Rabu, 15 Juli 2020 - 13:08 WIB

Program Deradikalisasi Mampu Cegah Terorisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 29 Pebruari 2020 | 07:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pemerintah terus mengupayakan pencegahan penyebaran paham radikal melalui program deradikalisasi. Banyak pihak termasuk eks Terorisme mengakui upaya tersebut cukup mumpuni dalam menetralisir ideologi anti Pancasila, sehingga perlu ditingkatkan kembali.

Layaknya sebuah peristiwa, penyebaran paham radikal ini kemungkinan bisa berada di posisi siaga. Pasalnya, paham ini dinilai cukup intens mencari mangsa atau pengikut. Tanpa pandang bulu, dari semua kalangan berpotensi terpapar paham ini. Langkah pemerintah dalam menanggulangi hal ini salah satunya dengan deradikalisasi serta kontra radikalisasi. Namun, dalam hal ini pemerintah harus mampu menjangkau kelompok-kelompok yang dinilai rentan. Yakni, anak-anak muda.

Menurut, Pengamat intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menyatakan bahwa program kontra radikalisasi yang dijalankan pemerintah perlu diperluas dan juga diperkuat lagi, serta secara aktif ikut melibatkan masyarakat.

Hal tersebut dikatakannya kepada VOA untuk merespon pernyataan dari Khairul Ghazali. Dia adalah bekas narapidana kasus terorisme di Medan pada tahun 2010. Khairul mengatakan program kontra radikalisasi belum dapat menyasar kelompok-kelompok yang telah terpapar radikalisme. Pihaknya berpendapat jika kontra radikalisasi ialah membangun pertahanan diri agar tidak mudah terkena ancaman paham radikal.

Sedangkan untuk kontra radikalisasi membentengi diri dari segala kemungkinan paparan paham radikal yang akan masuk. Dia menambahkan, Program kontra radikalisasi memang belum masuk ke wilayah kalangan bawah maupun masyarakat mungkin ada benarnya.

Sementara itu, Menkopolhukam, Mahfud MD mengakui paham radikal saat ini makin mudah masuk utamanya di kalangan generasi muda.

Program deradikalisasi serta kontra radikalisasi sangat penting dilakukan pemerintah dalam menetralisasi paham-paham radikal. Ada banyak cara pendekatan yang bisa dilakukan. Misalnya, pendekatan secara hukum, agama, psikologi, ekonomi, pendidikan, kemanusiaan hingga sosial-budaya.

Program deradikalisasi disebut-sebut lebih efektif jika dilakukan oleh orang-orang yang dipercayai oleh kelompok yang telah terpapar radikalisme. Misalnya guru, keluarga, maupun ustaz. Sebab, dengan pemerintah mereka seolah telah membuat tembok dan tidak percaya.

Stanislaus juga mengatakan harus dibedakan antara program deradikalisasi serta kontra radikalisasi tersebut.

Jika Deradikalisasi itu ialah mengubah paham orang yang radikal menjadi tidak radikal, seperti yang dilakukan terhadap para narapidana terorisme. Sangat sulit mengubah ideologi tersebut, tidak mudah apalagi jika dilakukan pemerintah karena mereka telah menganggap pemerintah sebagai musuh, terang Stanislaus.

Stanislaus juga menambahkan bahwa pemerintah harus mewaspadai para mantan narapidana terorisme yang saat ini tengah mengalami kesulitan ekonomi. Karena mereka akan menjadi kelompok rentan. Kondisi tersebut dapat berpotensi untuk kembali kepada kelompoknya atau yang mau menerimanya. Kemungkinan, pemberdayaan ekonomi bisa menjadi salah satu pendekatan deradikalisasi.

Selain itu, Pemerintah juga perlu memperluas penyebaran program kontra radikalisasi. Pasalnya, keberadaan media sosial dan internet makin mempermudah penyebaran paham radikal di kalangan anak muda. Anak-anak muda yang tengah mencari jati diri akan secara gampang menemukan paham-paham radikal di dunia maya tersebut. Apalagi, tak menampik mereka lebih banyak menghabiskan waktu berselancar di internet.

Di lain pihak, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD usai menghadiri sebuah seminar nasional deradikalisasi di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), mengatakan pemerintah telah memberdayakan serta melibatkan bekas narapidana kasus terorisme dalam program Deradikalisasi ini.

Mahfud mencontohkan Ali Imron (kasus Bom Bali II) selalu didapuk menjadi pembicara terkait radikalisme. Dan menyatakannya sebagai paham yang berbahaya, sebab dia sendiri pernah menjadi pelakunya, dan eks narapidana lain. Mereka dibina hingga sadar, yang kemudian diminta untuk menyadarkan yang lainnya.

Langkah ekslusif pemerintah ini menurut hemat saya sudah cukup efektif. Memang ada satu faktor yang mendominasi seperti ekonomi, yang mana hal ini dinilai rentan memicu orang menjadi pelaku radikalisme. Melalui upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi dengan cakupan aspek yang lebih luas serta menyeluruh, tak menutup kemungkinan dapat menekan angka ekspansi paham ini. Apalagi jika melibatkan masyarakat juga eks napi tindakan radikalisme. Tentunya langkah ini akan terasa lebih efektif dan bakal menuai keberhasilan secara optimal. Maka dari itu, mari kita dukung upaya negara untuk melindungi seluruh warganya dari paparan radikalisme yang meresahkan.

Oleh : Tri Wulandari
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Deradikalisasi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






22 menit yang lalu

Mereka Yang Kejebak Dengan Teori "PLONGA PLONGO"

"Ngeker" apa yang dimiliki musuh kemudian bersiap diri, paling tidak sampai kekuatan seimbang, bagus-bagus sudah..
30 menit yang lalu

Peringatan Keras Edhy Prabowo: 'Jangan Bisnis Ikan Kalau Enggak Pakai ABK RI'

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengingatkan para pengusaha yang ingin 25 persen Anak..
1 jam yang lalu

Kenalan Lewat Medos, ABG di Cilegon Diperkosa Empat Remaja

Beritacenter.COM - Seorang gadis anak baru gede (ABG) berusia 14 tahun diperkosa empat remaja. Para pelaku melakukan..
1 jam yang lalu

Provokasi Mahasiswa Papua di Surabaya, Veronica Koman Diamankan Polisi Meski Telah Lari ke Luar Negeri...

Diketahui juga jika keberhasilan kepolisian Indonesia ini juga tak lepas dari peranan Interpol. Alasannya, Veronica..
1 jam yang lalu

FINAL... PBB : Papua Adalah Bagian dari NKRI dan Tak Bisa Diganggu Gugat...

Diketahui juga jika keputusan tersebut dihasilkan dari gelaran debat publik negara calon anggota Dewan HAM di Jenewa..
1 jam yang lalu

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Pria di Jakbar Nekat Gantung Diri

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisal BS ditemukan tewas dengan posisi telah tergantung di kamar mandi rumahnya..
3 jam yang lalu

Dijuluki 'Menteri Titipan', Edhy Prabowo : Nggak Apa - Apa, Santai Aja

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Edhy Prabowo mengaku tidak keberatan jika orang lain..
3 jam yang lalu

Polda Metro Jaya Terjunkan 4.000 Personel Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas

Beritacenter.COM - Jajaran Satlantas Polda Metro Jaya menerjunkan 4.000 personel untuk menindak para pelanggaran lalu..
4 jam yang lalu

Bocoran Lembaga Negara Yang Akan Dibubarkan Presiden

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan membubarkan lembaga negara dan komisi demi..
4 jam yang lalu

Los Blancos Minta Anggota Tim dan Fans Rayakan Gelar Juara di Rumah

Beritacenter.COM - Real Madrid bakal menjadi juara LaLiga 2019/2020. Pihak Los Blancos mengimbau agar anggota tim..
10 jam yang lalu

Hana Hanifah: Saya Mohon Maaf ke Orangtua, Kerabat dan Warga Kota Medan

Saya memohon maaf kepada orang tua saya dan kepada kerabat saya. Saya mengucapkan permohonan maaf kepada warga Kota Medan
11 jam yang lalu

Edhy Prabowo: Pemimpin Bisa Dikatakan Berhasil Kalau Rakyat Kecil Itu Tertawa, Senang!

Bikin mereka tertawa, jadi saya dapat arahan dari beliau satu lagi, pemimpin itu bisa dikatakan berhasil kalau rakyat..
12 jam yang lalu

Tergiur Keuntungan Besar, Hana Hanifah Diduga Sudah Setahun Terlibat Prostitusi

Jadi pertama kali saat wawancara langsung dengan yang bersangkutan, yang bersangkutan menyampaikan di Medan baru..
13 jam yang lalu

Diundang ke Istana, Jokowi Minta Artis-Seniman Imbau Fans Patuhi Protokol COVID-19

Pak presiden mengharapkan kami, kawan-kawan dari dunia seni untuk membantu pemerintah mengartikulasikan..
14 jam yang lalu

Sehari-hari Jadi Sopir Taksi Online, Pria yang Urus Hana Hanifah di Medan Dijanjikan Rp4 Juta

Beritacenter.COM - Polisi menetapkan pria berinisial R sebagai tersangka dalam kasus dugaan prostitusi yang..
15 jam yang lalu

Kecelakaan di Blitar Jatim, Pengendara Motor Tewas Usai Ditubruk Truk

Beritacenter.COM - Terjadi kecelakaan di Jalan Raya Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sebuah truk..
15 jam yang lalu

Cari Petunjuk, Polisi Telusuri CCTV Disekitar TKP Tewasnya Editor Metro TV

Beritacenter.COM - Polisi melakukan penelusuran terhadap CCTV yang ada di sekitar lokasi tewasnya editor Metro TV..
15 jam yang lalu

Berikut Ini 4 Teh yang Baik di Konsumsi Sebelum Tidur

Beritacenter.COM - Pada umunya teh dinimati pada pagi hari karena bisa menghangatkan tubuh menjadi sumber energi bagi..
17 jam yang lalu

Pemerintah Minta Warga Tak Buka Mulut saat di Transportasi Umum

Beritacenter.COM - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk tidak..
17 jam yang lalu

MUI Imbau Warga yang Berkurban Tak Ambil Jatah Daging, Cegah Penyebaran COVID-19

Beritacenter.COM - Menyikapi situasi ditengah pandemi COVID-19, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Muhyiddin..
18 jam yang lalu

Polri Selidiki 55 Kasus Penyelewengan Dana Bansos Covid-19

Beritacenter.COM - Bareskrim Polri selidiki 55 laporan terkait kasus penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) untuk..
19 jam yang lalu

Disebut 'Menteri Titipan', Edhy Prabowo : Gapapa, Saya Fokus Membahagiakan Rakyat

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo angkat bicara terkait sebutan masyarakat kepada..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi