Rabu, 27 Januari 2021 - 08:30 WIB

Mewaspadai Radikalisme di Masyarakat

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 18 Maret 2020 | 10:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Muhammad Yasin Penulis Kontributor Milenial Muslim Bersatu

Pasca kehancuran ISIS beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa kemungkinan paham radikal berekspansi tetap ada. Maka dari itu warga diimbau untuk tetap waspada.

Mendengar nama ISIS tentunya tak perlu banyak tanya, kita pasti sangat ihwal dengan kelompok tersebut. Kelompok yang identik dengan paham garis keras serta menganut esktrimisme ini memang begitu populer. Organisasi yang mengatasnamakan Islam tersebut moncer kala unggahan-unggahan yang terkesan sadis dan tak basa basi menyebar di jagad maya. Bukan satu dua orang pengikutnya, ribuan mungkin atau lebih banyak lagi. Bahkan Indonesia pun ada mantan eks ISIS.

Masih ingat kan, eks simpatisan ISIS asal Indonesia yang akhirnya meminta pulang pasca kehancuran kelompok yang diikutinya. Sayang, pemerintah tak merestui keinginan mereka. Pasalnya, mereka sendiri yang telah memutuskan untuk meninggalkan Nusantara demi ISIS. Dan kini ISIS seolah tak mampu berdiri kemudian ditinggalkan para pengikutnya.

Hubungan antara kelompok tersebut dengan indikasi akan adanya ekspansi radikalisme dapat dibenarkan. Bisa saja bibit-bibit radikalisme yang ada di Nusantara ini terpanggil untuk membentuk kekuatan terselubung guna mendukung organisasinya kembali. Bisa saja kan? Apalagi kini radikalisme ini seolah tak pandang bulu. Pelakunya seperti tak takut Tuhan apalagi hukum. Mereka bertindak seolah tak akan ada yang berani melarangnya, miris memang. Kekhawatiran ini muncul justru akan menyerang pihak-pihak yang terlihat agamis. Mereka akan mengatasnamakan agama sebagai bagian dari solidaritas.

Maka dari itu, organisasi massa keagamaan, seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas lainnya di Tanah Air dinilai memiliki peran yang cukup strategis untuk ikut serta dalam mewaspadai, membendung, maupun menangkal berkembangnya idoelogi-ideologi radikal. Khususnya paham-paham kekerasan dari kelompok ISIS di Tanah Air yang sebelumnya ingin mendeklarasikan negara khilafah.

Menurut Peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Associate, Dr Adnan Anwar MA, menuturkan bahwa ormas juga harus proaktif dalam memasukkan prioritas bahwa pencegahan untuk melarang organisasi radikal seperti ISIS ini memang layak dilakukan. Implikasinya ialah dalam membantu upaya pemerintah dalam memerangi radikalisme.

Dirinya menambahkan, tak hanya ormas saja namun tokoh agama atau mubalig yang mempunyai wawasan tentang Islam Moderat turut memiliki peranan penting dalam mencegah ideologi ekstrim tersebut di lingkungan masyarakat. Pasalnya tokoh agama atau mubalig-mubalig itu juga kerapkali terjun ke masyarakat untuk menyosialisasikan terkait bahaya dari penyebaran paham ISIS. Jika peran ormas beserta para tokoh agama ini mampu menciptakan sinergitas tentunya akan menjadi kekuatan yang mumpuni dan sulit diterjang.

Adnan-pun menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan dengan melakukan sejumlah sosialisasi dalam memperkuat masyarakat baik dimulai pada keluarga inti hingga masyarakat sekitar. Yakni, ideologi kekerasan seperti yang dilakukan ISIS tersebut sangatlah berbahaya. Bahkan, disebutkan pula, di beberapa negara Timur Tengah, terdapat semacam sosialisasi dari negara yang materinya dipakai sebagai pendidikan keluarga.

Disamping itu, menurutnya, lembaga pendidikan juga wajib membentengi para pelajarnya agar siswanya tidak gampang termakan bujuk rayu akan propaganda yang ISIS lakukan. Sebab, berkenaan dengan materi dan konten ini anak-anak sekolah atau pelajar tentunya sangat bergantung kepada gurunya. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan perhatian khusus terkait guru ini. Karena, tak menampik jika guru merupakan media yang paling efektif untuk mengedukasi cara berpikir para anak didiknya.

Sehingga, perlu adanya pembinaan serta pemantauan bagi para guru-guru. Yang mana sering juga dilakukan oleh instansi terkait, misalnya oleh lembaga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama. Sebab, guru merupakan sumber informasi pertama bagi para muridnya ini. Jadi, jangan sampai ada ideologi menyimpang yang tumbuh dari kalangan guru ini.

Upaya deradikalisasi yang pemerintah terapkan bisa menjadi langkah awal untuk ikut menyeterilkan penyebaran radikalisme. Termasuk mengembalikan pemahaman pihak-pihak yang telah terpapar bahayanya paham radikalisme. Selain itu, wawasan Islam moderat memang dibutuhkan pada saat ini. Sebab, perkara tersebut dapat digunakan untuk membentengi diri dari radikalisme yang seringkali menanti. Mungkin bisa saja lingkungan kita sedang kondusif, namun mewaspadai pergerakkan paham esktrimisme ini wajib untuk selalu dilakukan.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Terorisme #Teroris #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






6 jam yang lalu

Kapal KM Empat Bersaudara Muatan Sembako Terbakar di Perairan Sulteng

Beritacenter.COM - Kapal barang KM Empat Bersaudara dilaporkan terbakar dan tenggelam di Perairan Banggai Laut,..
7 jam yang lalu

Viral Video Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Atas Rel KA, Ini Kata Polisi...

Beritacenter.COM - Viral sebuah video di media sosial (sosmed) yang memperlihatkan aksi tawuran di atas rel kereta..
8 jam yang lalu

Jajakan Wanita di Bawah Umur, Mahasiswa di Jatim Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan seorang mahasiswa berinisial AP (21) lantaran nekat menjajakan wanita di bawah..
9 jam yang lalu

Polisi Gagalkan Peredaran 6 Kg Sabu di Samarinda, 7 Tersangka Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba di wilayah Kalimantan Timur..
9 jam yang lalu

Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka Kasus Rasial, Polri Dapat Apresiasi dari GAMKI

Beritacenter.COM - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengapresiasi Polri yang telah menetapkan Ketua..
10 jam yang lalu

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Kabupaten Lumajang Rusak Parah

Beritacenter.COM - Hembusan angin kencang melanda sejumlah rumah di Desa Kertosari, Desa Jambe Arum dan..
10 jam yang lalu

Polisi Evakuasi Mayat Transpuan yang Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Bandung

Beritacenter.COM - Polsek Sumur Bandung bersama Polrestabes Bandung mengevakuasi mayat seorang transgender perempuan..
11 jam yang lalu

Besok ! Jokowi Akan Lantik Komjen Sigit Jadi Kapolri Usai Dirinya Divaksinasi Tahap Dua

Beritacenter.COM - Komjen Listyo Sigit Prabowo rencanakan akan dilantik jadi Kapolri besok pagi usai Presiden Jokowi..
11 jam yang lalu

Cekcok Gegara Buah, Ponakan di Serang Nekat Pukul Bibinya hingga Tewas

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial RY (35) lantaran nekat menganiaya..
12 jam yang lalu

Jokowi Akan Lantik Komjen Listyo Jadi Kapolri Usai Disuntik Vaksin Tahap Kedua

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri besok pagi..
12 jam yang lalu

Viral Emak-Emak Marahi TNI Saat Ditegur Karena Tak Pakai Masker

Beritacenter.COM - Viral rekaman video seorang wanita yang marah-marah ke anggota TNI. Diduga wanita tersebut tak..
12 jam yang lalu

Terlalu! Taswin Bakar 18 Rumah Warga, Hanya Karena Tak Diberi Uang Beli Sabu

Beritacenter.COM - Kesal karena tak diberi uang untuk beli sabu, Taswin alias Win (33) nekat membakar rumah..
12 jam yang lalu

Tim DVI Pori Kembali Identifikasi 2 Korban SJ182, Total Jadi 55 Korban

Beritacenter.COM - Proses identifikasi terhadap jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus dilakukan...
13 jam yang lalu

Gelar Razia, Petugas Temukan Sajam dan HP di Kamar Narapidana Lapas Pariaman

Beritacenter.COM - Petugas temukan sejumlah senjata tajam (sajam) jenis pisau dan handphone dalam kamar narapidana..
13 jam yang lalu

Wanita yang Diperkosa Suami-Istri di Sumbar Alami Syok-Trauma Berat

Pada awal laporan tanggal 19 Januari kemarin memang lagi syok dan trauma berat, tidak bercerita, setelah pemeriksaan..
14 jam yang lalu

Heboh Gempa Dahsyat Guncang Lembang, BMKG Bandung: Hoaks!!!

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung angkat bicara terkait informasi yang..
14 jam yang lalu

Kocak !!! Begini Kelakuan Kurir Jika Konsumen COD Tak kunjung Keluar Rumah

Beritacenter.COM - Sebuah video yang menunjukkan aksi seorang kurir yang mematikan aliran listrik milik konsumennya..
15 jam yang lalu

[Video] Ini Loh, Wujud Nyata Virus COVID-19 ke Gambar 3 Dimensi

Beritacenter.COM - Para penelit mengungkap perwujudan nyata virus Corona (COVID-19) atau disebut SARS-CoV-2, ke wujud..
15 jam yang lalu

Modal Pistol Korek, Komplotan Perampok Gasak Duit Puluhan Juta dari Minimarket Ciputat

Beritacenter.COM - komplotan perampok menggasak uang Rp 36 juta setelah berhasil menakuti karyawan minimarket..
16 jam yang lalu

Siswi SMK Diperkosa 6 Pria di Nganjuk, Pelaku Sang Pacar-Bocah Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Nahas, nasib yang menimpa seorang siswi SMK di Nganjuk, Jawa Timur. Dia menjadi korban pemerkosaan..
16 jam yang lalu

Bertambah 13.094 Orang, Kasus Covid-19 di Tanah Air Tembus 1 Juta

Beritacenter.COM - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah. Hari ini, Selasa (21/1/2021) hingga pukul..
16 jam yang lalu

MANTUL !!! Ekspor Ikan Hias dari Bandung Justru Meningkat Saat Pandemi

BeritaCenter.COM - Pandemi covid-19 tidak mempengaruhi bisnis ikan hias di Bandung, Jawa Barat. Bahkan, tren..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi