah manusia yang sangat paham tentang seluk beluk laut dan seisinya sampai lekuk tubuh laut yang paling dalam, sedang Edhi seorang yang baru tahu bahwa air laut itu asin saat dia ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri KP pada 20 Oktober 2019 lalu. Ibarat orang baca Al-Qur'an, Susi adalah orang yang sudah khatam berkali-kali dan menjadi kamus berjalan tentang laut sedang Edhi Prabowo sedang belajar mengeja juz amma laut.

Tidak aneh pada saat terjadinya polemik tentang perlu tidaknya dibuka izin ekspor benih lobster yang terjadi saat ini, penjelasan Susi mengalir lancar di luar kepala, tetapi penjelasan Edhi Prabowo seperti orang yang sedang menghafal bisikan dari anak buahnya.

Sebagai contoh saat memberi alasan mengapa ekspor benih lobster perlu dibuka, Edhi menjelaskan:"Kita terpaksa melakukan ekspor benih lobster karena keterbatasan infrastruktur budidaya lobster", ujar sang Menteri KP. Penjelasan Edhi membuat publik ngakak terguling- guling. Lalu apa bantahan Susi ?

“Infrastruktur yang dibutuhkan lobster untuk beranak pinak dan besar adalah terumbu karang, pasir, laut bersih,” ucap Susi dalam akun Twitternya pada Senin (16/12/2019).

Menurut Susi yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga lingkungan, jangan justru menjadikan kerusakan ekosistem laut sebagai alasan untuk membenarkan ekspor benih lobster. Susi yakin selama terumbu karang dan pasir lautan bisa dijaga, maka lobster dan hewan laut lainn akan bisa berkembang- biak dengan baik.

“Makanya kita harus jaga terumbu karang dan jangan dijual juga. Terumbu karang dan pasir itu adalah rumah, jalan dan pelabuhannya lobster dan juga ikan-ikan,” lanjut Susi berapi-api.

Pro-kontra tentang ekspor benih lobster ini akan terus berjalan seru. Harus diakui pada zaman Susi Pudjiastuti menjabat Menteri KP selama periode 2014 - 2019, ekspor ilegal benih lobster masih saja terjadi, namun angkanya drastis lebih menurun dibanding sebelumnya. Menurut saya seharusnya yang dilakukan Edhi Prabowo sang menteri baru, adalah lebih ketat menjaga jangan sampai ekspor ilegal benih lobster ini terjadi lagi. Bukan malah membuka kran ekspor lebar-lebar.

Pembukaan kran ekspor benih lobster apakah menjamin penyelundupan ekspor tidak terjadi lagi ? Sangat tidak menjamin. Pasalnya bisnis pasar gelap ekspor benih lobster ini jauh lebih menarik bagi para penjahat dan mafia perikanan karena menghasilkan uang lebih cepat, praktis, tidak perlu birokrasi dan dokumen berbelit-belit.

Konon kabarnya desakan pembukaan izin ekspor benih lobster ini Edhi mendapat arahan (baca: tekanan) dari Menko Kemaritiman dan Investasi. Tapi saat polemik berlangsung kuat, sang Menko diam bungkam tidak mau ikut terlibat dan membiarkan Edhi Prabowo terbata-bata berargumen di depan media. Informasi ini belum tentu benar, namun sangat santer terdengar di ruang publik.

Argumen Edhi bahwa pembukaan izin ekspor benih lobster bisa meningkatkan penerimaan negara dari pajak dan pungutan ekspor, juga sangat lemah dan mudah terbantahkan. Karena secara logika sederhana, justru penerimaan negara dan nelayan dari hasil ekspor lobster hasil budidaya sudah pasti akan jauh lebih besar dan berdampak ekonomi lebih tinggi dan signifikan.

Dari perdebatan seru tentang pembukaan izin ekspor benih lobster ini, yang jelas industri perikanan Vietnam sedang berharap-harap cemas. Mereka yang akan diuntungkan secara langsung apabila kebijakan izin ekspor resmi benih lobster dari Pemerintah Indonesia jadi dilakukan.

Entah mengapa meskipun saya awam di bidang perikanan, feeling saya lebih condong setuju dengan pendapat dan pertimbangan Susi Pudjiastuti dibanding argumen tertatih-tatih dari Edhi Prabowo. Pada titik ini, saya mempertanyakan komitmen penguatan pembangunan poros maritim yang dulu digaungkan Presiden Jokowi. Mengapa urusan pengelolaan sumber daya perikanan yang luar biasa besar yang kita miliki, justru diserahkan pada politisi seberang yang nampak kuat terlihat baru magang untuk mengerti dan menguasai laut.

Pepatah "serahkan urusan pada ahlinya" rupanya sedang dilupakan oleh Presiden Jokowi kali ini. Pada saat sesuatu urusan tidak ditangani oleh ahlinya, kita tunggu saja kerusakan yang akan terjadi.

Salam SATU Indonesia,

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)





Fokus : Kabinet Kerja Jilid 2


#Susi Pudjiastuti #Lobster #Menteri Kelautan dan Perikanan #Benih Lobster #Susi Pudjiastuti vs Edhi Prabowo #Edhi Prabowo


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Berangkat ke Pasuruan Demi Pekerjaan, Gadis asal Surabaya Malah Diperkosa

Beritacenter.COM - Nahas, nasib yang menimpa gadis berinisial WA (24) asal Surabaya, Jawa Timur. Dijanjikan pekerjaan..
4 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pengedar Hingga Ungkap 1 Hektar Ladang Ganja di Bandung

Beritacenter.COM - Polisi berhasil mengungka keberadaan ladang ganja diatas lahan perkebunan seluas satu hektare di..
5 jam yang lalu

Pasca Longsor Parapat Sumut, Polisi: Warga Hati-hati, Diatas Roda 4 Belum Diizinkan Melintas

Sudah lancar, tetapi kami masih memberlakukan aturan sementara, kendaraan diatas roda empat tidak melintas dari sana
6 jam yang lalu

Hati-Hati ! 7 Makanan Ini Dapat Meningkatkan Kadar Gula di Tubuh Secara Cepat

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
7 jam yang lalu

Kawasan Padat Penduduk di Kemayoran Terbakar, 23 Mobil Damkar Dikerahkan

Beritacenter.COM - Kebakaran melanda pemukiman penduduk di Jalan Dakota, Kamayoran, Jakarta Pusat. Sebanyak 23 mobil..
9 jam yang lalu

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Wilayah Sumsel, BMKG : Tak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Gempa dengan kekuatan 5,0 magnitudo mengguncang wilayah Sumatera Selatan. Gempa tersebut tidak..
9 jam yang lalu

KKP Siap Beri Modal Kelompok Nelayan Pembudidaya Lobster

Beritacenter.COM - Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap membantu kelompok nelayan pembudidaya lobster yang..
10 jam yang lalu

PON 2021, Bentuk Bukti Nyata Pemerintah Peduli Papua...

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Alexander Kapisa mengatakan anggaran tersebut terbagi ke..
10 jam yang lalu

KNPB Maybrat Bantah Bunuh Warga Sipil, Panglima Kodap IV Sorong Raya : Jangan Saling Tuduh Menuduh Setelah Melempar batu...

Saya Panglima Kodap IV Sorong Raya, BRIJEN DENNY MOOS bertanggung jawab atas pembunuhan saudara FRINS SEWA. Kami TPNB..
10 jam yang lalu

Ketua Himpunan Mahasiswa Mamberamo Tengah Menolak Keras Sosialisasi ULMWP

Penolakan ini disampaikan dengan tegas oleh Ketua Himpunan Masyarakat Pelajar Mamberamo Tengah (Mamteng) kepada..
10 jam yang lalu

Luar Biasa... Ini Komitmen Presiden Joko Widodo untuk Papua dan Papua Barat...

Komitmen tersebut dilanjutkan dengan dikeluarkannya Inpres No. 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Bagi..
11 jam yang lalu

Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ungkap Masyarakat Papua Dukung Penuh Otsus Jilid II

Lanjut Ali, Ia sebagai orang asli papua sangat mendukung Otsus Jilid II, namun sarannya agar Pemerintah dapat..
11 jam yang lalu

Fokus Papua Saat Ini Bangun SDM Unggul yang Mampu Bersaing dengan Daerah Lain...

Ia mengemukakan hal itu saat mengunjungi para mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta,..
11 jam yang lalu

Tak Ada Data Pendukung yang Menyatakan Otsus Gagal...

Tenaga Ahli Deputi V Kantor Staf Presiden Laus Rumayom menyampaikan, persoalan otsus adalah hak setiap orang. Tetapi..
12 jam yang lalu

Otsus Papua JAMIN Berikan Kesejahteraan Bagi Semua Orang Khususnya Warga ASLI Papua...

Anggota DPR Dapil Papua, John Siffy Mirin, mengatakan meski masih banyak yang harus dievaluasi harus diakui Otsus..
12 jam yang lalu

MANTAB... Ribuan Orang Asli Papua Ini Kuliah Hingga ke Luar Negeri...

Meki Nawipa, Bupati Kabupaten Paniai, menyampaikan, Gubernur Papua telah mengirimkan pemuda Papua terbaik untuk..
12 jam yang lalu

Inilah Beberapa Keberhasilan Otsus Papua di Berbagai Daerah yang Tak diketahui Banyak Orang...

Dimana menurut Gubernur keberhasilan pembangunan yang dilakukan selama 3 tahun pelaksanaan Otonomi Khusus jangan di..
12 jam yang lalu

Titik Rangsang Pria Yang Wajib Diketahui Wanita

Beritacenter.COM - Istri wajib mengetahui titik rangsang suaminya saat di ranjang. Area sensitif yang juga disebut..
14 jam yang lalu

Aktor Terkenal India Amitabh Bachchan Terinfeksi Corona

Beritacenter.COM - Bintang Bollywood, Amitabh Bachchan dikabarkan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19...
16 jam yang lalu

Heboh Mobil RI 2 Kehabisan Bensin, Ini Faktanya

Beritacenter.COM - Potongan video kendaraan dinas Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin viral disosial media lantaran..
1 hari yang lalu

PENTING! Ini yang Mendasari KKP Legalkan Kebijakan Ekspor Benih Lobster

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melegalkan kebijakan ekspor benih lobster...
1 hari yang lalu

Soal Kebijakan Ekspor Benur, KKP: Demi Perekonomian Nelayan Kecil, Budidaya Juga Lanjut

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa kebijakan yang membolehkan ekspor..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi