Kamis, 02 Juli 2020 - 23:32 WIB

Mewaspadai Radikalisme di Masyarakat

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 18 Maret 2020 | 10:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Muhammad Yasin Penulis Kontributor Milenial Muslim Bersatu

Pasca kehancuran ISIS beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa kemungkinan paham radikal berekspansi tetap ada. Maka dari itu warga diimbau untuk tetap waspada.

Mendengar nama ISIS tentunya tak perlu banyak tanya, kita pasti sangat ihwal dengan kelompok tersebut. Kelompok yang identik dengan paham garis keras serta menganut esktrimisme ini memang begitu populer. Organisasi yang mengatasnamakan Islam tersebut moncer kala unggahan-unggahan yang terkesan sadis dan tak basa basi menyebar di jagad maya. Bukan satu dua orang pengikutnya, ribuan mungkin atau lebih banyak lagi. Bahkan Indonesia pun ada mantan eks ISIS.

Masih ingat kan, eks simpatisan ISIS asal Indonesia yang akhirnya meminta pulang pasca kehancuran kelompok yang diikutinya. Sayang, pemerintah tak merestui keinginan mereka. Pasalnya, mereka sendiri yang telah memutuskan untuk meninggalkan Nusantara demi ISIS. Dan kini ISIS seolah tak mampu berdiri kemudian ditinggalkan para pengikutnya.

Hubungan antara kelompok tersebut dengan indikasi akan adanya ekspansi radikalisme dapat dibenarkan. Bisa saja bibit-bibit radikalisme yang ada di Nusantara ini terpanggil untuk membentuk kekuatan terselubung guna mendukung organisasinya kembali. Bisa saja kan? Apalagi kini radikalisme ini seolah tak pandang bulu. Pelakunya seperti tak takut Tuhan apalagi hukum. Mereka bertindak seolah tak akan ada yang berani melarangnya, miris memang. Kekhawatiran ini muncul justru akan menyerang pihak-pihak yang terlihat agamis. Mereka akan mengatasnamakan agama sebagai bagian dari solidaritas.

Maka dari itu, organisasi massa keagamaan, seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas lainnya di Tanah Air dinilai memiliki peran yang cukup strategis untuk ikut serta dalam mewaspadai, membendung, maupun menangkal berkembangnya idoelogi-ideologi radikal. Khususnya paham-paham kekerasan dari kelompok ISIS di Tanah Air yang sebelumnya ingin mendeklarasikan negara khilafah.

Menurut Peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Associate, Dr Adnan Anwar MA, menuturkan bahwa ormas juga harus proaktif dalam memasukkan prioritas bahwa pencegahan untuk melarang organisasi radikal seperti ISIS ini memang layak dilakukan. Implikasinya ialah dalam membantu upaya pemerintah dalam memerangi radikalisme.

Dirinya menambahkan, tak hanya ormas saja namun tokoh agama atau mubalig yang mempunyai wawasan tentang Islam Moderat turut memiliki peranan penting dalam mencegah ideologi ekstrim tersebut di lingkungan masyarakat. Pasalnya tokoh agama atau mubalig-mubalig itu juga kerapkali terjun ke masyarakat untuk menyosialisasikan terkait bahaya dari penyebaran paham ISIS. Jika peran ormas beserta para tokoh agama ini mampu menciptakan sinergitas tentunya akan menjadi kekuatan yang mumpuni dan sulit diterjang.

Adnan-pun menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan dengan melakukan sejumlah sosialisasi dalam memperkuat masyarakat baik dimulai pada keluarga inti hingga masyarakat sekitar. Yakni, ideologi kekerasan seperti yang dilakukan ISIS tersebut sangatlah berbahaya. Bahkan, disebutkan pula, di beberapa negara Timur Tengah, terdapat semacam sosialisasi dari negara yang materinya dipakai sebagai pendidikan keluarga.

Disamping itu, menurutnya, lembaga pendidikan juga wajib membentengi para pelajarnya agar siswanya tidak gampang termakan bujuk rayu akan propaganda yang ISIS lakukan. Sebab, berkenaan dengan materi dan konten ini anak-anak sekolah atau pelajar tentunya sangat bergantung kepada gurunya. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan perhatian khusus terkait guru ini. Karena, tak menampik jika guru merupakan media yang paling efektif untuk mengedukasi cara berpikir para anak didiknya.

Sehingga, perlu adanya pembinaan serta pemantauan bagi para guru-guru. Yang mana sering juga dilakukan oleh instansi terkait, misalnya oleh lembaga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama. Sebab, guru merupakan sumber informasi pertama bagi para muridnya ini. Jadi, jangan sampai ada ideologi menyimpang yang tumbuh dari kalangan guru ini.

Upaya deradikalisasi yang pemerintah terapkan bisa menjadi langkah awal untuk ikut menyeterilkan penyebaran radikalisme. Termasuk mengembalikan pemahaman pihak-pihak yang telah terpapar bahayanya paham radikalisme. Selain itu, wawasan Islam moderat memang dibutuhkan pada saat ini. Sebab, perkara tersebut dapat digunakan untuk membentengi diri dari radikalisme yang seringkali menanti. Mungkin bisa saja lingkungan kita sedang kondusif, namun mewaspadai pergerakkan paham esktrimisme ini wajib untuk selalu dilakukan.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






38 menit yang lalu

JOKOWI HEBAT, DIA DIAM TAPI LANGKAHNYA MEMATIKAN

Seperti menyatukan unsur Air dan Api, Presiden Joko Widodo membuat strategi agar mafia tidak berkutik sama sekali..
4 jam yang lalu

Group Lion Air Akui 2.600 Karyawan Dirumahkan

Beritacenter.COM - Lion Air Group mengklarifikasi soal ramainya pengurangan tenaga kerja yang dilakukan baik..
4 jam yang lalu

Pesta Pernikahan Berujung Maut, 80 Tamu Positif Corona Pengantin Pria Meninggal

Beritacenter.COM - Resepsi pernikahan jadi momen sakral yang digelar sekali dalam hidup. Hanya karna ingin membagi..
5 jam yang lalu

Terjerat Pinjaman Online, Mantan Karyawan Minimarket Rampok Uang Rp100 Juta

Beritacenter.COM - AM (22) nekat merampok minimarket di Kecamatan Lemahabang, Karawang, Jawa Barat dan membawa kabur..
7 jam yang lalu

Musnahkan 1,2 Ton Sabu, Kapolri: Bahaya Kalau Tidak Cepat, Iman 'Goyah' Segenggam Miliaran

Dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri, kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah. Pegang..
8 jam yang lalu

Danrem 142/Tatag Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kodim 1402/Polmas

POLMAN - Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P, didampingi ketua persit KCK Koorcab Rem..
8 jam yang lalu

Begini Amanat dan Instruksi Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan amanat dan memberikan instruksi di HUT..
9 jam yang lalu

Kapolri: Kalau Polisi Kena Narkoba Harusnya Dihukum Mati, Mereka Tahu UU, Tahu Hukum!

Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba, hukumannya harus hukuman mati sebenarnya, karena dia sudah tahu..
10 jam yang lalu

Viral Pegawai Intip Payudara Pelanggan via CCTV, Starbucks: Tak Bisa Ditoleransi, Pecat!

Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia
10 jam yang lalu

Kapolri Ungkap Alasan Pemberian Tema HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, tema Hari Bhayangkara ke-74 yaitu 'Kamtibmas..
10 jam yang lalu

Di HUT Bhayangkara, Kapolri Minta Jajarannya Berbuat yang Terbaik Untuk Masyarakat

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis meminta jajaran Polri agar terus meningkatkan kinerjanya...
1 hari yang lalu

Ogah Berspekulasi soal Reshuffle Menteri, Gerindra: Itu Hak Prerogatif Presiden

Jawaban kami pasti seragam bahwa penentuan jabatan menteri itu adalah hak prerogatif Presiden. Kita nggak mau..
1 hari yang lalu

PSBB Transisi Diperpanjang Untuk Wilayah Jakarta

Beritacenter.COM - Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi..
1 hari yang lalu

Fans Berat yang Gagal Temui Idola, Pembakar Mobil Via Vallen Terancam 12 Tahun Bui

Beritacenter.COM - Aksi pembakaran terhadap mobil pedangdut Via Vallen, diketahui dilatari motif sakit hati pelaku..
1 hari yang lalu

Ridwan Kamil soal Rhoma Irama Manggung di Bogor: Ini Jadi Pelajaran, Tolong Jangan Ditiru!

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti soal protokol kesehatan di aksi manggung Rhoma Irama di..
1 hari yang lalu

HUT Bhayangkara Ke-74, Presiden Jadi Inspektur Upacara Secara Virtual

Beritacenter.COM - Upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara tahun ini digelar berbeda seiring adanya pandemi..
1 hari yang lalu

DPRD DKI Merasa Kecolongan Anies Keluarkan Kepgub Reklamasi

Beritacenter.COM - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak merasa kecolongan terkait izin reklamasi..
1 hari yang lalu

"PDIP adalah TARGET" Dari Kroni Orba Dan Para Kardun Untuk Dihancurkan

Kalau hari ini ada narasi-narasi mengkerdilkan PDIP sebagai tempat berkumpulnya PKI, ga usah heran. Serangan..
1 hari yang lalu

LELAKI CUNGKRING BERNYALI RAJAWALI ITU MULAI TAK SABAR

Nampaknya Presiden Jokowi sudah mendekati ambang batas prinsip dan sikapnya : "ketegasan tanpa ragu". Dia..
2 hari yang lalu

Setelah Tangkap Kru PH Pemasok Sabu ke Artis Ridho, Polisi Juga Ringkus 2 Pengedar

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat telah meringkus pemasok sabu ke artis FTV Ridho Ilahi. Pelaku..
2 hari yang lalu

India Ngamuk Ancam China Dengan Rudal

Beritacenter.COM - Pemerintah India ancam menggunakan rudal sekaligus untuk di letakan di berbatasan dengan China di..
2 hari yang lalu

Siap-siap Penggunaan Kantong Plastik Akan Dilarang Keras

Beritacenter.COM - Pemerintah Propinsi DKI Jakarta melarang keras kantong plastik sekali pakai di seluruh area pasar...

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi