Sabtu, 30 Mei 2020 - 05:32 WIB

SBY, Gank Cikeas dan Skandal Jiwasraya

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 13 Januari 2020 | 20:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Andi Setiono Mangoenprasodjo

Seandainya saya mau, sejak lama saya bisa saja ekspose bahwa skandal Jiwasraya itu juga terkait langsung dengan SBY. Apa yang disebut almarhum sahabat saya George Aditjondro sebagai Ketamakan Gurita Cikeas. Saya malah merasa aneh, kenapa kasus ini, terlalu lambat dipahami duduk perkaranya. Kasusnya mirip2 Bank Century, terdapat ulah gerombolan "kelas atas" untuk mempermainkan dana publik. Yang ujungnya nanti, pemerintah harus turun tangan memberi talangan. Atas nama "penyelamatan". Jadi ini permainan maling, yang selalu untung. Untung di depan, untung di belakang. Di depan ikut nggarong, di belakang kebagian jatah. Praktek seperti ini, sesungguhnya bukan pola baru, tapi dapat momentum terbesarnya justru setelah era reformasi bergulir. Dulu hanya meminta rente, jatah preman istilahnya. Tapi bukan merampok kayak gini....

Tiga puluh tahun lalu, saya sempat menulis buku tentang Skandal Bank Bali, merunut jauh hingga ke akar2nya. Tak nyana, barangkali justru (akhirnya) menjadi sejenis buku panduan untuk menggangsir duit2 bagi dana kampanye partai2 berikutnya. Hanya saja, bedanya permainan kelompok SBY dan gank Cikeas-nya lumayan canggih. Sehingga ia bisa bersembunyi, di pojokan paling dingin dan senyap. Harus diakui SBY itu memang pemain catur, ia bisa bersikap bijak menjadi bandar yang baik. Nyaris tak terendus, apalagi tersentuh. Bila pun, bila ada yang harus dikambing-hitamkan adalah kroco2 kelas kambing, yang bisa dikategorikan "tidak dikenal, hingga mudah dikorbankan". Barangkali, disinilah kenapa memang musuh tebesar bangsa ini akan tetap sama hingga mungkin 30 tahun ke depan: oligraki! Yang bisa dipahami secara singkat sebagai kongsi jahat penguasa-pengusaha. Ya jadi penguasa, ya jadi pengusaha!

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat diajak seorang pengusaha batik dari Klaten pergi ke Pacific Place di bilangan Senayan. Hanya sekedar melihat bagaimana produk2 batik dari titik terbawah perajin bergerak ke atas. Dari tidak ada branded-nya, lalu tiba2 berada di gerai sebuah mall ternama dengan harga yang barangkali nyaris sepuluh kali lipat dari harga awalnya. Tak nyana, dari rasa kepo ini saya bisa tahu, bagaimana sebuah brand itu bisa menjadi sebuah tunggangan untuk mengeruk dana yang sebenarnya tak ada kaitan sama sekali dengan core bisnis yang berbau kerakyatan itu. Mana ada pembatik asli terkerek nasibnya jadi orang kaya, juragannya paling juga. Bagaimana "pencitraan" itu menjadi awal dari sebuah operasi garong duit orang lain. Sudah harganya mahal, berlipat mencekik produsen awalnya. Eh, masih digunakan mengeruk dana2 murah (nyaris gratis) untuk kepentingan2 poltik yang gak ada kaitan dengan para perajin aslinya yang hidupnya senin-kemis itu.

Jadi begini ceritanya: Ada perusahaan yang mula2 didirikan tahun 2005 dengan nama Allure yang berasal dari bahasa Inggris yaitu “alluring” yang berarti menarik atau memikat hati, merek ini kemudian berubah menjadi Alleira untuk kepentingan memasuki pasar internasional. Lisa Kurniawaty Mihardja merupakan pendiri awal merek ini. Bersama dengan Anita Asmaya Vanin, seorang desainer, dan rekan bisnis lainnya, garasi rumahnya menjadi workshop jahit.Entah bagaimana ceritanya, tiba2 muncul Annisa Pohan yang mantu-nya SBY sebagai "duta produk" brand ini. Ia dan anaknya sering muncul dalam banyak peragaan busana kelas atas. Belakangan saya baru tahu, merek ini digunakan sebagai perahu apung keluarga Cikeas melalui Yayasan Batik Indonesia yang dikelola Ani SBY untuk melakukan muhibah pameran di banyak negara.

Lalu tiba2 kenapa muncul nama klan Tjokrosaputro di dalamnya? Yang sesungguhnya adalah keluarga konglomerat Batik Solo yang memiliki brand Batik Keris yang memang lebih dahulu terkenal itu? Nah disinilah oligarkinya... Jawabanya simple: dibanding Allure yang (baru) kemarin sore, tentu Batik Keris lebih punya nama besar, reputasi yang lebih luas, dan jangkauan pasar lebih besar. Sialnya dari batik, keluarga Tjokrosaputro ini kemudian merambah ke bisnis2 lain yang jauh dan tak ada kaitannya dengan core bisnis keluarganya. Disinilah azas saling memanfaatkan dan memperdaya dimulai. Mereka tercatat memiliki perusahaan PT Hanson Internasional yang bisnisnya di bidang properti dan dikomandani oleh Benny Tjokrosaputro. Saudaranya yang lain bernama Dicky Tjokosaputro menjadi direktur PT Power Telecom (PowerTel) yang bergerak di bidang telekomunkasi.

Nah kedua perusahaan ini, entah karena salah kelola atau karena terlalu jauh melebar dari bisnis intinya "mbatik" lalu jatuh mengalami kesulitan likuiditas. Antara lain, di kedua perusahaan inilah dana nasabah PT Jiwasraya ditempatkan. Sebagai perusaaan yang dianggap lagi jatuh, lalu karenanya bernilai murah ini. dana Jiwasraya ditempatkan. Dengan harapan akan terjadi rebound, bila bisa dibangkitkan akan untung besar. Yah jelas ngimpi siang bolong, yah hancur, wong sudah terlanjur busuk! Kalau dari sisi administrasi, bisa saja dianggap dengan istilah "kekurang hati2an". Tapi jelas secara ekonomi-politik itu suatu kesengajaan. Bagaimana BUMN sudah biasa ditempatkan pada posisi tercekik. Karena itulah, bisa dipahami walau kerugian PT Jiwasraya yang sudah dirasakan sejak tahun 2008, tapi mereka adem ayem saja. Dan sebagaimana biasa para direksi-lah yang dikorbankan! Yang sialnya, juga seolah malah ikutan rayahan memperkaya diri itu! Dan agak maju sedikt, direksi2 rekanan usaha itulah yang diseret dianggap bersalah. Dan itulah yang hari ini terjadi....

Menyentuh SBY? Ya gak bakal bisa! Wong kalau pun, dapat ditelusur duit2 yang mengalir itu adalah dana2 politik yang sudah tersalur dalam berbagai yayasan dengan bidang geraknya masing2. Rata2 kalau bukan bidang agama ya sosial. Saya mencatat Yayasan Majelis Dzikir Nurussalam (sial betul yang artinya cahaya keselamatan itu) menjadi motor dari gerakan progresif partai ini membeli suara rakyat. Dari sinilah, konon SBY dan Demokrat memenangkan dirinya, hingga dari sebuah partai yang semula "hanya" punya suara 7%, hingga nyaris menyentuh angka 30%. SBY memang menang telak dalam Pilpres, tapi begitulah hukum alam ia sedemikian cepat dilupakan. Secepat bagaimana ia menghimpun dana2 dari banyak skandal di banyak perusahaan itu Easy come, easy go....

Tentu saja ini belum berakhir, setelah Century, lalu Wisma Atlet di Hambalang. Kemudian PLN dengan puluhan proyek-nya yang mangkrak jadi besi tua. Belum lagi yang jelas2 tapi digelapkan semacam kasus KTP-E yang absurd itu. Termasuk Jiwasraya di dalamnya, Jokowi masih sangat dengan mudah melemparkan kesalahannya ke SBY. Namun sebagian kasus yang lain, saya pikir akan terkubur dan justru terselamatkan, karena yang jadi tukang perah sudah berpindah ke partai lain. Jadi mereka bisa bicara, kami "cuma pernah", tapi yang benar2 membuatnya mati orang lain. Sebagaimana kita tahu belakangan Rini Sumarno dalam Kabinet Pertama Jokowi, ternyata juga tak lebih "baby sitter" bagi PDI-P. Sedikit saja prestasinya, boroknya sama saja. Skandalnya juga tak kalah memalukan...

Kaitannya dengan saya: itulah alasan buku Orde Los Stang tak tahu rimbanya entah kapan terbit. Saya masih punya banyak celengan kasus sejenis yang menunggu "bukti", tiba2 saja terungkap ke publik. Kenapa bukan saya saja yang melakukannya. Saya bukan type pencari sensani. Saya tak punya energi yang berlebih2 lagi hanya untuk sekedar buka tutup borok negeri sendiri.

Apalagi saya hari ini tak lebih seorang pekebun dan peternak kelas gurem. Sekedar memenuhi kebutuhan minimal keluarga sendiri. Walau sungguh saya menikmati dari hari ke hari-nya ..

Sumber : Status Facebook Andi Setiono Mangoenprasodjo





Fokus : Kasus Jiwasraya


#Jiwasraya #Kasus Jiwasraya #SBY Terlibat Kasus Jiwasraya #Cikeas Terlibat Kasus Jiwasraya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 jam yang lalu

Angkut Penumpang Tanpa SIKM, Travel Ilegal Terjaring Razia di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyetop kendaraan pariwisata atau travel yang nekat membawa pemudik..
7 jam yang lalu

Warga Lahat Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Pinggir Jalan, Polisi : Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Warga Kecamatan Gumay Talang digegerkan temuan mayat penuh luka di pinggir jalan, Lahat, Sumatera..
9 jam yang lalu

Gegara Rem Blong, Truk Bermuatan Sayur Terjun Bebas ke Jurang di Jambi

Beriitacenter.COM - Sebuah truk diesel bermuatan sayur mengalami kecelakaan di jalan Desa Muara Emat, Batang..
11 jam yang lalu

Luapan Kekecewaan Risma saat Mobil PCR BNPB Dibawa ke Tulungagung dan Lamongan

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seketika merasa kecewa dan sedih saat mendengar ratusan..
12 jam yang lalu

Sempat Positif Corona Setelah Melahirkan, Ibu di Kudus Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial M (35) warga Desa Trenggeles, Kecamatan Mejobo, sempat terkonfirmasi positif..
13 jam yang lalu

Diamankan Terkait Postingan Hoax soal Jokowi di Twitter, Pria di Cianjur Ngaku di Hack

Itu akun saya, tapi saya tidak tahu (postingan) pak, akun saya di-hack
14 jam yang lalu

Dukung Pelibatan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat, NasDem: Demi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mendukung upaya presiden Jokowi menerapkan tatanan normal..
14 jam yang lalu

Dukung Jokowi soal New Normal, Golkar: Kebijakan Strategis Tanpa Abaikan Penanganan Corona

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang tengah..
15 jam yang lalu

Jokowi Siapkan Kebijakan New Normal, NasDem: Bagus dan Perlu Didukung

BeritaCenter.COM - Partai NasDem mendukung rencana presiden Jokowi untuk menerapkan tatanan normal baru atau 'new..
15 jam yang lalu

Berubah! Dokter Ini Pakai Kostum Unik Saat Periksa Pasien

Beritacenter.COM - Dokter bernama Rollando Erric Manibuy memiliki cara untuk menghibur para pasiennya di Rumah..
15 jam yang lalu

Gerindra Dukung Jokowi Persiapkan New Normal dengan Melibatkan TNI-Polri

BeritaCenter.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari mendukung upaya Jokowi yang menerjunkan..
15 jam yang lalu

Pemerintah Siapkan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona

BeritaCenter.COM - Protokol untuk masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19 tengah..
16 jam yang lalu

Kabar Baik! Pemeriksaan Spesimen Corona Capai Target, Pakar UGM Minta Dipertahankan Secara Konsisten

BeritaCenter.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Gajah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad meminta pemerintah..
16 jam yang lalu

Suami Ini Tebas Leher Istrinya Setelah Lebaran

Beritacenter.COM - Setan apa yang merasuki HI (29) warga Dusun II, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat,..
17 jam yang lalu

Geger !!! Warga Temukan Kerangka Manusia Misterius di Bogor

Beritacenter.COM - Warga di Kampung Cigorowong, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat..
18 jam yang lalu

Setubuhi Bocah Dibawah Umur, Seorang Remaja di Makassar Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang remaja bernama Pandi alias Lele (25) ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Makassar karena..
19 jam yang lalu

Media Sebagai Sarana Psy Ops Politik Menyerang Presiden Jokowi?

Beberapa hari terakhir, penulis mendapat message dari beberapa teman tentang adanya psychological Operation, berita..
20 jam yang lalu

Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Motor Yamaha Vixion Terbakar Hebat

Beritacenter.COM - Motor Vixon terbakar hebat setelah terlibat kecelakaan di jalur pantura Tuban, tepatnya Desa..
20 jam yang lalu

Asik Main Sendirian Di Telaga, Bocah Tewas Tenggelam

Beritacenter.COM - Satria Bambang Hadi Saputra (12) warga Desa Wolu Tengah, Kecamatan Kerek, Tuban, ditemukan tewas..
21 jam yang lalu

Optimis Indonesia Menang Lawan Covid-19

Masih ingatkah dengan kisah pasien 1,2 dan 3 yang sembuh dari covid-19? Mereka sembuh tanpa menggunakan vaksin khusus..
21 jam yang lalu

Masa PSBB Jabar Diperpanjang Hingga 12 Juni 2020

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Jabar Nomor..
21 jam yang lalu

Harga Emas Dunia Meroket Imbas Ketegangan AS-China

Beritacenter.COM - Harga emas dunia kembbali naik imbas ketegangan Amerika Serikat dan China. Harga emas di pasar..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi