Rabu, 01 April 2020 - 05:28 WIB

Terharu! Langkah Sunyi Presiden Melawan Tekanan Asing Terkait Corona

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 17 Maret 2020 | 08:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Alifurrahman

Ketika Indonesia sudah terjangkit virus Corona, sulit untuk tidak mengkritisi pemerintah. Bahkan nyinyirpun jadi mendapat pemakluman. Maklum karena Menkes kita terlalu santai dan ngasal. Wapres masih sempat bercanda. Dan media berlomba-lomba mencari keuntungan dari click bait.

Puncak kekecewaan saya adalah saat Presiden dan Menkes mengumumkan kasus Corona untuk yang pertama kalinya. Info yang disampaikan ternyata salah, tidak sesuai dengan pengakuan pasien. Presiden bilang pasien 01 dan 02 tertular oleh WN Jepang yang berkunjung ke rumahnya. Itu saja. Sementara pengakuan pasien, mereka bertemu dengan WN Jepang tersebut di klub dansa Paloma. WN Jepang tersebut tak pernah berkunjung ke rumah mereka.

Kenapa Presiden berbohong? Atau katakanlah kenapa data yang disampaikan ke Presiden tidak akurat? Kenapa dan kenapa.

Saya sudah pernah menulis kekecewaan dan kritik keras soal info yang simpang siur tersebut. namun tak pernah saya publikasikan karena untuk alasan apapun, saya adalah pendukung Jokowi. Dan di antara jutaaan manusia yang hidup di bumi per hari ini, Jokowi adalah orang yang saya percayai.

Hari ini, setelah hampir dua minggu berlalu, saya kembali menelusuri berita-berita terkait pengumuman pertama kasus Corona. Karena ada kejanggalan luar biasa terkait sikap WHO yang meminta Indonesia untuk segara menetapkan status darurat nasional. WHO ini siapa? Sekelas ormas kok berani-beraninya menekan negara?

Setelah saya telusuri, ternyata Presiden tak pernah mengatakan bahwa WN Jepang tersebut berkunjung ke rumah pasien 01 dan 02. Presiden hanya mengatakan bertamu ke Indonesia. Tidak menyebutkan lokasi spesifik (rumah atau klub dansa).

Tapi penggunaan kata bertamu telah sukses membuat penafsiran baru, seolah WN Jepang itu datang ke rumah pasien 01 dan 02.

Dari sinilah kemudian saya melihat betapa luar biasanya Presiden Jokowi mengendalikan persepsi publik. Sehingga kepanikan tidak terjadi secara terus menerus, bahkan meski sudah diprovokasi oleh Tvone dengan masker besarnyanya.

Saat ini, mungkin hanya masker yang langka. Sementara sisanya sudah berangsur normal. Di minimarket terdekat sudah mulai tersedia lagi sanitizer dan sejenisnya.

Pengumuman terkait adanya pasien Corona di Indonesia, untuk yang pertama kalinya, dilakukan secara santai di Veranda Talk. Kemudian, Presiden tidak menyebutkan bahwa penularan terjadi di klub dansa (tempat publik).

Sehingga publik sekedar dibuat bertanya-tanya untuk apa WN Jepang itu datang ke Indonesia? oh berlatih dansa. Selesai.

Bayangkan kalau Presiden secara terbuka mengatakan penularan terjadi di klub dansa, mungkin efek paniknya akan jauh lebih dahsyat dari sekedar borong-borong makanan pokok.

Memang belakangan, kita akhirnya dapat informasi dari jubir Kemenkes bahwa penularan terjadi di klub dansa. Tapi itu tak masalah. Dampaknya tak terlalu kuat. Sehingga masyarakat juga jadi santai dan biasa saja.

Kemudian terkait WHO. Dua hari sebelum pengumuman kasus 01 dan 02 oleh Presiden, WHO secara terbuka mengatakan ingin melakukan double chek kepada orang-orang sakit di Indonesia yang berpotensi positif Corona. Karena pada dasarnya mereka tak percaya Indonesia masih belum tertular Corona. Pemerintah secara terbuka menerima dan menganggap itu langkah kolaborasi yang positif. Tapi kemudian hal itu batal dilaksanakan karena pemerintah sudah mengumumkan ada kasus 01 dan 02.

Lalu yang terbaru kemarin, WHO kembali melakukan manuver. Mengirimkan surat kepada pemerintah agar segera menetapkan status darurat nasional. Surat itupun beredar dan menjadi pemberitaan oleh semua media. Terbuka. Semua orang bisa baca. Namun lagi-lagi Presiden Jokowi melakukan respon brilian.

Tak ada surat balasan. Tak ada tanggapan terbuka. Presiden langsung menelpon WHO. Tak ada yang tau pasti apa saja yang dibicarakan Presiden dengan Dirjen WHO. Kabar adanya telpon pun belakangan kita ketahui dari pernyataan Tedros Adhanom di halaman sosial medianya. Bukan dari Presiden atau stafnya.

Sekali lagi ini sangat brilian. Tedros Adhanom mungkin senang bukan kepalang karena ditelpon oleh Presiden dari negara besar. Sehingga dia menuliskannya di akun sosial media. Sementara Presiden Jokowi dan pemerintah otomatis keluar dari tekanan saran WHO, yang menginginkan Indonesia berstatus darurat nasional. Satu lagi masalah selesai tanpa konflik berkepanjangan. Sekarang WHO terpaksa setuju bahwa Indonesia punya kemampuan dan itu tak bisa dipertanyakan lagi.

Sampai di titik ini saya terharu. Begitu kuat mental Presiden kita itu. dihina, dicaci, diragukan dan seterusnya. Bahkan langkahnya tak dipahami oleh banyak kalangan. Jangankan media dan relawan, bahkan staf-staf terkedat Presiden pun bungkam. Tak ada yang mampu menjelaskan bahwa Presiden telah melakukan segalanya, secara maksimal, dan yang terbaik untuk bangsa ini.

Di tengah tekanan asing yang datang bertubi-tubi. Dari kecurigaan sampai tuntutan transparansi. Presiden Jokowi bertahan dengan sekuat tenaga melindungi negeri ini.

Indonesia bukan Singapura yang wilayahnya hanya seupil dan dapat melakukan pemeriksaan ketat di seluruh titik masuk. Indonesia juga bukan China yang bisa otoriter mengisolasi satu pulau, atau membuat rumah sakit khusus dalam seminggu. Indonesia juga bukan Inggris yang bisa menjelaskan bahwa kapasitas rumah sakit terbatas dan tak bisa menampung semua orang yang sakit flu. Sehingga dianjurkan untuk istirahat di rumah masing-masing. Indonesia juga bukan Italia, yang sejak awal muncul kasus Corona di Wuhan, pemerintah Italia memeriksa semua orang yang sakit flu dan batuk.

Negara kita unik dan berbeda. Jangan hanya karena negara lain melakukan A, kita lantas harus mengikutinya. Jangan karena Trump sudah mengumumkan Amerika sebagai negara darurat Corona, lalu kita mau melakukan hal yang sama.

Indonesia ini luas. Yang rame soal Corona hanya orang-orang di perkotaan saja. Jakarta dan sekitarnya. Sementara di desa, warga tetap beraktifitas seperti biasa. Pabrik-pabrik, sekolah dan pelayanan tetap aktif. kalau sampai meniru Amerika dengan mengumumkan darurat nasional, atau meniru Italia yang menghimbau semua warganya agar tak keluar rumah, bisa-bisa kondisi kita akan jauh lebih buruk dari ini.

Presiden Jokowi dengan lapang dada membiarkan dirinya dituduh, dikritik dan dicaci. Bertahan dan teguh dalam pendirian, untuk tidak terpengaruh dengan intervensi asing dan oposisi. Karena beliau tau, ini bukan untuk nama baiknya, bukan untuk popularitas dan citranya. Ini semua dia lakukan untuk Indonesia.





#Presiden Jokowi #Corona Indonesia #Pembenci Jokowi #Joko Widodo #Jokowi Disereng Dengan Isu Corona #Menteri Jokowi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 jam yang lalu

KKB Papua Sadis dan Brutal Tembak 2 Karyawan Freeport Yang Cari Nafkah

Beritacenter.COM - Sadisnya dan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB) yang menembak dua karyawan PT Freeport..
5 jam yang lalu

BI Klaim Perbankan Indonesia Masih Kuat Dengan Gempuran Corona

Beritacenter.COM - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, kinerja perusahaan dalam skala besar, menengah,..
6 jam yang lalu

Wapres Ma'ruf: Pemerintah Tidak Ingin Seperti India

Beritacenter.COM - Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin menegaskan, pemerintah lebih condong kepada pembatasan sosial..
6 jam yang lalu

Wanita Tua Diduga Depresi Ternyata Positif Corona

Beritacenter.COM - Ada perempuan tua di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan ternyata positif terjangkit virus..
7 jam yang lalu

Jurus Presiden Jokowi Tepat Dalam Menangani Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk memberikan..
7 jam yang lalu

Lautaro Martinez Jadi Incaran 3 Klub Elite Eropa

Beritacenter.COM - 3 klub elite eropa Barcelona, Real Madrid dan Manchester United dikabarkan tertarik dengan..
8 jam yang lalu

Gubernur DIY Minta Penjelasan Soal Protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar

Beritacenter.COM - Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) meminta pemerintah..
8 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Pemuda di Tambora Diringkus Polisi

Beritacenter.COM- Satresnarkoba Polsek Tambora menangkap seorang pengedar narkoba berinisal HB alias EA (30) di..
9 jam yang lalu

Begini Rencana Pemerintah Soal WNI Yang Kerja di Kapal Asing di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Pemerintah berencana akan memulangkan Warga Negara Indonesia(WNI) yang diduga ada belasan ribu..
9 jam yang lalu

Berantas Corona, Polri dan TNI Bubarkan 20 Titik Kumpul di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran Polri bersama TNI berhasil membubarkan 30 kegiatan yang melibatkan banyak orang di Kota..
10 jam yang lalu

Begini Cara Aman Ketika Berbelanja di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Wabah virus corona di seluruh dunia membuat pemerintah melakukan imbauan kepada warga untuk berada..
10 jam yang lalu

Agar Imun Tak Melemah, Ahli Kesehatan Sarankan Kita Jangan Panik Hadapi Corona

BeritaCenter.COM - Para Pakar kesehatan memberikan nasehat agar kita tidak panik dalam menghadapi pandemi yang..
10 jam yang lalu

BREAKING NEWS! Jokowi Berikan Perlindungan Sosial dan Stimulus Ekonomi Menghadapi Dampak COVID-19

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan langkah-langkah perlindungan sosial dan stimulus..
10 jam yang lalu

Kapolri Beri Penjelasan Soal Penjarahan di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Sampai saat ini belum ada kejadian penjarahan di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus..
11 jam yang lalu

Polisi Tangkap 8 Pemuda yang Hendak Tawuran di Jakbar, Dua Orang Positif Narkoba

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan delapan orang pemuda yang hendak melakukan tawuran..
11 jam yang lalu

Langkah Hebat Jokowi Tak Lakukan Lockdown

Sejumlah pihak ‘menekan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera melakukan lockdown atau karantina..
11 jam yang lalu

Imbas Corona, Presiden Jokowi Gratiskan Listrik Selama 3 Bulan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengambil langkah serius untuk menangani wabah virus corona..
11 jam yang lalu

Indonesia Akan Baik-Baik Saja

Saya punya grup berisi kawan-kawan dari sejumlah organisasi dan instansi. Nama grup itu Aliansi Solo Bhinneka...
12 jam yang lalu

Terjangkit Virus Corona, Mantan Presiden Kongo Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Mantan Presiden Kongo Jacques Joquim Yhombi - Opango meninggal dunia usai terjangkit virus Corona...
13 jam yang lalu

#AyoLawanCovid-19, Polres Gunungkidul Kerahkan Water Canon Untuk Semprot Disinfektan

Beritacenter.COM - Aparat Kepolisian bersama TNI, terus bahu membahu tidak mengenal lelah untuk menghimbau dan..
13 jam yang lalu

Kabar Baik, Jamaah yang Diisolasi di Masjid Jami Kebon Jeruk Semakin Sehat

Beritacenter.COM - Kondisi ratusan jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk kian hari semakin sehat usai sebelumnya menjalankan..
13 jam yang lalu

Jokowi Fokus Siapkan Bantuan Untuk Masyarakat yang Ekonominya Terdampak Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah terus berupaya memikirkan kesejahteraan rakyat yang perekonomiannya terdampak akibat..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi