Sabtu, 30 Mei 2020 - 05:50 WIB

Mewaspadai Gerakan Radikal di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 24 Januari 2020 | 21:31 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Radikalisme masih menjadi kekhawatiran yang perlu diantisipasi masyarakat dan Pemerintah. Pasalnya, paham Anti Pancasila tersebut mampu memicu aksi kekerasan bahkan teror, sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa.

Permasalahan radikalisme di Indonesia merupakan masalah nasionalisme yang saat ini sudah terkikis. Terdapat 3 tahapan doktrin radikalisme. Hal tersebut dimulai dari Iman, berlanjut ke Hijrah dan puncaknya pada Jihad.

Tahap jihad merupakan tahap terakhir yang membuat seseorang menjadi radikal. Hal itu karena dalam tahapan ini terdapat prinsip untuk memerangi orang kafir, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Prof. Mark Woodward dari Arizona State University mengatakan sebagai sebuah ideologi, radikalisme sangat dimungkinkan tumbuh dimana saja, termasuk agama. Bahkan, di dalam agama yang sama sekalipun sangat mungkin muncul aliran yang berbeda, ada yang mendukung pluralisme dan ada pula yang cenderung radikal.

Sementara itu Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengakui, persoalan radikalisme di Indonesia sudah mulai meningkat sejak 10 tahun terakhir.

Pihaknya menilai, selama 10 tahun terakhir ini alarm adanya gerakan radikalisme di Indonesia sesungguhnya sudah berbunyi. Termasuk ketika Indonesia sedang melakukan agenda Pemilu serta menurunnya kualitas toleransi di Indonesia.

Pemilu pada tahun lalu sarat dengan adanya politik identitas, bahkan sampai ada sekelompok orang yang mengatakan haram memilih salah satu capres. Hal tersebut sudah pasti salah satu bentuk politisasi agama.

Hasil kajian dari Wahid Institute menunjukkan sekitar 0,4 persen atau sekitar 600.000 Warga Negara Indonesia (WNI) pernah melakukan tindakan radikal. Data tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk dewasa yakni sekitar 150 juta jiwa. Karena tidak mungkin balita terlibat dalam gerakan radikal.

Pihaknya juga mengatakan bahwa sikap intoleran di Indonesia cenderung mengalami peningkatan dari sebelumnya, dari 46 % naik menjadi 54 %.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Azyumardi Azra memaparkan, paham radikal yang menganggap pemahamannya paling benar juga telah menyusup ke sekolah menengah melalui tenaga pendidik.

Hasil survei dari lembaga kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP), yang dipimpin oleh Prof Dr Bambang Pranowo, yang juga merupakan Guru Besar Sosiologi Islam di UIN Jakarta pada 2010 lalu, menunjukkan bahwa hampir 50% pelajar setuju dengan tindakan radikal.

Data tersebut juga menunjukkan 25% siswa dan 21 Guru menyatakan bahwa Pancasila tidak relevan lagi. Sementara 84,8% siswa dan 76,2% guru setuju dengan penerapan syariat Islam di Indonesia.

Hal tersebut tentu tidak dapat dibiarkan, jangan sampai paham radikal masuk ke sekolah sehingga nantinya para lulusan sekolah tersebut akan terus mengakar kepada generasi dibawahnya.

Sudah pasti fakta tersebut menjadi tantangan tersendiri, sehingga Para tenaga pendidik dan jajaran kementerian Pendidikan harus memiliki strategi dalam memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa Indonesia adalah bangsa yang memiliki keanekaragaman dan hal tersebut adalah anugerah bagi Indonesia.

Empat Pilar MPR juga seyogyanya disosialisasikan kembali dalam rangka mengingatkan dan menyegarkan kembali komitmen seluruh komponen bangsa. Dengan begitu, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan berbeda Dosen Politeknik Negeri Manado Hery Wensen dan Kepala Sekolah SD Inpres Pinaras Kecamatan Tomohon Selatan, Sjadrie Pengemanan, mengusulkan agar Pancasila dijadikan mata pelajaran sejak dini hingga perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga telah menyambut positif wacana terkait Pendidikan Pancasila agar kembali masuk dalam mata pelajaran.

Hal ini tentu patut kita kawal dan kita dukung karena menyangkut karakter generasi penerus terutama masa depan keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Radikalisme itu satu paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan, kemudian merusak cara berpikir generasi baru. Baik orang Islam atau bUkan orang Islam, kalau melakukan aksi teror tentu bisa disebut sebagai radikal.

Dirjen Pendidikan Islam saat ini telah membuat edaran kepada rektor-rektor perguruan tinggi untuk membuat pusat kajian yang bertujuan untuk melakukan upaya moderasi dalam beragama. Iklim keagamaan yang toleran, moderat, damai dan inklusif haruslah dikembangkan terutama untuk memahami keberagaman.

Salah satu hal paling mungkin dilakukan adalah, ajarkan murid, siswa atau anak didik tentang keberagaman dan kebhinekaan, selain itu tanamkan nilai toleransi terhadap sesama warga negara Indonesia.

Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Terorisme #Kelompok teroris #Teroris #Kelompok Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 jam yang lalu

Angkut Penumpang Tanpa SIKM, Travel Ilegal Terjaring Razia di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyetop kendaraan pariwisata atau travel yang nekat membawa pemudik..
8 jam yang lalu

Warga Lahat Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Pinggir Jalan, Polisi : Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Warga Kecamatan Gumay Talang digegerkan temuan mayat penuh luka di pinggir jalan, Lahat, Sumatera..
9 jam yang lalu

Gegara Rem Blong, Truk Bermuatan Sayur Terjun Bebas ke Jurang di Jambi

Beriitacenter.COM - Sebuah truk diesel bermuatan sayur mengalami kecelakaan di jalan Desa Muara Emat, Batang..
11 jam yang lalu

Luapan Kekecewaan Risma saat Mobil PCR BNPB Dibawa ke Tulungagung dan Lamongan

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seketika merasa kecewa dan sedih saat mendengar ratusan..
12 jam yang lalu

Sempat Positif Corona Setelah Melahirkan, Ibu di Kudus Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial M (35) warga Desa Trenggeles, Kecamatan Mejobo, sempat terkonfirmasi positif..
13 jam yang lalu

Diamankan Terkait Postingan Hoax soal Jokowi di Twitter, Pria di Cianjur Ngaku di Hack

Itu akun saya, tapi saya tidak tahu (postingan) pak, akun saya di-hack
14 jam yang lalu

Dukung Pelibatan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat, NasDem: Demi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mendukung upaya presiden Jokowi menerapkan tatanan normal..
14 jam yang lalu

Dukung Jokowi soal New Normal, Golkar: Kebijakan Strategis Tanpa Abaikan Penanganan Corona

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang tengah..
15 jam yang lalu

Jokowi Siapkan Kebijakan New Normal, NasDem: Bagus dan Perlu Didukung

BeritaCenter.COM - Partai NasDem mendukung rencana presiden Jokowi untuk menerapkan tatanan normal baru atau 'new..
15 jam yang lalu

Berubah! Dokter Ini Pakai Kostum Unik Saat Periksa Pasien

Beritacenter.COM - Dokter bernama Rollando Erric Manibuy memiliki cara untuk menghibur para pasiennya di Rumah..
15 jam yang lalu

Gerindra Dukung Jokowi Persiapkan New Normal dengan Melibatkan TNI-Polri

BeritaCenter.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari mendukung upaya Jokowi yang menerjunkan..
16 jam yang lalu

Pemerintah Siapkan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona

BeritaCenter.COM - Protokol untuk masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19 tengah..
16 jam yang lalu

Kabar Baik! Pemeriksaan Spesimen Corona Capai Target, Pakar UGM Minta Dipertahankan Secara Konsisten

BeritaCenter.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Gajah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad meminta pemerintah..
16 jam yang lalu

Suami Ini Tebas Leher Istrinya Setelah Lebaran

Beritacenter.COM - Setan apa yang merasuki HI (29) warga Dusun II, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat,..
17 jam yang lalu

Geger !!! Warga Temukan Kerangka Manusia Misterius di Bogor

Beritacenter.COM - Warga di Kampung Cigorowong, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat..
18 jam yang lalu

Setubuhi Bocah Dibawah Umur, Seorang Remaja di Makassar Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang remaja bernama Pandi alias Lele (25) ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Makassar karena..
19 jam yang lalu

Media Sebagai Sarana Psy Ops Politik Menyerang Presiden Jokowi?

Beberapa hari terakhir, penulis mendapat message dari beberapa teman tentang adanya psychological Operation, berita..
20 jam yang lalu

Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Motor Yamaha Vixion Terbakar Hebat

Beritacenter.COM - Motor Vixon terbakar hebat setelah terlibat kecelakaan di jalur pantura Tuban, tepatnya Desa..
20 jam yang lalu

Asik Main Sendirian Di Telaga, Bocah Tewas Tenggelam

Beritacenter.COM - Satria Bambang Hadi Saputra (12) warga Desa Wolu Tengah, Kecamatan Kerek, Tuban, ditemukan tewas..
21 jam yang lalu

Optimis Indonesia Menang Lawan Covid-19

Masih ingatkah dengan kisah pasien 1,2 dan 3 yang sembuh dari covid-19? Mereka sembuh tanpa menggunakan vaksin khusus..
21 jam yang lalu

Masa PSBB Jabar Diperpanjang Hingga 12 Juni 2020

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Jabar Nomor..
21 jam yang lalu

Harga Emas Dunia Meroket Imbas Ketegangan AS-China

Beritacenter.COM - Harga emas dunia kembbali naik imbas ketegangan Amerika Serikat dan China. Harga emas di pasar..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi