Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:05 WIB

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Lingkungan Sekolah

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 28 Januari 2020 | 11:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Kasus Pembina Pramuka yang mengajarkan “yel-yel kafir” di Yogyakarta beberapa pekan silam menjadi contoh nyata penyebaran paham radikal di lingkungan sekolah. Masyarakat dan Pemerintah agar terus bersinergi dan mewaspadai penyebaran paham anti Pancasila tersebut yang dapat memicu aksi teror dan menguatkan narasi kekerasan di masyarakat.

Pendidikan merupakan satu-satunya harapan menuju pada peradaban bangsa di masa akan datang. Hanya lewat pendidikanlah transfer pengetahuan dan nilai dilakukan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Ki Hajar Dewantara, pahlawan pendidikan Indonesia, menitik beratkan pada pendidikan yang mengayomi dan mendukung pola kembang anak lewat memberikan teladan, memotivasi dan menginspirasi. Dengan demikian pendidikan menjadi pintu masuk untuk membentuk generasi masa depan Indonesia yang memiliki karakter bangsa Indonesia.

Namun akhir-akhir ini, lewat berita di berbagai media, masyarakat Indonesia dipertontonkan beberapa kasus radikalisme dalam dunia pendidikan. Anak-anak dengan sengaja diajarkan untuk diskriminatif. Mereka diajarkan untuk membenci orang-orang di luar kelompok mereka, yang berbeda secara SARA (Suku, Agama, Ras, Antar golongan). Radikalisme berdasarkan agama menjadi subur diajarkan kepada anak-anak oleh oknum tidak bertanggung jawab di beberapa sekolah swasta maupun negeri.

Hal tersebut di atas dapat menjadi pemicu permusuhan antar sesama anak bangsa di masa akan datang. Anak yang harusnya diajarkan tentang nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan, malah didoktrin untuk bermusuhan dan memiliki sikap membenci orang lain. Hal ini membuat pendidikan di Indonesia menjadi jauh dari hakekat pendidikan.

Upaya yang dilakukan pemerintah dengan melakukan kordinasi lintas kementerian untuk mengatasi hal ini merupakan suatu tindakan yang cukup efektif. Radikalisme dalam dunia pendidikan tidak hanya menjadi pekerjaan rumah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tapi juga harus bersinergi dengan menteri terkait seperti Menteri Hukum dan HAM, Menteri Agama dan kementerian terkait lainnya. Hal ini bertujuan untuk menyelesaikan radikalisme secara komprehensif.

Selain itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mulai menempatkan cara berpikir kritis dan inovatif dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ini merupakan cara efektif dalam mengatasi radikalisme di sekolah. Dengan berpikir kritis siswa dapat menyortir dan menverifikasi berbagai pengetahuan yang diberikan kepadanya. Radikalisme akan dihindari dan bahkan diamputasi dari pemikiran siswa. Dengan kekritisan dan inovasi maka siswa tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan hal-hal yang irasional untuk mematikan rasa kemanusiaan mereka.

Selain itu, upaya melakukan kordinasi antar sekolah swasta dengan tujuan untuk melakukan kerjasama dan pengawasan terhadap pola pendidikan yang anti radikalisme juga dilakukan. Pemerintah berkoordinasi dengan Muhamadiyah dan Nadhatul Ulama untuk berkomitmen melakukan pengawasan terhadap pola pendidikan di Indonesia, sehingga bebas dari sikap yang mendiskriminasi dan dapat membuat perpecahan berdasarkan SARA. Pemerintah terus melakukan kordinasi dan pengawasan bersama secara masif, sehingga suatu saat sekolah-sekolah tidak lagi disusupi oleh paham-paham radikalisme.

Usaha untuk tetap memasukkan karakter kebangsaan dalam kurikulum pendidikan di sekolah juga menjadi upaya pemerintah untuk menangkal penyusup radikalis di sekolah-sekolah. Rasa cinta terhadap tanah air, pemahaman akan Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan kebangsaan yang harus dioptimalkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak tentang bahaya radikalisme.

Dalam berbagai usaha tersebut, masyarakat mendukung pemerintah untuk menjaga keutuhan bangsa serta menjaga keberlangsungan generasi masa depan bangsa. Masyarakat tidak mau disusupi oleh oknum radikal yang berniat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan merusak generasi masa depan Indonesia.

Memerangi radikalisme harus dilakukan secara komprehensif. Oleh karena itu pekerjaan ini tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah, namun juga usaha bersama sebagai satu bangsa. Di satu sisi pemerintah akan menjadi mandataris rakyat untuk mencegah radikalisme masuk ke dunia pendidikan, lewat pengadaan aturan dan sistem yang mensortir sikap radikal dari sekolah. Di sisi lain masyarakat akan menjadi mitra pemerintah dengan melakukan pengawasan agar radikalisme tidak menjamur dalam dunia pendidikan.

Dengan melakukan usaha bersama maka ada tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Indonesia yang beradab dan sejahtera. Sinergitas dalam pengawasan terhadap semua tingkatan di dunia pendidikan, mampu menekan kaum radikal untuk tidak merusak sekolah di negara ini dengan karakter yang anti terhadap kemanusiaan. Untuk itu masyarakat harus mendukung dan siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengatasi radikalisme di sekolah.

Radikalisme di sekolah-sekolah harus dihentikan, karena merusak karakter bangsa. Negara dan masyarakat harus terus bahu membahu menjaga bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama. Untuk itu paham-paham yang memecah belah dan mengadu domba anak-anak bangsa harus disingkirkan dan dilarang dalam aktivitas pendidikan. Dunia pendidikan Indonesia harus kembali menjadi lembaga yang mengayomi dan mengajarkan teladan karakter bangsa Indonesia kepada generasi selanjutnya.

Oleh : Arief Apriyanto
pengamat social politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Teroris #Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok teroris #Kelompok Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 menit yang lalu

Waspada Saat Belanja Online Lewat Internet

Beritacenter.COM - Saat pandemi virus Corona(COVID-19) lambat laun merubah gaya hidup masyarakat. Jika..
47 menit yang lalu

Jaringan 5G Akan Kesulitan Beroperasi

Beritacenter.COM - Saat ini di Indonesia jaringan telekomunikasi sudah mencapai 44,6 juta kilometer persegi..
2 jam yang lalu

Usai Banyak Yang Mengeluh Tagihan Melonjak, PLN Juga Blokir ID Pelangggan

Beritacenter.COM - Para pelanggan listrik banyak yang mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dan pemblokiran..
3 jam yang lalu

Ada 8 Negara Yang Siap Keroyok China Habis-habisan

Beritacenter.COM - Ada delapan negara siap dibentuk oleh aliansi lintas parlemen baru guna mengkeroyok..
5 jam yang lalu

Real Madrid Mulai Tertarik Datangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspurs

Beritacenter.COM - Real Madrid dikabarkan mulai tertarik mendtangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Pemain..
6 jam yang lalu

Hati - Hati, 7 Makanan ini Miliki Kandungan Tinggi Gula

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
7 jam yang lalu

Bejat !!! Seorang Ayah di Jayapura Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial BT (48) warga Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,..
8 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Perkirakan Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Seluruh wilayah di DKI Jakarta diperkirakan cuacnya akan cerah berawan pada akhir pekan ini, Sabtu..
9 jam yang lalu

Penting! Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Sehabis Makan Jika Mau Sehat

Beritacenter.COM - Ada baiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk tak melakukan aktivitas yang berat setelah makan...
10 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Sumsel Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial RS (34) ditangkap polisi lantaran diduga memperkosa anaknya sendiri yang..
11 jam yang lalu

Moeldoko Sebut Kasus Corona Bisa Meningkat Jika Tidak Hati-Hati dalam Menanganinya

Beritacenter.COM - Pemerintah sebut penanganan virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa dianggap sepele...
13 jam yang lalu

Enam Mahasiswa Ditangkap saat Sedang Pesta Narkoba di Bengkulu

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 6 orang mahasiswa yang kedapatan sedang pesta narkoba jenis..
14 jam yang lalu

Acungkan Pisau saat Hendak Ditangkap, Dua Begal Asal Bengkulu Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap dua begal lintas Provinsi usai melakukan aksinya, pada Kamis 4 Juni 2020..
14 jam yang lalu

Gubernur Banten : Empat Ribu Ponpes Akan Segera Dibuka Kembali

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima kunjungan dari pengurus Forum Silaturahmi Pondok..
15 jam yang lalu

Cabuli Muridnya, Guru Honorer di Bengkulu Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang guru honorer berinisial BM (26) yang diduga melakukan..
16 jam yang lalu

10 Pasien Virus Corona Sembuh, Kulon Progo DIY Sandang Status Zona Hijau Covid-19

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan..
16 jam yang lalu

Alhamdulillah, 10 Pasien Positif Corona di Sultra Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali terdengar dari Sulawesi Utara, sebanyak 10 pasien positif virus corona..
17 jam yang lalu

Heboh, Balon Udara Jatuh dan Nyangkut di Kabel Telepon Depan SPBU Kalijambe Sragen

Beritacenter.COM - Heboh, balon udara dilaporkan terjatuh diarea SPBU Kalijambe, di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Desa..
17 jam yang lalu

Densus Sita Buku Jihad-Barang Mengarah ke Teror Dikediaman Terduga Teroris JI di Cirebon

Untuk barang bukti sepenuhnya ranah Densus. Yang diamankan itu ada buku-buku jihad, handphone, kartu keluarga (KK)..
18 jam yang lalu

Pegawai KKP Ngantor Kembali, Antam Novambar: Demi Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Antam Novambar mengatakan, para pegawai..
18 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria di Jayapura Tega Setubuhi Putri Kandung Hingga 5 Kali

Beritacenter.COM - Tega menggahi putri kandungnya sendiri, pria berinisial BT (49) warga Kampung Netar, Sentani..
18 jam yang lalu

Wamenag Tepis Tudingan Soal Uang Ibadah Haji Untuk Perkuat Rupiah

Beritacenter.COM - Dana uang haji yang dikabarkan untuk memperkuat nilai rupiah merupakan kabar berita palsu atau..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi