Rabu, 01 April 2020 - 06:25 WIB

Mewaspadai Radikalisme di Masyarakat

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 18 Maret 2020 | 10:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Muhammad Yasin Penulis Kontributor Milenial Muslim Bersatu

Pasca kehancuran ISIS beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa kemungkinan paham radikal berekspansi tetap ada. Maka dari itu warga diimbau untuk tetap waspada.

Mendengar nama ISIS tentunya tak perlu banyak tanya, kita pasti sangat ihwal dengan kelompok tersebut. Kelompok yang identik dengan paham garis keras serta menganut esktrimisme ini memang begitu populer. Organisasi yang mengatasnamakan Islam tersebut moncer kala unggahan-unggahan yang terkesan sadis dan tak basa basi menyebar di jagad maya. Bukan satu dua orang pengikutnya, ribuan mungkin atau lebih banyak lagi. Bahkan Indonesia pun ada mantan eks ISIS.

Masih ingat kan, eks simpatisan ISIS asal Indonesia yang akhirnya meminta pulang pasca kehancuran kelompok yang diikutinya. Sayang, pemerintah tak merestui keinginan mereka. Pasalnya, mereka sendiri yang telah memutuskan untuk meninggalkan Nusantara demi ISIS. Dan kini ISIS seolah tak mampu berdiri kemudian ditinggalkan para pengikutnya.

Hubungan antara kelompok tersebut dengan indikasi akan adanya ekspansi radikalisme dapat dibenarkan. Bisa saja bibit-bibit radikalisme yang ada di Nusantara ini terpanggil untuk membentuk kekuatan terselubung guna mendukung organisasinya kembali. Bisa saja kan? Apalagi kini radikalisme ini seolah tak pandang bulu. Pelakunya seperti tak takut Tuhan apalagi hukum. Mereka bertindak seolah tak akan ada yang berani melarangnya, miris memang. Kekhawatiran ini muncul justru akan menyerang pihak-pihak yang terlihat agamis. Mereka akan mengatasnamakan agama sebagai bagian dari solidaritas.

Maka dari itu, organisasi massa keagamaan, seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas lainnya di Tanah Air dinilai memiliki peran yang cukup strategis untuk ikut serta dalam mewaspadai, membendung, maupun menangkal berkembangnya idoelogi-ideologi radikal. Khususnya paham-paham kekerasan dari kelompok ISIS di Tanah Air yang sebelumnya ingin mendeklarasikan negara khilafah.

Menurut Peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Associate, Dr Adnan Anwar MA, menuturkan bahwa ormas juga harus proaktif dalam memasukkan prioritas bahwa pencegahan untuk melarang organisasi radikal seperti ISIS ini memang layak dilakukan. Implikasinya ialah dalam membantu upaya pemerintah dalam memerangi radikalisme.

Dirinya menambahkan, tak hanya ormas saja namun tokoh agama atau mubalig yang mempunyai wawasan tentang Islam Moderat turut memiliki peranan penting dalam mencegah ideologi ekstrim tersebut di lingkungan masyarakat. Pasalnya tokoh agama atau mubalig-mubalig itu juga kerapkali terjun ke masyarakat untuk menyosialisasikan terkait bahaya dari penyebaran paham ISIS. Jika peran ormas beserta para tokoh agama ini mampu menciptakan sinergitas tentunya akan menjadi kekuatan yang mumpuni dan sulit diterjang.

Adnan-pun menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan dengan melakukan sejumlah sosialisasi dalam memperkuat masyarakat baik dimulai pada keluarga inti hingga masyarakat sekitar. Yakni, ideologi kekerasan seperti yang dilakukan ISIS tersebut sangatlah berbahaya. Bahkan, disebutkan pula, di beberapa negara Timur Tengah, terdapat semacam sosialisasi dari negara yang materinya dipakai sebagai pendidikan keluarga.

Disamping itu, menurutnya, lembaga pendidikan juga wajib membentengi para pelajarnya agar siswanya tidak gampang termakan bujuk rayu akan propaganda yang ISIS lakukan. Sebab, berkenaan dengan materi dan konten ini anak-anak sekolah atau pelajar tentunya sangat bergantung kepada gurunya. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan perhatian khusus terkait guru ini. Karena, tak menampik jika guru merupakan media yang paling efektif untuk mengedukasi cara berpikir para anak didiknya.

Sehingga, perlu adanya pembinaan serta pemantauan bagi para guru-guru. Yang mana sering juga dilakukan oleh instansi terkait, misalnya oleh lembaga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementerian Agama. Sebab, guru merupakan sumber informasi pertama bagi para muridnya ini. Jadi, jangan sampai ada ideologi menyimpang yang tumbuh dari kalangan guru ini.

Upaya deradikalisasi yang pemerintah terapkan bisa menjadi langkah awal untuk ikut menyeterilkan penyebaran radikalisme. Termasuk mengembalikan pemahaman pihak-pihak yang telah terpapar bahayanya paham radikalisme. Selain itu, wawasan Islam moderat memang dibutuhkan pada saat ini. Sebab, perkara tersebut dapat digunakan untuk membentengi diri dari radikalisme yang seringkali menanti. Mungkin bisa saja lingkungan kita sedang kondusif, namun mewaspadai pergerakkan paham esktrimisme ini wajib untuk selalu dilakukan.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Teroris #Terorisme #Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 jam yang lalu

KKB Papua Sadis dan Brutal Tembak 2 Karyawan Freeport Yang Cari Nafkah

Beritacenter.COM - Sadisnya dan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB) yang menembak dua karyawan PT Freeport..
6 jam yang lalu

BI Klaim Perbankan Indonesia Masih Kuat Dengan Gempuran Corona

Beritacenter.COM - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, kinerja perusahaan dalam skala besar, menengah,..
7 jam yang lalu

Wapres Ma'ruf: Pemerintah Tidak Ingin Seperti India

Beritacenter.COM - Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin menegaskan, pemerintah lebih condong kepada pembatasan sosial..
7 jam yang lalu

Wanita Tua Diduga Depresi Ternyata Positif Corona

Beritacenter.COM - Ada perempuan tua di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan ternyata positif terjangkit virus..
8 jam yang lalu

Jurus Presiden Jokowi Tepat Dalam Menangani Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk memberikan..
8 jam yang lalu

Lautaro Martinez Jadi Incaran 3 Klub Elite Eropa

Beritacenter.COM - 3 klub elite eropa Barcelona, Real Madrid dan Manchester United dikabarkan tertarik dengan..
9 jam yang lalu

Gubernur DIY Minta Penjelasan Soal Protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar

Beritacenter.COM - Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) meminta pemerintah..
9 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Pemuda di Tambora Diringkus Polisi

Beritacenter.COM- Satresnarkoba Polsek Tambora menangkap seorang pengedar narkoba berinisal HB alias EA (30) di..
10 jam yang lalu

Begini Rencana Pemerintah Soal WNI Yang Kerja di Kapal Asing di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Pemerintah berencana akan memulangkan Warga Negara Indonesia(WNI) yang diduga ada belasan ribu..
10 jam yang lalu

Berantas Corona, Polri dan TNI Bubarkan 20 Titik Kumpul di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran Polri bersama TNI berhasil membubarkan 30 kegiatan yang melibatkan banyak orang di Kota..
11 jam yang lalu

Begini Cara Aman Ketika Berbelanja di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Wabah virus corona di seluruh dunia membuat pemerintah melakukan imbauan kepada warga untuk berada..
11 jam yang lalu

Agar Imun Tak Melemah, Ahli Kesehatan Sarankan Kita Jangan Panik Hadapi Corona

BeritaCenter.COM - Para Pakar kesehatan memberikan nasehat agar kita tidak panik dalam menghadapi pandemi yang..
11 jam yang lalu

BREAKING NEWS! Jokowi Berikan Perlindungan Sosial dan Stimulus Ekonomi Menghadapi Dampak COVID-19

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan langkah-langkah perlindungan sosial dan stimulus..
11 jam yang lalu

Kapolri Beri Penjelasan Soal Penjarahan di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Sampai saat ini belum ada kejadian penjarahan di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus..
12 jam yang lalu

Polisi Tangkap 8 Pemuda yang Hendak Tawuran di Jakbar, Dua Orang Positif Narkoba

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan delapan orang pemuda yang hendak melakukan tawuran..
12 jam yang lalu

Langkah Hebat Jokowi Tak Lakukan Lockdown

Sejumlah pihak ‘menekan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera melakukan lockdown atau karantina..
12 jam yang lalu

Imbas Corona, Presiden Jokowi Gratiskan Listrik Selama 3 Bulan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengambil langkah serius untuk menangani wabah virus corona..
12 jam yang lalu

Indonesia Akan Baik-Baik Saja

Saya punya grup berisi kawan-kawan dari sejumlah organisasi dan instansi. Nama grup itu Aliansi Solo Bhinneka...
13 jam yang lalu

Terjangkit Virus Corona, Mantan Presiden Kongo Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Mantan Presiden Kongo Jacques Joquim Yhombi - Opango meninggal dunia usai terjangkit virus Corona...
14 jam yang lalu

#AyoLawanCovid-19, Polres Gunungkidul Kerahkan Water Canon Untuk Semprot Disinfektan

Beritacenter.COM - Aparat Kepolisian bersama TNI, terus bahu membahu tidak mengenal lelah untuk menghimbau dan..
14 jam yang lalu

Kabar Baik, Jamaah yang Diisolasi di Masjid Jami Kebon Jeruk Semakin Sehat

Beritacenter.COM - Kondisi ratusan jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk kian hari semakin sehat usai sebelumnya menjalankan..
14 jam yang lalu

Jokowi Fokus Siapkan Bantuan Untuk Masyarakat yang Ekonominya Terdampak Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah terus berupaya memikirkan kesejahteraan rakyat yang perekonomiannya terdampak akibat..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi