Kamis, 09 April 2020 - 05:30 WIB

Program Deradikalisasi Mampu Cegah Terorisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 29 Pebruari 2020 | 07:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pemerintah terus mengupayakan pencegahan penyebaran paham radikal melalui program deradikalisasi. Banyak pihak termasuk eks Terorisme mengakui upaya tersebut cukup mumpuni dalam menetralisir ideologi anti Pancasila, sehingga perlu ditingkatkan kembali.

Layaknya sebuah peristiwa, penyebaran paham radikal ini kemungkinan bisa berada di posisi siaga. Pasalnya, paham ini dinilai cukup intens mencari mangsa atau pengikut. Tanpa pandang bulu, dari semua kalangan berpotensi terpapar paham ini. Langkah pemerintah dalam menanggulangi hal ini salah satunya dengan deradikalisasi serta kontra radikalisasi. Namun, dalam hal ini pemerintah harus mampu menjangkau kelompok-kelompok yang dinilai rentan. Yakni, anak-anak muda.

Menurut, Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menyatakan bahwa program kontra radikalisasi yang dijalankan pemerintah perlu diperluas dan juga diperkuat lagi, serta secara aktif ikut melibatkan masyarakat.

Hal tersebut dikatakannya kepada VOA untuk merespon pernyataan dari Khairul Ghazali. Dia adalah bekas narapidana kasus terorisme di Medan pada tahun 2010. Khairul mengatakan program kontra radikalisasi belum dapat menyasar kelompok-kelompok yang telah terpapar radikalisme. Pihaknya berpendapat jika kontra radikalisasi ialah membangun pertahanan diri agar tidak mudah terkena ancaman paham radikal.

Sedangkan untuk kontra radikalisasi membentengi diri dari segala kemungkinan paparan paham radikal yang akan masuk. Dia menambahkan, Program kontra radikalisasi memang belum masuk ke wilayah kalangan bawah maupun masyarakat mungkin ada benarnya.

Sementara itu, Menkopolhukam, Mahfud MD mengakui paham radikal saat ini makin mudah masuk utamanya di kalangan generasi muda.

Program deradikalisasi serta kontra radikalisasi sangat penting dilakukan pemerintah dalam menetralisasi paham-paham radikal. Ada banyak cara pendekatan yang bisa dilakukan. Misalnya, pendekatan secara hukum, agama, psikologi, ekonomi, pendidikan, kemanusiaan hingga sosial-budaya.

Program deradikalisasi disebut-sebut lebih efektif jika dilakukan oleh orang-orang yang dipercayai oleh kelompok yang telah terpapar radikalisme. Misalnya guru, keluarga, maupun ustaz. Sebab, dengan pemerintah mereka seolah telah membuat tembok dan tidak percaya.

Stanislaus juga mengatakan harus dibedakan antara program deradikalisasi serta kontra radikalisasi tersebut.

Jika Deradikalisasi itu ialah mengubah paham orang yang radikal menjadi tidak radikal, seperti yang dilakukan terhadap para narapidana terorisme. Sangat sulit mengubah ideologi tersebut, tidak mudah apalagi jika dilakukan pemerintah karena mereka telah menganggap pemerintah sebagai musuh, terang Stanislaus.

Stanislaus juga menambahkan bahwa pemerintah harus mewaspadai para mantan narapidana terorisme yang saat ini tengah mengalami kesulitan ekonomi. Karena mereka akan menjadi kelompok rentan. Kondisi tersebut dapat berpotensi untuk kembali kepada kelompoknya atau yang mau menerimanya. Kemungkinan, pemberdayaan ekonomi bisa menjadi salah satu pendekatan deradikalisasi.

Selain itu, Pemerintah juga perlu memperluas penyebaran program kontra radikalisasi. Pasalnya, keberadaan media sosial dan internet makin mempermudah penyebaran paham radikal di kalangan anak muda. Anak-anak muda yang tengah mencari jati diri akan secara gampang menemukan paham-paham radikal di dunia maya tersebut. Apalagi, tak menampik mereka lebih banyak menghabiskan waktu berselancar di internet.

Di lain pihak, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai menghadiri sebuah seminar nasional deradikalisasi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), mengatakan pemerintah telah memberdayakan serta melibatkan bekas narapidana kasus terorisme dalam program Deradikalisasi ini.

Mahfud mencontohkan Ali Imron (kasus Bom Bali II) selalu didapuk menjadi pembicara terkait radikalisme. Dan menyatakannya sebagai paham yang berbahaya, sebab dia sendiri pernah menjadi pelakunya, dan eks narapidana lain. Mereka dibina hingga sadar, yang kemudian diminta untuk menyadarkan yang lainnya.

Langkah ekslusif pemerintah ini menurut hemat saya sudah cukup efektif. Memang ada satu faktor yang mendominasi seperti ekonomi, yang mana hal ini dinilai rentan memicu orang menjadi pelaku radikalisme. Melalui upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi dengan cakupan aspek yang lebih luas serta menyeluruh, tak menutup kemungkinan dapat menekan angka ekspansi paham ini. Apalagi jika melibatkan masyarakat juga eks napi tindakan radikalisme. Tentunya langkah ini akan terasa lebih efektif dan bakal menuai keberhasilan secara optimal. Maka dari itu, mari kita dukung upaya negara untuk melindungi seluruh warganya dari paparan radikalisme yang meresahkan.

Oleh : Tri Wulandari
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Deradikalisasi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 jam yang lalu

Berikut Ini 8 Manfaat Kencur Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Tanaman kencur (Kaempferia galangal) merupakan salah satu tanaman herbal yang berasal dari jenis..
5 jam yang lalu

Alhamdulillah, Pelajar Positif Corona di RSUD Sidoarjo Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Alhamdulillah, satu pasien positif corona (COVID-19) yang sebelumnya menjalani perawatan selama 15..
6 jam yang lalu

Anies Sebut TNI-Polri Akan Sering Patroli saat PSBB Mulai Diterapkan di Jakarta

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, tim gabungan TNI-Polri akan sering..
7 jam yang lalu

Diduga Aborsi Seorang Diri, Mahasiswi Ini Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Beritacenter.COM - Seorang mahasiswi berinisial IU (25) ditemukan tewas saat melakukan aborsi seorang diri di dalam..
7 jam yang lalu

Ponakan Pengusaha Pempek di Jambi Jadi Sasaran Rampok, Pelaku Gasak Duit Rp 20 Juta

Beritacenter.COM - Aksi perampokan kembali terjadi di Kota Jambi, kali ini korban yang menjadi sasarannya merupakan..
8 jam yang lalu

Kabar Baik!! 46 Pasien Corona di Jatim Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali datang dari Provinsi Jawa Timur, sebanyak 46 pasien corona telah dinyatakan..
8 jam yang lalu

Dunia Musisi Tanah Air Berduka, Glenn Fredly Dikabarkan Tutup Usia

Beritacenter.COM - Dunia musik Indonesia berduka dimana salah satu penyanyi kebanggaan Glenn Fredly mengembuskan..
8 jam yang lalu

Alhamdulillah... Begini Langkah Pemerintah Bantu Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah...

Diketahui juga jika Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian mennyebutkan jika pembebasan bunga dan penundaan pokok..
9 jam yang lalu

Polres Metro Bekasi Tangkap 10 Pemuda yang Tetap Nongkrong di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan sepuluh orang pemuda yang nekat tetap berkumpul di tengah..
9 jam yang lalu

Bus Antar Propinsi dan Angkutan Umum di Jakarta Tidak Bisa Beroperasi Pada Jam Tertentu

Beritacenter.COM - Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) nantinya dilarang masuk Jakarta pukul 18.00 WIB saat..
9 jam yang lalu

Meski Sudah Dilarang, Gereja di Amerika Serikat Ini Tetap Tawarkan Layanan Misa...

Diketahui juga jika Sandra telah satu bulan juga bekerja dari rumah untuk menghindar dari wabah corona yang saat ini..
9 jam yang lalu

Sempat Buat Maklumat Boleh Shalat Berjamaah, Kini Ketua MUI NTB Langsung Merevisi Maklumat Tersebut...

Diketahui juga jika maklumat bernomor: A-30/DP.P-XXVIII/IV/2020 pada poin ke-1 memuat: wilayah, kabupaten, kota,..
9 jam yang lalu

Berikut Ini Dua Kecamatan di Jakarta yang Terbebas dari Virus Corona...

Beritacenter.COM - Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, Catur Laswanto..
10 jam yang lalu

Begini Mekanisme Penyaluran Bahan Pokok dan BBM di Jakarta Saat PSBB Dimulai

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana akan mengerahkan anak buahnya untuk..
10 jam yang lalu

Gubernur Jabar Ajukan PSBB Untuk Lima Wilayah Ini...

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil resmi mengajukan permohonan status Pembatasan Sosial Berskala..
11 jam yang lalu

Jutaan Warga Akan Melawan Corona dengan Istigasah Kubra Secara Online

Beritacenter.COM - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur bersama pemerintah provinsi berserta segenap Pondok..
11 jam yang lalu

Ojol Akan Dilarang Berboncengan Saat PSBB Diberlakukan

Beritacenter.COM - Kebijakan larangan berboncengan saat Ibu Kota Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar..
12 jam yang lalu

Mitos Terpecahkan, Pasien Yang Sembuh dari Corona Bisa Positif Lagi

Beritacenter.COM - Ada beberapa pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari serangan Corona COVID-19 yang sebelumnya..
12 jam yang lalu

Alami Sesak, Seorang Kakek 64 Tahun di Inggris Sembuh Dari Virus Corona

Beritacenter.COM - Seorang kakek berusia 64 tahun di Inggris dinyatakan sembuh dari virus corona atau covid - 19...
13 jam yang lalu

Melawan Pandemi

Seberapa tenang saya menghadapi pandemik Corona ini? Bagi saya pribadi yang penting tidak meremehkan, karena sikap..
13 jam yang lalu

Fiji Dihantam Topan Hingga Menghancurkan Banyak Rumah

Beritacenter.COM - Angin topan dahsyat menghantam negara kepulauan Pasifik Selatan, Fiji. Angin topan Harold itu juga..
13 jam yang lalu

Keren! Polri Gunakan Drone untuk Cek Suhu Tubuh Pengemudi Ojol Cegah Covid-19

Beritacenter.COM - Guna melakukan sosialisasi Operasi Keselamatan Cegah Covid-19 ke masyarakat, Korlantasi Polri..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi