Kamis, 27 Pebruari 2020 - 22:09 WIB

Lobster, dari Sang Ahli ke Sang Menteri Magang

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 19 Desember 2019 | 13:55 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Apa perbedaan mendasar antara mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti dengan Menteri KP saat ini Edhi Prabowo ?

Susi adalah manusia yang sangat paham tentang seluk beluk laut dan seisinya sampai lekuk tubuh laut yang paling dalam, sedang Edhi seorang yang baru tahu bahwa air laut itu asin saat dia ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri KP pada 20 Oktober 2019 lalu. Ibarat orang baca Al-Qur'an, Susi adalah orang yang sudah khatam berkali-kali dan menjadi kamus berjalan tentang laut sedang Edhi Prabowo sedang belajar mengeja juz amma laut.

Tidak aneh pada saat terjadinya polemik tentang perlu tidaknya dibuka izin ekspor benih lobster yang terjadi saat ini, penjelasan Susi mengalir lancar di luar kepala, tetapi penjelasan Edhi Prabowo seperti orang yang sedang menghafal bisikan dari anak buahnya.

Sebagai contoh saat memberi alasan mengapa ekspor benih lobster perlu dibuka, Edhi menjelaskan:"Kita terpaksa melakukan ekspor benih lobster karena keterbatasan infrastruktur budidaya lobster", ujar sang Menteri KP. Penjelasan Edhi membuat publik ngakak terguling- guling. Lalu apa bantahan Susi ?

“Infrastruktur yang dibutuhkan lobster untuk beranak pinak dan besar adalah terumbu karang, pasir, laut bersih,” ucap Susi dalam akun Twitternya pada Senin (16/12/2019).

Menurut Susi yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga lingkungan, jangan justru menjadikan kerusakan ekosistem laut sebagai alasan untuk membenarkan ekspor benih lobster. Susi yakin selama terumbu karang dan pasir lautan bisa dijaga, maka lobster dan hewan laut lainn akan bisa berkembang- biak dengan baik.

“Makanya kita harus jaga terumbu karang dan jangan dijual juga. Terumbu karang dan pasir itu adalah rumah, jalan dan pelabuhannya lobster dan juga ikan-ikan,” lanjut Susi berapi-api.

Pro-kontra tentang ekspor benih lobster ini akan terus berjalan seru. Harus diakui pada zaman Susi Pudjiastuti menjabat Menteri KP selama periode 2014 - 2019, ekspor ilegal benih lobster masih saja terjadi, namun angkanya drastis lebih menurun dibanding sebelumnya. Menurut saya seharusnya yang dilakukan Edhi Prabowo sang menteri baru, adalah lebih ketat menjaga jangan sampai ekspor ilegal benih lobster ini terjadi lagi. Bukan malah membuka kran ekspor lebar-lebar.

Pembukaan kran ekspor benih lobster apakah menjamin penyelundupan ekspor tidak terjadi lagi ? Sangat tidak menjamin. Pasalnya bisnis pasar gelap ekspor benih lobster ini jauh lebih menarik bagi para penjahat dan mafia perikanan karena menghasilkan uang lebih cepat, praktis, tidak perlu birokrasi dan dokumen berbelit-belit.

Konon kabarnya desakan pembukaan izin ekspor benih lobster ini Edhi mendapat arahan (baca: tekanan) dari Menko Kemaritiman dan Investasi. Tapi saat polemik berlangsung kuat, sang Menko diam bungkam tidak mau ikut terlibat dan membiarkan Edhi Prabowo terbata-bata berargumen di depan media. Informasi ini belum tentu benar, namun sangat santer terdengar di ruang publik.

Argumen Edhi bahwa pembukaan izin ekspor benih lobster bisa meningkatkan penerimaan negara dari pajak dan pungutan ekspor, juga sangat lemah dan mudah terbantahkan. Karena secara logika sederhana, justru penerimaan negara dan nelayan dari hasil ekspor lobster hasil budidaya sudah pasti akan jauh lebih besar dan berdampak ekonomi lebih tinggi dan signifikan.

Dari perdebatan seru tentang pembukaan izin ekspor benih lobster ini, yang jelas industri perikanan Vietnam sedang berharap-harap cemas. Mereka yang akan diuntungkan secara langsung apabila kebijakan izin ekspor resmi benih lobster dari Pemerintah Indonesia jadi dilakukan.

Entah mengapa meskipun saya awam di bidang perikanan, feeling saya lebih condong setuju dengan pendapat dan pertimbangan Susi Pudjiastuti dibanding argumen tertatih-tatih dari Edhi Prabowo. Pada titik ini, saya mempertanyakan komitmen penguatan pembangunan poros maritim yang dulu digaungkan Presiden Jokowi. Mengapa urusan pengelolaan sumber daya perikanan yang luar biasa besar yang kita miliki, justru diserahkan pada politisi seberang yang nampak kuat terlihat baru magang untuk mengerti dan menguasai laut.

Pepatah "serahkan urusan pada ahlinya" rupanya sedang dilupakan oleh Presiden Jokowi kali ini. Pada saat sesuatu urusan tidak ditangani oleh ahlinya, kita tunggu saja kerusakan yang akan terjadi.

Salam SATU Indonesia,

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)





Fokus : Kabinet Kerja Jilid 2


#Menteri Kelautan dan Perikanan #Susi Pudjiastuti #Lobster #Benih Lobster #Susi Pudjiastuti vs Edhi Prabowo #Edhi Prabowo


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






36 menit yang lalu

Viral di Medsos Bapak 'Pemerkosa' Anak Diikat di Sukabumi, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap

Beritacenter.COM - Sebuah video yang menampakkan seorang pria diikat tali kuning viral di bagikan warganet di grup..
1 jam yang lalu

Ponsel Baru dari Luar Negeri Juga Harus Registrasi IMEI Kalau Tak Mau Diblokir

Beritacenter.COM - Warga Negara Indonesia (WNI) atau turis yang kedapatan membawa smartphone terbaru dari luar..
1 jam yang lalu

Ternyata Ini Alasannya Ayah Kandung Bunuh Putrinya Yang Ditemukan di Drainase Sekolah

Beritacenter.COM - Ironis, seorang ayah kandung bernama Budi Rahmat(45) tega membunuh putri kandungnya sendiri Delis..
1 jam yang lalu

Modus Janjikan Nilai dan HP Baru, Guru Mesum di Padang Gagahi Siswi 2 Kali

Beritacenter.COM - Seorang guru bernama Joni Wardi (58) harus berurusan dengan polisi lantaran diduga telah mencabuli..
2 jam yang lalu

Tiang Listrik Saksi Bisu Ibu Hamil Tewas Tertabrak di Palmerah Ditaburi Bunga

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial ER (26) tewas ditabrak mobil di bilangan Palmerah, Jakarta Barat. Korban..
2 jam yang lalu

Ronaldo Disalahkan Saat Juventus Kalah dari Lyon

Tak hanya Manchester United saja, Real Madrid hingga Juventus juga banjir piala setelah pemain asal Portugal tersebut merapat.
3 jam yang lalu

Demi Memperlancar Perkembangan Bisnis, PT Indosat PHK Ratusan Karyawannya...

Maksud dan tujuan PT Indosat memPHK karyawannya tersebut yakni agar perusahaan mampu berkembang dengan baik di bidangnya.
3 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Yang Pukul Sopir Ambulans Pengantar Jenazah

Beritacenter.COM - Polisi berhasil meringkus pelaku berinsial SR yang memukul sopir ambulans saat membawa jenazah di..
3 jam yang lalu

Agar Dapat Bekerja Sama dengan Huawei, Ini yang Dilakukan Google kepada Pemerintah Amerika Serikat

Hal tersebut dilakukan oleh Google lantaran Huawei telah masuk ke dalam daftar hitam Amerika Serikat. Amerika Serikat..
3 jam yang lalu

Pencuri Gasak 4 Spion Mobil Alphard Quraish Shihab, Kerugian Rp18 Juta

Beritacenter.COM - Rumah cendikiawan muslim Quraish Shihab kebobolan maling. Empat buah spion mobil Toyota Alphard..
3 jam yang lalu

Kerajaan Arab Saudi Resmi Keluarkan Aturan Larangan Umroh Sementara...

Diketahui juga jika Ehsan Bouges selaku Kepala Pelayanan Kesehatan Komite Haji Saudi untuk Asia Tenggara..
4 jam yang lalu

Legenda Manchester United Prediksi Liverpool Juara Liga Champions 2019 - 2020

Beritacenter.COM - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand memprediksi bahwa Liverpool akan kembali menjuarai Liga..
4 jam yang lalu

Uji Spesimen 188 ABK World Dream dan 68 ABK Diamond Princess, Kemenkes: Hasilnya Juga Kita Ungkap

Beritacenter.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyebut pihaknya akan melakukan uji spesimen..
4 jam yang lalu

Ibu Hamil Ditabrak Mobil Yang Sedang Belajar Nyetir

Beritacenter.COM - Tragis menimpa seorang ibu hamil yang ditabrak mobil setelah keluar dari rumah yang berada di..
4 jam yang lalu

Polisi Usut Laporan Kasus 'Doktor Psikolog' Dedy Susanto, Pelapor Akan Diperiksa

Beritacenter.COM - Pengacara M Fadli Azis melaporkan seorang motivator 'doktor psikolog' Dedy Susanto terkait tuduhan..
5 jam yang lalu

Begini Cara Mendapatkan KIP Kuliah Jika Ingin Lanjut ke Perguruan Tinggi

Beritacenter.COM - Pemerintah akan mengesahkan Kartu Indonesia Pintar(KIP) Kuliah untuk membantu para lulusan SMA/SMK..
5 jam yang lalu

Polri Pastikan Irjen Antam Mundur dari Wakabareskrim Setelah Resmi Jabat Sekjen KKP

Pada posisi seperti sekarang beliau masih Plt di sana mengisi kekosongan jabatan tersebut, namun nanti apabila ada..
5 jam yang lalu

Borong NTT Diguncang Gempa 3,4 Magnitudo, Tidak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa berkekuatan..
5 jam yang lalu

Kena Banjir, Pegawai di Jakarta Boleh Cuti

Diketahui juga jika semua PNS yang ijin cuti kerja tersebut telah kembali bekerja pada Rabu (26/02/2020) kemarin.
5 jam yang lalu

Bisnis Travel Umroh Rugi Sampai Ratusan Miliar Imbas Arab Saudi Stop Jemaah

Beritacenter.COM - Ditutupnya pelayanan umroh oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi membuat penyelenggara travel umroh..
6 jam yang lalu

Buwas Sebut Stok Pangan Semakin Menipis Jelang Ramadan

Beritacenter.COM - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan harga pangan seperti daging, minyak dan gula..
6 jam yang lalu

Pemerintah India Lakukan Diskriminatif Membuat Umat Hindu-Islam Terpecah Belah

Beritacenter.COM - Kerusuhan yang pecah di New Delhi telah menewaskan 34 orang. Bentrokan itu terjadi antara pemrotes..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi