Rabu, 01 April 2020 - 04:34 WIB

Radikalisme Musuh Bersama Rakyat Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 26 Maret 2020 | 16:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Ismail Penulis adalah warganet tinggal di Tangerang

Kekahawatiran masyarakat akan pergerakan radikalisme ini kian meningkat. Tak hanya dalam satu sektor saja. Nyatanya beragam sektor tak bisa menjamin paparan dari paham yang berbahaya ini. Pemerintah dan masyarakat harus mampu bersinergi untuk membendung radikalisme yang telah menjadi musuh bersama.

Akhir-akhir ini dunia tengah disibukkan oleh beragam hal. Mulai dari kependudukan, tata ekonomi hingga sistem kemanusiaan. Kesemua masalah ini tentu berhubungan dengan yang namanya individu. Radikalisme sendiri berpotensi menyerang setiap individu yang memiliki egoisme tingkat tinggi. Bersikap anti toleran hingga tak berperikemanusiaan. Sayangnya, pihak-pihak yang terpapar penyakit radikalisme ini ga sadar. Mereka seolah berjalan sesuai aturan, ya aturan yang mereka buat sendiri.

Bagi saya, radikalisme ini banyak macamnya. Kemungkinan hal ini berkembang seiring meningkatnya teknologi. Terlebih, penggunaan media sosial inilah yang patut diwaspadai. Melalui dunia Maya seolah para penyebar radikalisme ini menjadi semakin mumpuni. Mereka bak ”hantu” yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. mereka meniupkan sejumlah propaganda atau provoaksi yang menarik peminatnya untuk ikut terjun ke dalam aksi mereka. Apa embel-embelnya? Pengakuan alias eksistensi!

Pengakuan Atau eksistensi ini bagi sebagian orang merupakan pemuas kebutuhan. Bayangkan jika keberadaan anda tak diakui, rasanya ga enak kan? nah, atas dasar inilah, korban akhirnya terjerumus ke dalam lubang radikalisme. Dirinya sudah terdoktrin atas apa-apa yang harus dilakukan guna meraih sebuah pengakuan. Parahnya, mereka ini akan menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Mereka merasa jika orang-orang yang tak sepaham adalah musuh paling utama dan wajib diberantas.

Eksistensi makin meningkat dikalangan milenial atau anak muda. Jiwa petualang mereka mampu mendominasi segala kemungkinan yang ada. Mereka identik dengan coba-coba hal baru,namun kebanyakan Mereka tak menyadari akan bahaya yang bakal mereka dapat. Anak-anak muda tentunya paling jago memanfaatkan teknologi. Skill meniru serta menelusuri mereka patut diacungi jempol.

Kendati demikian, perilaku “grasa-grusu” ini dikawatirkan justru membuat mereka makin jauh terperosok. Mereka akhirnya akan dengan mudah dijadikan alat oleh para pelaku radikal guna meluluskan aksinya.

Mirisnya lagi, penyebar radikalisme hampir menghalalkan segala cara. Termasuk mengekploitasi anak-anak. Untuk kasus ini coba ingat pelaku bom bunuh diri yang mengikutsertakan anak kedalam aksi tersebut. Dan yang paling ekstrim ialah anak-anak tergabung dalam kelompok radikalisme tingkat dunia seperti ISIS. Anak-anak yang notabene masih begitu polos, akan dengan mudah dijejali aneka pemikiran yang tak benar dan edan. Mereka seolah digodok untuk menjadi penerus di generasi selanjutnya. Para pelaku ini tak peduli bagaimana mental dan psikis anak-anak itu.

Atau masih ingat, paham khilafah Yang sempat menggegerkan publik beberapa waktu lalu? Polemik ini memunculkan sejumlah kecemasan yang tak berkesudahan, ormas-ormas keagamaan dinilai telah jauh menyimpang. Bahkan, pemerintah terpaksa membubarkan beberapa ormas atas indikasi untuk menggulingkan kepemerintahan. Sebetulnya tak ada yang salah dengan paham khilafah, hanya penerapannya saja yang menyimpang.

Di titik itu akan banyak yang menafsirkan sejumlah aturan, menuduh ideologi Pancasila tak bersesuaian dengan agama. Dan sayangnya, hal ini akan menimbulkan perpecahan. Apa ini tujuan khilafah? Khilafah yang dirunut dari ajaran Agama Islam pastinya bebas dari pertikaian, bebas dari provokasi yang menyesatkan hingga mengandung toleransi pada umat beragama lainnya.

Jika Nabi besar Umat Islam saja mampu memberikan contoh toleransi yang begitu dahsyat, lha kok pengikutnya sok-sokan mau bikin negeri khilafah. Umat lain mau dikemanakan? Maka dari itu, kemudahan untuk mengakses segala informasi wajib digunakan. Agar kita semua tak salah kaprah mengartikan. Terlebih hubungannya dengan peraturan dan kesatuan.

Salah satu hal yang diinginkan para pelaku radikalisme ini ialah perpecahan. Dengan perpecahan, mereka akan lebih mudah masuk dan melancarkan rencana mereka. Mereka akan dengan mudah menghancurkan tatanan negara hingga yang terparah ialah meruntuhkan pemerintahan. Setelah itu, mereka bakal berjaya, mereka akan memimpin dengan leluasa. Jika hal ini terjadi apa yang akan menimpa kita, anak-anak kita, saudara juga yang lainnya. Maka, mulai detik ini mari bersatu padu memberantas radikalisme apapun bentuknya. Jadikan ideologi Pancasila sebagai panutan untuk membangun negeri lebih aman, maju dan sejahtera. Jaga persatuan dan kesatuan. Jangan biarkan mereka menyusup atau mengambil kesempatan. Lawan radikalisme!





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






3 jam yang lalu

KKB Papua Sadis dan Brutal Tembak 2 Karyawan Freeport Yang Cari Nafkah

Beritacenter.COM - Sadisnya dan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata(KKB) yang menembak dua karyawan PT Freeport..
4 jam yang lalu

BI Klaim Perbankan Indonesia Masih Kuat Dengan Gempuran Corona

Beritacenter.COM - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan, kinerja perusahaan dalam skala besar, menengah,..
5 jam yang lalu

Wapres Ma'ruf: Pemerintah Tidak Ingin Seperti India

Beritacenter.COM - Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin menegaskan, pemerintah lebih condong kepada pembatasan sosial..
5 jam yang lalu

Wanita Tua Diduga Depresi Ternyata Positif Corona

Beritacenter.COM - Ada perempuan tua di kawasan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan ternyata positif terjangkit virus..
6 jam yang lalu

Jurus Presiden Jokowi Tepat Dalam Menangani Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk memberikan..
6 jam yang lalu

Lautaro Martinez Jadi Incaran 3 Klub Elite Eropa

Beritacenter.COM - 3 klub elite eropa Barcelona, Real Madrid dan Manchester United dikabarkan tertarik dengan..
7 jam yang lalu

Gubernur DIY Minta Penjelasan Soal Protokol Pembatasan Sosial Berskala Besar

Beritacenter.COM - Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) meminta pemerintah..
7 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Pemuda di Tambora Diringkus Polisi

Beritacenter.COM- Satresnarkoba Polsek Tambora menangkap seorang pengedar narkoba berinisal HB alias EA (30) di..
8 jam yang lalu

Begini Rencana Pemerintah Soal WNI Yang Kerja di Kapal Asing di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Pemerintah berencana akan memulangkan Warga Negara Indonesia(WNI) yang diduga ada belasan ribu..
8 jam yang lalu

Berantas Corona, Polri dan TNI Bubarkan 20 Titik Kumpul di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran Polri bersama TNI berhasil membubarkan 30 kegiatan yang melibatkan banyak orang di Kota..
9 jam yang lalu

Begini Cara Aman Ketika Berbelanja di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Wabah virus corona di seluruh dunia membuat pemerintah melakukan imbauan kepada warga untuk berada..
9 jam yang lalu

Agar Imun Tak Melemah, Ahli Kesehatan Sarankan Kita Jangan Panik Hadapi Corona

BeritaCenter.COM - Para Pakar kesehatan memberikan nasehat agar kita tidak panik dalam menghadapi pandemi yang..
9 jam yang lalu

BREAKING NEWS! Jokowi Berikan Perlindungan Sosial dan Stimulus Ekonomi Menghadapi Dampak COVID-19

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan langkah-langkah perlindungan sosial dan stimulus..
9 jam yang lalu

Kapolri Beri Penjelasan Soal Penjarahan di Tengah Pandemi Corona

Beritacenter.COM - Sampai saat ini belum ada kejadian penjarahan di tengah situasi pandemi Covid-19 atau virus..
10 jam yang lalu

Polisi Tangkap 8 Pemuda yang Hendak Tawuran di Jakbar, Dua Orang Positif Narkoba

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan delapan orang pemuda yang hendak melakukan tawuran..
10 jam yang lalu

Langkah Hebat Jokowi Tak Lakukan Lockdown

Sejumlah pihak ‘menekan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segera melakukan lockdown atau karantina..
10 jam yang lalu

Imbas Corona, Presiden Jokowi Gratiskan Listrik Selama 3 Bulan

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengambil langkah serius untuk menangani wabah virus corona..
10 jam yang lalu

Indonesia Akan Baik-Baik Saja

Saya punya grup berisi kawan-kawan dari sejumlah organisasi dan instansi. Nama grup itu Aliansi Solo Bhinneka...
11 jam yang lalu

Terjangkit Virus Corona, Mantan Presiden Kongo Meninggal Dunia

Beritacenter.COM - Mantan Presiden Kongo Jacques Joquim Yhombi - Opango meninggal dunia usai terjangkit virus Corona...
12 jam yang lalu

#AyoLawanCovid-19, Polres Gunungkidul Kerahkan Water Canon Untuk Semprot Disinfektan

Beritacenter.COM - Aparat Kepolisian bersama TNI, terus bahu membahu tidak mengenal lelah untuk menghimbau dan..
12 jam yang lalu

Kabar Baik, Jamaah yang Diisolasi di Masjid Jami Kebon Jeruk Semakin Sehat

Beritacenter.COM - Kondisi ratusan jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk kian hari semakin sehat usai sebelumnya menjalankan..
12 jam yang lalu

Jokowi Fokus Siapkan Bantuan Untuk Masyarakat yang Ekonominya Terdampak Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah terus berupaya memikirkan kesejahteraan rakyat yang perekonomiannya terdampak akibat..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi