Rabu, 19 Pebruari 2020 - 19:31 WIB

Ketika Negara Membuka Pintu Bagi Para Perampok

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 21 Januari 2020 | 19:29 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Dalam kasus Jiwasraya, ingatan saya justru tertuju pada kisaran waktu tahun 2013. Apa jadinya jika Perbankan, Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank bekerja nyaris tanpa pengawasan? Itulah yang terjadi pada interval waktu Agustus 2012 sampai akhir 2013. Saat itu adalah masa transisi dan pelimpahan dari Bidang Pengawasan BI serta Bapepam LK kepada OJK.

Pada bulan Juni 2013, saya mendatangi OJK dengan maksud mendiskusikan beberapa hal kejanggalan terkait kinerja beberapa Bank Plat Merah. Dimana saat itu beberapa Bank Pembangunan Daerah mencatatkan NPL (Non Performing Loan) untuk KUR (Kredit Usaha Rakyat) hingga belasan persen jauh diatas angka kewajaran yang ditentukan, yaitu sebesar 5%. Bahkan terkesan terjadi pembiaran dari lembaga terkait yang seharusnya melakukan pengawasan. Karena yang terjadi saat itu, OJK malah belum sepenuhnya efektif bekerja. Disisi lain fungsi pengawasan sudah dilimpahkan dari BI.

Lalu, apa hubungannya dengan Jiwasaraya? Pada 12 Desember 2012, Bapepam LK memberikan izin produk untuk JS Proteksi Plan. Produk ini dipasarkan melalui kerja sama dengan Bank (bancassurance). Celakanya, ijin ini dikeluarkan ketika Bapepam LK tinggal menghitung hari saat tugas dan wewenangnya akan diambil alih OJK. Celakanya lagi, produk ini menawarkan bunga tinggi, yakni 9 hingga 13% melampaui bunga deposito. Sehingga, secara hitungan bisnis, Jiwasraya harus mengalihkan dana nasabahnya ke dalam investasi yang menjanjikan bunga diatas 13% agar memperoleh pendapatan melalui selisih bunga antara dana nasabah dengan hasil investasi. Disinilah JS memilih investasi ke pasar modal. Dan salah satunya dengan membeli saham BJBR. Saham milik Bank Plat Merah yang saat itu juga saya soroti terkait angka NPL KUR nya yang tinggi.

Pertanyaannya, bukankah performa kinerja yang buruk dengan pencatatan NPL tinggi seharusnya mempengaruhi nilai harga sahamnya? Kenapa ini justru berbanding terbalik, dimana harga saham BJBR saat itu justru terus menanjak? Inilah tugas dari kelompok "Tahu Bulat Digoreng Dadakan". Saham BJBR digoreng sedemikian rupa oleh kelompok ini dengan cara memborongnya sehingga menimbulkan reaksi (pasar) positif atas emiten ini. Saat nilai sahamnya merangkak naik, dicarilah calon "tumbal" agar berminat menanamkan investasi pada saham ini. Dan saat tumbal sudah "all out" masuk dan semakin menambah nilai dongkrak, di kemudian hari dana gorengan itu (berikut keuntungannya) akan ditarik oleh penggoreng yang menyebabkan melorotnya (kembali) nilai saham tersebut. Disinilah awal petaka bagi Jiwasraya.

Dalam hal ini JS saya katakan calon tumbal karena memang sebelumnya sudah dalam keadaan kurang sehat sejak 2004. Saat itu JS melaporkan cadangan lebih kecil dari yang seharusnya dan berlanjut pada 2006 saat laporan keuangan menunjukkan nilai ekuitas negatif Rp 3,29 triliun. Mirip dengan kasus Century, dimana Bank yang sakit diskenario akan diselamatkan dengan dana talangan. Untuk kasus JS lebih parah lagi. Selain dana nasabah yang digunakan untuk memborong saham BJBR, dana yang digunakan untuk menggoreng emiten ini patut diduga juga dari hasil membobol uang negara melalui rangkaian penyaluran KUR fiktif yang terkuak dikemudian hari. Ini sekaligus sebagai upaya pencucian uang untuk merubah sifat nominal (uang) menjadi nilai (saham). Terbukti, setelah BJBR tak lagi menjadi penyalur KUR karena penyimpangannya berangsur terkuak, nilai sahamnya mulai ngos-ngosan.

Kesimpulannya, ini bisa dikatakan sebagai "Lingkaran Setan" dimana saat itu Negara seakan membukakan pintu untuk para garong agar merampok rumahnya. Makanya jangan heran jika dikurun waktu itu, Kejahatan Kerah Putih sedang marak-maraknya. Kredit Fiktif, Gorengan Saham, Investasi Bodong, Skema Ponzi, Perusahaan Cangkang dan lain sebagainya. Dan ketika semua kejahatan itu saat ini terbongkar, yang dituduh dan disalahkan malah rezim pembongkarnya. Apik tenan!

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan





Fokus : Kasus Jiwasraya


#Jiwasraya #Kasus Jiwasraya #Kasus Korupsi Jiwasraya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






34 menit yang lalu

Fakta Menyebutkan Tak Semua Virus Corona pada Hewan Bisa Menginfeksi Manusia

Beritacenter.COM - Kelelawar dan berbagai hewan lainnya sempat disebut sebagai penyebar wabah virus corona. Meski..
39 menit yang lalu

Demo di Balai Kota Ricuh, Massa Loncat Pagar dan Lempari Tomat ke Kantor Anies Baswedan

Beritacenter.COM - Gerakan Jaga Indonesia (GJI) melakukan demo penolakan revitalisasi Monas dan Taman Ismail Marzuki..
1 jam yang lalu

WNA asal Rusia Tewas Tenggelam di Pantai Pasut Bali

Beritacenter.COM - Hendak berfoto-foto, seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia, Avelina (22) tewas usai terseret..
1 jam yang lalu

Sambangi Menko Polhukam Mahfud MD, Kabakamla Bahas UU Keamanan Laut

Beritacenter.COM - Kepala Badan Keamanan Laut (Kabakamla) Laksamana Madya (Laksdya) Aan Kurnia mengunjungi Menteri..
2 jam yang lalu

Disekap 10 Hari, Gadis Dibawah Umur Dipaksa 'Threesome' oleh Pasutri di Brebes

Beritacenter.COM - Seorang gadis asal Bumiayu, Brebes, disekap oleh pasangan suami-istri (pasutri), Sarkum (51) dan..
2 jam yang lalu

Malu Diteriaki Tagih 'Utang', Jadi Alasan IRT di Bandung Pukul Rentenir Pakai Tabung Gas

Beritacenter.COM - Ibu rumah tangga (IRT) berisial S (38) warga Kampung Buni Kasih RT 01/21, Desa Lebakmuncang,..
2 jam yang lalu

Peluang Ahok Maju Pilpres 2024

Kalau dalam sepakbola, kemenangan ditentukan berapa banyak gol yang dicetak dikurangi jumlah kemasukan gol. Secantik..
3 jam yang lalu

Kabareskrim: Tersangka Kondensat Rp35 Triliun Diduga Sembunyi di Singapura

Dalam kesempatan ini kami laporkan juga bahwa beberapa upaya untuk menghadirkan tersangka HW ini sudah kami lakukan..
3 jam yang lalu

Hendak Bakar Sampah, Api Justru Merambat dan Membakar Dapur

Beritacenter.COM - Suminah (70), seorang warga di Dusun 2, Kalurahan Pandowan, Kapanewon Galur, harus kehilangan..
3 jam yang lalu

Cegah Bentrokan, Polisi Larang Jakmania datang ke Laga Perebaya vs Persija di Sidoarjo

Beritacenter.COM - Guna menghindari bentrokan antar kedua suporter, pertandingan Final Piala Gubernur Jatim antara..
4 jam yang lalu

Cara Agar WhatsApp Tak Diretas Orang Lain...

Namun, siapa sangka jika aplikasi paling laris ini rawan disadap? Akhir-akhir ini banyak berita dan informasi yang..
4 jam yang lalu

Mayat Bayi Laki-Laki yang Ditemukan di Kali Ciliwung Diduga Hanyut Dari Daerah Ini...

Beritacenter.COM - Bayi laki-laki ditemukan tewas di kali Ciliwung, Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan,..
4 jam yang lalu

Alhamdulillah... Salah Satu TKW Asal Indonesia Berhasil Sembuh dari Virus Corona...

Diketahui juga jika warga negara Indonesia tersebut adalah salah satu Tenaga Kerja Wanita yang sudah lama bekerja di..
4 jam yang lalu

Emak-emak Pukul Rentenir dengan Tabung Gas, Wajah dan Kepala Terluka 40 Jahitan

Beritacenter.COM - Masalah hutang-piutang, membuat rentenir wanita berinisial TRT (50) terluka. TRT dipukuli oleh..
4 jam yang lalu

Gerindra dan Absolutisme Kuasa Prabowo

Partai Gerindra merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-12 pada 6 Februari 2020. Namun, nuansa perayaan ulang tahun..
5 jam yang lalu

Polisi soal Ricuh Suporter Persebaya-Arema di Blitar: Tak Ada Korban Jiwa, 3 Korban Luka

Kembali saya tegaskan ya, tidak ada korban meninggal. Ada tiga korban luka
5 jam yang lalu

Bak 'Godfather', Bandar Sabu di Pasuruan Provokasi Warga Lempari Polisi

Tersangka ini orang yang disegani di sana, seperti Godfather. Sejumlah orang jadi tameng dia saat ditangkap. Dia..
5 jam yang lalu

Mau Demo KPK, 212 Sarat Kepentingan Politik

Acara reuni 212 di KPK yang bakal dihelat FPI dkk dianggap banyak pihak sarat kepentingan dan mencari sensasi...
5 jam yang lalu

Bupati OGU Dipanggil KPK Terkait Masalah Ini...

Diketahui juga jika hal tersebut dibenarkan oleh pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Menurut Ali Fikri,..
5 jam yang lalu

Cegah Virus Corona, Pria di Singapura Cuci Uang Pakai Sabun

BeritaCenter.COM – Wabah virus Corona atau Covid-19 kian mengganas menyebar ke puluhan negara. Korban yang..
6 jam yang lalu

Puluhan Karyawan Pabrik di Bekasi Keracunan, Polisi: Diduga Karena Makanan

BeritaCenter.COM – Puluhan karyawan salah satu pabrik baja di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengalami keracunan...
6 jam yang lalu

Penemuan Mayat Bayi Gemparkan Warga Pajangan

Beritacenter.COM - Warga di pinggir Sungai Progo Padukuhan Mangir RT 02, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, sontak..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi