Rabu, 01 April 2020 - 05:23 WIB

Mewaspadai Konten Radikalisme Ancaman Keutuhan NKRI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 21 Maret 2020 | 10:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Ismail Penulis adalah warganet, aktif dalam kajian Ikatan Pustaka Institute Jakarta

Radikalisme masih menjadi ancaman NKRI selama bertahun-tahun. Penyebarannya pun semakin dinamis dengan tidak hanya mengandalkan tatap muka, namun juga melalui internet. Masyarakat dan Pemerintah pun diharapkan untuk tidak lengah dalam mengawasi konten radikalisme tersebut yang terbukti dapat mengancam keutuhan NKRI.

Pergerakan radikalisme kini dinilai makin mudah menjalari dengan beragam metode, termasuk memanfaatkan internet. Internet yang pada awalnya digunakan untuk memudahkan komunikasi dan pengiriman data digital sering disalahgunakan untuk misi terselubung kelompok radikal. Akibatnya, pengguna potensialnya begitu banyak berpotensi untuk disusupi aneka paham menyimpang.

Tercatat setidaknya ada 11.800 konten radikal yang teridentifikasi dan dilakukan takedown oleh kominfo. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2018 yang mencapai 10.449 konten. Peningkatan ini menjadi keresahan bersama untuk segera diatasi.

Gubernur Federasi Mahasiswa Fakultas Teknik Unpas Raja Faisal mengungkapkan, gerakan radikalisme masih menjadi ancaman di 2020. Terutama melalui media sosial yang seringkali dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan radikal sehingga menjadi doktrin untuk menggiring opini masyarakat.

Ia juga mengatakan, meningkatnya jumlah konten radikal di tahun 2019 tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya komunikasi di media sosial telah mempercepat penyebaran paham radikal meningkat dan menjadi racun yang sulit mendapatkan penawar.

Karakter media sosial yang tanpa batas membuat penyebaran paham radikal semakin sulit dihalau. Media sosial juga bersifat borderless dan luas, partisipatif dengan peserta yang beragam, bersifat private dalam penggunaan dan setiap orang juga dapat dengan mudah untuk membuat pesan.

Percepatan konten radikalisme juga disebabkan oleh akselerasi pengguna internet yang meningkat. Dominasi situs-situs yang menampilkan hoaks dan konten bermuatan radikal juga masih tinggi.

Data menunjukkan bahwa situs-situs Ormas Islam Moderat besar, NU dan Suara Muhammadiyah masih belum mendominasi sebagai situs yang banyak dicari oleh warganet, kedua situs tersebut masih belum bisa mengungguli situs-situs Islam Konservatif yang dalam tanda kutip lebih mengarah pada paham radikal.

Jika kita mengutip definisi radikalisme dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ciri-ciri radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan secara cepat dengan kekerasan, paham yang mendukung dalam menyebarkan dan mengajak menjadi anggota ISIS serta paham yang mendefinisikan jihad secara terbatas yang menjurus pada bentuk kekerasan untuk mewujudkannya.

Tentu saja dalam menanggulangi permasalahan ini, hal pertama yang harus ditingkatkan adalah pendidikan literasi dalam bermedia sosial. Sehingga para pengguna memiliki pengetahuan yang baik dalam mengonsumsi berita.

Ali Maksum selaku Sosiolog Universitas Brawijaya (UB) menyampaikan, terjadinya radikalisme di Indonesia disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal berupa agama, politik dan ekonomi. Sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh kondisi politik global, arab springs dan geopolitik.

Tentu saja kita masih ingat, dimana penganut paham radikal amatlah frontal dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2019. Segala narasi tentang kehancuran negara karena memilih pemimpin tertentu juga masih sering terdengar.

Penyebaran konten radikal sebenarnya bisa dicegah dengan meneguhkan moderasi Islam di Indonesia, menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka dan toleransi, waspada terhadap provokasi dan hasutan, berjejaring dalam komunitas positif dan perdamaian serta menjalankan aktifitas keagamaan dengan toleran.

Paham radikal bahkan telah menyasar para ASN dimana semestinya abdi negara tersebut harus terbebas dari paham radikal, hal ini dikarenakan paham radikal tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebangsaan dan kenegaraan.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa ASN harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat sehingga tidak terpengaruh paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Menteri dan kepala badan tentang penanganan radikalisme pada aparatur sipil negara (ASN) sejak pertengahan November 2019.

Terdapat 6 menteri yang ikut serta di dalamnya, yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Salah satu poin yang tidak boleh dilanggar oleh para ASN adalah memberikan opini baik lisan maupun tulisan di media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Pemerintah.

Penanganan konten radikalisme ini bisa kita cegah dengan membentengi diri sendiri. Menumbuhkan nilai toleransi umat beragama. Serta menanamkan 4 pilar kebangsaan, yakni ; Pancasila, UUD 1945, NKRI, juga Bhineka Tunggal Ika. Jika pendidikan dasar bernegara telah dipahami dan disematkan dalam sanubari, bukan tak mungkin kita akan mampu menekan hingga memusnahkan pergerakkan radikalisme ini.

Tidak ada satupun dari kita yang bisa terbebas dari paparan paham radikal, sikap waspada amatlah diperlukan agar kita tidak terjebak oleh narasi-narasi yang mengarahkan kita menjadi bagian dari kelompok radikal.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 jam yang lalu

KKB Papua Sadis dan Brutal Tembak 2 Karyawan Freeport Yang Cari Nafkah

Beritacenter.COM - Sadisnya dan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB) yang menembak dua karyawan PT Freeport..
5 jam yang lalu

BI Klaim Perbankan Indonesia Masih Kuat Dengan Gempuran Corona

Beritacenter.COM - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, kinerja perusahaan dalam skala besar, menengah,..
5 jam yang lalu

Wapres Ma'ruf: Pemerintah Tidak Ingin Seperti India

Beritacenter.COM - Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin menegaskan, pemerintah lebih condong kepada pembatasan sosial..
6 jam yang lalu

Wanita Tua Diduga Depresi Ternyata Positif Corona

Beritacenter.COM - Ada perempuan tua di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan ternyata positif terjangkit virus..
7 jam yang lalu

Jurus Presiden Jokowi Tepat Dalam Menangani Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk memberikan..
7 jam yang lalu

Lautaro Martinez Jadi Incaran 3 Klub Elite Eropa

Beritacenter.COM - 3 klub elite eropa Barcelona, Real Madrid dan Manchester United dikabarkan tertarik dengan..
8 jam yang lalu

Gubernur DIY Minta Penjelasan Soal Protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar

Beritacenter.COM - Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) meminta pemerintah..
8 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Pemuda di Tambora Diringkus Polisi

Beritacenter.COM- Satresnarkoba Polsek Tambora menangkap seorang pengedar narkoba berinisal HB alias EA (30) di..
9 jam yang lalu

Begini Rencana Pemerintah Soal WNI Yang Kerja di Kapal Asing di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Pemerintah berencana akan memulangkan Warga Negara Indonesia(WNI) yang diduga ada belasan ribu..
9 jam yang lalu

Berantas Corona, Polri dan TNI Bubarkan 20 Titik Kumpul di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran Polri bersama TNI berhasil membubarkan 30 kegiatan yang melibatkan banyak orang di Kota..
10 jam yang lalu

Begini Cara Aman Ketika Berbelanja di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Wabah virus corona di seluruh dunia membuat pemerintah melakukan imbauan kepada warga untuk berada..
10 jam yang lalu

Agar Imun Tak Melemah, Ahli Kesehatan Sarankan Kita Jangan Panik Hadapi Corona

BeritaCenter.COM - Para Pakar kesehatan memberikan nasehat agar kita tidak panik dalam menghadapi pandemi yang..
10 jam yang lalu

BREAKING NEWS! Jokowi Berikan Perlindungan Sosial dan Stimulus Ekonomi Menghadapi Dampak COVID-19

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan langkah-langkah perlindungan sosial dan stimulus..
10 jam yang lalu

Kapolri Beri Penjelasan Soal Penjarahan di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Sampai saat ini belum ada kejadian penjarahan di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus..
10 jam yang lalu

Polisi Tangkap 8 Pemuda yang Hendak Tawuran di Jakbar, Dua Orang Positif Narkoba

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan delapan orang pemuda yang hendak melakukan tawuran..
11 jam yang lalu

Langkah Hebat Jokowi Tak Lakukan Lockdown

Sejumlah pihak ‘menekan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera melakukan lockdown atau karantina..
11 jam yang lalu

Imbas Corona, Presiden Jokowi Gratiskan Listrik Selama 3 Bulan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengambil langkah serius untuk menangani wabah virus corona..
11 jam yang lalu

Indonesia Akan Baik-Baik Saja

Saya punya grup berisi kawan-kawan dari sejumlah organisasi dan instansi. Nama grup itu Aliansi Solo Bhinneka...
12 jam yang lalu

Terjangkit Virus Corona, Mantan Presiden Kongo Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Mantan Presiden Kongo Jacques Joquim Yhombi - Opango meninggal dunia usai terjangkit virus Corona...
13 jam yang lalu

#AyoLawanCovid-19, Polres Gunungkidul Kerahkan Water Canon Untuk Semprot Disinfektan

Beritacenter.COM - Aparat Kepolisian bersama TNI, terus bahu membahu tidak mengenal lelah untuk menghimbau dan..
13 jam yang lalu

Kabar Baik, Jamaah yang Diisolasi di Masjid Jami Kebon Jeruk Semakin Sehat

Beritacenter.COM - Kondisi ratusan jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk kian hari semakin sehat usai sebelumnya menjalankan..
13 jam yang lalu

Jokowi Fokus Siapkan Bantuan Untuk Masyarakat yang Ekonominya Terdampak Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah terus berupaya memikirkan kesejahteraan rakyat yang perekonomiannya terdampak akibat..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi