Kamis, 27 Pebruari 2020 - 20:51 WIB

Demi Keadilan, Kejagung Harus Berani Lanjutkan Kasus Sarang Walet Novel ke Pengadilan

Oleh : Lukman Salasi | Sabtu, 28 Desember 2019 | 11:03 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM – Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kejagung bersikap adil dalam menangani kasus penganiayaan yang dilakukan Novel Baswedan terhadap terduga pencuri sarang burung walet di Bengkulu. Menurut IPW kasus tersebut harus dilimpahkan ke pengadilan.

“Jaksa Agung harus mau bersikap fair dan profesional untuk melimpahkan kasus pembunuhan yang diduga dilakukan penyidik KPK itu di Bengkulu,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui siaran persnya, Sabtu, (28/12/2019).

IPW menegaskan bukan hanya Novel yang butuh keadilan saat dirinya jadi korban penyerangan air keras. Apalagi pelaku penyerangan kini mulai terungkap. Menurutnya, keluarga dan korban penembakan dan penganiayaan yang dilakukan Novel juga butuh keadilan.

Baca Juga : Menolak Lupa! Apakabar Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan Novel di Bengkulu?

“Presiden, Jaksa Agung, dan Kapolri harus tahu bahwa Novel hanya luka dan cacat akibat penyerangan terhadap dirinya, sementara apa yang diduga dilakukan Novel di Bengkulu sudah membuat satu orang tewas dan empat lainnya cacat permanen,” tegas Neta.

“Keluarga korban sudah bertahun tahun mencari keadilan atas peristiwa ini, tapi hingga kini tak kunjung mendapatkannya. Novel seperti begitu digdaya, super power dan kebal hukum hingga tak tersentuh. Sampai sampai para aktivis hak asasi manusia pun lebih membela Novel ketimbang keluarga korban yang dizalimi,” sambungnya.

IPW juga mengingatkan semua pihak bahwa Novel sudah jadi tersangka kasus penembakan di Bengkulu itu. Kasusnya memang dideponering Presiden Jokowi. Tapi keluarga korban memenangkan prapradilan atas deponering presiden tersebut.

“Ironisnya, hingga saat ini, Jaksa Agung tak kunjung melimpahkan kasus itu ke pengadilan. IPW mengimbau, para elit kekuasaan, seperti Presiden, Jaksa Agung, dan Kapolri harus fair terhadap rasa keadilan keluarga korban penembakan yang diduga dilakukan Novel di Bengkulu. Sebab semua warga negara di depan hukum posisinya sama,” sebut Neta.

Dengan tegas IPW meminta Presiden, Jaksa Agung, dan Kapolri jangan memberikan keistimewaan terhadap Novel, hanya karena dia penyidik KPK, sehingga Presiden, Jaksa Agung, dan Kapolri takut untuk menyeret Novel ke pengadilan.

“Bagaimana pun, sebagai mantan polisi dan penegak hukum serta penyidik senior di KPK, Novel harus mampu menunjukkan sikap kesatrianya. Novel jangan jadi pengecut saat dia berkasus, sementara terlihat begitu perkasa ketika mengkasuskan orang lain dan begitu gagah saat mendesak Polri agar menangkap pelaku penyerangan terhadap dirinya,” tegasnya.

“IPW berharap, semua pihak bisa membuka mata bahwa rasa keadilan harus diciptakan seadil adilnya terhadap semua orang, sehingga tidak ada kesan KPK melindungi para pengecut yang merasa dirinya kebal hukum, seperti Novel Baswedan,” pungkasnya.

Tangisan Korban

Korban kekerasan yang dilakukan oleh Novel Baswedan, Dedi Muryadi dan Irwasyah didampingi pengacaranya pernah mendatangi Komisi III DPR untuk meminta keadilan.

"Kami mohon setelah kami ditembak kami tidak boleh dibesuk selama satu minggu. Bekas tembakan dipijak. Di mana rasa kemanusian Novel. Kami mohon kasus Novel jangan tidak disidangkan," cerita Irwansyah di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2016) lalu.

Senada dengan Irwansyah, Dedy Muryadi yang juga menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan Novel, juga memohon agar kasus Novel tidak dihentikan. Dedy mengaku hanya seorang tukang ojek dan tidak bersalah dalam kasus tersebut.

Namun, kenangnya, tiba-tiba dirinya dipukul dan disiksa dalam mobil tahanan. Tak hanya itu, dirinya juga dibawa ke Polres Bengkulu dan menerima siksaan serupa.

"Begitu sampai di Polres saya juga disiksa, kemaluan saya disetrum. Lalu saya dilepas di pantai tapi ditembaki. Saya minta keadilan, jangan ditunda sidang. Saya tidak bersalah," jelas Dedy sambil terisak.

Pengacara keduanya, Yuliswan saat itu meminta agar proses hukum terhadap Novel dilanjutkan ke pengadilan. Ia menolak jika kejaksaan menarik berkas perkara dan menghentikan proses hukum kasus Novel.

"Kami menunggu dan menantikan keadilan dalam persidangan. Saat itu heboh kasus Joko Susilo Korlantas. SBY perintah tidak tepat kasus disidik. Tapi keluarga korban menunggu. Dengan harapan kuasa hukum Novel mendatangi kami untuk minta maaf. Namun Novel tidak pernah minta maaf. Paling tidak atas nama pimpinan Polres dia minta maaf, tapi tidak. Kita tidak punya niat memenjarakan dia. Tapi karena tidak ada permintaan maaf, kami sangat tersinggung," jelasnya.





#Berita Center #Kejagung #Novel Baswedan #Kasus Sarang Walet Novel #IPW #Neta S Pane #Kasus Penganiayaan Pencuri Sarang Walet


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






33 menit yang lalu

Ternyata Ini Alasannya Ayah Kandung Bunuh Putrinya Yang Ditemukan di Drainase Sekolah

Beritacenter.COM - Ironis, seorang ayah kandung bernama Budi Rahmat(45) tega membunuh putri kandungnya sendiri Delis..
38 menit yang lalu

Modus Janjikan Nilai dan HP Baru, Guru Mesum di Padang Gagahi Siswi 2 Kali

Beritacenter.COM - Seorang guru bernama Joni Wardi (58) harus berurusan dengan polisi lantaran diduga telah mencabuli..
1 jam yang lalu

Tiang Listrik Saksi Bisu Ibu Hamil Tewas Tertabrak di Palmerah Ditaburi Bunga

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial ER (26) tewas ditabrak mobil di bilangan Palmerah, Jakarta Barat. Korban..
1 jam yang lalu

Ronaldo Disalahkan Saat Juventus Kalah dari Lyon

Tak hanya Manchester United saja, Real Madrid hingga Juventus juga banjir piala setelah pemain asal Portugal tersebut merapat.
1 jam yang lalu

Demi Memperlancar Perkembangan Bisnis, PT Indosat PHK Ratusan Karyawannya...

Maksud dan tujuan PT Indosat memPHK karyawannya tersebut yakni agar perusahaan mampu berkembang dengan baik di bidangnya.
1 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Yang Pukul Sopir Ambulans Pengantar Jenazah

Beritacenter.COM - Polisi berhasil meringkus pelaku berinsial SR yang memukul sopir ambulans saat membawa jenazah di..
2 jam yang lalu

Agar Dapat Bekerja Sama dengan Huawei, Ini yang Dilakukan Google kepada Pemerintah Amerika Serikat

Hal tersebut dilakukan oleh Google lantaran Huawei telah masuk ke dalam daftar hitam Amerika Serikat. Amerika Serikat..
2 jam yang lalu

Pencuri Gasak 4 Spion Mobil Alphard Quraish Shihab, Kerugian Rp18 Juta

Beritacenter.COM - Rumah cendikiawan muslim Quraish Shihab kebobolan maling. Empat buah spion mobil Toyota Alphard..
2 jam yang lalu

Kerajaan Arab Saudi Resmi Keluarkan Aturan Larangan Umroh Sementara...

Diketahui juga jika Ehsan Bouges selaku Kepala Pelayanan Kesehatan Komite Haji Saudi untuk Asia Tenggara..
2 jam yang lalu

Legenda Manchester United Prediksi Liverpool Juara Liga Champions 2019 - 2020

Beritacenter.COM - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand memprediksi bahwa Liverpool akan kembali menjuarai Liga..
2 jam yang lalu

Uji Spesimen 188 ABK World Dream dan 68 ABK Diamond Princess, Kemenkes: Hasilnya Juga Kita Ungkap

Beritacenter.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyebut pihaknya akan melakukan uji spesimen..
2 jam yang lalu

Ibu Hamil Ditabrak Mobil Yang Sedang Belajar Nyetir

Beritacenter.COM - Tragis menimpa seorang ibu hamil yang ditabrak mobil setelah keluar dari rumah yang berada di..
3 jam yang lalu

Polisi Usut Laporan Kasus 'Doktor Psikolog' Dedy Susanto, Pelapor Akan Diperiksa

Beritacenter.COM - Pengacara M Fadli Azis melaporkan seorang motivator 'doktor psikolog' Dedy Susanto terkait tuduhan..
3 jam yang lalu

Begini Cara Mendapatkan KIP Kuliah Jika Ingin Lanjut ke Perguruan Tinggi

Beritacenter.COM - Pemerintah akan mengesahkan Kartu Indonesia Pintar(KIP) Kuliah untuk membantu para lulusan SMA/SMK..
4 jam yang lalu

Polri Pastikan Irjen Antam Mundur dari Wakabareskrim Setelah Resmi Jabat Sekjen KKP

Pada posisi seperti sekarang beliau masih Plt di sana mengisi kekosongan jabatan tersebut, namun nanti apabila ada..
4 jam yang lalu

Borong NTT Diguncang Gempa 3,4 Magnitudo, Tidak Berpotensi Tsunami

Beritacenter.COM - Wilayah Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa berkekuatan..
4 jam yang lalu

Kena Banjir, Pegawai di Jakarta Boleh Cuti

Diketahui juga jika semua PNS yang ijin cuti kerja tersebut telah kembali bekerja pada Rabu (26/02/2020) kemarin.
4 jam yang lalu

Bisnis Travel Umroh Rugi Sampai Ratusan Miliar Imbas Arab Saudi Stop Jemaah

Beritacenter.COM - Ditutupnya pelayanan umroh oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi membuat penyelenggara travel umroh..
5 jam yang lalu

Buwas Sebut Stok Pangan Semakin Menipis Jelang Ramadan

Beritacenter.COM - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan harga pangan seperti daging, minyak dan gula..
5 jam yang lalu

Pemerintah India Lakukan Diskriminatif Membuat Umat Hindu-Islam Terpecah Belah

Beritacenter.COM - Kerusuhan yang pecah di New Delhi telah menewaskan 34 orang. Bentrokan itu terjadi antara pemrotes..
5 jam yang lalu

Gerak Cepat Pemerintah Antisipasi Virus Corona

Penyebaran Virus Corona menjadi kekhawatiran global. Kendati demikian, Pemerintah telah bergerak cepat guna..
5 jam yang lalu

Antam Novambar Jabat Plt Sekjen KKP, Menteri Edhy Bicara Kekompakan

Kita diberikan mandat, bidang yang sangat membanggakan, dan saya berharap kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci semangat kita

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi