Sabtu, 06 Juni 2020 - 14:42 WIB

Radikalisme Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 11 Maret 2020 | 11:50 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Egi Ramadhan kontributor Milenial Muslim Bersatu

Ancaman nyata NKRI dalam 4 tahun kedepan adalah gerakan Radikal, hal ini dikarenakan gerakan tersebut bertentangan dengan NKRI dan tidak ada istilah NKRI bersyariah dalam konteks Negara Pancasila. Diperlukan sinergitas seluruh elemen masyarakan untuk menolak dan mewaspadai paham anti Pancasila tersebut.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, bahtiar mengatakan, Sikap Pemerintah akan tetap tegas terhadap ormas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Ormas boleh tetap hidup namun jangan sampai menjadi musuh negara.

Saat ini nasionalisme di Indonesia mesti ditafsirkan sebagai nasionalisme yang membea nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, Pancasila perlu diterjemahkan dalam laku kehidupan sehari-hari.

Kita juga tidak bisa menutup mata bahwa Pancasila kian dirongrong oleh gerakan radikal. Seakan kampanye tentang radikalisme di media sosial jauh lebih gencar dibanding dengan gerakan membangun rasa persatuan.

Tipisnya rasa nasionalisme juga menjadi salah satu penyebab maraknya penyebaran radikalisme yang anti-pancasila, anti NKRI, anti UUD 45, serta yang tak kalah berbahaya adalah sikap gemar mengkafir-kafirkan orang lain.

Oleh karena itu pembinaan dan validasi ormas sangatlah penting dilakukan oleh negara. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ormas yang masih aktif dan pergerakan mereka.

Semangat nasionalisme harus terus dipelihara seluruh warga negara, sebagai upaya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Serta menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI dari berbagai macam ancaman, tantangan dan gangguan.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih, telah menjadi tren bagi para radikalis untuk menyebarkan ideologinya, melalui video, artikel maupun status di media sosial yang masih mudah dijumpai.

Jika dibiarkan, tentu kelompok radikal ini akan sangat mudah dalam melakukan perekrutan anggota barunya. Tentu saja hal ini semakin jelas menunjukan bahwa radikalisme merupakan ancaman nyata yang perlu diwaspadai bersama.

Upaya pemerintah dalam mengatasi radikalisme di Indonesia adalah dengan membangun kesadaran bahwa perbedaan antar manusia adalah fitrah ciptaan Tuhan. Selain itu, diperlukan juga untuk membumikan Pancasila.

Demokrasi di Indonesia dinilai sudah terbuka dan mampu memberikan ruang pada perbedaan pendapat. Hal tersebut tak lain bertujuan untuk menyegarkan semangat masyarakat dalam berbangsa.

Dahsyatnya radikalisme telah kita lihat secara nyata, dimana saat ini terdapat 600-an orang Indonesia di Suriah yang memutuskan untuk menyobek paspornya, tentu saja hal ini menjadi ironi tersendiri, namun pemerintah juga tidak bisa memulangkan mereka, karena secara sadar mereka meninggalkan tanah air untuk hidup bersama organisasi radikal.

Tentu saja tidak mudah menyembuhkan para eks WNI yang ada di Suriah untuk mengakui NKRI dan Pancasila. BNPT saja membutuhkan waktu hampir 3 tahun untuk melakukan upaya deradikalisasi seorang yang pernah bergabung dengan ISIS.

Hal tersebut sudah cukup menjelaskan tentang bagaimana mencegah agar radikalisme tidak masuk ke Indonesia. Pasalnya bila hal itu terjadi dan masih bercokol di Nusantara, maka bisa diprediksi bahwa seluruh bangsa Indonesia pasti akan menderita.

Masyarakat Indonesia dari berbagai suku haruslah kompak menolak paham radikal yang sudah jelas merugikan banyak pihak. Pancasila sebagai dasar negara sudah final dan tidak dapat diganggu-gugat oleh ideologi apapun.

Sehingga jangan sampai tafsir agama yang sempit dieksploitasi untuk kepentingan tertentu seperti menghantam nilai-nilai Pancasila. Misalnya kelompok radikal yang menganggap Pancasila sebagai thagut atau berhala.

Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merupakan buah dari pemikiran para pendiri bangsa yang diperas dari nilai budaya dan ajaran agama. Karenanya, agama sama sekali tidak bertentangan dan tidak dapat dipertentangkan dengan Pancasila.

Untuk itulah perlu adanya penguatan kembali relasi harmonis agama dan pancasila sebagai upaya untuk menolak secara tegas kelompok yang ingin mempertentangkan keduanya.

Padahal korelasi antara agama dan Pancasila sejatinya merupakan korelasi yang sangat positif karena mempunyai posisi masing-masing.

Agama mengatur umat manusia yang tentunya tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di luar Indonesia. Sementara Pancasila mengatur manusia yang ada di Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan agama. Kedua hal ini tentu saling mendukung dan buksan saling meniadakan.

Oleh karena itu, penting kiranya menyebarkan semangat pancasila di berbagai elemen masyarakat sebagai upaya dalam membendung ancaman radikalisme di NKRI.

 





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok Radikali #Radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






24 menit yang lalu

Jaringan 5G Akan Kesulitan Beroperasi

Beritacenter.COM - Saat ini di Indonesia jaringan telekomunikasi sudah mencapai 44,6 juta kilometer persegi..
1 jam yang lalu

Usai Banyak Yang Mengeluh Tagihan Melonjak, PLN Juga Blokir ID Pelangggan

Beritacenter.COM - Para pelanggan listrik banyak yang mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dan pemblokiran..
2 jam yang lalu

Ada 8 Negara Yang Siap Keroyok China Habis-habisan

Beritacenter.COM - Ada delapan negara siap dibentuk oleh aliansi lintas parlemen baru guna mengkeroyok..
4 jam yang lalu

Real Madrid Mulai Tertarik Datangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspurs

Beritacenter.COM - Real Madrid dikabarkan mulai tertarik mendtangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Pemain..
5 jam yang lalu

Hati - Hati, 7 Makanan ini Miliki Kandungan Tinggi Gula

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
6 jam yang lalu

Bejat !!! Seorang Ayah di Jayapura Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial BT (48) warga Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,..
7 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Perkirakan Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Seluruh wilayah di DKI Jakarta diperkirakan cuacnya akan cerah berawan pada akhir pekan ini, Sabtu..
9 jam yang lalu

Penting! Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Sehabis Makan Jika Mau Sehat

Beritacenter.COM - Ada baiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk tak melakukan aktivitas yang berat setelah makan...
10 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Sumsel Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial RS (34) ditangkap polisi lantaran diduga memperkosa anaknya sendiri yang..
11 jam yang lalu

Moeldoko Sebut Kasus Corona Bisa Meningkat Jika Tidak Hati-Hati dalam Menanganinya

Beritacenter.COM - Pemerintah sebut penanganan virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa dianggap sepele...
12 jam yang lalu

Enam Mahasiswa Ditangkap saat Sedang Pesta Narkoba di Bengkulu

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 6 orang mahasiswa yang kedapatan sedang pesta narkoba jenis..
13 jam yang lalu

Acungkan Pisau saat Hendak Ditangkap, Dua Begal Asal Bengkulu Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap dua begal lintas Provinsi usai melakukan aksinya, pada Kamis 4 Juni 2020..
14 jam yang lalu

Gubernur Banten : Empat Ribu Ponpes Akan Segera Dibuka Kembali

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima kunjungan dari pengurus Forum Silaturahmi Pondok..
14 jam yang lalu

Cabuli Muridnya, Guru Honorer di Bengkulu Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang guru honorer berinisial BM (26) yang diduga melakukan..
15 jam yang lalu

10 Pasien Virus Corona Sembuh, Kulon Progo DIY Sandang Status Zona Hijau Covid-19

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan..
16 jam yang lalu

Alhamdulillah, 10 Pasien Positif Corona di Sultra Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali terdengar dari Sulawesi Utara, sebanyak 10 pasien positif virus corona..
16 jam yang lalu

Heboh, Balon Udara Jatuh dan Nyangkut di Kabel Telepon Depan SPBU Kalijambe Sragen

Beritacenter.COM - Heboh, balon udara dilaporkan terjatuh diarea SPBU Kalijambe, di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Desa..
17 jam yang lalu

Densus Sita Buku Jihad-Barang Mengarah ke Teror Dikediaman Terduga Teroris JI di Cirebon

Untuk barang bukti sepenuhnya ranah Densus. Yang diamankan itu ada buku-buku jihad, handphone, kartu keluarga (KK)..
17 jam yang lalu

Pegawai KKP Ngantor Kembali, Antam Novambar: Demi Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Antam Novambar mengatakan, para pegawai..
17 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria di Jayapura Tega Setubuhi Putri Kandung Hingga 5 Kali

Beritacenter.COM - Tega menggahi putri kandungnya sendiri, pria berinisial BT (49) warga Kampung Netar, Sentani..
18 jam yang lalu

Wamenag Tepis Tudingan Soal Uang Ibadah Haji Untuk Perkuat Rupiah

Beritacenter.COM - Dana uang haji yang dikabarkan untuk memperkuat nilai rupiah merupakan kabar berita palsu atau..
18 jam yang lalu

Bongkar 2 Kasus Besar, Satgassus Polri Sita 1,2 Ton Sabu Kurang dari Sebulan

Beritacenter.COM - Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi