Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:30 WIB

Mewaspadai Radikalisme Racuni Generasi Muda

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 03 April 2020 | 17:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Xeraphine Siwi Pemerhati Sosial Budaya

Bahaya radikalisme masih menjadi ancaman yang cukup serius di Indonesia, karena meracuni generasi muda, menjadi bibit munculnya terorisme hingga merusak negara dan menghancurkan semua yang diperjuangkan para pejuang kemerdekaan RI. Karena itu, penyebaran radikalisme atau paham radikal harus diwaspadai dan ditangkal demi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang aman, damai, sejahtera, untuk kemakmuran seluruh rakyat.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras. Sejak dulu, persatuan dan kesatuan di Nusantara ini terus terjaga dengan adanya Pancasila sebagai dasar negara. Ideologi yang dianut oleh warga negara Indonesia sudah terbukti mampu menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan Dan Keadilan Soisal Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Untuk menyadari bahaya dari radikalisme di masyarakat, penting untuk memahami arti dari kata ‘radikalisme’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), radikalisme adalah paham atau aliran yang radikal dalam politik/paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik, dengan cara kekerasan atau drastis/sikap ekstrem dalam aliran politik. Kata ‘Radikal’ sendiri diartikan sebagai hal yang mendasar atau prinsip/amat keras menuntut perubahan. Dari segi bahasanya, Radikalisme berasal dari bahasa Latin yaitu radix yang berarti “akar” (sumber: id.Wikipedia.org), sehingga radikalisme dapat diartikan sebagai paham yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan atau ekstrem.

Radikalisme tidak tertuju kepada agama tertentu karena radikalisme tidak mengenal agama, namun dengan mengatasnamakan agama, menjadi media bagi kelompok radikal untuk menyebarkan pahamnya. Apalagi saat ini, zaman makin global ini dan teknologi sudah semakin maju, kelompok radikal bisa dengan mudah menyusup dengan memanfaatkan kecanggihan internet dan berupaya memikat masyarakat, terutama kaum anak muda yang sangat erat kehidupannya dengan media sosial. Sebagai pengguna aktif media sosial, kaum muda sangat rentan menjadi target propaganda narasi radikal.

Analis intelijen dan teororisme, Stanislaus Riyanta mengemukakan, internet dan media sosial menjadi penyebab yang sangat signifikan terhadap penyebaran radikalisme di kalangan anak muda dikarenakan konten berbau radikalisme bebas bertebaran di media sosial. Tren perekrutan paham radikalisme-pun sudah mengalami pergeseran.

Berbeda dengan kelompok teroris Al Qaeda terdahulu yang merekrut orang dengan bertatap muka, kini perekrutan dilakukan melalui media sosial. Para perekrut melempar konten radikalisme secara acak dan masif melalui internet. Bila umpan tersebut mendapatkan respon, maka sang perekrut langsung merespon balik dan mengajaknya bergabung hingga diajarkan paham-paham radikalisme.

Fakta tersebut didapati oleh Stanislaus saat mewawancarai dua pelaku terorisme yang masih berusia remaja. Kedua pelaku tersebut mengaku direkrut melalui media sosial.

Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus pada trend penyebaran gerakan radikalisme yang bisa mengancam masa depan bangsa dan negara karena radikalisme adalah paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara merusak cara berpikir generasi muda.

Zaman bisa semakin maju, dan teknologi makin modern, namun, seiring dengan perkembangan-perkembangan tersebut, nilai-nilai Pancasila harus terus menerus diperkuat dan diamalkan. Budaya asli bangsa Indonesia yang terkenal dengan sopan, toleran dan gotong royong tidak boleh terkikis dengan perubahan dunia, tetapi bisa menjadi dorongan bagi rakyak untuk lebih mempererat tali persaudaraan dan rasa cinta akan tanah air dalam menghadapi perubahan zaman.

Masyarakat Indonesia sudah sepatutnya menyampaikan lebih banyak narasi tentang toleransi atau kerukunan, sikap cinta kepada tanah air dan kedamaian, nasionalisme dan patriotisme. Jangan sampai generasi muda penerus bangsa, terpapar paham radikal yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebangsaan dan kenegaraan. Karena itu, rakyat harus bersatu dalam mencegah timbulnya intoleransi dan menangkal radikalisme, untuk masa depan negara yang maju serta demi mencapai cita-cita kesejahteraan dan kemakmuran bagi segenap rakyat Indonesia.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Teroris #Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok teroris #Kelompok Radika


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






29 menit yang lalu

Waspada Saat Belanja Online Lewat Internet

Beritacenter.COM - Saat pandemi virus Corona(COVID-19) lambat laun merubah gaya hidup masyarakat. Jika..
1 jam yang lalu

Jaringan 5G Akan Kesulitan Beroperasi

Beritacenter.COM - Saat ini di Indonesia jaringan telekomunikasi sudah mencapai 44,6 juta kilometer persegi..
2 jam yang lalu

Usai Banyak Yang Mengeluh Tagihan Melonjak, PLN Juga Blokir ID Pelangggan

Beritacenter.COM - Para pelanggan listrik banyak yang mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dan pemblokiran..
3 jam yang lalu

Ada 8 Negara Yang Siap Keroyok China Habis-habisan

Beritacenter.COM - Ada delapan negara siap dibentuk oleh aliansi lintas parlemen baru guna mengkeroyok..
5 jam yang lalu

Real Madrid Mulai Tertarik Datangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspurs

Beritacenter.COM - Real Madrid dikabarkan mulai tertarik mendtangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Pemain..
6 jam yang lalu

Hati - Hati, 7 Makanan ini Miliki Kandungan Tinggi Gula

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
7 jam yang lalu

Bejat !!! Seorang Ayah di Jayapura Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial BT (48) warga Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,..
8 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Perkirakan Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Seluruh wilayah di DKI Jakarta diperkirakan cuacnya akan cerah berawan pada akhir pekan ini, Sabtu..
10 jam yang lalu

Penting! Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Sehabis Makan Jika Mau Sehat

Beritacenter.COM - Ada baiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk tak melakukan aktivitas yang berat setelah makan...
11 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Sumsel Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial RS (34) ditangkap polisi lantaran diduga memperkosa anaknya sendiri yang..
12 jam yang lalu

Moeldoko Sebut Kasus Corona Bisa Meningkat Jika Tidak Hati-Hati dalam Menanganinya

Beritacenter.COM - Pemerintah sebut penanganan virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa dianggap sepele...
13 jam yang lalu

Enam Mahasiswa Ditangkap saat Sedang Pesta Narkoba di Bengkulu

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 6 orang mahasiswa yang kedapatan sedang pesta narkoba jenis..
14 jam yang lalu

Acungkan Pisau saat Hendak Ditangkap, Dua Begal Asal Bengkulu Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap dua begal lintas Provinsi usai melakukan aksinya, pada Kamis 4 Juni 2020..
15 jam yang lalu

Gubernur Banten : Empat Ribu Ponpes Akan Segera Dibuka Kembali

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima kunjungan dari pengurus Forum Silaturahmi Pondok..
15 jam yang lalu

Cabuli Muridnya, Guru Honorer di Bengkulu Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang guru honorer berinisial BM (26) yang diduga melakukan..
16 jam yang lalu

10 Pasien Virus Corona Sembuh, Kulon Progo DIY Sandang Status Zona Hijau Covid-19

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan..
17 jam yang lalu

Alhamdulillah, 10 Pasien Positif Corona di Sultra Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali terdengar dari Sulawesi Utara, sebanyak 10 pasien positif virus corona..
17 jam yang lalu

Heboh, Balon Udara Jatuh dan Nyangkut di Kabel Telepon Depan SPBU Kalijambe Sragen

Beritacenter.COM - Heboh, balon udara dilaporkan terjatuh diarea SPBU Kalijambe, di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Desa..
18 jam yang lalu

Densus Sita Buku Jihad-Barang Mengarah ke Teror Dikediaman Terduga Teroris JI di Cirebon

Untuk barang bukti sepenuhnya ranah Densus. Yang diamankan itu ada buku-buku jihad, handphone, kartu keluarga (KK)..
18 jam yang lalu

Pegawai KKP Ngantor Kembali, Antam Novambar: Demi Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Antam Novambar mengatakan, para pegawai..
18 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria di Jayapura Tega Setubuhi Putri Kandung Hingga 5 Kali

Beritacenter.COM - Tega menggahi putri kandungnya sendiri, pria berinisial BT (49) warga Kampung Netar, Sentani..
19 jam yang lalu

Wamenag Tepis Tudingan Soal Uang Ibadah Haji Untuk Perkuat Rupiah

Beritacenter.COM - Dana uang haji yang dikabarkan untuk memperkuat nilai rupiah merupakan kabar berita palsu atau..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi