Kamis, 02 Juli 2020 - 22:05 WIB

Mendukung Pemberantasan Virus Radikalisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 19 Maret 2020 | 09:28 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Xeraphine Siwi Pemerhati Sosial Budaya

Virus radikalisme masih menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia. Paham tersebut sangat menyimpang dan bertentangan dengan Pancasila dan budaya asli bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, penyebaran radikalisme harus diwaspadai oleh segenap rakyat Indonesia untuk ditangkal dan dicegah demi terjaganya Negara Persatuan Republik Indonesia (NKRI).


Di era yang semakin global, ilmu pengetahuan dan teknologi pun mengalami kemajuan yang pesat serta terus menerus menunjukkan perkembangan baru. Sayangnya, seiring dengan perkembangan tersebut, nilai-nilai Pancasila mulai terkikis perlahan-lahan dan intoleransi mulai menggeser nilai-nilai budaya bangsa sehingga menjadi pintu lebar bagi kaum radikal untuk menyebarkan pahamnya. Kelompok radikal tahu memanfaatkan segala kesempatan dan media demi upaya menyesatkan dan menjerumuskan publik dalam lingkaran gelap untuk menggapai tujuannya menghancurkan negara beserta manusianya. Radikalisme mulai masuk ke lingkungan pendidikan dan pekerjaan, baik melalui internet maupun kegiatan-kegiatan publik.


Tren intoleransi dan radikalisme di Indonesia cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Direktur Wahid Institue, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid menyebut bahwa dari hasil kajian yang dilakukan Wahid Institute ada sekitar 0,4% atau sekitar 600.000 jiwa warga negara Indonesia (WNI) yang pernah melakukan tindakan radikal. Menurut Yenny, data tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk dewasa yakni sekitar 150 juta jiwa.


Selain itu, terdapat kelompok masyarakat yang rawan terpengaruh gerakan radikal, yakni bisa melakukan gerakan radikal jika diajak atau ada kesempatan, jumlahnya sekitar 11,4 juta jiwa atau 7,1%. Sedangkan, sikap intoleransi di Indonesia juga mengalami kecenderungan meningkat dari sebelumnya sekitar 46% dan saat ini menjadi 54%.


Menurut Yenny, radikalisme adalah tindakan yang merusak atau berdampak merusak kelompok masyarakat lainnya di tengah kehidupan bermasyarakat di Indonesia, sedangkan, intoleransi adalah sikap yang melarang atau tidak membolehkan, kelompok lain atau orang lain, mengekspresikan hak-haknya, misalnya dilarang melakukan kegiatan yang lega.


Sikap intoleransi merupakan salah satu pemicu munclnya radikalisme dimana sebagai bangsa yang besar dengan berbagai agama, suku bangsa dan ras, Indonesia rentan dengan terjadinya intoleransi. Untuk itulah, sejak awal, para pendiri bangsa telah sepakat untuk membangun Indonesia sebagai negara yang menjamin kemajemukan dalam berbangsa dan bernegara.


Pemerintah di bawah kepemiminan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan perhatian khusus pada gerakan radikalisme yang bisa mengancam masa depan bangsa dan negara. Hal ini berdasarkan dengan tujuan nasional bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, yakni ‘Melindungi Segena Bangsa Indonesia dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia, Memajukan Kesejahteraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Dan Ikut Serta Dalam Melaksanakan Ketertiban Dunia”


Untuk menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi terkait menangkal penyebaran paham radikal, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Mahfud MD mengungkapkan bahwa penanganan radikalisme akan dilakukan lintas kementerian. Hal yang paling ditekankan adalah kelompok radikal bukan mengacu pada golongan atau agama tertentu, karena itu, pemikiran bahwa orang yang radikal merupakan dari kelompok agama tertentu harus diubah.


Mahfud menegaskan, radikalisme adalah paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan, kemudian merusak cara berpikir generasi baru. Apapun agamanya, jika melakukan hal tersebut adalah radikal.


Untuk diketahui, dalam menangani radikalisme, pemerintah memiliki dua pendekatan, yakni kontra-radikalisasi dan deradikalisasi.


Pendekatan kontra-radikalisasi dilakukan untuk menekan penyebarluasan paham radikal yang telah terjadi di sebagian kelompok masyarakat dan menjadi upaya preventif yang dilakukan pemerintah untuk menghindari lebih banyak lagi aksi radikal terorisme. Masyarakat diharapkan agar tidak terpengaruh oleh cara berpikir dan sikap radikal yang berpotensi melahirkan terorisme. Sementara pendekatan deradikalisasi bertujuan untuk menghilangkan pemahaman radikal bagi pelaku teror dan penganut paham radikal.


Saat ini, radikalisme mulai mengincar kaum perempuan dan generasi muda, khusunya pelajar dan mahasiswa karena dianggap mudah untuk dipengaruhi dan dimanfaatkan. Karena itu, menangkal radikalisme membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak, mulai dari orang tua,pelajar, mahasiswa, akademisi, pendidik, tokoh agama, pegawai dan karyawan hingga aparat dan pemerintah. Lingkungan pendidikan dan keluarga harus menjadi tempat pembinaan karakter yang diperlukan untuk membangun bangsa. Sedangkan lingkungan pekerjaan dan peribadatan harus menjadi tempat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menyebarkan toleransi dan kerukunan serta menjaga karakter dan budaya bangsa demi rasa aman dan nyaman dalam kehidupan bermasyarakat.


Pancasila adalah sebagai dasar negera RI, dimana didalamnya sudah mencakup kehidupan beragama dan bermasyarakat dalam bingkai NKRI. Hingga saat ini, Pancasila sudah memberikan bukti nyata yang mempersatukan segenap bangsa Indonesia, dengan kata lain, Indonesia berdiri, merdeka dan optimis melangkah menuju negara yang maju. Masyarakat Indonesia sudah sepatutnya menyampaikan lebih banyak narasi tentang toleransi atau kerukunan, sikap cinta kepada sesama, nasionalisme, patriotisme dan bela negara.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok teroris #Teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Group Lion Air Akui 2.600 Karyawan Dirumahkan

Beritacenter.COM - Lion Air Group mengklarifikasi soal ramainya pengurangan tenaga kerja yang dilakukan baik..
3 jam yang lalu

Pesta Pernikahan Berujung Maut, 80 Tamu Positif Corona Pengantin Pria Meninggal

Beritacenter.COM - Resepsi pernikahan jadi momen sakral yang digelar sekali dalam hidup. Hanya karna ingin membagi..
3 jam yang lalu

Terjerat Pinjaman Online, Mantan Karyawan Minimarket Rampok Uang Rp100 Juta

Beritacenter.COM - AM (22) nekat merampok minimarket di Kecamatan Lemahabang, Karawang, Jawa Barat dan membawa kabur..
6 jam yang lalu

Musnahkan 1,2 Ton Sabu, Kapolri: Bahaya Kalau Tidak Cepat, Iman 'Goyah' Segenggam Miliaran

Dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri, kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah. Pegang..
6 jam yang lalu

Danrem 142/Tatag Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kodim 1402/Polmas

POLMAN - Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P, didampingi ketua persit KCK Koorcab Rem..
7 jam yang lalu

Begini Amanat dan Instruksi Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan amanat dan memberikan instruksi di HUT..
7 jam yang lalu

Kapolri: Kalau Polisi Kena Narkoba Harusnya Dihukum Mati, Mereka Tahu UU, Tahu Hukum!

Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba, hukumannya harus hukuman mati sebenarnya, karena dia sudah tahu..
8 jam yang lalu

Viral Pegawai Intip Payudara Pelanggan via CCTV, Starbucks: Tak Bisa Ditoleransi, Pecat!

Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia
9 jam yang lalu

Kapolri Ungkap Alasan Pemberian Tema HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, tema Hari Bhayangkara ke-74 yaitu 'Kamtibmas..
9 jam yang lalu

Di HUT Bhayangkara, Kapolri Minta Jajarannya Berbuat yang Terbaik Untuk Masyarakat

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis meminta jajaran Polri agar terus meningkatkan kinerjanya...
1 hari yang lalu

Ogah Berspekulasi soal Reshuffle Menteri, Gerindra: Itu Hak Prerogatif Presiden

Jawaban kami pasti seragam bahwa penentuan jabatan menteri itu adalah hak prerogatif Presiden. Kita nggak mau..
1 hari yang lalu

PSBB Transisi Diperpanjang Untuk Wilayah Jakarta

Beritacenter.COM - Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi..
1 hari yang lalu

Fans Berat yang Gagal Temui Idola, Pembakar Mobil Via Vallen Terancam 12 Tahun Bui

Beritacenter.COM - Aksi pembakaran terhadap mobil pedangdut Via Vallen, diketahui dilatari motif sakit hati pelaku..
1 hari yang lalu

Ridwan Kamil soal Rhoma Irama Manggung di Bogor: Ini Jadi Pelajaran, Tolong Jangan Ditiru!

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti soal protokol kesehatan di aksi manggung Rhoma Irama di..
1 hari yang lalu

HUT Bhayangkara Ke-74, Presiden Jadi Inspektur Upacara Secara Virtual

Beritacenter.COM - Upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara tahun ini digelar berbeda seiring adanya pandemi..
1 hari yang lalu

DPRD DKI Merasa Kecolongan Anies Keluarkan Kepgub Reklamasi

Beritacenter.COM - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak merasa kecolongan terkait izin reklamasi..
1 hari yang lalu

"PDIP adalah TARGET" Dari Kroni Orba Dan Para Kardun Untuk Dihancurkan

Kalau hari ini ada narasi-narasi mengkerdilkan PDIP sebagai tempat berkumpulnya PKI, ga usah heran. Serangan..
1 hari yang lalu

LELAKI CUNGKRING BERNYALI RAJAWALI ITU MULAI TAK SABAR

Nampaknya Presiden Jokowi sudah mendekati ambang batas prinsip dan sikapnya : "ketegasan tanpa ragu". Dia..
2 hari yang lalu

Setelah Tangkap Kru PH Pemasok Sabu ke Artis Ridho, Polisi Juga Ringkus 2 Pengedar

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat telah meringkus pemasok sabu ke artis FTV Ridho Ilahi. Pelaku..
2 hari yang lalu

India Ngamuk Ancam China Dengan Rudal

Beritacenter.COM - Pemerintah India ancam menggunakan rudal sekaligus untuk di letakan di berbatasan dengan China di..
2 hari yang lalu

Siap-siap Penggunaan Kantong Plastik Akan Dilarang Keras

Beritacenter.COM - Pemerintah Propinsi DKI Jakarta melarang keras kantong plastik sekali pakai di seluruh area pasar...
2 hari yang lalu

Dibakar Orang Tak Dikenal, Ini Alasan Kenapa Mobil Via Vallen Terparkir Diluar Rumah

Beritacenter.COM - Mobil Toyota Alphard milik pedangdut, Via Vallen, dibakar orang tak dikenal saat terparkir didepan..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi