Kamis, 02 Juli 2020 - 21:29 WIB

Radikalisme Musuh Bersama Rakyat Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 26 Maret 2020 | 16:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Ismail Penulis adalah warganet tinggal di Tangerang

Kekahawatiran masyarakat akan pergerakan radikalisme ini kian meningkat. Tak hanya dalam satu sektor saja. Nyatanya beragam sektor tak bisa menjamin paparan dari paham yang berbahaya ini. Pemerintah dan masyarakat harus mampu bersinergi untuk membendung radikalisme yang telah menjadi musuh bersama.

Akhir-akhir ini dunia tengah disibukkan oleh beragam hal. Mulai dari kependudukan, tata ekonomi hingga sistem kemanusiaan. Kesemua masalah ini tentu berhubungan dengan yang namanya individu. Radikalisme sendiri berpotensi menyerang setiap individu yang memiliki egoisme tingkat tinggi. Bersikap anti toleran hingga tak berperikemanusiaan. Sayangnya, pihak-pihak yang terpapar penyakit radikalisme ini ga sadar. Mereka seolah berjalan sesuai aturan, ya aturan yang mereka buat sendiri.

Bagi saya, radikalisme ini banyak macamnya. Kemungkinan hal ini berkembang seiring meningkatnya teknologi. Terlebih, penggunaan media sosial inilah yang patut diwaspadai. Melalui dunia Maya seolah para penyebar radikalisme ini menjadi semakin mumpuni. Mereka bak ”hantu” yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. mereka meniupkan sejumlah propaganda atau provoaksi yang menarik peminatnya untuk ikut terjun ke dalam aksi mereka. Apa embel-embelnya? Pengakuan alias eksistensi!

Pengakuan Atau eksistensi ini bagi sebagian orang merupakan pemuas kebutuhan. Bayangkan jika keberadaan anda tak diakui, rasanya ga enak kan? nah, atas dasar inilah, korban akhirnya terjerumus ke dalam lubang radikalisme. Dirinya sudah terdoktrin atas apa-apa yang harus dilakukan guna meraih sebuah pengakuan. Parahnya, mereka ini akan menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Mereka merasa jika orang-orang yang tak sepaham adalah musuh paling utama dan wajib diberantas.

Eksistensi makin meningkat dikalangan milenial atau anak muda. Jiwa petualang mereka mampu mendominasi segala kemungkinan yang ada. Mereka identik dengan coba-coba hal baru,namun kebanyakan Mereka tak menyadari akan bahaya yang bakal mereka dapat. Anak-anak muda tentunya paling jago memanfaatkan teknologi. Skill meniru serta menelusuri mereka patut diacungi jempol.

Kendati demikian, perilaku “grasa-grusu” ini dikawatirkan justru membuat mereka makin jauh terperosok. Mereka akhirnya akan dengan mudah dijadikan alat oleh para pelaku radikal guna meluluskan aksinya.

Mirisnya lagi, penyebar radikalisme hampir menghalalkan segala cara. Termasuk mengekploitasi anak-anak. Untuk kasus ini coba ingat pelaku bom bunuh diri yang mengikutsertakan anak kedalam aksi tersebut. Dan yang paling ekstrim ialah anak-anak tergabung dalam kelompok radikalisme tingkat dunia seperti ISIS. Anak-anak yang notabene masih begitu polos, akan dengan mudah dijejali aneka pemikiran yang tak benar dan edan. Mereka seolah digodok untuk menjadi penerus di generasi selanjutnya. Para pelaku ini tak peduli bagaimana mental dan psikis anak-anak itu.

Atau masih ingat, paham khilafah Yang sempat menggegerkan publik beberapa waktu lalu? Polemik ini memunculkan sejumlah kecemasan yang tak berkesudahan, ormas-ormas keagamaan dinilai telah jauh menyimpang. Bahkan, pemerintah terpaksa membubarkan beberapa ormas atas indikasi untuk menggulingkan kepemerintahan. Sebetulnya tak ada yang salah dengan paham khilafah, hanya penerapannya saja yang menyimpang.

Di titik itu akan banyak yang menafsirkan sejumlah aturan, menuduh ideologi Pancasila tak bersesuaian dengan agama. Dan sayangnya, hal ini akan menimbulkan perpecahan. Apa ini tujuan khilafah? Khilafah yang dirunut dari ajaran Agama Islam pastinya bebas dari pertikaian, bebas dari provokasi yang menyesatkan hingga mengandung toleransi pada umat beragama lainnya.

Jika Nabi besar Umat Islam saja mampu memberikan contoh toleransi yang begitu dahsyat, lha kok pengikutnya sok-sokan mau bikin negeri khilafah. Umat lain mau dikemanakan? Maka dari itu, kemudahan untuk mengakses segala informasi wajib digunakan. Agar kita semua tak salah kaprah mengartikan. Terlebih hubungannya dengan peraturan dan kesatuan.

Salah satu hal yang diinginkan para pelaku radikalisme ini ialah perpecahan. Dengan perpecahan, mereka akan lebih mudah masuk dan melancarkan rencana mereka. Mereka akan dengan mudah menghancurkan tatanan negara hingga yang terparah ialah meruntuhkan pemerintahan. Setelah itu, mereka bakal berjaya, mereka akan memimpin dengan leluasa. Jika hal ini terjadi apa yang akan menimpa kita, anak-anak kita, saudara juga yang lainnya. Maka, mulai detik ini mari bersatu padu memberantas radikalisme apapun bentuknya. Jadikan ideologi Pancasila sebagai panutan untuk membangun negeri lebih aman, maju dan sejahtera. Jaga persatuan dan kesatuan. Jangan biarkan mereka menyusup atau mengambil kesempatan. Lawan radikalisme!





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Group Lion Air Akui 2.600 Karyawan Dirumahkan

Beritacenter.COM - Lion Air Group mengklarifikasi soal ramainya pengurangan tenaga kerja yang dilakukan baik..
2 jam yang lalu

Pesta Pernikahan Berujung Maut, 80 Tamu Positif Corona Pengantin Pria Meninggal

Beritacenter.COM - Resepsi pernikahan jadi momen sakral yang digelar sekali dalam hidup. Hanya karna ingin membagi..
3 jam yang lalu

Terjerat Pinjaman Online, Mantan Karyawan Minimarket Rampok Uang Rp100 Juta

Beritacenter.COM - AM (22) nekat merampok minimarket di Kecamatan Lemahabang, Karawang, Jawa Barat dan membawa kabur..
5 jam yang lalu

Musnahkan 1,2 Ton Sabu, Kapolri: Bahaya Kalau Tidak Cepat, Iman 'Goyah' Segenggam Miliaran

Dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri, kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah. Pegang..
6 jam yang lalu

Danrem 142/Tatag Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kodim 1402/Polmas

POLMAN - Komandan Korem (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P, didampingi ketua persit KCK Koorcab Rem..
6 jam yang lalu

Begini Amanat dan Instruksi Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan amanat dan memberikan instruksi di HUT..
7 jam yang lalu

Kapolri: Kalau Polisi Kena Narkoba Harusnya Dihukum Mati, Mereka Tahu UU, Tahu Hukum!

Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba, hukumannya harus hukuman mati sebenarnya, karena dia sudah tahu..
7 jam yang lalu

Viral Pegawai Intip Payudara Pelanggan via CCTV, Starbucks: Tak Bisa Ditoleransi, Pecat!

Perilaku tersebut tidak dapat kami toleransi dan individu yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi bersama PT Sari Coffee Indonesia
8 jam yang lalu

Kapolri Ungkap Alasan Pemberian Tema HUT Bhayangkara ke-74

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, tema Hari Bhayangkara ke-74 yaitu 'Kamtibmas..
8 jam yang lalu

Di HUT Bhayangkara, Kapolri Minta Jajarannya Berbuat yang Terbaik Untuk Masyarakat

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Idham Azis meminta jajaran Polri agar terus meningkatkan kinerjanya...
1 hari yang lalu

Ogah Berspekulasi soal Reshuffle Menteri, Gerindra: Itu Hak Prerogatif Presiden

Jawaban kami pasti seragam bahwa penentuan jabatan menteri itu adalah hak prerogatif Presiden. Kita nggak mau..
1 hari yang lalu

PSBB Transisi Diperpanjang Untuk Wilayah Jakarta

Beritacenter.COM - Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi..
1 hari yang lalu

Fans Berat yang Gagal Temui Idola, Pembakar Mobil Via Vallen Terancam 12 Tahun Bui

Beritacenter.COM - Aksi pembakaran terhadap mobil pedangdut Via Vallen, diketahui dilatari motif sakit hati pelaku..
1 hari yang lalu

Ridwan Kamil soal Rhoma Irama Manggung di Bogor: Ini Jadi Pelajaran, Tolong Jangan Ditiru!

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti soal protokol kesehatan di aksi manggung Rhoma Irama di..
1 hari yang lalu

HUT Bhayangkara Ke-74, Presiden Jadi Inspektur Upacara Secara Virtual

Beritacenter.COM - Upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara tahun ini digelar berbeda seiring adanya pandemi..
1 hari yang lalu

DPRD DKI Merasa Kecolongan Anies Keluarkan Kepgub Reklamasi

Beritacenter.COM - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak merasa kecolongan terkait izin reklamasi..
1 hari yang lalu

"PDIP adalah TARGET" Dari Kroni Orba Dan Para Kardun Untuk Dihancurkan

Kalau hari ini ada narasi-narasi mengkerdilkan PDIP sebagai tempat berkumpulnya PKI, ga usah heran. Serangan..
1 hari yang lalu

LELAKI CUNGKRING BERNYALI RAJAWALI ITU MULAI TAK SABAR

Nampaknya Presiden Jokowi sudah mendekati ambang batas prinsip dan sikapnya : "ketegasan tanpa ragu". Dia..
2 hari yang lalu

Setelah Tangkap Kru PH Pemasok Sabu ke Artis Ridho, Polisi Juga Ringkus 2 Pengedar

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Metro Jakarta Barat telah meringkus pemasok sabu ke artis FTV Ridho Ilahi. Pelaku..
2 hari yang lalu

India Ngamuk Ancam China Dengan Rudal

Beritacenter.COM - Pemerintah India ancam menggunakan rudal sekaligus untuk di letakan di berbatasan dengan China di..
2 hari yang lalu

Siap-siap Penggunaan Kantong Plastik Akan Dilarang Keras

Beritacenter.COM - Pemerintah Propinsi DKI Jakarta melarang keras kantong plastik sekali pakai di seluruh area pasar...
2 hari yang lalu

Dibakar Orang Tak Dikenal, Ini Alasan Kenapa Mobil Via Vallen Terparkir Diluar Rumah

Beritacenter.COM - Mobil Toyota Alphard milik pedangdut, Via Vallen, dibakar orang tak dikenal saat terparkir didepan..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi