Rabu, 27 Januari 2021 - 07:26 WIB

Mewaspadai Konten Radikalisme Ancaman Keutuhan NKRI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 21 Maret 2020 | 10:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Ismail Penulis adalah warganet, aktif dalam kajian Ikatan Pustaka Institute Jakarta

Radikalisme masih menjadi ancaman NKRI selama bertahun-tahun. Penyebarannya pun semakin dinamis dengan tidak hanya mengandalkan tatap muka, namun juga melalui internet. Masyarakat dan Pemerintah pun diharapkan untuk tidak lengah dalam mengawasi konten radikalisme tersebut yang terbukti dapat mengancam keutuhan NKRI.

Pergerakan radikalisme kini dinilai makin mudah menjalari dengan beragam metode, termasuk memanfaatkan internet. Internet yang pada awalnya digunakan untuk memudahkan komunikasi dan pengiriman data digital sering disalahgunakan untuk misi terselubung kelompok radikal. Akibatnya, pengguna potensialnya begitu banyak berpotensi untuk disusupi aneka paham menyimpang.

Tercatat setidaknya ada 11.800 konten radikal yang teridentifikasi dan dilakukan takedown oleh kominfo. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2018 yang mencapai 10.449 konten. Peningkatan ini menjadi keresahan bersama untuk segera diatasi.

Gubernur Federasi Mahasiswa Fakultas Teknik Unpas Raja Faisal mengungkapkan, gerakan radikalisme masih menjadi ancaman di 2020. Terutama melalui media sosial yang seringkali dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan radikal sehingga menjadi doktrin untuk menggiring opini masyarakat.

Ia juga mengatakan, meningkatnya jumlah konten radikal di tahun 2019 tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya komunikasi di media sosial telah mempercepat penyebaran paham radikal meningkat dan menjadi racun yang sulit mendapatkan penawar.

Karakter media sosial yang tanpa batas membuat penyebaran paham radikal semakin sulit dihalau. Media sosial juga bersifat borderless dan luas, partisipatif dengan peserta yang beragam, bersifat private dalam penggunaan dan setiap orang juga dapat dengan mudah untuk membuat pesan.

Percepatan konten radikalisme juga disebabkan oleh akselerasi pengguna internet yang meningkat. Dominasi situs-situs yang menampilkan hoaks dan konten bermuatan radikal juga masih tinggi.

Data menunjukkan bahwa situs-situs Ormas Islam Moderat besar, NU dan Suara Muhammadiyah masih belum mendominasi sebagai situs yang banyak dicari oleh warganet, kedua situs tersebut masih belum bisa mengungguli situs-situs Islam Konservatif yang dalam tanda kutip lebih mengarah pada paham radikal.

Jika kita mengutip definisi radikalisme dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ciri-ciri radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan secara cepat dengan kekerasan, paham yang mendukung dalam menyebarkan dan mengajak menjadi anggota ISIS serta paham yang mendefinisikan jihad secara terbatas yang menjurus pada bentuk kekerasan untuk mewujudkannya.

Tentu saja dalam menanggulangi permasalahan ini, hal pertama yang harus ditingkatkan adalah pendidikan literasi dalam bermedia sosial. Sehingga para pengguna memiliki pengetahuan yang baik dalam mengonsumsi berita.

Ali Maksum selaku Sosiolog Universitas Brawijaya (UB) menyampaikan, terjadinya radikalisme di Indonesia disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal berupa agama, politik dan ekonomi. Sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh kondisi politik global, arab springs dan geopolitik.

Tentu saja kita masih ingat, dimana penganut paham radikal amatlah frontal dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2019. Segala narasi tentang kehancuran negara karena memilih pemimpin tertentu juga masih sering terdengar.

Penyebaran konten radikal sebenarnya bisa dicegah dengan meneguhkan moderasi Islam di Indonesia, menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka dan toleransi, waspada terhadap provokasi dan hasutan, berjejaring dalam komunitas positif dan perdamaian serta menjalankan aktifitas keagamaan dengan toleran.

Paham radikal bahkan telah menyasar para ASN dimana semestinya abdi negara tersebut harus terbebas dari paham radikal, hal ini dikarenakan paham radikal tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebangsaan dan kenegaraan.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa ASN harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat sehingga tidak terpengaruh paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Sebelumnya, pemerintah juga telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Menteri dan kepala badan tentang penanganan radikalisme pada aparatur sipil negara (ASN) sejak pertengahan November 2019.

Terdapat 6 menteri yang ikut serta di dalamnya, yaitu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Salah satu poin yang tidak boleh dilanggar oleh para ASN adalah memberikan opini baik lisan maupun tulisan di media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Pemerintah.

Penanganan konten radikalisme ini bisa kita cegah dengan membentengi diri sendiri. Menumbuhkan nilai toleransi umat beragama. Serta menanamkan 4 pilar kebangsaan, yakni ; Pancasila, UUD 1945, NKRI, juga Bhineka Tunggal Ika. Jika pendidikan dasar bernegara telah dipahami dan disematkan dalam sanubari, bukan tak mungkin kita akan mampu menekan hingga memusnahkan pergerakkan radikalisme ini.

Tidak ada satupun dari kita yang bisa terbebas dari paparan paham radikal, sikap waspada amatlah diperlukan agar kita tidak terjebak oleh narasi-narasi yang mengarahkan kita menjadi bagian dari kelompok radikal.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






5 jam yang lalu

Kapal KM Empat Bersaudara Muatan Sembako Terbakar di Perairan Sulteng

Beritacenter.COM - Kapal barang KM Empat Bersaudara dilaporkan terbakar dan tenggelam di Perairan Banggai Laut,..
6 jam yang lalu

Viral Video Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Atas Rel KA, Ini Kata Polisi...

Beritacenter.COM - Viral sebuah video di media sosial (sosmed) yang memperlihatkan aksi tawuran di atas rel kereta..
7 jam yang lalu

Jajakan Wanita di Bawah Umur, Mahasiswa di Jatim Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan seorang mahasiswa berinisial AP (21) lantaran nekat menjajakan wanita di bawah..
7 jam yang lalu

Polisi Gagalkan Peredaran 6 Kg Sabu di Samarinda, 7 Tersangka Ditangkap

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengagalkan penyelundupan narkoba di wilayah Kalimantan Timur..
8 jam yang lalu

Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka Kasus Rasial, Polri Dapat Apresiasi dari GAMKI

Beritacenter.COM - Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengapresiasi Polri yang telah menetapkan Ketua..
9 jam yang lalu

Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah di Kabupaten Lumajang Rusak Parah

Beritacenter.COM - Hembusan angin kencang melanda sejumlah rumah di Desa Kertosari, Desa Jambe Arum dan..
9 jam yang lalu

Polisi Evakuasi Mayat Transpuan yang Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Bandung

Beritacenter.COM - Polsek Sumur Bandung bersama Polrestabes Bandung mengevakuasi mayat seorang transgender perempuan..
9 jam yang lalu

Besok ! Jokowi Akan Lantik Komjen Sigit Jadi Kapolri Usai Dirinya Divaksinasi Tahap Dua

Beritacenter.COM - Komjen Listyo Sigit Prabowo rencanakan akan dilantik jadi Kapolri besok pagi usai Presiden Jokowi..
10 jam yang lalu

Cekcok Gegara Buah, Ponakan di Serang Nekat Pukul Bibinya hingga Tewas

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial RY (35) lantaran nekat menganiaya..
10 jam yang lalu

Jokowi Akan Lantik Komjen Listyo Jadi Kapolri Usai Disuntik Vaksin Tahap Kedua

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri besok pagi..
11 jam yang lalu

Viral Emak-Emak Marahi TNI Saat Ditegur Karena Tak Pakai Masker

Beritacenter.COM - Viral rekaman video seorang wanita yang marah-marah ke anggota TNI. Diduga wanita tersebut tak..
11 jam yang lalu

Terlalu! Taswin Bakar 18 Rumah Warga, Hanya Karena Tak Diberi Uang Beli Sabu

Beritacenter.COM - Kesal karena tak diberi uang untuk beli sabu, Taswin alias Win (33) nekat membakar rumah..
11 jam yang lalu

Tim DVI Pori Kembali Identifikasi 2 Korban SJ182, Total Jadi 55 Korban

Beritacenter.COM - Proses identifikasi terhadap jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih terus dilakukan...
12 jam yang lalu

Gelar Razia, Petugas Temukan Sajam dan HP di Kamar Narapidana Lapas Pariaman

Beritacenter.COM - Petugas temukan sejumlah senjata tajam (sajam) jenis pisau dan handphone dalam kamar narapidana..
12 jam yang lalu

Wanita yang Diperkosa Suami-Istri di Sumbar Alami Syok-Trauma Berat

Pada awal laporan tanggal 19 Januari kemarin memang lagi syok dan trauma berat, tidak bercerita, setelah pemeriksaan..
12 jam yang lalu

Heboh Gempa Dahsyat Guncang Lembang, BMKG Bandung: Hoaks!!!

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung angkat bicara terkait informasi yang..
13 jam yang lalu

Kocak !!! Begini Kelakuan Kurir Jika Konsumen COD Tak kunjung Keluar Rumah

Beritacenter.COM - Sebuah video yang menunjukkan aksi seorang kurir yang mematikan aliran listrik milik konsumennya..
14 jam yang lalu

[Video] Ini Loh, Wujud Nyata Virus COVID-19 ke Gambar 3 Dimensi

Beritacenter.COM - Para penelit mengungkap perwujudan nyata virus Corona (COVID-19) atau disebut SARS-CoV-2, ke wujud..
14 jam yang lalu

Modal Pistol Korek, Komplotan Perampok Gasak Duit Puluhan Juta dari Minimarket Ciputat

Beritacenter.COM - komplotan perampok menggasak uang Rp 36 juta setelah berhasil menakuti karyawan minimarket..
14 jam yang lalu

Siswi SMK Diperkosa 6 Pria di Nganjuk, Pelaku Sang Pacar-Bocah Dibawah Umur

Beritacenter.COM - Nahas, nasib yang menimpa seorang siswi SMK di Nganjuk, Jawa Timur. Dia menjadi korban pemerkosaan..
15 jam yang lalu

Bertambah 13.094 Orang, Kasus Covid-19 di Tanah Air Tembus 1 Juta

Beritacenter.COM - Kasus positif Covid-19 di Tanah Air terus bertambah. Hari ini, Selasa (21/1/2021) hingga pukul..
15 jam yang lalu

MANTUL !!! Ekspor Ikan Hias dari Bandung Justru Meningkat Saat Pandemi

BeritaCenter.COM - Pandemi covid-19 tidak mempengaruhi bisnis ikan hias di Bandung, Jawa Barat. Bahkan, tren..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi