Sabtu, 06 Juni 2020 - 13:38 WIB

Mewaspadai Penyebaran Paham Radikal di Masyarakat

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 07 Maret 2020 | 21:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Ahmad Pahlevi Pengamat sosial politik

Penyebaran paham radikal masih menjadi ancaman nyata bagi keutuhan bangsa. Setiap elemen bangsa diminta untuk tetap mewaspadai penyebaran paham tersebut karena  dapat mengancam keutuhan bangsa.

Tak butuh waktu lama, untuk radikalisme menguasai wilayah inkubasinya. Penyebaran paham esktrim ini dinilai cukup getol melakukan sejumlah pergerakkan. Lambat namun pasti, radikalisme banyak diikuti oleh orang-orang yang notabene ingin mendapatkan sejumlah pengakuan. Umumnya, banyak faktor kenapa orang bisa melakukan tindakan radikal. Kemungkinan paling besar ialah ekonomi.

Ekonomi memiliki andil cukup besar dalam hal ini. Misalnya saja ketika para pelaku radikal ini ingin merekrut anggota, mereka mengiming-imingi nominal hingga jaminan kehidupan yang layak. Jika begini siapa yang tak tergiur. Sayangnya embel-embel agama menjadi pembungkusnya. Sudah bukan rahasia jika agama merupakan masalah yang sensitif. Salah sedikit saja bisa berabe. Namun tidak dengan para radikalis ini. Mereka seolah memiliki senjata untuk digunakan sebagai media pembelokkan yang cukup mumpuni.

Doktrin-doktrin dijejalkan sesuai keyakinan, yang seharusanya salah justru menjadi pembenaran. Yang akibatnya mereka dapat menerjang segala tata aturan yang ada. Sehingga mengembalikan mereka ke jalan yang benar membutuhkan usaha ekstra.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa Cara berpikir dan berperilaku yang intoleran serta radikal wajib dihilangkan untuk mencapai visi Indonesia lebih Maju. Dirinya menuturkan untuk menghilangkan segala hambatan-hambatan termasuk radikalisme, intoleransi hingga perpecahan. Lebih rinci Wapres menegaskan bahwa radikalisme dan intoleransi dpaat tercermin dari cara berpikir dan berperilaku, bukan pada bagaimana cara orang tersebut berpakaian. Hal ini diutarakan pasca ramai larangan penggunaan atribut keagamaan seperti cadar juga celana cingkrang.

Tindakan radikalisme ini dinilai  telah berevolusi. Kejadian demi kejadian banyak yang dikategorikan menjadi radikalisme. Misalnya saja ujaran kebencian hingga yang terparah ialah upaya perusakan hingga mengakibatkan luka atau mengancam nyawa orang lain. Parahnya mereka (pelaku radikal) ini merasa benar atas tindakan yang mereka lakukan.

Tujuan dari tindakan ini ialah ingin mendirikan negara sendiri secara instan hingga meruntuhkan kepemerintahan yang ada. Radikalisme terasa makin meluas dengan adanya perkembangan teknologi. Penggunaan media sosial sedikit banyak mempengaruhi radikalisme ini. Beberapa berita, hingga adanya manipulasi gambar yang disertai aneka narasi yang memojokkan pemerintahan kerap bergulir di beranda media massa.

Seolah paling benar sendiri, hingga mengkritisi negeri. Orang-orang yang cenderung melakukan tindakan radikal ini menganut sistem yang sedikit melenceng. Jika orang lain tak sepihak atau sependapat dengannya maka akan disingkirkan. Meski seolah tak kasat mata, kaum radikalis ini bekerja secara kelompok dengan beragam tugas yang terstruktur. Mereka bekerja secara rapi. Bahkan, banyak data yang menyebutkan ada diantaranya yang mempropaganda melalui media sosial bernama Telegram.

Melalui aplikasi ini grup-grup terselubung dibuat. Meski terkesan mandiri, mereka justru terorganisasi secara rapi. Memiliki basis kekuatan yang tersembunyi. Maka tak ayal jika dulu wacana kepulangan eks simpatisan ISIS ditolak. Bukan saja dapat memicu konflik, secara nyata orang – orang seperti ini telah berinteraksi dengan kelompoknya setiap hari. Sehingga bukan tak mungkin pemikiran-pemikiran menyimpang telah tertanam di otak mereka.

Meski upaya deradikalisasi telah diterapkan, pemerintah harus sabar dalam menuai hasilnya. Deradikalisasi yang diaplikasikan kepada eks radikalis bukan tidak efektif, namun karena mereka telah lama dicekoki pemikiran-pemikiran yang salah. Sehingga untuk kembali lagi memang membutuhkan waktu.

Peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran radikalisme wajib diprioritaskan. Bak rayuan maut, kaum radikal begitu lihai menggaet anggota baru. Jika demikian, tentunya semua kembali pada pribadi masing-masing. Apapun itu semua bisa dimulai dari diri sendiri. Sebut saja sikap toleransi, meski sepele banyak yang tidak menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya akan timbul sikap intoleran yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Orang ngomong ini salah, ngomong itu salah, seolah dirinya yang paling benar. Jika dibiarkan lambat laun akan mengganggu stabilitas nasional juga. Sikap intoleran umumnya akan menciptakan budaya individualisme. Maka dari itu mari kita mulai untuk lebih peka terhadap sesama. Jika sikap intoleransi berlebihan ini dilestarikan bisa bisa negara bakal bubar jalan.

 




Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok Terorisme #Kelompok Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






35 menit yang lalu

Usai Banyak Yang Mengeluh Tagihan Melonjak, PLN Juga Blokir ID Pelangggan

Beritacenter.COM - Para pelanggan listrik banyak yang mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dan pemblokiran..
1 jam yang lalu

Ada 8 Negara Yang Siap Keroyok China Habis-habisan

Beritacenter.COM - Ada delapan negara siap dibentuk oleh aliansi lintas parlemen baru guna mengkeroyok..
3 jam yang lalu

Real Madrid Mulai Tertarik Datangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspurs

Beritacenter.COM - Real Madrid dikabarkan mulai tertarik mendtangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Pemain..
4 jam yang lalu

Hati - Hati, 7 Makanan ini Miliki Kandungan Tinggi Gula

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
5 jam yang lalu

Bejat !!! Seorang Ayah di Jayapura Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial BT (48) warga Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,..
6 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Perkirakan Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Seluruh wilayah di DKI Jakarta diperkirakan cuacnya akan cerah berawan pada akhir pekan ini, Sabtu..
8 jam yang lalu

Penting! Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Sehabis Makan Jika Mau Sehat

Beritacenter.COM - Ada baiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk tak melakukan aktivitas yang berat setelah makan...
9 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Sumsel Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial RS (34) ditangkap polisi lantaran diduga memperkosa anaknya sendiri yang..
10 jam yang lalu

Moeldoko Sebut Kasus Corona Bisa Meningkat Jika Tidak Hati-Hati dalam Menanganinya

Beritacenter.COM - Pemerintah sebut penanganan virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa dianggap sepele...
11 jam yang lalu

Enam Mahasiswa Ditangkap saat Sedang Pesta Narkoba di Bengkulu

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 6 orang mahasiswa yang kedapatan sedang pesta narkoba jenis..
12 jam yang lalu

Acungkan Pisau saat Hendak Ditangkap, Dua Begal Asal Bengkulu Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap dua begal lintas Provinsi usai melakukan aksinya, pada Kamis 4 Juni 2020..
13 jam yang lalu

Gubernur Banten : Empat Ribu Ponpes Akan Segera Dibuka Kembali

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima kunjungan dari pengurus Forum Silaturahmi Pondok..
13 jam yang lalu

Cabuli Muridnya, Guru Honorer di Bengkulu Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang guru honorer berinisial BM (26) yang diduga melakukan..
14 jam yang lalu

10 Pasien Virus Corona Sembuh, Kulon Progo DIY Sandang Status Zona Hijau Covid-19

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan..
15 jam yang lalu

Alhamdulillah, 10 Pasien Positif Corona di Sultra Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali terdengar dari Sulawesi Utara, sebanyak 10 pasien positif virus corona..
15 jam yang lalu

Heboh, Balon Udara Jatuh dan Nyangkut di Kabel Telepon Depan SPBU Kalijambe Sragen

Beritacenter.COM - Heboh, balon udara dilaporkan terjatuh diarea SPBU Kalijambe, di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Desa..
16 jam yang lalu

Densus Sita Buku Jihad-Barang Mengarah ke Teror Dikediaman Terduga Teroris JI di Cirebon

Untuk barang bukti sepenuhnya ranah Densus. Yang diamankan itu ada buku-buku jihad, handphone, kartu keluarga (KK)..
16 jam yang lalu

Pegawai KKP Ngantor Kembali, Antam Novambar: Demi Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Antam Novambar mengatakan, para pegawai..
16 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria di Jayapura Tega Setubuhi Putri Kandung Hingga 5 Kali

Beritacenter.COM - Tega menggahi putri kandungnya sendiri, pria berinisial BT (49) warga Kampung Netar, Sentani..
17 jam yang lalu

Wamenag Tepis Tudingan Soal Uang Ibadah Haji Untuk Perkuat Rupiah

Beritacenter.COM - Dana uang haji yang dikabarkan untuk memperkuat nilai rupiah merupakan kabar berita palsu atau..
17 jam yang lalu

Bongkar 2 Kasus Besar, Satgassus Polri Sita 1,2 Ton Sabu Kurang dari Sebulan

Beritacenter.COM - Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika..
18 jam yang lalu

Teroris di Cirebon Digerebek Densus 88

Beritacenter.COM - Terduga teroris berinisial M yang berada di Desa Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi