Rabu, 27 Januari 2021 - 07:30 WIB

Terharu! Langkah Sunyi Presiden Melawan Tekanan Asing Terkait Corona

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 17 Maret 2020 | 08:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Alifurrahman

Ketika Indonesia sudah terjangkit virus Corona, sulit untuk tidak mengkritisi pemerintah. Bahkan nyinyirpun jadi mendapat pemakluman. Maklum karena Menkes kita terlalu santai dan ngasal. Wapres masih sempat bercanda. Dan media berlomba-lomba mencari keuntungan dari click bait.

Puncak kekecewaan saya adalah saat Presiden dan Menkes mengumumkan kasus Corona untuk yang pertama kalinya. Info yang disampaikan ternyata salah, tidak sesuai dengan pengakuan pasien. Presiden bilang pasien 01 dan 02 tertular oleh WN Jepang yang berkunjung ke rumahnya. Itu saja. Sementara pengakuan pasien, mereka bertemu dengan WN Jepang tersebut di klub dansa Paloma. WN Jepang tersebut tak pernah berkunjung ke rumah mereka.

Kenapa Presiden berbohong? Atau katakanlah kenapa data yang disampaikan ke Presiden tidak akurat? Kenapa dan kenapa.

Saya sudah pernah menulis kekecewaan dan kritik keras soal info yang simpang siur tersebut. namun tak pernah saya publikasikan karena untuk alasan apapun, saya adalah pendukung Jokowi. Dan di antara jutaaan manusia yang hidup di bumi per hari ini, Jokowi adalah orang yang saya percayai.

Hari ini, setelah hampir dua minggu berlalu, saya kembali menelusuri berita-berita terkait pengumuman pertama kasus Corona. Karena ada kejanggalan luar biasa terkait sikap WHO yang meminta Indonesia untuk segara menetapkan status darurat nasional. WHO ini siapa? Sekelas ormas kok berani-beraninya menekan negara?

Setelah saya telusuri, ternyata Presiden tak pernah mengatakan bahwa WN Jepang tersebut berkunjung ke rumah pasien 01 dan 02. Presiden hanya mengatakan bertamu ke Indonesia. Tidak menyebutkan lokasi spesifik (rumah atau klub dansa).

Tapi penggunaan kata bertamu telah sukses membuat penafsiran baru, seolah WN Jepang itu datang ke rumah pasien 01 dan 02.

Dari sinilah kemudian saya melihat betapa luar biasanya Presiden Jokowi mengendalikan persepsi publik. Sehingga kepanikan tidak terjadi secara terus menerus, bahkan meski sudah diprovokasi oleh Tvone dengan masker besarnyanya.

Saat ini, mungkin hanya masker yang langka. Sementara sisanya sudah berangsur normal. Di minimarket terdekat sudah mulai tersedia lagi sanitizer dan sejenisnya.

Pengumuman terkait adanya pasien Corona di Indonesia, untuk yang pertama kalinya, dilakukan secara santai di Veranda Talk. Kemudian, Presiden tidak menyebutkan bahwa penularan terjadi di klub dansa (tempat publik).

Sehingga publik sekedar dibuat bertanya-tanya untuk apa WN Jepang itu datang ke Indonesia? oh berlatih dansa. Selesai.

Bayangkan kalau Presiden secara terbuka mengatakan penularan terjadi di klub dansa, mungkin efek paniknya akan jauh lebih dahsyat dari sekedar borong-borong makanan pokok.

Memang belakangan, kita akhirnya dapat informasi dari jubir Kemenkes bahwa penularan terjadi di klub dansa. Tapi itu tak masalah. Dampaknya tak terlalu kuat. Sehingga masyarakat juga jadi santai dan biasa saja.

Kemudian terkait WHO. Dua hari sebelum pengumuman kasus 01 dan 02 oleh Presiden, WHO secara terbuka mengatakan ingin melakukan double chek kepada orang-orang sakit di Indonesia yang berpotensi positif Corona. Karena pada dasarnya mereka tak percaya Indonesia masih belum tertular Corona. Pemerintah secara terbuka menerima dan menganggap itu langkah kolaborasi yang positif. Tapi kemudian hal itu batal dilaksanakan karena pemerintah sudah mengumumkan ada kasus 01 dan 02.

Lalu yang terbaru kemarin, WHO kembali melakukan manuver. Mengirimkan surat kepada pemerintah agar segera menetapkan status darurat nasional. Surat itupun beredar dan menjadi pemberitaan oleh semua media. Terbuka. Semua orang bisa baca. Namun lagi-lagi Presiden Jokowi melakukan respon brilian.

Tak ada surat balasan. Tak ada tanggapan terbuka. Presiden langsung menelpon WHO. Tak ada yang tau pasti apa saja yang dibicarakan Presiden dengan Dirjen WHO. Kabar adanya telpon pun belakangan kita ketahui dari pernyataan Tedros Adhanom di halaman sosial medianya. Bukan dari Presiden atau stafnya.

Sekali lagi ini sangat brilian. Tedros Adhanom mungkin senang bukan kepalang karena ditelpon oleh Presiden dari negara besar. Sehingga dia menuliskannya di akun sosial media. Sementara Presiden Jokowi dan pemerintah otomatis keluar dari tekanan saran WHO, yang menginginkan Indonesia berstatus darurat nasional. Satu lagi masalah selesai tanpa konflik berkepanjangan. Sekarang WHO terpaksa setuju bahwa Indonesia punya kemampuan dan itu tak bisa dipertanyakan lagi.

Sampai di titik ini saya terharu. Begitu kuat mental Presiden kita itu. dihina, dicaci, diragukan dan seterusnya. Bahkan langkahnya tak dipahami oleh banyak kalangan. Jangankan media dan relawan, bahkan staf-staf terkedat Presiden pun bungkam. Tak ada yang mampu menjelaskan bahwa Presiden telah melakukan segalanya, secara maksimal, dan yang terbaik untuk bangsa ini.

Di tengah tekanan asing yang datang bertubi-tubi. Dari kecurigaan sampai tuntutan transparansi. Presiden Jokowi bertahan dengan sekuat tenaga melindungi negeri ini.

Indonesia bukan Singapura yang wilayahnya hanya seupil dan dapat melakukan pemeriksaan ketat di seluruh titik masuk. Indonesia juga bukan China yang bisa otoriter mengisolasi satu pulau, atau membuat rumah sakit khusus dalam seminggu. Indonesia juga bukan Inggris yang bisa menjelaskan bahwa kapasitas rumah sakit terbatas dan tak bisa menampung semua orang yang sakit flu. Sehingga dianjurkan untuk istirahat di rumah masing-masing. Indonesia juga bukan Italia, yang sejak awal muncul kasus Corona di Wuhan, pemerintah Italia memeriksa semua orang yang sakit flu dan batuk.

Negara kita unik dan berbeda. Jangan hanya karena negara lain melakukan A, kita lantas harus mengikutinya. Jangan karena Trump sudah mengumumkan Amerika sebagai negara darurat Corona, lalu kita mau melakukan hal yang sama.

Indonesia ini luas. Yang rame soal Corona hanya orang-orang di perkotaan saja. Jakarta dan sekitarnya. Sementara di desa, warga tetap beraktifitas seperti biasa. Pabrik-pabrik, sekolah dan pelayanan tetap aktif. kalau sampai meniru Amerika dengan mengumumkan darurat nasional, atau meniru Italia yang menghimbau semua warganya agar tak keluar rumah, bisa-bisa kondisi kita akan jauh lebih buruk dari ini.

Presiden Jokowi dengan lapang dada membiarkan dirinya dituduh, dikritik dan dicaci. Bertahan dan teguh dalam pendirian, untuk tidak terpengaruh dengan intervensi asing dan oposisi. Karena beliau tau, ini bukan untuk nama baiknya, bukan untuk popularitas dan citranya. Ini semua dia lakukan untuk Indonesia.





#Presiden Jokowi #Pembenci Jokowi #Joko Widodo #Menteri Jokowi #Corona Indonesia #Jokowi Disereng Dengan Isu Corona


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 jam yang lalu

Kapal KM Empat Bersaudara Muatan Sembako Terbakar di Perairan Sulteng

Beritacenter.COM - Kapal barang KM Empat Bersaudara dilaporkan terbakar dan tenggelam di Perairan Banggai Laut,..
6 jam yang lalu

Viral Video Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Atas Rel KA, Ini Kata Polisi...

Beritacenter.COM - Viral sebuah video di media sosial (sosmed) yang memperlihatkan aksi tawuran di atas rel kereta..
7 jam yang lalu

Jajakan Wanita di Bawah Umur, Mahasiswa di Jatim Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan seorang mahasiswa berinisial AP (21) lantaran nekat menjajakan wanita di bawah..
8 jam yang lalu

Polisi Gagalkan Peredaran 6 Kg Sabu di Samarinda, 7 Tersangka Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba di wilayah Kalimantan Timur..
8 jam yang lalu

Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka Kasus Rasial, Polri Dapat Apresiasi dari GAMKI

Beritacenter.COM - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengapresiasi Polri yang telah menetapkan Ketua..
9 jam yang lalu

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Kabupaten Lumajang Rusak Parah

Beritacenter.COM - Hembusan angin kencang melanda sejumlah rumah di Desa Kertosari, Desa Jambe Arum dan..
9 jam yang lalu

Polisi Evakuasi Mayat Transpuan yang Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Bandung

Beritacenter.COM - Polsek Sumur Bandung bersama Polrestabes Bandung mengevakuasi mayat seorang transgender perempuan..
10 jam yang lalu

Besok ! Jokowi Akan Lantik Komjen Sigit Jadi Kapolri Usai Dirinya Divaksinasi Tahap Dua

Beritacenter.COM - Komjen Listyo Sigit Prabowo rencanakan akan dilantik jadi Kapolri besok pagi usai Presiden Jokowi..
10 jam yang lalu

Cekcok Gegara Buah, Ponakan di Serang Nekat Pukul Bibinya hingga Tewas

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial RY (35) lantaran nekat menganiaya..
11 jam yang lalu

Jokowi Akan Lantik Komjen Listyo Jadi Kapolri Usai Disuntik Vaksin Tahap Kedua

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri besok pagi..
11 jam yang lalu

Viral Emak-Emak Marahi TNI Saat Ditegur Karena Tak Pakai Masker

Beritacenter.COM - Viral rekaman video seorang wanita yang marah-marah ke anggota TNI. Diduga wanita tersebut tak..
11 jam yang lalu

Terlalu! Taswin Bakar 18 Rumah Warga, Hanya Karena Tak Diberi Uang Beli Sabu

Beritacenter.COM - Kesal karena tak diberi uang untuk beli sabu, Taswin alias Win (33) nekat membakar rumah..
11 jam yang lalu

Tim DVI Pori Kembali Identifikasi 2 Korban SJ182, Total Jadi 55 Korban

Beritacenter.COM - Proses identifikasi terhadap jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus dilakukan...
12 jam yang lalu

Gelar Razia, Petugas Temukan Sajam dan HP di Kamar Narapidana Lapas Pariaman

Beritacenter.COM - Petugas temukan sejumlah senjata tajam (sajam) jenis pisau dan handphone dalam kamar narapidana..
12 jam yang lalu

Wanita yang Diperkosa Suami-Istri di Sumbar Alami Syok-Trauma Berat

Pada awal laporan tanggal 19 Januari kemarin memang lagi syok dan trauma berat, tidak bercerita, setelah pemeriksaan..
13 jam yang lalu

Heboh Gempa Dahsyat Guncang Lembang, BMKG Bandung: Hoaks!!!

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung angkat bicara terkait informasi yang..
13 jam yang lalu

Kocak !!! Begini Kelakuan Kurir Jika Konsumen COD Tak kunjung Keluar Rumah

Beritacenter.COM - Sebuah video yang menunjukkan aksi seorang kurir yang mematikan aliran listrik milik konsumennya..
14 jam yang lalu

[Video] Ini Loh, Wujud Nyata Virus COVID-19 ke Gambar 3 Dimensi

Beritacenter.COM - Para penelit mengungkap perwujudan nyata virus Corona (COVID-19) atau disebut SARS-CoV-2, ke wujud..
14 jam yang lalu

Modal Pistol Korek, Komplotan Perampok Gasak Duit Puluhan Juta dari Minimarket Ciputat

Beritacenter.COM - komplotan perampok menggasak uang Rp 36 juta setelah berhasil menakuti karyawan minimarket..
15 jam yang lalu

Siswi SMK Diperkosa 6 Pria di Nganjuk, Pelaku Sang Pacar-Bocah Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Nahas, nasib yang menimpa seorang siswi SMK di Nganjuk, Jawa Timur. Dia menjadi korban pemerkosaan..
15 jam yang lalu

Bertambah 13.094 Orang, Kasus Covid-19 di Tanah Air Tembus 1 Juta

Beritacenter.COM - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah. Hari ini, Selasa (21/1/2021) hingga pukul..
15 jam yang lalu

MANTUL !!! Ekspor Ikan Hias dari Bandung Justru Meningkat Saat Pandemi

BeritaCenter.COM - Pandemi covid-19 tidak mempengaruhi bisnis ikan hias di Bandung, Jawa Barat. Bahkan, tren..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi