Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:13 WIB

Radikalisme Adalah Musuh Bersama

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 13 Maret 2020 | 12:45 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Andrean Hidayat Penulis Merupakan Pegiat Nusa Pers

Komitmen dan Konsistensi Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam memberantas radikalisme tidak perlu diragukan lagi. Belakangan terbaru, Presiden Jokowi tegas menolak kepulangan teroris ISIS Eks WNI kembali ke tanah air. Keseriusan mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan penuh toleransi tersebut selayaknya juga didukung penuh oleh segenap rakyat Indonesia agar stabilitas keamanan nasional tetap terjaga.

Menurut Mahfud MD, kelompok radikal tidak mengacu pada golongan tertentu. Ia juga meminta agar pemikiran bahwa orang yang radikal merupakan dari kelompok agama tertentu diubah.

Mahfud menegaskan, bahwasanya radikalisme itu satu paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan, kemudian merusak cara berpikir generasi baru. Baik orang Islam atau bikan orang Islam, kalau melakukan aksi teror tentu bisa disebut radikal.

Aksi terorisme semakin hari terus mengalami peningkatan. Kelompok radikal ini bahkan di masa sekarang sudah berani melibatkan perempuan dan anak-anak dalam menjalankan teror. Tak hanya itu, sasarannya bahkan sudah sampai pejabat negara. Tentu kita masih ingat mantan Menko Polhukam Wiranto yang ditusuk oleh Abu Rara yang merupakan anggota dari kelompok JAD.

Tentu sebuah keharusan apabila pemerintah saat ini melakukan screening kepada para ASN agar tidak terpapar oleh paham radikal. Hal tersebut bertujuan karena negara harus melindungi hak-hak publik dalam berbagai hal.

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi memiliki cara untuk mengatasi paham radikalisme. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Kementerian Agama akan menyisir masjid-masjid dan memberi peringatan kepada pengurus masjid.

Fachrul juga menyatakan, akan tegas menindak para aparatur sipil negara, pegawai BUMN, atau pegawai di lingkungan pemerintah lainnya yang terjangkit paham radikal.

Hal tersebut disampaikan Fachrul menyusul adanya data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT pada 2018, yang menyebutkan bahwa 41 masjid di lingkungan kementerian dan BUMN terpapar paham radikalisme.

Ia juga mengatakan, apabila ada tentara yang memiliki paham radikal bisa langsung dipecat. Ketegasan itu tentu saja menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi ancaman radikalisme yang semakin gawat.

Meski demikian, Fachrul tetap akan melakukan pendekatanyang berbeda terhadap masyarakat umum. Tidak langsung ditindak, karena masyarakat umum tentu perlu mendapatkan imbauan dan pencerahan terlebih dahulu.

Media sosial juga telah menjadi satu faktor yang mengubah perilaku sikap keagamaan. Masyarakat dunia saat ini telah terintegrasi secara global. Apa yang menjadi isu di Eropa dan Amerika misalnya, bisa dengan mudah terjadi di Indonesia. Diantara berbagai perubahan tersebut, isu radikalisme adalah sesuatu yang harus diwaspadai.

Tentu saja untuk menanggulangi radikalisme, pemerintah memerlukan upaya yang sistematis, terstruktur dan masif dalam menghadapi radikalisme. Tidak bisa jika hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang sporadis.

Dirjen Pendidikan Islam saat ini telah membuat edaran kepada rektor-rektor perguruan tinggi untuk membuat pusat kajian yang bertujuan untuk melakukan upaya moderasi dalam beragama. Iklim keagamaan yang toleran, moderat, damai dan inklusif haruslah dikembangkan terutama untuk memahami keberagaman.

Salah satu yang harus segera dibenahi adalah pengajaran agama di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Saat ini, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin tengah menyelesaikan penulisan kembali buku pelajaran agama di sekolah dasar dari kelas satu sampai kelas enam. Jika tidak ada halangan dalam tahun ini penulisan kembali pelajaran agama akan selesai. Buku tersebut juga memuat program-program moderasi beragama dan tentu saja kontra-radikalisme.

Program-Program yang mengajarkan tentang nasionalisme dan cinta tanah air tentu harus berkembang menjadi kampanye yang inklusif dan demokratis. Pendidikan-pendidikan seperti ini lah yang diharapkan mampu menepis paham radikal di lembaga pendidikan.

Saat ini di Indonesia sebenarnya telah memiliki infrastruktur keagamaan atau tradisi keberagaman yang sangat kuat dalam menangkal radikalisme, sebagai contoh Indonesia memiliki NU dan Muhammadiyah yang sudah lama menjadi organisasi masyarakat yang berperan besar mengembangkan semangat keagamaan yang moderat.

Tentu saja upaya deradikalisasi ini tidak hanya dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait, tetapi utamanya harus didukung semua aparat hingga pemerintah daerah.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






12 menit yang lalu

Waspada Saat Belanja Online Lewat Internet

Beritacenter.COM - Saat pandemi virus Corona(COVID-19) lambat laun merubah gaya hidup masyarakat. Jika..
55 menit yang lalu

Jaringan 5G Akan Kesulitan Beroperasi

Beritacenter.COM - Saat ini di Indonesia jaringan telekomunikasi sudah mencapai 44,6 juta kilometer persegi..
2 jam yang lalu

Usai Banyak Yang Mengeluh Tagihan Melonjak, PLN Juga Blokir ID Pelangggan

Beritacenter.COM - Para pelanggan listrik banyak yang mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dan pemblokiran..
3 jam yang lalu

Ada 8 Negara Yang Siap Keroyok China Habis-habisan

Beritacenter.COM - Ada delapan negara siap dibentuk oleh aliansi lintas parlemen baru guna mengkeroyok..
5 jam yang lalu

Real Madrid Mulai Tertarik Datangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspurs

Beritacenter.COM - Real Madrid dikabarkan mulai tertarik mendtangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Pemain..
6 jam yang lalu

Hati - Hati, 7 Makanan ini Miliki Kandungan Tinggi Gula

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
7 jam yang lalu

Bejat !!! Seorang Ayah di Jayapura Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial BT (48) warga Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,..
8 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Perkirakan Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Seluruh wilayah di DKI Jakarta diperkirakan cuacnya akan cerah berawan pada akhir pekan ini, Sabtu..
9 jam yang lalu

Penting! Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Sehabis Makan Jika Mau Sehat

Beritacenter.COM - Ada baiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk tak melakukan aktivitas yang berat setelah makan...
10 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Sumsel Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial RS (34) ditangkap polisi lantaran diduga memperkosa anaknya sendiri yang..
11 jam yang lalu

Moeldoko Sebut Kasus Corona Bisa Meningkat Jika Tidak Hati-Hati dalam Menanganinya

Beritacenter.COM - Pemerintah sebut penanganan virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa dianggap sepele...
13 jam yang lalu

Enam Mahasiswa Ditangkap saat Sedang Pesta Narkoba di Bengkulu

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 6 orang mahasiswa yang kedapatan sedang pesta narkoba jenis..
14 jam yang lalu

Acungkan Pisau saat Hendak Ditangkap, Dua Begal Asal Bengkulu Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap dua begal lintas Provinsi usai melakukan aksinya, pada Kamis 4 Juni 2020..
14 jam yang lalu

Gubernur Banten : Empat Ribu Ponpes Akan Segera Dibuka Kembali

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima kunjungan dari pengurus Forum Silaturahmi Pondok..
15 jam yang lalu

Cabuli Muridnya, Guru Honorer di Bengkulu Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang guru honorer berinisial BM (26) yang diduga melakukan..
16 jam yang lalu

10 Pasien Virus Corona Sembuh, Kulon Progo DIY Sandang Status Zona Hijau Covid-19

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan..
16 jam yang lalu

Alhamdulillah, 10 Pasien Positif Corona di Sultra Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali terdengar dari Sulawesi Utara, sebanyak 10 pasien positif virus corona..
17 jam yang lalu

Heboh, Balon Udara Jatuh dan Nyangkut di Kabel Telepon Depan SPBU Kalijambe Sragen

Beritacenter.COM - Heboh, balon udara dilaporkan terjatuh diarea SPBU Kalijambe, di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Desa..
17 jam yang lalu

Densus Sita Buku Jihad-Barang Mengarah ke Teror Dikediaman Terduga Teroris JI di Cirebon

Untuk barang bukti sepenuhnya ranah Densus. Yang diamankan itu ada buku-buku jihad, handphone, kartu keluarga (KK)..
18 jam yang lalu

Pegawai KKP Ngantor Kembali, Antam Novambar: Demi Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Antam Novambar mengatakan, para pegawai..
18 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria di Jayapura Tega Setubuhi Putri Kandung Hingga 5 Kali

Beritacenter.COM - Tega menggahi putri kandungnya sendiri, pria berinisial BT (49) warga Kampung Netar, Sentani..
18 jam yang lalu

Wamenag Tepis Tudingan Soal Uang Ibadah Haji Untuk Perkuat Rupiah

Beritacenter.COM - Dana uang haji yang dikabarkan untuk memperkuat nilai rupiah merupakan kabar berita palsu atau..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi