Kamis, 02 Juli 2020 - 22:28 WIB

Terharu! Langkah Sunyi Presiden Melawan Tekanan Asing Terkait Corona

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 17 Maret 2020 | 08:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Alifurrahman

Ketika Indonesia sudah terjangkit virus Corona, sulit untuk tidak mengkritisi pemerintah. Bahkan nyinyirpun jadi mendapat pemakluman. Maklum karena Menkes kita terlalu santai dan ngasal. Wapres masih sempat bercanda. Dan media berlomba-lomba mencari keuntungan dari click bait.

Puncak kekecewaan saya adalah saat Presiden dan Menkes mengumumkan kasus Corona untuk yang pertama kalinya. Info yang disampaikan ternyata salah, tidak sesuai dengan pengakuan pasien. Presiden bilang pasien 01 dan 02 tertular oleh WN Jepang yang berkunjung ke rumahnya. Itu saja. Sementara pengakuan pasien, mereka bertemu dengan WN Jepang tersebut di klub dansa Paloma. WN Jepang tersebut tak pernah berkunjung ke rumah mereka.

Kenapa Presiden berbohong? Atau katakanlah kenapa data yang disampaikan ke Presiden tidak akurat? Kenapa dan kenapa.

Saya sudah pernah menulis kekecewaan dan kritik keras soal info yang simpang siur tersebut. namun tak pernah saya publikasikan karena untuk alasan apapun, saya adalah pendukung Jokowi. Dan di antara jutaaan manusia yang hidup di bumi per hari ini, Jokowi adalah orang yang saya percayai.

Hari ini, setelah hampir dua minggu berlalu, saya kembali menelusuri berita-berita terkait pengumuman pertama kasus Corona. Karena ada kejanggalan luar biasa terkait sikap WHO yang meminta Indonesia untuk segara menetapkan status darurat nasional. WHO ini siapa? Sekelas ormas kok berani-beraninya menekan negara?

Setelah saya telusuri, ternyata Presiden tak pernah mengatakan bahwa WN Jepang tersebut berkunjung ke rumah pasien 01 dan 02. Presiden hanya mengatakan bertamu ke Indonesia. Tidak menyebutkan lokasi spesifik (rumah atau klub dansa).

Tapi penggunaan kata bertamu telah sukses membuat penafsiran baru, seolah WN Jepang itu datang ke rumah pasien 01 dan 02.

Dari sinilah kemudian saya melihat betapa luar biasanya Presiden Jokowi mengendalikan persepsi publik. Sehingga kepanikan tidak terjadi secara terus menerus, bahkan meski sudah diprovokasi oleh Tvone dengan masker besarnyanya.

Saat ini, mungkin hanya masker yang langka. Sementara sisanya sudah berangsur normal. Di minimarket terdekat sudah mulai tersedia lagi sanitizer dan sejenisnya.

Pengumuman terkait adanya pasien Corona di Indonesia, untuk yang pertama kalinya, dilakukan secara santai di Veranda Talk. Kemudian, Presiden tidak menyebutkan bahwa penularan terjadi di klub dansa (tempat publik).

Sehingga publik sekedar dibuat bertanya-tanya untuk apa WN Jepang itu datang ke Indonesia? oh berlatih dansa. Selesai.

Bayangkan kalau Presiden secara terbuka mengatakan penularan terjadi di klub dansa, mungkin efek paniknya akan jauh lebih dahsyat dari sekedar borong-borong makanan pokok.

Memang belakangan, kita akhirnya dapat informasi dari jubir Kemenkes bahwa penularan terjadi di klub dansa. Tapi itu tak masalah. Dampaknya tak terlalu kuat. Sehingga masyarakat juga jadi santai dan biasa saja.

Kemudian terkait WHO. Dua hari sebelum pengumuman kasus 01 dan 02 oleh Presiden, WHO secara terbuka mengatakan ingin melakukan double chek kepada orang-orang sakit di Indonesia yang berpotensi positif Corona. Karena pada dasarnya mereka tak percaya Indonesia masih belum tertular Corona. Pemerintah secara terbuka menerima dan menganggap itu langkah kolaborasi yang positif. Tapi kemudian hal itu batal dilaksanakan karena pemerintah sudah mengumumkan ada kasus 01 dan 02.

Lalu yang terbaru kemarin, WHO kembali melakukan manuver. Mengirimkan surat kepada pemerintah agar segera menetapkan status darurat nasional. Surat itupun beredar dan menjadi pemberitaan oleh semua media. Terbuka. Semua orang bisa baca. Namun lagi-lagi Presiden Jokowi melakukan respon brilian.

Tak ada surat balasan. Tak ada tanggapan terbuka. Presiden langsung menelpon WHO. Tak ada yang tau pasti apa saja yang dibicarakan Presiden dengan Dirjen WHO. Kabar adanya telpon pun belakangan kita ketahui dari pernyataan Tedros Adhanom di halaman sosial medianya. Bukan dari Presiden atau stafnya.

Sekali lagi ini sangat brilian. Tedros Adhanom mungkin senang bukan kepalang karena ditelpon oleh Presiden dari negara besar. Sehingga dia menuliskannya di akun sosial media. Sementara Presiden Jokowi dan pemerintah otomatis keluar dari tekanan saran WHO, yang menginginkan Indonesia berstatus darurat nasional. Satu lagi masalah selesai tanpa konflik berkepanjangan. Sekarang WHO terpaksa setuju bahwa Indonesia punya kemampuan dan itu tak bisa dipertanyakan lagi.

Sampai di titik ini saya terharu. Begitu kuat mental Presiden kita itu. dihina, dicaci, diragukan dan seterusnya. Bahkan langkahnya tak dipahami oleh banyak kalangan. Jangankan media dan relawan, bahkan staf-staf terkedat Presiden pun bungkam. Tak ada yang mampu menjelaskan bahwa Presiden telah melakukan segalanya, secara maksimal, dan yang terbaik untuk bangsa ini.

Di tengah tekanan asing yang datang bertubi-tubi. Dari kecurigaan sampai tuntutan transparansi. Presiden Jokowi bertahan dengan sekuat tenaga melindungi negeri ini.

Indonesia bukan Singapura yang wilayahnya hanya seupil dan dapat melakukan pemeriksaan ketat di seluruh titik masuk. Indonesia juga bukan China yang bisa otoriter mengisolasi satu pulau, atau membuat rumah sakit khusus dalam seminggu. Indonesia juga bukan Inggris yang bisa menjelaskan bahwa kapasitas rumah sakit terbatas dan tak bisa menampung semua orang yang sakit flu. Sehingga dianjurkan untuk istirahat di rumah masing-masing. Indonesia juga bukan Italia, yang sejak awal muncul kasus Corona di Wuhan, pemerintah Italia memeriksa semua orang yang sakit flu dan batuk.

Negara kita unik dan berbeda. Jangan hanya karena negara lain melakukan A, kita lantas harus mengikutinya. Jangan karena Trump sudah mengumumkan Amerika sebagai negara darurat Corona, lalu kita mau melakukan hal yang sama.

Indonesia ini luas. Yang rame soal Corona hanya orang-orang di perkotaan saja. Jakarta dan sekitarnya. Sementara di desa, warga tetap beraktifitas seperti biasa. Pabrik-pabrik, sekolah dan pelayanan tetap aktif. kalau sampai meniru Amerika dengan mengumumkan darurat nasional, atau meniru Italia yang menghimbau semua warganya agar tak keluar rumah, bisa-bisa kondisi kita akan jauh lebih buruk dari ini.

Presiden Jokowi dengan lapang dada membiarkan dirinya dituduh, dikritik dan dicaci. Bertahan dan teguh dalam pendirian, untuk tidak terpengaruh dengan intervensi asing dan oposisi. Karena beliau tau, ini bukan untuk nama baiknya, bukan untuk popularitas dan citranya. Ini semua dia lakukan untuk Indonesia.





#Presiden Jokowi #Joko Widodo #Pembenci Jokowi #Corona Indonesia #Jokowi Disereng Dengan Isu Corona #Menteri Jokowi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






3 jam yang lalu

Group Lion Air Akui 2.600 Karyawan Dirumahkan

Beritacenter.COM - Lion Air Group mengklarifikasi soal ramainya pengurangan tenaga kerja yang dilakukan baik..
3 jam yang lalu

Pesta Pernikahan Berujung Maut, 80 Tamu Positif Corona Pengantin Pria Meninggal

Beritacenter.COM - Resepsi pernikahan jadi momen sakral yang digelar sekali dalam hidup. Hanya karna ingin membagi..
4 jam yang lalu

Terjerat Pinjaman Online, Mantan Karyawan Minimarket Rampok Uang Rp100 Juta

Beritacenter.COM - AM (22) nekat merampok minimarket di Kecamatan Lemahabang, Karawang, Jawa Barat dan membawa kabur..
6 jam yang lalu

Musnahkan 1,2 Ton Sabu, Kapolri: Bahaya Kalau Tidak Cepat, Iman 'Goyah' Segenggam Miliaran

Dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri, kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah. Pegang..
7 jam yang lalu

Danrem 142/Tatag Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kodim 1402/Polmas

POLMAN - Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P, didampingi ketua persit KCK Koorcab Rem..
7 jam yang lalu

Begini Amanat dan Instruksi Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan amanat dan memberikan instruksi di HUT..
8 jam yang lalu

Kapolri: Kalau Polisi Kena Narkoba Harusnya Dihukum Mati, Mereka Tahu UU, Tahu Hukum!

Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba, hukumannya harus hukuman mati sebenarnya, karena dia sudah tahu..
8 jam yang lalu

Viral Pegawai Intip Payudara Pelanggan via CCTV, Starbucks: Tak Bisa Ditoleransi, Pecat!

Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia
9 jam yang lalu

Kapolri Ungkap Alasan Pemberian Tema HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, tema Hari Bhayangkara ke-74 yaitu 'Kamtibmas..
9 jam yang lalu

Di HUT Bhayangkara, Kapolri Minta Jajarannya Berbuat yang Terbaik Untuk Masyarakat

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis meminta jajaran Polri agar terus meningkatkan kinerjanya...
1 hari yang lalu

Ogah Berspekulasi soal Reshuffle Menteri, Gerindra: Itu Hak Prerogatif Presiden

Jawaban kami pasti seragam bahwa penentuan jabatan menteri itu adalah hak prerogatif Presiden. Kita nggak mau..
1 hari yang lalu

PSBB Transisi Diperpanjang Untuk Wilayah Jakarta

Beritacenter.COM - Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi..
1 hari yang lalu

Fans Berat yang Gagal Temui Idola, Pembakar Mobil Via Vallen Terancam 12 Tahun Bui

Beritacenter.COM - Aksi pembakaran terhadap mobil pedangdut Via Vallen, diketahui dilatari motif sakit hati pelaku..
1 hari yang lalu

Ridwan Kamil soal Rhoma Irama Manggung di Bogor: Ini Jadi Pelajaran, Tolong Jangan Ditiru!

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti soal protokol kesehatan di aksi manggung Rhoma Irama di..
1 hari yang lalu

HUT Bhayangkara Ke-74, Presiden Jadi Inspektur Upacara Secara Virtual

Beritacenter.COM - Upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara tahun ini digelar berbeda seiring adanya pandemi..
1 hari yang lalu

DPRD DKI Merasa Kecolongan Anies Keluarkan Kepgub Reklamasi

Beritacenter.COM - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak merasa kecolongan terkait izin reklamasi..
1 hari yang lalu

"PDIP adalah TARGET" Dari Kroni Orba Dan Para Kardun Untuk Dihancurkan

Kalau hari ini ada narasi-narasi mengkerdilkan PDIP sebagai tempat berkumpulnya PKI, ga usah heran. Serangan..
1 hari yang lalu

LELAKI CUNGKRING BERNYALI RAJAWALI ITU MULAI TAK SABAR

Nampaknya Presiden Jokowi sudah mendekati ambang batas prinsip dan sikapnya : "ketegasan tanpa ragu". Dia..
2 hari yang lalu

Setelah Tangkap Kru PH Pemasok Sabu ke Artis Ridho, Polisi Juga Ringkus 2 Pengedar

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat telah meringkus pemasok sabu ke artis FTV Ridho Ilahi. Pelaku..
2 hari yang lalu

India Ngamuk Ancam China Dengan Rudal

Beritacenter.COM - Pemerintah India ancam menggunakan rudal sekaligus untuk di letakan di berbatasan dengan China di..
2 hari yang lalu

Siap-siap Penggunaan Kantong Plastik Akan Dilarang Keras

Beritacenter.COM - Pemerintah Propinsi DKI Jakarta melarang keras kantong plastik sekali pakai di seluruh area pasar...
2 hari yang lalu

Dibakar Orang Tak Dikenal, Ini Alasan Kenapa Mobil Via Vallen Terparkir Diluar Rumah

Beritacenter.COM - Mobil Toyota Alphard milik pedangdut, Via Vallen, dibakar orang tak dikenal saat terparkir didepan..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi