Sabtu, 30 Mei 2020 - 06:55 WIB

Mewaspadai Gerakan Radikalisme di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Penyebaran paham radikal di Indonesia masih masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Salah satu sebabnya penyebaran paham tersebut mulai menyasar kalangan generasi muda, bahkan kalangan terdidik di Indonesia. Pemerintah perlu mengambil langkah tegas dengan melibatkan banyak pihak dalam upaya deradikalisasi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa radikalisme merupakan upaya sistematis yang dilakukan individu atau kelompok untuk melakukan perubahan radikal sampai ke akar-akarnya dengan menggunakan kekerasan baik fisik maupun verbal.

Pegiat anti-radikalisme Haidar Alwi menyebutkan bahwa di Indonesia, ada 3 macam radikalisme. Pertama adalah radikalisme secara keyakinan. Radikalisme seperti ini adalah orang yang selalu menilai orang lain kafir.

Radikalisme semacam itu kerap memberikan penilaian atau penghakiman bahwa seseorang akan masuk neraka kecuali golongan/kelompoknya.

Radikalisme jenis kedua adalah secara tindakan. Dalam jenis tersebut, Haidar mencontohkan seperti kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Hasil pengamatannya adalah, JAD merupakan kelompok yang selalu menghalalkan segala cara, termasuk melakukan pembunuhan atas nama agama.

Yang ketiga adalah radikal dalam bentuk politik. Radikalisme macam ini adalah keinginan suatu kelompok yang ingin mengganti ideologi negara yang sah yakni Pancasila dengan ideologi Khilafah.

Dari ketiga jenis tersebut, Haidar mengatakan jumlah pengikut ketiganya marak di Indonesia. Bahkan, dirinya sesumbar bahwa saat ini Indonesia dalam situasi yang darurat akan paham radikal.

Tentu saja paham radikal masih menjadi ancaman yang serius bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengakui, persoalan radikalisme di Indonesia sudah mulai meningkat sejak 10 tahun terakhir.

Menurutnya, selama 10 tahun terakhir ini alarm akan adanya gerakan radikalisme di Indonesia sesungguhnya sudah berbunyi, Termasuk ketika Indonesia sedang melakukan agenda Pemilu yang kerap diiringi dengan meningkatnya intoleransi di Indonesia.

Oleh karena itu, dalam periode kedua pemerintahan Jokowi, dirinya akan memprioritaskan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berlandaskan Pancasila. Semua itu dilakukan agar muncul penguatan Pancasila di tengah masyarakat.

Supiadin Aries Saputra menjelaskan, gerakan radikalisme sudah ada sejak lama di Indonesia, Ia mencontohkan bagaimana ketika ada pemberontakan DI TII maupun NII pada masa awal kemerdekaan.

Hal tersebut tentu menjadi bukti bahwa radikalisme dan terorisme telah menjadi ancaman nyata bagi kedamaian dan keutuhan NKRI, oleh karena itu tidak ada jalan lain, radikalisme dan terorisme haruslah diberantas hingga ke akar-akarnya.

Selain itu penindakan secara tegas juga harus diterapkan kepada mereka yang terpapar radikalisme. Hal ini dikarenakan para pengikut kelompok radikal juga terus melakukan upaya untuk menyebarkan paham dan ideologinya ke segala lapisan masyarakat.

Jika ditelisik lebih dalam, tentu ada faktor yang mendasari seseorang mudah terpapar radikalisme, mulai dari ekonomi, sosial, pemahaman agama dan lain-lain.

 

Oleh karena itu untuk mencegah radikalisme sampai ke akar-akarnya, pendekatan secara ekonomi, pelibatan tokoh agama, ormas maupun LSM juga diperlukan dalam upayan deradikalisasi di Indonesia.

Bukti akan eksistensi paham radikalisme masih terekam diberbagai media, seperti bom bunuh diri di Medan, sampai pada penusukan Mantan Menko Polhukam Wiranto. Hal  tersebut tentu menunjukkan bahwa paham atau ideologi radikal telah masuk secara massif dan sistematis ke semua kalangan dan lapisan masyarakat.

 

Dengan adanya korban tersebut, menjadi bukti bahwa radikalisme telah menghilangkan sisi kemanusiaan, sehingga rasa empati dan nilai persaudaraan itu menjadi hilang. Hal itu terjadi karena penganut paham radikal telah mendapat asupan doktrin kekerasan, takfiri dan jihad yang salah arah.

 

Ironisnya, ada tokoh yang tetap menyudutkan pemerintah dengan membuat tuduhan bahwa aksi penusukan terhadap Wiranto tersebut adalah rekayasa.

 

Meski ormas yang anti terhadap Pancasila telah dibubarkan, namun ideologi mereka masih bersemayam dan tetap menginginkan untuk menegakkan khilafah, walau harus menggunakan aksi teror ataupun kekerasan.

Persebaran paham radikal di Indonesia juga terjadi di sosial media, hal ini dikarenakan banyaknya orang Indonesia yang mengakses konten dakwah di internet dibandingkan dengan ulama yang mengadakan pengajian di kampung.

Jika radikal mengajarkan kekerasan, sudah pasti ajaran tersebut tidak sesuai dengan agama Islam, karena islam memiliki arti perdamaian, dan Dakwah Islam bertujuan untuk menyebarkan kasih sayang dan kebaikan, bukan sikap saling membenci dan menyakiti.

 

 

Oleh : Alfisyah Kumalasari 

 pengamat sosial politik

 





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok radikal #Radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 jam yang lalu

Angkut Penumpang Tanpa SIKM, Travel Ilegal Terjaring Razia di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyetop kendaraan pariwisata atau travel yang nekat membawa pemudik..
9 jam yang lalu

Warga Lahat Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Pinggir Jalan, Polisi : Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Warga Kecamatan Gumay Talang digegerkan temuan mayat penuh luka di pinggir jalan, Lahat, Sumatera..
10 jam yang lalu

Gegara Rem Blong, Truk Bermuatan Sayur Terjun Bebas ke Jurang di Jambi

Beriitacenter.COM - Sebuah truk diesel bermuatan sayur mengalami kecelakaan di jalan Desa Muara Emat, Batang..
12 jam yang lalu

Luapan Kekecewaan Risma saat Mobil PCR BNPB Dibawa ke Tulungagung dan Lamongan

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seketika merasa kecewa dan sedih saat mendengar ratusan..
13 jam yang lalu

Sempat Positif Corona Setelah Melahirkan, Ibu di Kudus Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial M (35) warga Desa Trenggeles, Kecamatan Mejobo, sempat terkonfirmasi positif..
14 jam yang lalu

Diamankan Terkait Postingan Hoax soal Jokowi di Twitter, Pria di Cianjur Ngaku di Hack

Itu akun saya, tapi saya tidak tahu (postingan) pak, akun saya di-hack
15 jam yang lalu

Dukung Pelibatan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat, NasDem: Demi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mendukung upaya presiden Jokowi menerapkan tatanan normal..
16 jam yang lalu

Dukung Jokowi soal New Normal, Golkar: Kebijakan Strategis Tanpa Abaikan Penanganan Corona

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang tengah..
16 jam yang lalu

Jokowi Siapkan Kebijakan New Normal, NasDem: Bagus dan Perlu Didukung

BeritaCenter.COM - Partai NasDem mendukung rencana presiden Jokowi untuk menerapkan tatanan normal baru atau 'new..
16 jam yang lalu

Berubah! Dokter Ini Pakai Kostum Unik Saat Periksa Pasien

Beritacenter.COM - Dokter bernama Rollando Erric Manibuy memiliki cara untuk menghibur para pasiennya di Rumah..
16 jam yang lalu

Gerindra Dukung Jokowi Persiapkan New Normal dengan Melibatkan TNI-Polri

BeritaCenter.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari mendukung upaya Jokowi yang menerjunkan..
17 jam yang lalu

Pemerintah Siapkan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona

BeritaCenter.COM - Protokol untuk masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19 tengah..
17 jam yang lalu

Kabar Baik! Pemeriksaan Spesimen Corona Capai Target, Pakar UGM Minta Dipertahankan Secara Konsisten

BeritaCenter.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Gajah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad meminta pemerintah..
17 jam yang lalu

Suami Ini Tebas Leher Istrinya Setelah Lebaran

Beritacenter.COM - Setan apa yang merasuki HI (29) warga Dusun II, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat,..
18 jam yang lalu

Geger !!! Warga Temukan Kerangka Manusia Misterius di Bogor

Beritacenter.COM - Warga di Kampung Cigorowong, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat..
19 jam yang lalu

Setubuhi Bocah Dibawah Umur, Seorang Remaja di Makassar Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang remaja bernama Pandi alias Lele (25) ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Makassar karena..
20 jam yang lalu

Media Sebagai Sarana Psy Ops Politik Menyerang Presiden Jokowi?

Beberapa hari terakhir, penulis mendapat message dari beberapa teman tentang adanya psychological Operation, berita..
21 jam yang lalu

Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Motor Yamaha Vixion Terbakar Hebat

Beritacenter.COM - Motor Vixon terbakar hebat setelah terlibat kecelakaan di jalur pantura Tuban, tepatnya Desa..
21 jam yang lalu

Asik Main Sendirian Di Telaga, Bocah Tewas Tenggelam

Beritacenter.COM - Satria Bambang Hadi Saputra (12) warga Desa Wolu Tengah, Kecamatan Kerek, Tuban, ditemukan tewas..
22 jam yang lalu

Optimis Indonesia Menang Lawan Covid-19

Masih ingatkah dengan kisah pasien 1,2 dan 3 yang sembuh dari covid-19? Mereka sembuh tanpa menggunakan vaksin khusus..
22 jam yang lalu

Masa PSBB Jabar Diperpanjang Hingga 12 Juni 2020

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Jabar Nomor..
22 jam yang lalu

Harga Emas Dunia Meroket Imbas Ketegangan AS-China

Beritacenter.COM - Harga emas dunia kembbali naik imbas ketegangan Amerika Serikat dan China. Harga emas di pasar..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi