Senin, 06 April 2020 - 04:38 WIB

Menolak Kepulangan ISIS Eks WNI Adalah Pilihan Bijak dan Tepat

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 22 Pebruari 2020 | 15:33 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pemerintah telah menyatakan sikap tegas untuk menolak kepulangan ISIS eks WNI. Keputusan tersebut adalah pilihan bijak, mengingat kepulangan kombatan ISIS ke Indonesia dapat menyebarkan virus radikalisme dan meningkatkan potensi aksi teror.

Pemerintah Indonesia telah secara tegas menyatakan menolak pemulangan Foreign Terrorist Fighters (FTF) di Timur Tengah asal Indonesia atau anggota Islamic State Irak and Suriah (ISIS) eks WNI. Sikap pemerintah tersebut, sangat tepat dan patut diacungi jempol serta didukung oleh segenap bangsa Indonesia, karena menjauhkan rakyat dari bahaya radikalisme dan terorisme.

Keputusan tersebut dihasilkan usai rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 11 Februari 2020.

Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, perang melawan segala jenis paham menyimpang, termasuk radikalisme, sangat nyata. Bahkan di berbagai kesempatan, Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi radikalisme dan terorisme di Bumi Nusantara ini. Ditolaknya 600-an eks WNI ISIS, yang telah terkontaminasi dengan paham radikal ini, adalah untuk melindungi 267 juta orang di Tanah Air.

Apalagi, seperti yang diketahui, FTF ISIS asal Indonesia, dengan kesadaran sendiri, melakukan aksi pembakaran paspor yang sebenarnya membuktikan bahwa mereka awalnya tidak ingin kembali ke Indonesia dan menolak identitas sebagai WNI. Tindakan mereka disana adalah untuk melawan negara dan mengkhianati Pancasila. Untuk apa mereka kembali?

Menurut Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, WNI yang bergabung dengan ISIS telah kehilangan kewarganegaraan Indonesia berdasarkan Pasal 23 UU Kewarganegaraan 2016 karena masuk dalam dinas tentara asing tanpa dan sukarela menyatakan janji setia kepada negara asing.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, (Menko Polhukam), Mahfud MD, mengatakan bahwa pemerintah menyiapkan dua alternatif terkait pemulangan WNI kombatan ISIS yang akan dilaporkan kepada Presiden. Draf pertama berisi keputusan untuk tidak memulangkan sekitar 660 FTF itu dan risiko-risiko yang ditimbulkan dari keputusan itu. Kedua keputusan dipulangkan, alasannya dan proses deradikalisasi. Namun, dengan melakukan kajian yang matang dan menerima masukan dari berbagai pihak, pemerintah memutuskan untuk menolak wacana pemulangan para FTF ISIS eks WNI.

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin menyebut, pembatalan pemulangan WNI terduga teroris lintas batas sudah sesuai dengan konstitusi dan sepenuhnya kewenangan pemerintah karena secara mekanisme memang dibenarkan dengan undang-undang. Tiga ketentuan dalam undang-undang negara dapat menerima kepulangan para WNI terduga teroris lintas batas yakni ditolak, diterima dengan pertimbangan atau diterima dengan persyaratan ketat.

Indonesia telah berkomitmen kepada dunia internasional untuk melawan radikalisme dan terorisme, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang teroris atau pelindung teroris. Pemerintah juga menyatakan bahwa FTF ISIS asal Indonesia dilarang mesuk ke Indonesia lewat jalur apapun, termasuk jalur ‘tikus’ dan akan langsung mengadili seandainya mereka kembali pulang ke Tanah Air.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut Presiden Jokowi telah meminta Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Badan Intelijen Nasional (BIN), dan kepolisian untuk melakukan verifikasi dan identifikasi terhadap 689 WNI eks ISIS. Setelah itu, data komplit mereka akan dikirim ke Imigrasi agar tak bisa masuk ke Indonesia. Untuk itu, aparat yang bertugas di wilayah perbatasan diharapkan meningkatkan kewaspadaannya.

Pemerintah telah memikirkan dampak terhadap keamanan di Indonesia, karena paham ISIS sudah melekat dalam diri FTF, bahkan kemungkinan besar bakal membangun sel-sel tidur ISIS. Bukan hanya itu, disisi lain, pemulangan FTF dikhawatirkan akan mengganggu kondisi ekonomi dan menghambat investasi serta parisiwata di Indonesia.

Sikap pemerintah menolak kepulangan FTF ISIS asal Indonesia adalah untuk kepentingan bangsa dan negara, karena tugas negara yang paling utama adalah memberi rasa aman kepada rakyatnya.

 

Oleh: Xeraphine Siwi
Pemerhati Sosial Budaya





Fokus : WNI eks ISIS


#ISIS #WNI eks ISIS #Tolak WNI eks ISIS #Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS #NKRI Harga Mati


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 jam yang lalu

Pasar Tanah Abang Kembali Dibuka Senin Besok

Beritacenter.COM - Pasar Tanah Abang kembali dibuka pada Senin (6/4) setelah sempat ditutup selama satu pekan untuk..
11 jam yang lalu

Sidang Isbat Awal Ramadhan 1441H Digelar Online Pada 23 April

Beritacenter.COM - Kemenag akan menggelar sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1441H pada 23 April 2020. Sidang..
13 jam yang lalu

Per 12 April, Pengguna Angkutan Umum Diwajibkan Memakai Masker

Beritacenter.COM - Untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di dalam transportasi umum, Gubernur DKI Jakarta..
14 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pemuda Penyebar Hoaks Corona di Puncak Jaya Papua

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan satu orang pemuda yang diduga menyebarkan berita..
15 jam yang lalu

Kapolri Instruksikan Anggotanya untuk Bantu Ekonomi Warga Terdampak Corona

Beritacenter.COM - Pandemi virus corona (COVID-19) sangat memberikan pengaruh besar bagi masyarakat, terutama di..
17 jam yang lalu

Doa Bersama Lawan Covid-19, Polisi dan Ulama di Banjar Gelar Istighosah Virtual

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Kota Banjar menggelar doa bersama atau istigasah secara virtual meeting, Sabtu..
17 jam yang lalu

Covid-19 Tak Akan Pernah Selesai Jika Masyarakat Tak Patuhi Social Distancing

Ya sudah patuhi saja, kalau nggak dipatuhi mau sampai kapanpun nggak akan pernah selesai itu
19 jam yang lalu

Polda Metro Bakal Tindak Tegas Masyarakat yang Tak Indahkan Imbauan Social Distancing

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya tak bosan-bosannya mengimbau agar warga DKI Jakarta senantiasa menerapkan..
20 jam yang lalu

Alhamdulillah, 18 PDP Corona di Cirebon Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Sempat menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit, sedikitnya 18 pasien dalam pengawasan (PDP)..
21 jam yang lalu

Dua Kali Hasil Tes Negatif, Kajari Bantul Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Beritacenter.COM - Sempat menjalani perawatan dan isolasi lantaran positif Corona (Covid-19), Kepala Kejaksaan Negeri..
21 jam yang lalu

Teori Imunitas Yang Sudah Sembuhkan 150 Pasien Virus Corona

Beritacenter.COM - Pasien positif virus corona di Indonesia terkonfirmasi sudah mencapai 2.092 kasus. Dari angka..
21 jam yang lalu

Alasan Cegah Corona dengan Miras Oplosan, 5 Pria di Bekasi Meregang Nyawa

Beritacenter.COM - Entah apa yang ada di pikiran tujuh pria di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Ditengah pandemi Corona..
1 hari yang lalu

Pemerintah India Ancam Lockdown Diperpanjang

Beritacenter.COM - Pemerintah India melakukan ancaman kepada rakyatnya bahwa lockdown bisa diperpanjang apabila..
1 hari yang lalu

Kabaharkam Sebut Melawan Corona Perlu Sinergitas Pusat, Daerah dan Masyarakat

Beritacenter.COM - Kepala Operasi Terpusat Kontinjensi Operasi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19, Komjen Pol Agus..
1 hari yang lalu

Ini Yang Dilakukan Bill Gates Dalam Mencari Vaksin Corona

Beritacenter.COM - Bill Gates pemilik Microsoft mendorong para ilmuan untuk menemukan vaksin virus corona. Saat ini,..
1 hari yang lalu

2 Negara Sahabat Ini Kirim Bantuan Alkes ke RI Bantu Lawan Corona

Beritacenter.COM - Negara Singapura dan Rusia mengirim bantuan kesehatan kepada Indonesia untuk melawan pandemi..
1 hari yang lalu

Wakil Jaksa Agung Tewas Dalam Kecelakaan Mobil

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Nissan GT-R alami kecelakaan di Jalan Tol Jagorawi, tepatnya berada di Km 13 B..
1 hari yang lalu

Barcelona Patok Harga Coutinho 80 juta euro, Chelsea Mulai Tertarik

Beritacenter.COM - Chelsea mengajukan tawaran untuk mendatangkan playmeker Barcelona Philippe Coutinho. Barcelona..
1 hari yang lalu

Manfaat Konsumsi Jahe Bisa Cegah Corona

Beritacenter.COM - Jahe merupakan bumbu dapur yang biasa digunakan oleh ibu rumah tangga. Selain untuk bumbu dapur,..
1 hari yang lalu

MUI Sebut Halangi Pemakaman Jenazah Corona Hukumnya Dosa

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan bahwa mengalangi pemakaman jenazah korban virus corona..
1 hari yang lalu

4 Pemuda di Bekasi Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

Beritacenter.COM - Sebanyak empat orang pemuda di Tambun, Bekasi, Jawa Barat tewas seketika usai mengkonsumsi miras..
1 hari yang lalu

Lockdown Bagi Rakyat Kecil

Perumahan mewah di Jakarta konon sudah melakukan lockdown karena ada warga terinfeksi covid-19. Si dia pilih..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi