Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:06 WIB

Peran Media dan Milenial Bendung Radikalisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 10 Maret 2020 | 09:29 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Rahmat Soleh Relawan Milenial Muslim Bersatu

Dari sekian banyak media penyebaran radikalisme, media sosial-lah yang paling berpotensi. Maka dari itu, warganet yang berasal dari kalangan milenialpun diimbau untuk mampu berkolaborasi menangkal paham ini.

Dulu sumber berita hanya datang dari radio atau televisi hitam putih. Itupun tak semua orang punya, mungkin saja satu RT hanya ada satu yang mempunyai barang tersebut. Sehingga akses dengan dunia luar masih tergolong susah. Berbeda dengan sekarang, perkembangan teknologi yang kiat pesat membuat siapapun mampu mengakses segala informasi dengan mudah. Bahkan, di seluruh dunia sekalipun. Tapi, sayangnya kemudahan akses ini tak dibarengi dengan tanggung jawab si pengguna.

Penggunaan teknologi yang tanpa batas ini faktanya digunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan sejumlah intervensi. Paham-paham radikalisme disebar, propaganda-propaganda atas nama agama dilambungkan hingga agenda terselubung bernama solidaritas. Di Indonesia sendiri, sebetulnya bukan negara yang menganut sistem esktrimis. Orang-orang Indonesia itu sesuai dengan nama yang disematkan, yakni gemah ripah lohjinawi. Serta memiliki tingkat toleransi yang cukup tinggi.

Namun, kenapa Indonesia ini termasuk negara denagn persentase tindakan radikalisme yang cukup tinggi? Sebenarnya tak perlu banyak alasan. Radikalisme ini begitu cepat menyebar. Tak hanya secara langsung, kini paham tersebut berevolusi menjadi lebih terkini. Pemanfaatan media sosial seolah dimaksimalkan untuk mendoktrin orang-orang dengan wawasan yang kurang. Padahal, kaum milenial sekarang ini tak jauh-jauh dari yang namanya gadget serta jejaring sosial. Seharusnya, mereka dapat menyaring segala macam informasi yang beredar.

Maka dari itu, peran warganet ini sangat diperlukan dalam upaya memerangi radikalisme. Media massa ini layaknya sumber informasi yang ditunggu kehadirannya. Sehingga, konten-konten yang ditampilkan haruslah mengedukasi, benar dan bukan hoax semata untuk menaikkan rating. Apalagi, akhir-akhir ini banyak sekali berita hoax dengan narasi yang cukup menghebohkan. Jika tak dibarengi dengan pengetahuan yang luas, orang awam-pun akan langsung percaya atas berita tersebut.

Sebelumnya, Kepala Biro (Karo) Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Pol Budi Setiawan mengungkapkan, adanya kampanye kelompok penganut radikalisme dan intoleransi di era digital seperti sekarang, banyak yang memanfaatkan media sosial atau medsos.

Berbagai bentuk propaganda bertebaran di media tersebut, dan tema yang paling sering ditemui ialah menyudutkan pemerintahan yang mengusung ideologi khilafah. Segala macam langkah pemerintah dikritisi, dianggap kurang ini kurang itu, namun ujung-ujungnya mengaitkannya dengan ideologi-ideologi menyimpang.

Menurut Brigjen Pol Budi, menuturkan adanya kebencian (hate speech) yang dilambungkan melalui forum-forum beserta media sosial yang isinya hujatan, hinaan maupun provokasi bersumber dari hoax. Akibatnya, Masyarakat menjadi marah, takut juga gelisah sehingga dapat dengan mudah digerakkan untuk kepentingan kelompok radikal tersebut.

Umumnya, orang yang telah terpapar hoax serta ujaran kebencian akan cenderung bersikap rasis, radikalis, intoleran dan memiliki egoisme yang tinggi. Akibatnya, jika mendapati orang maupun pihak yang tak sejalan atau sepaham akan dianggap lawan, dan harus disingkirkan.

Mirisnya, tidak ada lagi kedamaian, pasalnya hanya kebencian yang selalu hadir didalam hati. Berdasar atas hal tersebut, Polri turut mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan serta melawan kampanye yang mendukung khilafah di berbagai media sosial. Karena media ini tampak begitu bebas untuk menyebarkan hoax dan juga hasutan.

Upaya pencegahan yang tengah dilakukan Polri, antara lain dengan melakukan patroli siber, penyuluhan atau sosialisasi, pelatihan dan juga kampanye pemanfaatan internet dengan bijaksana. Selain itu, melakukan kegiatan edukasi dan komunikasi kepada para penggiat medsos, netizen, mulai dari perguruan tinggi, media massa, lembaga yang terkait, hingga provider seluler beserta yang lainnya.

Implikasinya, mereka bisa berperan proaktif dalam mengampanyekan anti-hoax dan menjaga ketertiban bersama. Termasuk menciptakan ruang publik internet yang sehat. Disamping itu, pihak Kepolisian juga tengah melakukan upaya pembendungan konten negatif itu.

Disebutkan, langkah ini bakal dilakukan dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), serta Badan Siber dan juga Sandi Negara (BSSN). Sehingga patroli siber dapat dilaksanakan, dan kemudian memblokir serta menonaktifkan akun-akun penyebar kampanye pro khilafah maupun penyebar hoax. Tak lupa upaya penegakkan hukum terus dilakukan. Yakni, dengan cara menangkap dan memroses hukum para pelaku. Hal ini bertujuan agar nantinya masyarakat dengan tegas menentang hoax, dengan tidak lagi menyebarkan, meneruskan apalagi membuatnya.

Tak menampik kuatnya arus informasi di media sosial mampu membuat penggunanya ikut terseret. Jika tak hati-hati, kemungkinan hari ini hanya jadi penonton. Tapi besok malah jadi pembuat hoax. Mari perangi radikalisme yang berasal dari hoax-hoax tak berfaedah!

 





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Teorisme #Radikal #Kelompok Radikalis


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 menit yang lalu

Waspada Saat Belanja Online Lewat Internet

Beritacenter.COM - Saat pandemi virus Corona(COVID-19) lambat laun merubah gaya hidup masyarakat. Jika..
48 menit yang lalu

Jaringan 5G Akan Kesulitan Beroperasi

Beritacenter.COM - Saat ini di Indonesia jaringan telekomunikasi sudah mencapai 44,6 juta kilometer persegi..
2 jam yang lalu

Usai Banyak Yang Mengeluh Tagihan Melonjak, PLN Juga Blokir ID Pelangggan

Beritacenter.COM - Para pelanggan listrik banyak yang mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dan pemblokiran..
3 jam yang lalu

Ada 8 Negara Yang Siap Keroyok China Habis-habisan

Beritacenter.COM - Ada delapan negara siap dibentuk oleh aliansi lintas parlemen baru guna mengkeroyok..
5 jam yang lalu

Real Madrid Mulai Tertarik Datangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspurs

Beritacenter.COM - Real Madrid dikabarkan mulai tertarik mendtangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Pemain..
6 jam yang lalu

Hati - Hati, 7 Makanan ini Miliki Kandungan Tinggi Gula

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
7 jam yang lalu

Bejat !!! Seorang Ayah di Jayapura Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial BT (48) warga Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,..
8 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Perkirakan Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Seluruh wilayah di DKI Jakarta diperkirakan cuacnya akan cerah berawan pada akhir pekan ini, Sabtu..
9 jam yang lalu

Penting! Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Sehabis Makan Jika Mau Sehat

Beritacenter.COM - Ada baiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk tak melakukan aktivitas yang berat setelah makan...
10 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Sumsel Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial RS (34) ditangkap polisi lantaran diduga memperkosa anaknya sendiri yang..
11 jam yang lalu

Moeldoko Sebut Kasus Corona Bisa Meningkat Jika Tidak Hati-Hati dalam Menanganinya

Beritacenter.COM - Pemerintah sebut penanganan virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa dianggap sepele...
13 jam yang lalu

Enam Mahasiswa Ditangkap saat Sedang Pesta Narkoba di Bengkulu

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 6 orang mahasiswa yang kedapatan sedang pesta narkoba jenis..
14 jam yang lalu

Acungkan Pisau saat Hendak Ditangkap, Dua Begal Asal Bengkulu Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap dua begal lintas Provinsi usai melakukan aksinya, pada Kamis 4 Juni 2020..
14 jam yang lalu

Gubernur Banten : Empat Ribu Ponpes Akan Segera Dibuka Kembali

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima kunjungan dari pengurus Forum Silaturahmi Pondok..
15 jam yang lalu

Cabuli Muridnya, Guru Honorer di Bengkulu Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang guru honorer berinisial BM (26) yang diduga melakukan..
16 jam yang lalu

10 Pasien Virus Corona Sembuh, Kulon Progo DIY Sandang Status Zona Hijau Covid-19

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan..
16 jam yang lalu

Alhamdulillah, 10 Pasien Positif Corona di Sultra Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali terdengar dari Sulawesi Utara, sebanyak 10 pasien positif virus corona..
17 jam yang lalu

Heboh, Balon Udara Jatuh dan Nyangkut di Kabel Telepon Depan SPBU Kalijambe Sragen

Beritacenter.COM - Heboh, balon udara dilaporkan terjatuh diarea SPBU Kalijambe, di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Desa..
17 jam yang lalu

Densus Sita Buku Jihad-Barang Mengarah ke Teror Dikediaman Terduga Teroris JI di Cirebon

Untuk barang bukti sepenuhnya ranah Densus. Yang diamankan itu ada buku-buku jihad, handphone, kartu keluarga (KK)..
18 jam yang lalu

Pegawai KKP Ngantor Kembali, Antam Novambar: Demi Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Antam Novambar mengatakan, para pegawai..
18 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria di Jayapura Tega Setubuhi Putri Kandung Hingga 5 Kali

Beritacenter.COM - Tega menggahi putri kandungnya sendiri, pria berinisial BT (49) warga Kampung Netar, Sentani..
18 jam yang lalu

Wamenag Tepis Tudingan Soal Uang Ibadah Haji Untuk Perkuat Rupiah

Beritacenter.COM - Dana uang haji yang dikabarkan untuk memperkuat nilai rupiah merupakan kabar berita palsu atau..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi