Sabtu, 04 April 2020 - 19:48 WIB

Gerindra dan Absolutisme Kuasa Prabowo

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 19 Pebruari 2020 | 14:43 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Partai Gerindra merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-12 pada 6 Februari 2020. Namun, nuansa perayaan ulang tahun partai yang selama hampir 1 dekade terakhir menjadi oposisi pemerintah ini terasa cukup berbeda di tahun ini. Pasalnya, kini Gerindra telah ada di kubu pemerintah yang berkuasa.

Ada sang Ketua Umum Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, serta sang Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Prabowo sendiri adalah sosok penting yang bersaing pada dua gelaran Pilpres, baik di 2014 maupun di 2019. Artinya, dalam sekurangnya 10 tahun terakhir mantan Danjen Kopassus tersebut adalah salah satu tokoh sentral utama politik Indonesia – hal yang berbanding lurus terhadap perolehan suara Gerindra yang kini ada di posisi tiga terbesar secara nasional.

Namun, refleksi yang mencuat di tengah perayaan ulang tahun tersebut adalah terkait konteks kemutlakan kekuasaan di tubuh Gerindra. Pasalnya, hingga kini hanya Prabowo yang menjadi satu-satunya tokoh paling dominan di partai tersebut.

Ia menduduki dua jabatan tertinggi di partai, yakni sebagai Ketua Dewan Pembina dan sebagai Ketua Umum alias Ketua Dewan Pimpinan Pusat. Konteks tersebut seolah menyiratkan adanya kemutlakan kekuasaan – jika ingin disebut demikian – yang ada di Partai Gerindra.

Hal tersebut bukannya tanpa alasan. Jika membaca Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerindra, sangat jelas terlihat betapa dua posisi tersebut punya kekuasaan yang sangat besar atas partai. Artinya, jika dua posisi tersebut diisi oleh satu orang, bisa dipastikan betapa berkuasanya sosok tersebut.

Hal lain yang disoroti adalah terkait regenerasi kepemimpinan yang hingga kini masih belum jelas. Bahkan, konteks regenerasi ini membuat Prabowo “tertinggal” dibandingkan tokoh politik nasional utama lainnya, misalnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri yang masing-masing telah mengorbitkan anak-anak mereka.

Dengan sentralisasi kekuasaan yang besar pada Prabowo dan persoalan regenerasi yang menghantui, tentu pertanyaannya adalah akan seperti apa nasib Gerindra di tahun-tahun yang akan datang? Mungkinkah Gerindra menjadi partai pemenang baru katakanlah di Pemilu 2024 mendatang?

Menebak Absolutisme Prabowo

Ketika Prabowo mendirikan Gerindra pada 2008 lalu, banyak pihak menilai langkah tersebut sebagai cara sang jenderal mengembalikan ambisi politiknya setelah “tersingkir” pada 1998.

Dengan visi untuk mencapai “Indonesia Raya” – apa yang oleh wartawan senior, Aboeprijadi Santoso dalam tulisannya di portal Inside Indonesia kala itu diterjemahkan sebagai “Greater Indonesia” – Prabowo seolah mengembalikan statusnya sebagai salah satu tokoh yang harus diperhitungkan di tingkat nasional.

Nyatanya, visi Greater Indonesia itu punya latar historis yang mirip dengan visi Partai Indonesia Raya (Parindra) yang pada era perjuangan kemerdekaan menjadi salah satu partai yang cukup besar dengan tokoh seperti M. Husni Thamrin di dalamnya. Parindra adalah salah satu partai nasionalis dengan visi yang melampaui zamannya ketika hampir semua partai politik saat itu bertujuan untuk mewujudkan Indonesia merdeka.

Hal lain yang menarik adalah dari barisan tokoh-tokoh Parindra, ada nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo, yang tidak lain adalah kakek Prabowo sendiri. Konteksnya menjadi semakin menarik karena Parindra adalah partai yang populis, sama seperti Prabowo dan Gerindra.

Husni Thamrin misalnya sampai ditahan oleh pemerintanan Hindia Belanda karena dituduh menjalin kedekatan dengan Jepang dan Jerman – selain karena ketertarikannya pada semangat juang dan nasionalisme orang Jepang, di samping pula kekagumannya terhadap Nazisme dan Adolf Hitler.

Yang jelas, nasionalisme Prabowo bisa dianggap sebagai “kebangkitan kembali” semangat yang sama dari masa lampau.

Sebagai politisi bertangan kuat alias strong-man politician, Prabowo juga merupakan politisi dengan karakter yang sangat kuat. Hal ini kemudian berdampak pada cara komunikasi dan pendekatan politiknya.

Beberapa pengamat menyebut gaya komunikasi Prabowo bertipe dynamic style. Gaya yang demikian ditunjukkan oleh kata-kata yang cenderung eksplisit, to the point dan menggunakan bahasa lugas. Gaya komunikasi ini sering juga disebut sebagai komunikasi apa adanya.

Prabowo juga seorang populis. Profesor di Coral Bell School of Asia Pacific Affairs, Australian National University, Edward Aspinall dalam tulisannya menyebut Prabowo sebagai salah satu politisi yang menggunakan populisme sebagai cara untuk meraih dukungan politik.

Secara spesifik, populisme Prabowo adalah oligarch populism, merujuk pada posisi Prabowo yang merupakan bagian dari golongan elite. Prabowo adalah bagian dari Orde Baru jika merujuk pada rekam jejaknya sebagai petinggi militer sekaligus menantu Soeharto.

Aspinall juga menunjuk pada latar belakang Prabowo yang kerap mengkritik kelompok elite dalam setiap narasi nasionalisme, pencurian kekayaan negara, hingga kehancuran Indonesia yang diutarakannya, namun pada saat yang sama juga secara tidak langsung menonjolkan citra dirinya sebagai bagian dari kelompok elite tersebut – misalnya lewat aksi-aksi berkuda, dan sejenisnya.

Konteks tersebut memang pada akhirnya melahirkan pertanyaan terkait idealisme sang jenderal, apalagi jika membandingkan dengan keadaan politik saat ini, di mana Gerindra telah masuk menjadi bagian dari kekuasaan.

Yang jelas idealisme, nasionalisme dan populisme serta visi tentang Greater Indonesia sudah lebih dari cukup untuk membuat kekuasaan politik Prabowo menjadi sangat besar di Gerindra. Personifikasi Gerindra sebagai Prabowo dan Prabowo sebagai Gerindra mirip-mirip dengan PDIP dan Megawati yang memang tidak bisa dipisahkan.

Konteks tersebut juga pada akhirnya membuat kekuasaan sang jenderal menjadi sangat absolut di dua jabatan yang kini disandanganya di partai. Perlu lebih dari cukup idealisme, rasa nasionalisme yang berapi-api, serta populisme yang besar bagi tokoh lain untuk bisa menggantikan peran Prabowo di partai.

Masa Depan Gerindra?

Beberapa pihak menyebut kekalahan Prabowo di Pilpres 2014 dan 2019 adalah karena ia bukan sosok the right man at the right time – orang yang tepat untuk waktu yang tepat.

Guatam Mukunda dari Harvard Business School menyebut mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill sebagai salah satu contoh the right man at the right time. Churchill adalah tipe pemimpin yang mirip Prabowo, sama-sama punya gaya komunikasi dynamic style.

Namun, Churchill memimpin di saat Inggris butuh sosok pemimpin yang berkarakter kuat ketika harus terjun di Perang Dunia II. Situasi tersebut berbeda dengan kondisi Indonesia saat ini yang cenderung tidak dalam situasi genting dalam konteks keamanan nasionalnya.

Hal inilah yang membuat banyak pertanyaan muncul terkait akan seperti apa masa depan Gerindra di tahun-tahun berikutnya? Apakah Prabowo masih akan berjuang lagi untuk Pilpres 2024? Akan seperti apa Gerindra tanpa Prabowo?

Setelah 12 tahun ia dan saudaranya Hashim Djojohadikusumo menghabiskan uang begitu banyak, apa yang ingin dikejar selanjutnya?

Pertanyaan-pertanyaan yang demikian akan selalu berulang sampai terlihat ada sosok yang dominan yang bisa menggantikan peran Prabowo suatu saat nanti. Aspinall dalam bagian lain tulisannya sempat menyebutkan bahwa Hashim menghabiskan sekitar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun jika dihitung berdasarkan kurs hari ini, untuk mendanai pendirian Partai Gerindra pada 2008-2009.

Konteks tersebut pada akhirnya menghasilkan satu kesimpulan bahwa sosok yang mungkin menggantikan Prabowo – jika tak punya idealisme setara, nasionalisme yang luar biasa besar, dan populisme – adalah sosok yang punya financial capital atau modal finansial yang besar.

Di Gerindra ada nama Sandiaga Uno yang punya faktor terakhir ini. Pertanyaannya adalah apakah Sandi bisa mengimbangi ketokohan Prabowo? Atau kita harus menunggu 50-100 tahun lagi untuk menyaksikan ada sosok lain yang membangkitkan kembali visi Greater Indonesia seperti di zaman Parindra?





Fokus : Prabowo


#Prabowo Subianto #Gerindra #Partai Gerindra #Prabowo


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






43 menit yang lalu

Ini Yang Dilakukan Bill Gates Dalam Mencari Vaksin Corona

Beritacenter.COM - Bill Gates pemilik Microsoft mendorong para ilmuan untuk menemukan vaksin virus corona. Saat ini,..
1 jam yang lalu

2 Negara Sahabat Ini Kirim Bantuan Alkes ke RI Bantu Lawan Corona

Beritacenter.COM - Negara Singapura dan Rusia mengirim bantuan kesehatan kepada Indonesia untuk melawan pandemi..
2 jam yang lalu

Wakil Jaksa Agung Tewas Dalam Kecelakaan Mobil

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Nissan GT-R alami kecelakaan di Jalan Tol Jagorawi, tepatnya berada di Km 13 B..
3 jam yang lalu

Barcelona Patok Harga Coutinho 80 juta euro, Chelsea Mulai Tertarik

Beritacenter.COM - Chelsea mengajukan tawaran untuk mendatangkan playmeker Barcelona Philippe Coutinho. Barcelona..
4 jam yang lalu

Manfaat Konsumsi Jahe Bisa Cegah Corona

Beritacenter.COM - Jahe merupakan bumbu dapur yang biasa digunakan oleh ibu rumah tangga. Selain untuk bumbu dapur,..
5 jam yang lalu

MUI Sebut Halangi Pemakaman Jenazah Corona Hukumnya Dosa

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan bahwa mengalangi pemakaman jenazah korban virus corona..
6 jam yang lalu

4 Pemuda di Bekasi Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Beritacenter.COM - Sebanyak empat orang pemuda di Tambun, Bekasi, Jawa Barat tewas seketika usai mengkonsumsi miras..
9 jam yang lalu

Lockdown Bagi Rakyat Kecil

Perumahan mewah di Jakarta konon sudah melakukan lockdown karena ada warga terinfeksi covid-19. Si dia pilih..
10 jam yang lalu

#AyoLawanCovid-19, "Mari Belajar dari Peristiwa Tragis 1998 dan Kita Pasti Menang"

Apa yang terjadi saat itu? Fondasi sosial, politik dan ekonomi negara kita saat itu anjlok karena manajemen..
11 jam yang lalu

GOKIL...! Gak Mau Kalah Dengan Anies Baswedan, Anggota TGUPP DKI Jakarta "Sebar Hoaks" Terkait Virus Corona

Beritacenter.COM - Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Tidak tahu apa dan bagaimana kerja..
12 jam yang lalu

Saat Wabah Covid-19 Melanda, Percayalah Pada Pemerintah

Kehidupan Kita selalu dikelilingi suka dan duka yang silih berganti pasti akan kita hadapi. Dan bangsa Indonesia saat..
18 jam yang lalu

Corona Ditularkan Lewat Udara atau Droplet? Ini Kata Ahli...

Beritacenter.COM - Pandemi Virus Corona COVID-19 menyerang kesehatan masyarakat dunia. Ahli Kesehatan Masyarakat..
19 jam yang lalu

WHO Beri Rekomendasi Bahan Yang Bisa Dijadikan Masker

Beritacenter.COM - Langkanya masker membuat banyak orang harus lebih kreatif dalam menciptakan masker bedah...
20 jam yang lalu

Masyarakat Diminta Waspada Ancaman DBD di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM- Pemerintah meminta masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim..
21 jam yang lalu

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Haram Mudik

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta agar segera mengeluarkan fatwa mengenai bahaya mudik di masa..
21 jam yang lalu

Everton Serius Inginkan Gareth Bale dan Aaron Ramsey

Beritacenter.COM - Everton dikabarkan ingin serius mendatangkan dua bintang sepak bola yaitu Gareth Bale dan Aaron..
22 jam yang lalu

Alhamdulillah... Indonesia Terima Bantuan dari Singapura Alat Tes Virus Corona dan APD untuk Tenaga Medis...

Tak hanya alat tes saja, Indonesia juga menerima bantuan lain yakni dalam bentuk Alat Pelindung Diri atau APD yang..
22 jam yang lalu

Di Daerah Ini Warga Dikasih Duit Perhari Jika Isolasi Diri , Ini Besarannya...

Beritacenter.COM - Pemerintah Kabupaten Sleman akan memberikan bantuan untuk keluarga miskin dan rentan miskin yang..
23 jam yang lalu

Perusahaan Diminta Proaktif Daftarkan Karyawan Yang Terkena PHK ke Pra Kerja

Beritacenter.COM - Pemerintah Propinsi Bali meminta seluruh perusahaan agar para karyawan terkena PHK yang dirumahkan..
1 hari yang lalu

Semua Pasien Positif Corona di Magetan Dinyatakan Sembuh dan Diperbolehkan Pulang

Beritacenter.COM - RSUD dr Soedono Madiun berhasil menyembuhkan seluruh pasien positif corona atau covid - 19...
1 hari yang lalu

Imbas Corona Perusahaan BUMN Mulai Merasakan Tekanan

Beritacenter.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku sedang mendata perusahaan BUMN mana..
1 hari yang lalu

MANTAB... Polres Cimahi Pakai Teknologi Canggih Ini untuk Deteksi dan Bubarkan Kerumunan Orang...

Diketahui juga jika Kapolres Cimahi mengungkapkan apabila pesawat kecil tanpa awak tersebut telah berhasil diuji coba..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi