Rabu, 19 Pebruari 2020 - 18:22 WIB

Mewaspadai Gerakan Radikalisme di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Penyebaran paham radikal di Indonesia masih masuk dalam kategori mengkhawatirkan. Salah satu sebabnya penyebaran paham tersebut mulai menyasar kalangan generasi muda, bahkan kalangan terdidik di Indonesia. Pemerintah perlu mengambil langkah tegas dengan melibatkan banyak pihak dalam upaya deradikalisasi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa radikalisme merupakan upaya sistematis yang dilakukan individu atau kelompok untuk melakukan perubahan radikal sampai ke akar-akarnya dengan menggunakan kekerasan baik fisik maupun verbal.

Pegiat anti-radikalisme Haidar Alwi menyebutkan bahwa di Indonesia, ada 3 macam radikalisme. Pertama adalah radikalisme secara keyakinan. Radikalisme seperti ini adalah orang yang selalu menilai orang lain kafir.

Radikalisme semacam itu kerap memberikan penilaian atau penghakiman bahwa seseorang akan masuk neraka kecuali golongan/kelompoknya.

Radikalisme jenis kedua adalah secara tindakan. Dalam jenis tersebut, Haidar mencontohkan seperti kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Hasil pengamatannya adalah, JAD merupakan kelompok yang selalu menghalalkan segala cara, termasuk melakukan pembunuhan atas nama agama.

Yang ketiga adalah radikal dalam bentuk politik. Radikalisme macam ini adalah keinginan suatu kelompok yang ingin mengganti ideologi negara yang sah yakni Pancasila dengan ideologi Khilafah.

Dari ketiga jenis tersebut, Haidar mengatakan jumlah pengikut ketiganya marak di Indonesia. Bahkan, dirinya sesumbar bahwa saat ini Indonesia dalam situasi yang darurat akan paham radikal.

Tentu saja paham radikal masih menjadi ancaman yang serius bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengakui, persoalan radikalisme di Indonesia sudah mulai meningkat sejak 10 tahun terakhir.

Menurutnya, selama 10 tahun terakhir ini alarm akan adanya gerakan radikalisme di Indonesia sesungguhnya sudah berbunyi, Termasuk ketika Indonesia sedang melakukan agenda Pemilu yang kerap diiringi dengan meningkatnya intoleransi di Indonesia.

Oleh karena itu, dalam periode kedua pemerintahan Jokowi, dirinya akan memprioritaskan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berlandaskan Pancasila. Semua itu dilakukan agar muncul penguatan Pancasila di tengah masyarakat.

Supiadin Aries Saputra menjelaskan, gerakan radikalisme sudah ada sejak lama di Indonesia, Ia mencontohkan bagaimana ketika ada pemberontakan DI TII maupun NII pada masa awal kemerdekaan.

Hal tersebut tentu menjadi bukti bahwa radikalisme dan terorisme telah menjadi ancaman nyata bagi kedamaian dan keutuhan NKRI, oleh karena itu tidak ada jalan lain, radikalisme dan terorisme haruslah diberantas hingga ke akar-akarnya.

Selain itu penindakan secara tegas juga harus diterapkan kepada mereka yang terpapar radikalisme. Hal ini dikarenakan para pengikut kelompok radikal juga terus melakukan upaya untuk menyebarkan paham dan ideologinya ke segala lapisan masyarakat.

Jika ditelisik lebih dalam, tentu ada faktor yang mendasari seseorang mudah terpapar radikalisme, mulai dari ekonomi, sosial, pemahaman agama dan lain-lain.

 

Oleh karena itu untuk mencegah radikalisme sampai ke akar-akarnya, pendekatan secara ekonomi, pelibatan tokoh agama, ormas maupun LSM juga diperlukan dalam upayan deradikalisasi di Indonesia.

Bukti akan eksistensi paham radikalisme masih terekam diberbagai media, seperti bom bunuh diri di Medan, sampai pada penusukan Mantan Menko Polhukam Wiranto. Hal  tersebut tentu menunjukkan bahwa paham atau ideologi radikal telah masuk secara massif dan sistematis ke semua kalangan dan lapisan masyarakat.

 

Dengan adanya korban tersebut, menjadi bukti bahwa radikalisme telah menghilangkan sisi kemanusiaan, sehingga rasa empati dan nilai persaudaraan itu menjadi hilang. Hal itu terjadi karena penganut paham radikal telah mendapat asupan doktrin kekerasan, takfiri dan jihad yang salah arah.

 

Ironisnya, ada tokoh yang tetap menyudutkan pemerintah dengan membuat tuduhan bahwa aksi penusukan terhadap Wiranto tersebut adalah rekayasa.

 

Meski ormas yang anti terhadap Pancasila telah dibubarkan, namun ideologi mereka masih bersemayam dan tetap menginginkan untuk menegakkan khilafah, walau harus menggunakan aksi teror ataupun kekerasan.

Persebaran paham radikal di Indonesia juga terjadi di sosial media, hal ini dikarenakan banyaknya orang Indonesia yang mengakses konten dakwah di internet dibandingkan dengan ulama yang mengadakan pengajian di kampung.

Jika radikal mengajarkan kekerasan, sudah pasti ajaran tersebut tidak sesuai dengan agama Islam, karena islam memiliki arti perdamaian, dan Dakwah Islam bertujuan untuk menyebarkan kasih sayang dan kebaikan, bukan sikap saling membenci dan menyakiti.

 

 

Oleh : Alfisyah Kumalasari 

 pengamat sosial politik

 





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Bahaya Laten Radikalisme #Radikal #Kelompok radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






39 menit yang lalu

Sambangi Menko Polhukam Mahfud MD, Kabakamla Bahas UU Keamanan Laut

Beritacenter.COM - Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksamana Madya (Laksdya) Aan Kurnia mengunjungi Menteri..
57 menit yang lalu

Disekap 10 Hari, Gadis Dibawah Umur Dipaksa 'Threesome' oleh Pasutri di Brebes

Beritacenter.COM - Seorang gadis asal Bumiayu, Brebes, disekap oleh pasangan suami-istri (pasutri), Sarkum (51) dan..
1 jam yang lalu

Malu Diteriaki Tagih 'Utang', Jadi Alasan IRT di Bandung Pukul Rentenir Pakai Tabung Gas

Beritacenter.COM - Ibu rumah tangga (IRT) berisial S (38) warga Kampung Buni Kasih RT 01/21, Desa Lebakmuncang,..
1 jam yang lalu

Peluang Ahok Maju Pilpres 2024

Kalau dalam sepakbola, kemenangan ditentukan berapa banyak gol yang dicetak dikurangi jumlah kemasukan gol. Secantik..
1 jam yang lalu

Kabareskrim: Tersangka Kondensat Rp35 Triliun Diduga Sembunyi di Singapura

Dalam kesempatan ini kami laporkan juga bahwa beberapa upaya untuk menghadirkan tersangka HW ini sudah kami lakukan..
2 jam yang lalu

Hendak Bakar Sampah, Api Justru Merambat dan Membakar Dapur

Beritacenter.COM - Suminah (70), seorang warga di Dusun 2, Kalurahan Pandowan, Kapanewon Galur, harus kehilangan..
2 jam yang lalu

Cegah Bentrokan, Polisi Larang Jakmania datang ke Laga Perebaya vs Persija di Sidoarjo

Beritacenter.COM - Guna menghindari bentrokan antar kedua suporter, pertandingan Final Piala Gubernur Jatim antara..
2 jam yang lalu

Cara Agar WhatsApp Tak Diretas Orang Lain...

Namun, siapa sangka jika aplikasi paling laris ini rawan disadap? Akhir-akhir ini banyak berita dan informasi yang..
2 jam yang lalu

Mayat Bayi Laki-Laki yang Ditemukan di Kali Ciliwung Diduga Hanyut Dari Daerah Ini...

Beritacenter.COM - Bayi laki-laki ditemukan tewas di kali Ciliwung, Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan,..
3 jam yang lalu

Alhamdulillah... Salah Satu TKW Asal Indonesia Berhasil Sembuh dari Virus Corona...

Diketahui juga jika warga negara Indonesia tersebut adalah salah satu Tenaga Kerja Wanita yang sudah lama bekerja di..
3 jam yang lalu

Emak-emak Pukul Rentenir dengan Tabung Gas, Wajah dan Kepala Terluka 40 Jahitan

Beritacenter.COM - Masalah hutang-piutang, membuat rentenir wanita berinisial TRT (50) terluka. TRT dipukuli oleh..
3 jam yang lalu

Gerindra dan Absolutisme Kuasa Prabowo

Partai Gerindra merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-12 pada 6 Februari 2020. Namun, nuansa perayaan ulang tahun..
3 jam yang lalu

Polisi soal Ricuh Suporter Persebaya-Arema di Blitar: Tak Ada Korban Jiwa, 3 Korban Luka

Kembali saya tegaskan ya, tidak ada korban meninggal. Ada tiga korban luka
4 jam yang lalu

Bak 'Godfather', Bandar Sabu di Pasuruan Provokasi Warga Lempari Polisi

Tersangka ini orang yang disegani di sana, seperti Godfather. Sejumlah orang jadi tameng dia saat ditangkap. Dia..
4 jam yang lalu

Mau Demo KPK, 212 Sarat Kepentingan Politik

Acara reuni 212 di KPK yang bakal dihelat FPI dkk dianggap banyak pihak sarat kepentingan dan mencari sensasi...
4 jam yang lalu

Bupati OGU Dipanggil KPK Terkait Masalah Ini...

Diketahui juga jika hal tersebut dibenarkan oleh pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Menurut Ali Fikri,..
4 jam yang lalu

Cegah Virus Corona, Pria di Singapura Cuci Uang Pakai Sabun

BeritaCenter.COM – Wabah virus Corona atau Covid-19 kian mengganas menyebar ke puluhan negara. Korban yang..
5 jam yang lalu

Puluhan Karyawan Pabrik di Bekasi Keracunan, Polisi: Diduga Karena Makanan

BeritaCenter.COM – Puluhan karyawan salah satu pabrik baja di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengalami keracunan...
5 jam yang lalu

Penemuan Mayat Bayi Gemparkan Warga Pajangan

Beritacenter.COM - Warga di pinggir Sungai Progo Padukuhan Mangir RT 02, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, sontak..
5 jam yang lalu

Kabar Duka! Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Ghozali Masruri Meninggal Dunia

BeritaCenter.COM - Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Ghozali Masruri meninggal dunia. Kiai Ghozali dikabarkan..
5 jam yang lalu

Polisi Tegaskan Belum Terima Pemberitahuan Aksi 212

BeritaCenter.COM – Polda Metro Jaya membantah pernyataan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif..
5 jam yang lalu

Motor TVS VS Mobil Daihatsu, Satu Orang Patah-patah

Beritacenter.COM - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor TVS dengan sebuah mobil Daihatsu terjadi di..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi