Jumat, 28 Pebruari 2020 - 17:05 WIB

Jakarta Banjir "Anies Sibuk Salahkan Bogor Dan Depok" Inilah Data Sebenarnya....

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 02 Januari 2020 | 17:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkeyakinan bahwa salah satu penyebab utama banjir karena tidak adanya pengendalian air dari sisi selatan Jakarta.

"Jadi, selama air dibiarkan dari selatan masuk ke Jakarta, maka apa pun yang kita lakukan di pesisir termasuk di Jakarta tidak akan bisa mengendalikan airnya," kata Anies, Jakarta, Selasa, 1 Januari 2020

Pernyataan itu disampaikan Anies Baswedan setelah bersama Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono memantau titik-titik terdampak banjir.

Kata Anies, saat Pemerintah Provinsi Jakarta melakukan normalisasi Kali Ciliwung di tahun sebelumny, volume air cukup tinggi tetap terjadi. "Artinya, kuncinya itu ada pada pengendalian air sebelum masuk pada kawasan pesisir," kata Anies .

Pernyataan Anies tersebut sebagai bentuk klarifikasi atas penilaian Basuki penyebab banjir karena tidak adanya normalisasi Kali Ciliwung. Ia menyebut sepanjang 33 km Kali Ciliwung Pemprov DKI baru melakukan normalisasi 16 km saja.

"..Mohon maaf Bapak Gubernur, selama penyusuran kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah ditangani dinormalisasi 16 km. Di 16 km itu kita lihat Insya Allah aman dari luapan. Tapi yang belum dinormalisasi tergenang," kata Basuki.

 

Pernyataan Basuki bahwa memperpanjang normalisasi Kali Ciliwung merupakan kunci mengatasi banjir Jakarta tersebut cukup beralasan. Hal itu lebih mendekati kebenaran ketimbang dalih Anies yang terus menyalahkan kawasan hulu seperti Bogor dan Depok. Data menunjukkan air bendung Katulampa baru naik setelah Jakarta banjir.

Terendam sebelum banjir kiriman

Banjir kali ini justru terjadi sebelum banjir kiriman dari Bogor datang. Data menunjukkan bahwa ketinggian muka air di bendung Katulampa pada 31 Desember 2019 di bawah 80 Cm. Kenaikan yang cukup signifikan baru terjadi pada 1 Januari 2020 sekitar pukul 07.40 WIB. Saat itu ketinggian Katulampa mencapai 170 Cm.

Nyatanya sejak Subuh, 1 Januari 2020 sebagian besar wilayah Jakarta sudah direndam banjir. Ini berarti, penyebab banjir karena curah hujan yang amat ekstrem dan saluran air di kawasan Jakarta sendiri tak sanggup menampungnya. Adapun banjir kiriman baru datang belakangan, pada sore atau malam hari.

Perjalanan air dari Bogor juga bisa terdeksi dari pintu air Depok. Data di pintu air ini menunjukkan bahwa pintu air Depok baru siaga 1 pada tanggal Rabu siang, 1 Januari 2020, saat Jakarta sudah terendam.

Penyebab banjir kali ini berbeda dengan banjir pada 17 Januari 2013 saat pasangan Jokowi-Ahok memimpin. Sehari sebelumnya saat itu ketinggian Katulampa pada 16 Januari siang mencapai 178 Cm. Nah keesokan harinya, banjir terjadi di Jakarta termasuk mengenangi Bundaran HI. Adapun curah hujan di Jakarta saat itu tidak terlalu tinggi.

Ketinggian muka air di Manggarai pada banjir 17 Januari 2013 mencapai 1002 cm. Banjir ini menyebabkan tanggul jebol di Latuharhari pada tanggal 17 Januari 2013 sehingga Kota Jakarta tergenang banjir. Kenaikan muka air di Manggarai disebabkan karena hujan merata terjadidi seluruh daerah aliran sungai, terutama dari hulu.

Curah hujan ekstrem

Sudah beberapa tahun terakhir, orang melupakan banjir kiriman atau faktor Katulampa karena sudah ada normalisasi Ciliwung kendati belum tuntas. Dulu-dulu naiknya ketinggian air Katulampa selalu berarti berakibat banjir di Jakarta. Semakin tinggi muka air Katulampa, semakin besar juga banjir di Ibu kota. Rumus ini belakangan tidak berlaku.

Banjir kali ini, faktor curah hujan di Jakarta sendiri lebih dominan. Data itu menunjukkan sejumlah wilayah diguyur curah hujan ekstrim dan relatif merata. Bahkan di kawasan Halim, curah hujan mencapai angka 377 mm. Kawasan Taman Mini juga cukup tinggi 335 mm dan Jatiasih mencapai 259 mm.

BMKG menjelaskan pula hujan tahun baru kali ini sangat ekstrem dan melanda sebagian besar Jawa bagian Barat-Utara sehingga menyebabkan banjir besar yg merata di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung Barat, bahkan Cikampek dan Cipali. "Hujan kali ini bukan hujan biasa," tulis BMKG dalam rilisnya.

Dibanding dengan curah hujan pada banjir Jakarta pertengahan Januari 2013, di era kepemimpinan Jakowi, curah hujan kali ini jauh lebih tinggi.

Bukti Lagi, Katulampa Bukan Kunci

Kasus banjir kecil tahun pada Februari 2018 juga menunjukkan bahwa Katulampa bukan faktor lagi. Saat itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah bersiap-siap karena Bendung Katulampa berada dalam kondisi siaga 1. Ketinggian air bergerak dari 220 sentimeter menjadi 240 cm.

“(Ketinggian seperti itu) Terakhir terjadi pada 2013. Saat ini, di Bogor sudah ada 13 titik banjir,” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Senin, 5 Februari 2018.

Anies mengimbau kepada masyarakat yang berada di daerah aliran Sungai Ciliwung untuk meningkatkan kewaspadaan. Posisi ketinggian air yang disebutkan itu terpantau pada pukul 09.30. Kalau dari pengalaman, sembilan jam lagi air akan sampai di Jakarta. “Tapi, berdasarkan informasi Dinas Sumber Daya Air, air akan datang lebih cepat sampai di Jakarta, yakni pukul 13.00,” ucapnya saat itu.

Saking tingginya air di Katulampa, grafik DKI sampai error, tidak bisa mencatat angka sebenarnya. Di situ mencapai 600 cm lebih. Yang benar, 240 cm.

Banjir memang terjadi di Jakarta, tapi tidak berdampak besar. Soalnya curah hujan di Jakarta tidak tinggi. Dampak yang kecil itu terlihat dari jumlah pengungsinya.

Saat itu wilayah yang terendam banjir sehari setelah Katulampa naik, terutama di aliran Sungai Ciliwung. Sebanyak 700 orang di Kelurahan Bidara Cina, misalnya, mengungsi di Jalan Tanjung Lengkong karena rumahnya terendam.

 


Aliran air hulu pada Januari 2020 kali ini juga bukan yang terbesar dalam setahun terakhir tahun. Ini bisa dilihat dari data pintu air Depok setahun terakhir. Yang tertinggi justru pada Agustus 2019 dan saat itu tidak bikin banjir besar.

Sumber : Indonesiana.id





Fokus : Banjir Jakarta


#Anies Baswedan #Anies #Banjir Jakarta #Jakarta #Gubernur DKI Jakarta #Jakarta Di Kepung Banjir #Pengendalian Banjir Jakarta


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 menit yang lalu

David Beckham Puji Kinerja Solskjaer di Manchester United

Beritacenter.COM - Legenda The Red Devils, David Beckham memuji kinerja Ole Gunnar Solskjaer selama menangani..
34 menit yang lalu

Begini Kata Menko Perekonomian Airlangga Soal IHSG Yang Merosot

Beritacenter.COM - Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) terperosot hingga 2 persen lebih dalam sepekan. Menteri..
40 menit yang lalu

Rampok Bersenpi Satroni Toko Emas di Tamansari Jakbar, Satu Warga Tertembak

Beritacenter.COM - Aksi perampokan menimpa toko emas di kawasan Piangsia, Tamansari, Jarkat Barat. Toko emas itu..
59 menit yang lalu

Polda Metro Grebek Pabrik Penimbun 30 Ribu Masker Tak Berstandar di Cakung Jakut

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menggerebek pabrik penimbun masker tak berstandar di kawasan Cakung,..
1 jam yang lalu

Ratusan Pengemudi Ojol Geruduk Gedung DPR, Komisi V Dikecam

Beritacenter.COM - Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) melekukan demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat..
1 jam yang lalu

Indonesia Bebas dari Virus Corona Jadi Pertanyaan Negara-negara di Dunia

Beritacenter.COM - Bebasnya Indonesia dari virus corona atau Covid-19 menjadi pertanyaan negara-negara di dunia..
1 jam yang lalu

Polisi Ringkus Penyebar Hoax Virus Corona Masuk Bandara Soetta

BeritaCenter.COM – Seorang pria berinisial RAF (28) ditangkap aparat kepolisian. Penangkapan ini karena RAF..
1 jam yang lalu

Keren... Ketahui Spesifikasi Realme 6 dan Realme 6 Pro di sini...

Kedua smartphone terbaru besutan Realme tersebut diperkirakan akan segera hadir di India pada 5 Maret 2020.
1 jam yang lalu

Luncurkan SIM Internasional Online, Kakorlantas Polri: Untuk Mewujudkan Lingkungan Bebas Korupsi

BeritaCenter.COM - Kakorlantas Polri Irjen Istiona mengatakan, peluncuran SIM internasional berbasis online sebagai..
1 jam yang lalu

Jokowi: Pemain Global Seperti Google, Microsoft, Tertarik Bangun Pusat Data di Indonesia

Saya melihat banyak pemain global seperti Microsoft, Amazon, Google, Alibaba sangat tertarik masuk dan bahkan sudah..
1 jam yang lalu

Terungkap, Ini Dia Pelaku Penyebar Radioaktif Nuklir di Perumahan Batan Indah

Beritacenter.COM - Penemuan radioaktif nuklir di Perumahan Batan Indah, Tangerang, Selatan, Baten, jenis Cesium-137..
1 jam yang lalu

Bejat !! Guru PNS di Serang Cabuli 5 Muridnya di Kelas

Beritacenter.COM - Seorang guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Serang berinisal A (50) tega mencabuli 5..
1 jam yang lalu

Keren! Korlantas Polri Luncurkan SIM Internasional Berbasis Online

BeritaCenter.COM – Korlantas Polri meluncurkan SIM internasional berbasis online. Peluncuran dilaksanakan di..
2 jam yang lalu

Pemerintah Terus Usaha Agar Jemaah Indonesia Tetap Bisa Umrah

BeritaCenter.COM – Pemerintah Arab Saudi melarang kunjungan warga asing memaskui wilayahnya sementara waktu..
2 jam yang lalu

Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek di Blitar Nekat Gantung Diri di Kandang Sapi

Beritacenter.COM - Seorang kakek berinisal MT (68), warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ditemukan tewas..
3 jam yang lalu

Iran Batalkan Salat Jumat di 23 Kota Akibat Wabah Virus Corona

BeritaCenter.COM – Wabah virus corona di Iran semakin merajalela. Kota Qom, yang menjadi tujuan para peziarah..
3 jam yang lalu

Gara-gara Virus Corona, Iran Sampai Tiadakan Shalat Jumat

Beritacenter.COM - Pemerintah Iran mengalami darurat virus corona hingga menyasar para pejabat sekaligus Wakil..
3 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pemasok Narkoba ke Artis Vitalia Sesha

BeritaCenter.COM – Polisi berhasil meringkus RA yang terlibat dalam kasus narkoba artis Vatalia Sesha. RA..
3 jam yang lalu

Arogansi Oknum TNI Penyebab Bentrok Polisi di Tapanuli Utara

Beritacenter.COM - Sebanyak 6 anggota Polri yang bertugas di wilayah Polsek Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara,..
3 jam yang lalu

Polres Gunungkidul Ciduk Dua Pengedar Narkoba

Beritacenter.COM - FCA (21) warga Kecamatan Patuk dan PRA (22) seorang mahasiswa asal Gondomanan, Yogyakarta,..
3 jam yang lalu

Langkah Maju! Polres Lamongan Akan Terapkan e-Tilang

BeritaCenter.COM – Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Danu Anindito Kuncoro Putro mengaku akan menerapkan..
3 jam yang lalu

Warga Kalteng Dihebohkan Ular King Kobra 2,5 meter di Bak Mandi

Beritacenter.COM - Seekor ular king kobra sepanjang2,5 meter muncul di salah satu bak kamar mandi milik warga..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi