Sabtu, 30 Mei 2020 - 05:53 WIB

Mendukung Program Pemerintah Memberantas Radikalisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 25 Januari 2020 | 18:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pemerintahan dibawah naungan Presiden Jokowi menegaskan akan meningkatkan keseriusannya dalam menangani masalah radikalisme di Indonesia. Presiden Jokowi tidak hanya menyoal penindakan, tapi juga berusaha mengubah persepsi masyarakat terhadap istilah radikalisme.

Penyebaran paham radikal di Indonesia masih mengkhawatirkan karena penyebaran tersebut mulai digiatkan di area universitas. Jokowi pun mengambil langkah tegas. Menurutnya, pemerintah akan melibatkan banyak pihak dalam upaya melakukan deradikalisasi.

Perlu kita ketahui juga bahwa radikalisme adalah upaya sistematis yang dilakukan individu atau kelompok untuk melakukan perubahan radikal sampai ke akar-akarnya dengan kekerasan.

Menurut Mahfud MD, kelompok radikal tidak mengacu pada golongan tertentu. Ia juga meminta agar pemikiran bahwa orang yang radikal merupakan dari kelompok agama tertentu diubah.

Mahfud menegaskan, bahwasanya radikalisme itu satu paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan, kemudian merusak cara berpikir generasi baru. Baik orang Islam atau bikan orang Islam, kalau melakukan aksi teror tentu bisa disebut radikal.

Aksi terorisme semakin hari terus mengalami peningkatan. Kelompok radikal ini bahkan di masa sekarang sudah berani melibatkan perempuan dan anak-anak dalam menjalankan teror. Tak hanya itu, sasarannya bahkan sudah sampai pejabat negara. Tentu kita masih ingat mantan Menko Polhukam Wiranto yang ditusuk oleh Abu Rara yang merupakan anggota dari kelompok JAD.

Tentu sebuah keharusan apabila pemerintah saat ini melakukan screening kepada para ASN agar tidak terpapar oleh paham radikal. Hal tersebut bertujuan karena negara harus melindungi hak-hak publik dalam berbagai hal.

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi memiliki cara untuk mengatasi paham radikalisme. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Kementerian Agama akan menyisir masjid-masjid dan memberi peringatan kepada pengurus masjid.

Fachrul juga menyatakan, akan tegas menindak para aparatur sipil negara, pegawai BUMN, atau pegawai di lingkungan pemerintah lainnya yang terjangkit paham radikal.

Hal tersebut disampaikan Fachrul menyusul adanya data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT pada 2018, yang menyebutkan bahwa 41 masjid di lingkungan kementerian dan BUMN terpapar paham radikalisme.

Ia juga mengatakan, apabila ada tentara yang memiliki paham radikal bisa langsung dipecat. Ketegasan itu tentu saja menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi ancaman radikalisme yang semakin gawat.

Meski demikian, Fachrul tetap akan melakukan pendekatanyang berbeda terhadap masyarakat umum. Tidak langsung ditindak, karena masyarakat umum tentu perlu mendapatkan imbauan dan pencerahan terlebih dahulu.

Media sosial juga telah menjadi satu faktor yang mengubah perilaku sikap keagamaan. Masyarakat dunia saat ini telah terintegrasi secara global. Apa yang menjadi isu di Eropa dan Amerika misalnya, bisa dengan mudah terjadi di Indonesia. Diantara berbagai perubahan tersebut, isu radikalisme adalah sesuatu yang harus diwaspadai.

Tentu saja untuk menanggulangi radikalisme, pemerintah memerlukan upaya yang sistematis, terstruktur dan masif dalam menghadapi radikalisme. Tidak bisa jika hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang sporadis.

Dirjen Pendidikan Islam saat ini telah membuat edaran kepada rektor-rektor perguruan tinggi untuk membuat pusat kajian yang bertujuan untuk melakukan upaya moderasi dalam beragama. Iklim keagamaan yang toleran, moderat, damai dan inklusif haruslah dikembangkan terutama untuk memahami keberagaman.

Salah satu yang harus segera dibenahi adalah pengajaran agama di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Saat ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin tengah menyelesaikan penulisan kembali buku pelajaran agama di sekolah dasar dari kelas satu sampai kelas enam. Jika tidak ada halangan dalam tahun ini penulisan kembali pelajaran agama akan selesai. Buku tersebut juga memuat program-program moderasi beragama dan tentu saja kontra-radikalisme.

Program-Program yang mengajarkan tentang nasionalisme dan cinta tanah air tentu harus berkembang menjadi kampanye yang inklusif dan demokratis. Pendidikan-pendidikan seperti ini lah yang diharapkan mampu menepis paham radikal di lembaga pendidikan.

Saat ini di Indonesia sebenarnya telah memiliki infrastruktur keagamaan atau tradisi keberagaman yang sangat kuat dalam menangkal radikalisme, sebagai contoh Indonesia memiliki NU dan Muhammadiyah yang sudah lama menjadi organisasi masyarakat yang berperan besar mengembangkan semangat keagamaan yang moderat.

Tentu saja upaya deradikalisasi ini tidak hanya dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait, tetapi utamanya harus didukung semua aparat hingga pemerintah daerah.

 

 

Oleh: Yohanes Wijaya 

Merupakan Pegiat Pertiwi Media





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Terorisme #Kelompok teroris #Teroris #Kelompok Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






7 jam yang lalu

Angkut Penumpang Tanpa SIKM, Travel Ilegal Terjaring Razia di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyetop kendaraan pariwisata atau travel yang nekat membawa pemudik..
8 jam yang lalu

Warga Lahat Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Pinggir Jalan, Polisi : Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Warga Kecamatan Gumay Talang digegerkan temuan mayat penuh luka di pinggir jalan, Lahat, Sumatera..
9 jam yang lalu

Gegara Rem Blong, Truk Bermuatan Sayur Terjun Bebas ke Jurang di Jambi

Beriitacenter.COM - Sebuah truk diesel bermuatan sayur mengalami kecelakaan di jalan Desa Muara Emat, Batang..
11 jam yang lalu

Luapan Kekecewaan Risma saat Mobil PCR BNPB Dibawa ke Tulungagung dan Lamongan

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seketika merasa kecewa dan sedih saat mendengar ratusan..
12 jam yang lalu

Sempat Positif Corona Setelah Melahirkan, Ibu di Kudus Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial M (35) warga Desa Trenggeles, Kecamatan Mejobo, sempat terkonfirmasi positif..
13 jam yang lalu

Diamankan Terkait Postingan Hoax soal Jokowi di Twitter, Pria di Cianjur Ngaku di Hack

Itu akun saya, tapi saya tidak tahu (postingan) pak, akun saya di-hack
14 jam yang lalu

Dukung Pelibatan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat, NasDem: Demi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mendukung upaya presiden Jokowi menerapkan tatanan normal..
15 jam yang lalu

Dukung Jokowi soal New Normal, Golkar: Kebijakan Strategis Tanpa Abaikan Penanganan Corona

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang tengah..
15 jam yang lalu

Jokowi Siapkan Kebijakan New Normal, NasDem: Bagus dan Perlu Didukung

BeritaCenter.COM - Partai NasDem mendukung rencana presiden Jokowi untuk menerapkan tatanan normal baru atau 'new..
15 jam yang lalu

Berubah! Dokter Ini Pakai Kostum Unik Saat Periksa Pasien

Beritacenter.COM - Dokter bernama Rollando Erric Manibuy memiliki cara untuk menghibur para pasiennya di Rumah..
15 jam yang lalu

Gerindra Dukung Jokowi Persiapkan New Normal dengan Melibatkan TNI-Polri

BeritaCenter.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari mendukung upaya Jokowi yang menerjunkan..
16 jam yang lalu

Pemerintah Siapkan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona

BeritaCenter.COM - Protokol untuk masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19 tengah..
16 jam yang lalu

Kabar Baik! Pemeriksaan Spesimen Corona Capai Target, Pakar UGM Minta Dipertahankan Secara Konsisten

BeritaCenter.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Gajah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad meminta pemerintah..
16 jam yang lalu

Suami Ini Tebas Leher Istrinya Setelah Lebaran

Beritacenter.COM - Setan apa yang merasuki HI (29) warga Dusun II, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat,..
17 jam yang lalu

Geger !!! Warga Temukan Kerangka Manusia Misterius di Bogor

Beritacenter.COM - Warga di Kampung Cigorowong, Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat..
18 jam yang lalu

Setubuhi Bocah Dibawah Umur, Seorang Remaja di Makassar Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang remaja bernama Pandi alias Lele (25) ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Makassar karena..
19 jam yang lalu

Media Sebagai Sarana Psy Ops Politik Menyerang Presiden Jokowi?

Beberapa hari terakhir, penulis mendapat message dari beberapa teman tentang adanya psychological Operation, berita..
20 jam yang lalu

Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Motor Yamaha Vixion Terbakar Hebat

Beritacenter.COM - Motor Vixon terbakar hebat setelah terlibat kecelakaan di jalur pantura Tuban, tepatnya Desa..
20 jam yang lalu

Asik Main Sendirian Di Telaga, Bocah Tewas Tenggelam

Beritacenter.COM - Satria Bambang Hadi Saputra (12) warga Desa Wolu Tengah, Kecamatan Kerek, Tuban, ditemukan tewas..
21 jam yang lalu

Optimis Indonesia Menang Lawan Covid-19

Masih ingatkah dengan kisah pasien 1,2 dan 3 yang sembuh dari covid-19? Mereka sembuh tanpa menggunakan vaksin khusus..
21 jam yang lalu

Masa PSBB Jabar Diperpanjang Hingga 12 Juni 2020

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Jabar Nomor..
21 jam yang lalu

Harga Emas Dunia Meroket Imbas Ketegangan AS-China

Beritacenter.COM - Harga emas dunia kembbali naik imbas ketegangan Amerika Serikat dan China. Harga emas di pasar..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi