Sabtu, 06 Juni 2020 - 14:55 WIB

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Masyarakat Melalui Media Sosial

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 21 Januari 2020 | 22:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sejak gerakan ISIS menyeruak, proses penyebaran radikalisme berubah, yang sebelumnya melalui kamp-kamp pelatihan, kini kebanyakan penyebaran paham radikal tersebut terjadi melalui media internet. Seakan Media sosial menjadi inkubator radikalisme hingga kemudian tren radikalisme tersebar semakin mudah dan cepat.

Biasanya para pengguna sosial media yang didominasi oleh anak muda tersebut mendapatkan berbagai narasi yang memunculkan persepsi berupa ancaman bahwa dunia ini akan semakin memburuk.

Setelah itu kelompok radikal akan membujuk pengguna sosial media untuk melakukan ‘perbaikan’ pada dunia, kelompok-kelompok radikal tersebut akan menyediakan peran bagi anak-anak muda dengan kalimat. ‘Kalau kamu mau jadi orang yang baik, kamu harus punya kontribusi’.

Tentu saja kalimat tersebut membuat anak muda merasa tertantang, sehingga gairah mudanya akan tersalur pada gerakan ekstreme yang justru sebenarnya menyesatkan.

Meski sudah menjadi ancaman sejak lama, harus kita akui bahwa penyebaran radikalisme merupakan tantangan baru yang terus berkembang, sejalan dengan perkembangan teknologi.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengingatkan agar lingkungan kampus dapat berperan sebagai peredam berbagai kondisi negatif seperti penyebaran paham radikalisme di Indonesia.

Dalam orasi ilmiahnya dalam acara wisuda di UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Ma’ruf menuturkan bahwa kampus UIN hendaknya dapat berperan sebagai stabilisator, utamanya dalam upaya meredam berbagai kondisi negatif yang dapat menciptakan instabilitas di dalam masyarakat, seperti penyebaran paham radikal.

Ma’ruf Amin menjelaskan, penyebaran radikalisme saat ini bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak menutup kemungkinan di lingkungan pendidikan.

Berbagai macam bentuk radikalisme tersebut antara lain menggunakan dalih agama, supremasi etnis yang melahirkan gerakan separatis, serta radikalisme dengan dalih kelompok tertentu.

Dirinya memaparkan, radikalisme terjadi dan mendompleng dalam kehidupan bermasyarakat, saat ini radikalisme agama merupakan yang paling sering digunakan untuk menjustifikasi penggunaan kekerasan.

Tentu saja upaya penangkalan radikalisme menjadi sesuatu yang penting untuk menanggulangi penyebarannya secara masif hingga aksi teror yang dapat mengancam kehidupan masyarakat, karena radikalisme merupakan akar permasalahan utama dari terorisme yang mengancam kehidupan negara dan beragama.

Langkah awal menangkal radikalisme tentu harus dimulai dari upaya menangkal cara berpikir radikal, untuk kemudian memutus proses transfer cara berpikir radikal tersebut dari satu kelompok kepada kelompok lain.

Artinya, Terorisme merupakan hasil dari proses radikalisasi melalui level individu hingga kelompok.

Oleh karena itu, terdapat 2 strategi pencegahan yang semestinya dilakukan, yakni secara hard approach yang merupakan bentuk penindakan dan penegakan hukum terhadap pelaku radikal, sehingga penganut paham tersebut dapat dijatuhi hukuman yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan soft approach yang merupakan bentuk pembinaan terhadap masyarakat untuk mengantisipasi adanya potensi radikalisme dan penggalangannya terhadap napi teroris maupun mantan napi teroris.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris mengatakan, pendekatan dengan menggunakan hati menjadi salah satu kunci dalam menyikapi radikalisme.

Strategi meredam radikalisme dapat dijabarkan dengan konsep 3H, Yaitu heart (hati), hand (tangan), serta head (kepala).

Saat hati tersebut sudah tersentuh, maka akan lebih mudah lagi untuk mencegah atau menangani radikalisme.

Peneliti sekaligus dosen dari UIN Syarif Hidayatullah Yunita Faela Nisa mengungkapkan, pembiasaan diri dalam menyikapi keberagaman tentu menjadi salah satu cara untuk mencegah radikalisme sejak dini.

Hal ini tentu merujuk pada sebuah teori hipotesis kontak, dimana seseorang perlu mengenal bahwa pada dasarnya orang lain memiliki latar belakang yang beragam.

Perlu diketahui juga bahwa hal itu perlu diketahui dan dibiasakan, agar perbedaan bisa menjadi hal positif.

Hal ini tentu saja berbeda dengan kecenderungan radikalis yang merasa dirinya paling benar serta membinasakan siapapun yang berbeda pandangan. Oleh karena itu kita haruslah meningkatkan awareness terhadap orang yang gemar mengatakan kafir terhadap orang lain hanya karena perbedaan keyakinan.

Kita juga harus meyakini bahwa perbedaan di Indonesia itu indah, NKRI di Indonesia memiliki simbol Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Selaing itu literasi media sosial utamanya yang berkaitan dengan radikalisme

 

Oleh : Ahmad Pahlevi
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






37 menit yang lalu

Jaringan 5G Akan Kesulitan Beroperasi

Beritacenter.COM - Saat ini di Indonesia jaringan telekomunikasi sudah mencapai 44,6 juta kilometer persegi..
1 jam yang lalu

Usai Banyak Yang Mengeluh Tagihan Melonjak, PLN Juga Blokir ID Pelangggan

Beritacenter.COM - Para pelanggan listrik banyak yang mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dan pemblokiran..
2 jam yang lalu

Ada 8 Negara Yang Siap Keroyok China Habis-habisan

Beritacenter.COM - Ada delapan negara siap dibentuk oleh aliansi lintas parlemen baru guna mengkeroyok..
4 jam yang lalu

Real Madrid Mulai Tertarik Datangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspurs

Beritacenter.COM - Real Madrid dikabarkan mulai tertarik mendtangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Pemain..
5 jam yang lalu

Hati - Hati, 7 Makanan ini Miliki Kandungan Tinggi Gula

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
6 jam yang lalu

Bejat !!! Seorang Ayah di Jayapura Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial BT (48) warga Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,..
7 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Perkirakan Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Seluruh wilayah di DKI Jakarta diperkirakan cuacnya akan cerah berawan pada akhir pekan ini, Sabtu..
9 jam yang lalu

Penting! Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Sehabis Makan Jika Mau Sehat

Beritacenter.COM - Ada baiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk tak melakukan aktivitas yang berat setelah makan...
10 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Sumsel Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial RS (34) ditangkap polisi lantaran diduga memperkosa anaknya sendiri yang..
11 jam yang lalu

Moeldoko Sebut Kasus Corona Bisa Meningkat Jika Tidak Hati-Hati dalam Menanganinya

Beritacenter.COM - Pemerintah sebut penanganan virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa dianggap sepele...
12 jam yang lalu

Enam Mahasiswa Ditangkap saat Sedang Pesta Narkoba di Bengkulu

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 6 orang mahasiswa yang kedapatan sedang pesta narkoba jenis..
13 jam yang lalu

Acungkan Pisau saat Hendak Ditangkap, Dua Begal Asal Bengkulu Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap dua begal lintas Provinsi usai melakukan aksinya, pada Kamis 4 Juni 2020..
14 jam yang lalu

Gubernur Banten : Empat Ribu Ponpes Akan Segera Dibuka Kembali

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima kunjungan dari pengurus Forum Silaturahmi Pondok..
15 jam yang lalu

Cabuli Muridnya, Guru Honorer di Bengkulu Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang guru honorer berinisial BM (26) yang diduga melakukan..
16 jam yang lalu

10 Pasien Virus Corona Sembuh, Kulon Progo DIY Sandang Status Zona Hijau Covid-19

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan..
16 jam yang lalu

Alhamdulillah, 10 Pasien Positif Corona di Sultra Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali terdengar dari Sulawesi Utara, sebanyak 10 pasien positif virus corona..
17 jam yang lalu

Heboh, Balon Udara Jatuh dan Nyangkut di Kabel Telepon Depan SPBU Kalijambe Sragen

Beritacenter.COM - Heboh, balon udara dilaporkan terjatuh diarea SPBU Kalijambe, di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Desa..
17 jam yang lalu

Densus Sita Buku Jihad-Barang Mengarah ke Teror Dikediaman Terduga Teroris JI di Cirebon

Untuk barang bukti sepenuhnya ranah Densus. Yang diamankan itu ada buku-buku jihad, handphone, kartu keluarga (KK)..
18 jam yang lalu

Pegawai KKP Ngantor Kembali, Antam Novambar: Demi Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Antam Novambar mengatakan, para pegawai..
18 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria di Jayapura Tega Setubuhi Putri Kandung Hingga 5 Kali

Beritacenter.COM - Tega menggahi putri kandungnya sendiri, pria berinisial BT (49) warga Kampung Netar, Sentani..
18 jam yang lalu

Wamenag Tepis Tudingan Soal Uang Ibadah Haji Untuk Perkuat Rupiah

Beritacenter.COM - Dana uang haji yang dikabarkan untuk memperkuat nilai rupiah merupakan kabar berita palsu atau..
19 jam yang lalu

Bongkar 2 Kasus Besar, Satgassus Polri Sita 1,2 Ton Sabu Kurang dari Sebulan

Beritacenter.COM - Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi