Jumat, 28 Pebruari 2020 - 16:35 WIB

Logika Anies Soal Banjir Jakarta, Bukti Post Thruth dan Firehose of Falsehood

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 04 Januari 2020 | 16:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Jakarta banjir. Macet. Menewaskan puluhan orang di Jabodetabek. Jokowi yang salah. Pemerintah Pusat. Bukan Anies yang tak becus. Ngeles. Menyalahkan orang lain. Persis kelakuan Donald Trump, Bolsonaro, Nigel Farage, tokoh Five Star Movement Italia.

Menghubungkan banjir dengan niat asli Anies Baswedan itu gampang. Banjir adalah isu permainannya. Jadi korban mulut narasinya. Orang ini melakukan apapun dengan nawaitu. Niat. Tekad. Strategi. Bahkan grand design alias pemikiran dasar komprehensif. Bukan kaleng-kaleng. Loh kok? Iya.

Anies adalah pelaku dan pemraktek post truth – pasca kebenaran. Dia sangat memahami teori Firehose of Falsehood. Ditambah ilmu neuro-science. Apa itu teori? Nggak usah dibahas panjang. Kalau mau detail nanya pakarnya Ryu Hasan.

Penerapannya? Kampanye Anies di Pilkada DKI 2017 adalah contohnya. Informasi palsu digeber. Dipelintir disisipi emosi dan rasa. Sentimen suku agama ras antargolongan menjadi suguhan. Tak peduli memecah belah rakyat dan bangsa.

Dalil yang menakut-nakuti pemilih dengan ayat dan mayat diboyong Eep Saefullah Fatah. Pinter tapi mengadu domba umat. Hanya untuk nafsu politik – kemenangan adalah kebahagiaan. Pencapaian tertinggi. Self-actualization. Aktualisasi diri.

Aktualisasi diri terpenuhi dalam bentuk kemenangan. Ide terlaksana dan membuat lawan terkapar. Mudharat dan manfaat tidak dihitung. Yang dihitung adalah kemenangan menghalalkan segala cara, pemikiran Machiavelli dalam Sang Pangeran alias The Prince. Dikesampingkan dampaknya, akibatnya. Tega. Demi kepentingannya. Dia tega memecat siapa pun.

Sejak dipecat oleh Jokowi, nafsu Anies menggelegak. Saat itu, 2016 dengan tangan panas Jusuf Kalla dan dukungan politikus penjungkal Gus Dur Amien Rais, Anies dengan modal nol rupiah jadi Gubernur DKI.

Emosi primordial diaduk menjadi roti manis memabukkan. Surga dan pahala dicampur diolah jadi adonan roti untuk memilih Anies, menyingkirkan Ahok. Politik identitas paling blatant yang pernah ada dalam sejarah Republik Indonesia.

Nafsu berkuasa memang memabukkan. Kekuasaan itu godaan terbesar dalam diri manusia serakah. Serakah kekuasaan. Tidak mau tawadhu. Tak berbuat untuk rakyat. Hanya untuk kepentingan dirinya, dan kroni yang menjadikan dia berkuasa. Nafsu berkuasa harus dipupuk. Digambarkan dengan kata-kata manis, narasi indah membius. Yang sebenarnya adalah racun mematikan karena hanya hiasan bibir nyinyir semata.

Mari kita tengok. Jujur. Pertanyaan ini memang sederhana. Apa landmark, ikon, hasil kinerja yang spektakuler Anies di DKI dengan duit besaaar sekali? Rp 70 triliun. Bukan Rp7 triliun, selain membongkar trotoar, merusak jalan lalu menyempitkan? Bikin macet. Hanya itu.

Publik tak paham. DPRD pun tidur. Diam, Hanya ada empat orang yang peduli di sana. William. Anthony. Viani. Imah. Tiga dari PSI satu doang dari PDIP.

Rakyat DKI juga juga diam seribu bahasa. Tidak ada orang yang menggugat ke mana uang rakyat DKI? Karena Indonesia menganut hukum prosedural. Jika sesuatu telah sesuai prosedur meskipun merugikan – seperti perangkat komputer Rp125 miliar misalnya, bahkan rancangan lab fisika dan kimia di SMK Pariwisata dianggap sebagai kewajaran.

Nah, jika ada protes, maka Anies sudah menyiapkan narasi. Balasan omongan. Omongan itu pun bukan solutif. Namun provokatif dan menyalahkan orang lain. Kejam. Rancangan Firehose of Falsehood yang dibuat Anies benar-benar efektif. Top.

Isu banjir di DKI Jakarta pun dibelokkan kepada sunatullah, tidak perlu pompa, dan air pun dipaksa Anies masuk ke dalam tanah. Itu demi menarik perhatian para pengikutnya. Padahal pada saat Anies pun memompa air ke laut untuk mengatasi banjir Jakarta. Itu masa kampanye dulu.

Cara membangun ingatan publik paling efektif ya memainkan ilmu neoro-science. Karena ditambah dengan strategi ayat dan mayat, plus keyakinan ideologi Post Truth. Banjir pun dijadikan korban keyakinan strategi politiknya. Dia ngeles. Banjir karena air dari Bogor. Curah hujan di luar kebiasaan. Kesalahan Ahok dan Jokowi dulu. Terlalu banyak bangunan. Area serapan di Puncak banyak dibangun vila. Dan sebagainya. Tidak akan pernah dia bicara solusi.

Bagi Anies itu satu-satunya pilihan. Dia tak akan mampu menghilangkan pengalaman indah menjadi Gubernur tanpa modal kecuali sentimen ideologi segregatif, pemakaian Firehose of Falsehood, dan sekali lagi ideologi Post Truth. Trus apa manfaat tulisan ini? Pesannya?

Anies tetap harus dikritisi yang terkait dengan kinerja, yang tidak menyangkut masalah agama, keyakinan, etnik, keadilan, nilai, peristiwa, kekonyolan. Karena ranah itulah yang cocok untuk berbiaknya teori dan praktik politik identitas, berdasarkan ideologi Post Truth dan strategi Firehose of Falsehood. Diamkan. Agar dia tidak mendapatkan panggung. Publikasi.

Itulah sebabnya saya tidak komentar soal Colesseum ketika diberi penghargaan. Karena tahu maksud dan pikiran Anies. Jebakan buat oposan Anies. Dengan segala latar belakang teori komunikasi. Jebakan Batman Anies memang top. Harus waspada dengan sepak terjangnya. Lalu cara meng-counter? Siapapun yang sedang dikerjain Anies. Termasuk Presiden Jokowi dan Ahok. Serta warga Jakarta 42, yang 48 sudah korban Anies. Ya kita gunakan juga ilmu neuro-science, Firehose of Falsehood dan Post Truth seperti tulisan saya ini.

Sumber : Status Facebook Ninoy Karundeng





Fokus : Banjir Jakarta


#Anies Baswedan #Jakarta Banjir #Banjir Jabodetabek #Banjir Jakarta #Gubernur DKI Jakarta #Jakarta Di Kepung Banjir #Korban Banjir Jakarta #Anies Lelet Tangani Banjir Jakarta


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 menit yang lalu

Begini Kata Menko Perekonomian Airlangga Soal IHSG Yang Merosot

Beritacenter.COM - Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) terperosot hingga 2 persen lebih dalam sepekan. Menteri..
10 menit yang lalu

Rampok Bersenpi Satroni Toko Emas di Tamansari Jakbar, Satu Warga Tertembak

Beritacenter.COM - Aksi perampokan menimpa toko emas di kawasan Piangsia, Tamansari, Jarkat Barat. Toko emas itu..
29 menit yang lalu

Polda Metro Grebek Pabrik Penimbun 30 Ribu Masker Tak Berstandar di Cakung Jakut

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menggerebek pabrik penimbun masker tak berstandar di kawasan Cakung,..
40 menit yang lalu

Ratusan Pengemudi Ojol Geruduk Gedung DPR, Komisi V Dikecam

Beritacenter.COM - Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) melekukan demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat..
46 menit yang lalu

Indonesia Bebas dari Virus Corona Jadi Pertanyaan Negara-negara di Dunia

Beritacenter.COM - Bebasnya Indonesia dari virus corona atau Covid-19 menjadi pertanyaan negara-negara di dunia..
47 menit yang lalu

Polisi Ringkus Penyebar Hoax Virus Corona Masuk Bandara Soetta

BeritaCenter.COM – Seorang pria berinisial RAF (28) ditangkap aparat kepolisian. Penangkapan ini karena RAF..
51 menit yang lalu

Keren... Ketahui Spesifikasi Realme 6 dan Realme 6 Pro di sini...

Kedua smartphone terbaru besutan Realme tersebut diperkirakan akan segera hadir di India pada 5 Maret 2020.
1 jam yang lalu

Luncurkan SIM Internasional Online, Kakorlantas Polri: Untuk Mewujudkan Lingkungan Bebas Korupsi

BeritaCenter.COM - Kakorlantas Polri Irjen Istiona mengatakan, peluncuran SIM internasional berbasis online sebagai..
1 jam yang lalu

Jokowi: Pemain Global Seperti Google, Microsoft, Tertarik Bangun Pusat Data di Indonesia

Saya melihat banyak pemain global seperti Microsoft, Amazon, Google, Alibaba sangat tertarik masuk dan bahkan sudah..
1 jam yang lalu

Terungkap, Ini Dia Pelaku Penyebar Radioaktif Nuklir di Perumahan Batan Indah

Beritacenter.COM - Penemuan radioaktif nuklir di Perumahan Batan Indah, Tangerang, Selatan, Baten, jenis Cesium-137..
1 jam yang lalu

Bejat !! Guru PNS di Serang Cabuli 5 Muridnya di Kelas

Beritacenter.COM - Seorang guru pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Serang berinisal A (50) tega mencabuli 5..
1 jam yang lalu

Keren! Korlantas Polri Luncurkan SIM Internasional Berbasis Online

BeritaCenter.COM – Korlantas Polri meluncurkan SIM internasional berbasis online. Peluncuran dilaksanakan di..
2 jam yang lalu

Pemerintah Terus Usaha Agar Jemaah Indonesia Tetap Bisa Umrah

BeritaCenter.COM – Pemerintah Arab Saudi melarang kunjungan warga asing memaskui wilayahnya sementara waktu..
2 jam yang lalu

Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek di Blitar Nekat Gantung Diri di Kandang Sapi

Beritacenter.COM - Seorang kakek berinisal MT (68), warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ditemukan tewas..
2 jam yang lalu

Iran Batalkan Salat Jumat di 23 Kota Akibat Wabah Virus Corona

BeritaCenter.COM – Wabah virus corona di Iran semakin merajalela. Kota Qom, yang menjadi tujuan para peziarah..
2 jam yang lalu

Gara-gara Virus Corona, Iran Sampai Tiadakan Shalat Jumat

Beritacenter.COM - Pemerintah Iran mengalami darurat virus corona hingga menyasar para pejabat sekaligus Wakil..
2 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pemasok Narkoba ke Artis Vitalia Sesha

BeritaCenter.COM – Polisi berhasil meringkus RA yang terlibat dalam kasus narkoba artis Vatalia Sesha. RA..
2 jam yang lalu

Arogansi Oknum TNI Penyebab Bentrok Polisi di Tapanuli Utara

Beritacenter.COM - Sebanyak 6 anggota Polri yang bertugas di wilayah Polsek Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara,..
3 jam yang lalu

Polres Gunungkidul Ciduk Dua Pengedar Narkoba

Beritacenter.COM - FCA (21) warga Kecamatan Patuk dan PRA (22) seorang mahasiswa asal Gondomanan, Yogyakarta,..
3 jam yang lalu

Langkah Maju! Polres Lamongan Akan Terapkan e-Tilang

BeritaCenter.COM – Kasat Lantas Polres Lamongan AKP Danu Anindito Kuncoro Putro mengaku akan menerapkan..
3 jam yang lalu

Warga Kalteng Dihebohkan Ular King Kobra 2,5 meter di Bak Mandi

Beritacenter.COM - Seekor ular king kobra sepanjang2,5 meter muncul di salah satu bak kamar mandi milik warga..
3 jam yang lalu

Begini Penjelasan Wapres Ma'ruf Amin Soal Isu Reshuffle

BeritaCenter.COM - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan penjelasan perihal mencuatnya isu reshuffle di..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi