Rabu, 19 Pebruari 2020 - 19:30 WIB

OTT KPK Terhadap Komisioner KPU Cacat Prosedur

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 17 Januari 2020 | 21:44 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sejumlah pihak menilai penangkapan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cacat prosedur. Kesalahan administrasi tersebut disebabkan tidak adanya persetujuan Dewan Pengawas sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang.

Kecurigaan demi kecurigaan mulai terlihat, khususnya bagi para pengamat. Beredarnya sprin lidik (surat perintah lidik) atas upaya penegakan hukum bagi terduga koruptor telah dimanipulasi. Status komisioner KPU RI kini telah ditetapkan sebagai tersangka mafia uang. Namun, OTT kali ini dinilai cacat prosedur.

Keanehan dalam sprin lidik terkait penanganan perkara KPU yang dijabarkan sejumlah pihak meliputi empat hal. Yang diantaranya ialah;

Pertama, penerbitan surat Perintah Lidik masih berada dibawah kepemimpinan lama. Serta penanggalan surat perintah yang ditulis tangan membutuhkan pengecekkan terkait keabsahannya.

Kedua, pelaksanaan tindakan berkenaan dengan upaya penyegelan ruangan dan penggeledahan lokasi, dilakukan pada saat masih dalam penyelidikan,

Ketiga, pihak penyelidik urung menunjukkan secara terperinci surat perintah tugas maupun hal penyelidikan kepada pihak-pihak yang mereka curigai,

Kecurigaan keempat ialah, adanya permainan opini di media untuk menyamarkan kesalahan prosedur, maupun ketidakcukupan alat bukti. Ditambah lagi sikap meningginya arogansi penyelidik KPK.

Kejadian ini makin diperparah oleh adanya mal-administrasi perizinan yang mana tidak sesuai UU KPK yang baru. Bahwa tindakan terkait penggeledahan haruslah dengan izin Dewan Pengawas KPK, sementara pengeledahan yang diklaim oleh KPK kemarin tidak menyertakan izin tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Pimpinan PDI-P, Djarot Saiful Hidayat. Yang mengakui adanya upaya penggeledahan dari KPK. Namun, PDI-P menolaknya karena penggeledahan dinilai tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia menyebutkan, penggeledahan di ruangan tersebut tidak dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat. Selain itu, tidak memenuhi prosedur karena tidak terdapat surat izin penggeledahan.

Sebelumnya, Pengamat politik dari Indonesian Publik Institute (IPI), Karyono Wibowo meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi perihal beredarnya surat perintah penyelidikan (Sprin.Lidik) OTT atas komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait kasus suap pengurusan Pergantian Antar Waktu Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan.

Sprin lidik tersebut diduga tertuju kepada nama-nama penyidik KPK. Padahal, pada saat yang bersamaan komisioner dan Dewas KPK periode 2019 hingga 2023 telah resmi dilantik oleh Presiden Jokowi. Sprin lidik yang dimaksud Karyono terkait OTT Wahyu Setiawan tersebut bernomor 146/01/12/2019 yang mana sudah ditandatangani 20 Desember tahun 2010 silam oleh Agus Raharjo.

Karyono menilai, jika beredarnya surat tersebut benar maka hal itu bisa memicu berbagai persepsi negatif bagi lembaga anti rasuah. Bahkan, publik akan menafsirkan ada target lain di balik upaya penegakan hukum tersebut.

Di lain pihak, Peneliti Indonesia Corruption Watch, Adnan Topan Husodo, juga menilai, ketika KPK menyasar target yang mempunyai pengaruh cukup besar, seringkali jalannya tidak mulus. Setidaknya terdapat dua faktor yang menjadi penyebab.

Misalnya informasi berkenaan dengan OTT secara parsial bocor sehingga antisipasi telah dilakukan. Selain itu, jejaring target cukup kuat sehingga mampu memanfaatkan berbagai akses guna menghalang-halangi upaya penegakan hukum KPK.

Hal ini berarti, KPK perlu kembali diperkuat melalui pembatalan UU No 19/2019. Karena, konsep Dewan Pengawas yang ada di dalam UU menambah panjang jalan birokrasi penegakan hukum KPK. Hal Inilah yang dianggap sebagai celah dan membuat kinerja KPK terhambat. Dirinya berharap jika kejanggalan-kejanggalan ini bukanlah sinyal KPK kini mulai tebang pilih saat melakukan upaya penindakan.

Kendati demikian, kasus OTT komisioner KPU ini memang wajib diproses karena sudah ada minimal dua alat bukti yang memberatkan tersangka. Karyono bahkan mewanti-wanti jangan sampai KPK bermanuver politik layaknya parpol, karena akan berpotensi cacat prosedur maupun cacat administrasi. Jika sudah demikian, lunturlah kepercayaan publik.

Sementara itu, pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta, menyatakan perlu adanya sejumlah evaluasi administrasi di KPK. Pasalnya, jika Surat Perintah Penyelidikan KPK yang terkait OTT komisioner KPU itu benar adanya maka prosedur administrasi semacam itu bisa dianggap mencari celah untuk meluluskan tujuan tertentu.

Menurutnya, pemberantasan kasus mafia atau korupsi itu harus dilakukan dan siapapun yang terlibat harus ditindak secara tegas tanpa kompromi. Namun, dalam penanganannya KPK perlu memandang aturan yang berlaku termasuk harus taat prosedur dan juga syarat administrasinya.

Dirinya berharap, jangan sampai pemberantasan korupsi ini mengalami intervensi karena adanya ketidaktertiban administrasi. Sebab, jika hal ini sampai terjadi, KPK bisa digugat melalui praperadilan yang dampaknya kontraproduktif bagi KPK sendiri.

Rentetan kasus dugaan kejanggalan sprin lidik melalui KPK ini menambah daftar hitam atas tidak profesionalnya kinerja lembaga anti rasuah tersebut. Padahal, pemerintah juga telah berupaya mendukung segala sepak terjang KPK untuk meringkus segala koruptor tanpa secuil kompromi-pun. Masih ada waktu untuk terus berbenah. Dan yang terpenting ialah klarifikasi pihak KPK sendiri terkait penerbitan Sprin Lidik yang diduga telah dimanipulasi. Agar, segalanya menjadi jelas dan transparan, serta tidak terkesan sedang membohongi publik.

 

Ditulis Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : PDIP Terjerat Kasus Korupsi


#KPK #OTT Komisioner KPU #Banteng VS Cicak #PDIP Terjerat Kasus Korupsi #PDIP VS KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






33 menit yang lalu

Fakta Menyebutkan Tak Semua Virus Corona pada Hewan Bisa Menginfeksi Manusia

Beritacenter.COM - Kelelawar dan berbagai hewan lainnya sempat disebut sebagai penyebar wabah virus corona. Meski..
38 menit yang lalu

Demo di Balai Kota Ricuh, Massa Loncat Pagar dan Lempari Tomat ke Kantor Anies Baswedan

Beritacenter.COM - Gerakan Jaga Indonesia (GJI) melakukan demo penolakan revitalisasi Monas dan Taman Ismail Marzuki..
1 jam yang lalu

WNA asal Rusia Tewas Tenggelam di Pantai Pasut Bali

Beritacenter.COM - Hendak berfoto-foto, seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia, Avelina (22) tewas usai terseret..
1 jam yang lalu

Sambangi Menko Polhukam Mahfud MD, Kabakamla Bahas UU Keamanan Laut

Beritacenter.COM - Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksamana Madya (Laksdya) Aan Kurnia mengunjungi Menteri..
2 jam yang lalu

Disekap 10 Hari, Gadis Dibawah Umur Dipaksa 'Threesome' oleh Pasutri di Brebes

Beritacenter.COM - Seorang gadis asal Bumiayu, Brebes, disekap oleh pasangan suami-istri (pasutri), Sarkum (51) dan..
2 jam yang lalu

Malu Diteriaki Tagih 'Utang', Jadi Alasan IRT di Bandung Pukul Rentenir Pakai Tabung Gas

Beritacenter.COM - Ibu rumah tangga (IRT) berisial S (38) warga Kampung Buni Kasih RT 01/21, Desa Lebakmuncang,..
2 jam yang lalu

Peluang Ahok Maju Pilpres 2024

Kalau dalam sepakbola, kemenangan ditentukan berapa banyak gol yang dicetak dikurangi jumlah kemasukan gol. Secantik..
3 jam yang lalu

Kabareskrim: Tersangka Kondensat Rp35 Triliun Diduga Sembunyi di Singapura

Dalam kesempatan ini kami laporkan juga bahwa beberapa upaya untuk menghadirkan tersangka HW ini sudah kami lakukan..
3 jam yang lalu

Hendak Bakar Sampah, Api Justru Merambat dan Membakar Dapur

Beritacenter.COM - Suminah (70), seorang warga di Dusun 2, Kalurahan Pandowan, Kapanewon Galur, harus kehilangan..
3 jam yang lalu

Cegah Bentrokan, Polisi Larang Jakmania datang ke Laga Perebaya vs Persija di Sidoarjo

Beritacenter.COM - Guna menghindari bentrokan antar kedua suporter, pertandingan Final Piala Gubernur Jatim antara..
4 jam yang lalu

Cara Agar WhatsApp Tak Diretas Orang Lain...

Namun, siapa sangka jika aplikasi paling laris ini rawan disadap? Akhir-akhir ini banyak berita dan informasi yang..
4 jam yang lalu

Mayat Bayi Laki-Laki yang Ditemukan di Kali Ciliwung Diduga Hanyut Dari Daerah Ini...

Beritacenter.COM - Bayi laki-laki ditemukan tewas di kali Ciliwung, Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan,..
4 jam yang lalu

Alhamdulillah... Salah Satu TKW Asal Indonesia Berhasil Sembuh dari Virus Corona...

Diketahui juga jika warga negara Indonesia tersebut adalah salah satu Tenaga Kerja Wanita yang sudah lama bekerja di..
4 jam yang lalu

Emak-emak Pukul Rentenir dengan Tabung Gas, Wajah dan Kepala Terluka 40 Jahitan

Beritacenter.COM - Masalah hutang-piutang, membuat rentenir wanita berinisial TRT (50) terluka. TRT dipukuli oleh..
4 jam yang lalu

Gerindra dan Absolutisme Kuasa Prabowo

Partai Gerindra merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-12 pada 6 Februari 2020. Namun, nuansa perayaan ulang tahun..
5 jam yang lalu

Polisi soal Ricuh Suporter Persebaya-Arema di Blitar: Tak Ada Korban Jiwa, 3 Korban Luka

Kembali saya tegaskan ya, tidak ada korban meninggal. Ada tiga korban luka
5 jam yang lalu

Bak 'Godfather', Bandar Sabu di Pasuruan Provokasi Warga Lempari Polisi

Tersangka ini orang yang disegani di sana, seperti Godfather. Sejumlah orang jadi tameng dia saat ditangkap. Dia..
5 jam yang lalu

Mau Demo KPK, 212 Sarat Kepentingan Politik

Acara reuni 212 di KPK yang bakal dihelat FPI dkk dianggap banyak pihak sarat kepentingan dan mencari sensasi...
5 jam yang lalu

Bupati OGU Dipanggil KPK Terkait Masalah Ini...

Diketahui juga jika hal tersebut dibenarkan oleh pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Menurut Ali Fikri,..
5 jam yang lalu

Cegah Virus Corona, Pria di Singapura Cuci Uang Pakai Sabun

BeritaCenter.COM – Wabah virus Corona atau Covid-19 kian mengganas menyebar ke puluhan negara. Korban yang..
6 jam yang lalu

Puluhan Karyawan Pabrik di Bekasi Keracunan, Polisi: Diduga Karena Makanan

BeritaCenter.COM – Puluhan karyawan salah satu pabrik baja di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengalami keracunan...
6 jam yang lalu

Penemuan Mayat Bayi Gemparkan Warga Pajangan

Beritacenter.COM - Warga di pinggir Sungai Progo Padukuhan Mangir RT 02, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, sontak..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi