Rabu, 19 Pebruari 2020 - 17:16 WIB

Mendukung Program Pemerintah Memberantas Radikalisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 25 Januari 2020 | 18:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pemerintahan dibawah naungan Presiden Jokowi menegaskan akan meningkatkan keseriusannya dalam menangani masalah radikalisme di Indonesia. Presiden Jokowi tidak hanya menyoal penindakan, tapi juga berusaha mengubah persepsi masyarakat terhadap istilah radikalisme.

Penyebaran paham radikal di Indonesia masih mengkhawatirkan karena penyebaran tersebut mulai digiatkan di area universitas. Jokowi pun mengambil langkah tegas. Menurutnya, pemerintah akan melibatkan banyak pihak dalam upaya melakukan deradikalisasi.

Perlu kita ketahui juga bahwa radikalisme adalah upaya sistematis yang dilakukan individu atau kelompok untuk melakukan perubahan radikal sampai ke akar-akarnya dengan kekerasan.

Menurut Mahfud MD, kelompok radikal tidak mengacu pada golongan tertentu. Ia juga meminta agar pemikiran bahwa orang yang radikal merupakan dari kelompok agama tertentu diubah.

Mahfud menegaskan, bahwasanya radikalisme itu satu paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan, kemudian merusak cara berpikir generasi baru. Baik orang Islam atau bikan orang Islam, kalau melakukan aksi teror tentu bisa disebut radikal.

Aksi terorisme semakin hari terus mengalami peningkatan. Kelompok radikal ini bahkan di masa sekarang sudah berani melibatkan perempuan dan anak-anak dalam menjalankan teror. Tak hanya itu, sasarannya bahkan sudah sampai pejabat negara. Tentu kita masih ingat mantan Menko Polhukam Wiranto yang ditusuk oleh Abu Rara yang merupakan anggota dari kelompok JAD.

Tentu sebuah keharusan apabila pemerintah saat ini melakukan screening kepada para ASN agar tidak terpapar oleh paham radikal. Hal tersebut bertujuan karena negara harus melindungi hak-hak publik dalam berbagai hal.

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi memiliki cara untuk mengatasi paham radikalisme. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Kementerian Agama akan menyisir masjid-masjid dan memberi peringatan kepada pengurus masjid.

Fachrul juga menyatakan, akan tegas menindak para aparatur sipil negara, pegawai BUMN, atau pegawai di lingkungan pemerintah lainnya yang terjangkit paham radikal.

Hal tersebut disampaikan Fachrul menyusul adanya data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT pada 2018, yang menyebutkan bahwa 41 masjid di lingkungan kementerian dan BUMN terpapar paham radikalisme.

Ia juga mengatakan, apabila ada tentara yang memiliki paham radikal bisa langsung dipecat. Ketegasan itu tentu saja menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi ancaman radikalisme yang semakin gawat.

Meski demikian, Fachrul tetap akan melakukan pendekatanyang berbeda terhadap masyarakat umum. Tidak langsung ditindak, karena masyarakat umum tentu perlu mendapatkan imbauan dan pencerahan terlebih dahulu.

Media sosial juga telah menjadi satu faktor yang mengubah perilaku sikap keagamaan. Masyarakat dunia saat ini telah terintegrasi secara global. Apa yang menjadi isu di Eropa dan Amerika misalnya, bisa dengan mudah terjadi di Indonesia. Diantara berbagai perubahan tersebut, isu radikalisme adalah sesuatu yang harus diwaspadai.

Tentu saja untuk menanggulangi radikalisme, pemerintah memerlukan upaya yang sistematis, terstruktur dan masif dalam menghadapi radikalisme. Tidak bisa jika hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang sporadis.

Dirjen Pendidikan Islam saat ini telah membuat edaran kepada rektor-rektor perguruan tinggi untuk membuat pusat kajian yang bertujuan untuk melakukan upaya moderasi dalam beragama. Iklim keagamaan yang toleran, moderat, damai dan inklusif haruslah dikembangkan terutama untuk memahami keberagaman.

Salah satu yang harus segera dibenahi adalah pengajaran agama di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Saat ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin tengah menyelesaikan penulisan kembali buku pelajaran agama di sekolah dasar dari kelas satu sampai kelas enam. Jika tidak ada halangan dalam tahun ini penulisan kembali pelajaran agama akan selesai. Buku tersebut juga memuat program-program moderasi beragama dan tentu saja kontra-radikalisme.

Program-Program yang mengajarkan tentang nasionalisme dan cinta tanah air tentu harus berkembang menjadi kampanye yang inklusif dan demokratis. Pendidikan-pendidikan seperti ini lah yang diharapkan mampu menepis paham radikal di lembaga pendidikan.

Saat ini di Indonesia sebenarnya telah memiliki infrastruktur keagamaan atau tradisi keberagaman yang sangat kuat dalam menangkal radikalisme, sebagai contoh Indonesia memiliki NU dan Muhammadiyah yang sudah lama menjadi organisasi masyarakat yang berperan besar mengembangkan semangat keagamaan yang moderat.

Tentu saja upaya deradikalisasi ini tidak hanya dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait, tetapi utamanya harus didukung semua aparat hingga pemerintah daerah.

 

 

Oleh: Yohanes Wijaya 

Merupakan Pegiat Pertiwi Media





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Teroris #Radikalisme #Kelompok teroris #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






19 menit yang lalu

Malu Diteriaki Tagih 'Utang', Jadi Alasan IRT di Bandung Pukul Rentenir Pakai Tabung Gas

Beritacenter.COM - Ibu rumah tangga (IRT) berisial S (38) warga Kampung Buni Kasih RT 01/21, Desa Lebakmuncang,..
31 menit yang lalu

Peluang Ahok Maju Pilpres 2024

Kalau dalam sepakbola, kemenangan ditentukan berapa banyak gol yang dicetak dikurangi jumlah kemasukan gol. Secantik..
49 menit yang lalu

Kabareskrim: Tersangka Kondensat Rp35 Triliun Diduga Sembunyi di Singapura

Dalam kesempatan ini kami laporkan juga bahwa beberapa upaya untuk menghadirkan tersangka HW ini sudah kami lakukan..
1 jam yang lalu

Hendak Bakar Sampah, Api Justru Merambat dan Membakar Dapur

Beritacenter.COM - Suminah (70), seorang warga di Dusun 2, Kalurahan Pandowan, Kapanewon Galur, harus kehilangan..
1 jam yang lalu

Cegah Bentrokan, Polisi Larang Jakmania datang ke Laga Perebaya vs Persija di Sidoarjo

Beritacenter.COM - Guna menghindari bentrokan antar kedua suporter, pertandingan Final Piala Gubernur Jatim antara..
1 jam yang lalu

Cara Agar WhatsApp Tak Diretas Orang Lain...

Namun, siapa sangka jika aplikasi paling laris ini rawan disadap? Akhir-akhir ini banyak berita dan informasi yang..
1 jam yang lalu

Mayat Bayi Laki-Laki yang Ditemukan di Kali Ciliwung Diduga Hanyut Dari Daerah Ini...

Beritacenter.COM - Bayi laki-laki ditemukan tewas di kali Ciliwung, Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan,..
2 jam yang lalu

Alhamdulillah... Salah Satu TKW Asal Indonesia Berhasil Sembuh dari Virus Corona...

Diketahui juga jika warga negara Indonesia tersebut adalah salah satu Tenaga Kerja Wanita yang sudah lama bekerja di..
2 jam yang lalu

Emak-emak Pukul Rentenir dengan Tabung Gas, Wajah dan Kepala Terluka 40 Jahitan

Beritacenter.COM - Masalah hutang-piutang, membuat rentenir wanita berinisial TRT (50) terluka. TRT dipukuli oleh..
2 jam yang lalu

Gerindra dan Absolutisme Kuasa Prabowo

Partai Gerindra merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-12 pada 6 Februari 2020. Namun, nuansa perayaan ulang tahun..
2 jam yang lalu

Polisi soal Ricuh Suporter Persebaya-Arema di Blitar: Tak Ada Korban Jiwa, 3 Korban Luka

Kembali saya tegaskan ya, tidak ada korban meninggal. Ada tiga korban luka
3 jam yang lalu

Bak 'Godfather', Bandar Sabu di Pasuruan Provokasi Warga Lempari Polisi

Tersangka ini orang yang disegani di sana, seperti Godfather. Sejumlah orang jadi tameng dia saat ditangkap. Dia..
3 jam yang lalu

Mau Demo KPK, 212 Sarat Kepentingan Politik

Acara reuni 212 di KPK yang bakal dihelat FPI dkk dianggap banyak pihak sarat kepentingan dan mencari sensasi...
3 jam yang lalu

Bupati OGU Dipanggil KPK Terkait Masalah Ini...

Diketahui juga jika hal tersebut dibenarkan oleh pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Menurut Ali Fikri,..
3 jam yang lalu

Cegah Virus Corona, Pria di Singapura Cuci Uang Pakai Sabun

BeritaCenter.COM – Wabah virus Corona atau Covid-19 kian mengganas menyebar ke puluhan negara. Korban yang..
4 jam yang lalu

Puluhan Karyawan Pabrik di Bekasi Keracunan, Polisi: Diduga Karena Makanan

BeritaCenter.COM – Puluhan karyawan salah satu pabrik baja di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengalami keracunan...
4 jam yang lalu

Penemuan Mayat Bayi Gemparkan Warga Pajangan

Beritacenter.COM - Warga di pinggir Sungai Progo Padukuhan Mangir RT 02, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, sontak..
4 jam yang lalu

Kabar Duka! Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Ghozali Masruri Meninggal Dunia

BeritaCenter.COM - Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Ghozali Masruri meninggal dunia. Kiai Ghozali dikabarkan..
4 jam yang lalu

Polisi Tegaskan Belum Terima Pemberitahuan Aksi 212

BeritaCenter.COM – Polda Metro Jaya membantah pernyataan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif..
4 jam yang lalu

Motor TVS VS Mobil Daihatsu, Satu Orang Patah-patah

Beritacenter.COM - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor TVS dengan sebuah mobil Daihatsu terjadi di..
4 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Gelar Acara Pemusnahan Narkoba

BeritaCenter.COM – Polda Metro Jaya menggelar acara pemusnahan barang bukti berupa narkoba berbagai jenis...
4 jam yang lalu

Polisi Berhasil Ciduk Enam Pengedar dan Bandar Sabu

Beritacenter.COM - Enam pengedar dan bandar sabu di Kota Pasuruan berhasil dibekuk polisi. Semua pelaku diamankan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi