Sabtu, 06 Juni 2020 - 15:17 WIB

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme Melalui Dunia Maya

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 06 April 2020 | 15:07 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Dwi Kusnandar Penulis adalah kontributor Milenial Muslim Bersatu

Penyebaran radikalisme melalui dunia maya menjadi fenomena global yang harus dihadapi bersama. Semua pihak diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan mengingat radikalisme mengancam ideologi negara dan dapat memicu disintegrasi bangsa.

Tanpa disadari keasyikan berselancar di dunia maya banyak membuat penggunanya lengah. Jejaring sosial yang menawarkan beragam kemudahan, kesenangan hingga dunia hiburan bisa dinikmati secara leluasa. Namun, sayangnya kebebasan mengakses kemudahan inilah yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Kaum radikalis yang pandai bermain IT tentunya tak bakalan kesulitan meretas aneka informasi yang bersifat pribadi. Mereka bebas berkeliaran mencari mangsa untuk direkrut sebagai anggotanya. Melalui konten-konten yang persuasif, oknum radikalis mampu menggaet calon anggotanya dengan lebih mudah. Bahkan, propaganda-propaganda yang digulirkan terasa lebih ngeri.

Isinya-pun lebih kepada memprovokasi para pengguna. Apalagi warganet yang terkadang minim pemahaman, bakalan lebih mudah terpengaruh oleh apa yang mereka katakan. Terlebih jika di embel-embeli agama. Dijamin, banyak yang akan masuk kedalam jebakannya. Beda lagi Jika pengguna terbiasa mengakses berita-berita rasional seperti dakwah moderat yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga tak akan mudah tergoda dan dapat mengelak dengan bujuk rayu kaum radikalis.

Bahkan, Mantan Kapolri Tito Karnavian menyatakan jika para pelaku teror yang telah melaksanakan aksinya di Sumatera Utara, mendapatkan edukasi terkait paham radikal melalui jejaring sosial.

Demi mengantisipasi akan hal ini, kementerian Komunikasi dan Informatika tengah memantau hingga 200 situs di Internet yang dinilai memiliki muatan negatif. Di tahun 2015 lalu, ada sekitar 22 situs yang ditengarai telah menyebarkan radikalisme. Namun, telah diblokir oleh pihak pemerintah. Karena telah memiliki kewenangan pemblokiran tidak membutuhkan prosedur yang betele-tele.

Sebagaimana yang kita tahu, Gerakan radikal seringkali melakukan sejumlah rekrutmen melalui berbagai akun media sosial. Sasaran utama mereka ialah anak muda dan kaum milenial. Yang mana Masih memiliki kelabilan emosi sehingga lebih mudah untuk dipengaruhi. Hal ini makin diperparah dengan kondisi keagamaan mereka yang hanya sepertiga saja. Karena mereka juga ngaji secara online. Belum lagi jika ngajinya ini “melenceng”. Bukankah hal ini bisa berakibat fatal?

Mantan teroris Bom Bali yang terkenal, Umar Patek mengharap, agar generasi muda tidak mengikuti jejaknya. Pihaknya juga menekankan agar tidak mudah terhasut dan terjerat oleh berbagai janji surga yang lebih gampang. Dirinya juga menuturkan jika kini radikalisme lebih banyak bermain di dunia internet. Tak seperti dulu yang harus bertatap muka terlebih dahulu. Namun, ia mengungkapkan bahwa pemerintah beserta kementerian komunikasi dan informasi melakukan pengawasan yang sangat ketat untuk meringkus pelaku penyebaran radikalisme.

Yang paling dikawatirkan ialah, adanya doktrin-doktrin tentang istisyhad atau yang populer dengan bom bunuh diri. Dengan melakukan bom bunuh diri maka mereka akan dianggap mati syahid. Dan bakalan masuk surga nantinya. Ternyata, aksi Bom bunuh diri ini merupakan anutan dari paham syiah bathiniyah yang memiliki arti menebus surga dengan mengorbankan diri pada sebuah operasi pembunuhan.

Doktrin semacam ini jika sampai tersebar luas melalui dunia Maya akan sangat berbahaya. Taruhannya ialah persatuan dan kesatuan yang nantinya bakal memporak-porandakan toleransi yang telah tercipta. Kecenderungan lain akan mudahnya terpapar radikalisme ini umumnya berlatar belakang dari kondisi ekonomi serta lingkunhan keluarga yang minim komunikasi.

Tak pelak timbul keinginan untuk mencari sejumlah pencerahan ditempat lain, seperti internet. Yang justru mendorong mereka ke dalam dunia radikalis yang mengerikan. Lebih-lebih, jika mereka ini anti Pancasila. Tentu bak gayung bersambut, pelaku radikalisme tentu sangat menyukai hal ini. Parahnya lagi, jika kemudian mereka melakoni tindakan ekstrimisme. Yang mengganggap orang lain perlu dibinasakan jika tak sejalan dengan mereka.

Maka dari itu, pentingnya pemahaman terkait bahaya radikalisme ini perlu digencarkan. termasuk menyebarkan konten-,konten yang mendidik dan positif. Jika penyebarluasan paham radikal bisa ditekan bukan tak mungkin angka kejahatan dapat diturunkan secara drastis. Yang mana nantinya bakal berimbas pada kondisi keamanan yang stabil. Jadi, masihkah mau jadi budak radikalisme yang terselubung oleh embel-embel agama? Merugikan dan menyengsarakan keluarga hingga negara Atau menjadi manusia yang bertoleransi tinggi dan menjaga persatuan dengan lebih bijak menyaring segala informasi yang ada.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok teroris #Teoris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 menit yang lalu

Waspada Saat Belanja Online Lewat Internet

Beritacenter.COM - Saat pandemi virus Corona(COVID-19) lambat laun merubah gaya hidup masyarakat. Jika..
59 menit yang lalu

Jaringan 5G Akan Kesulitan Beroperasi

Beritacenter.COM - Saat ini di Indonesia jaringan telekomunikasi sudah mencapai 44,6 juta kilometer persegi..
2 jam yang lalu

Usai Banyak Yang Mengeluh Tagihan Melonjak, PLN Juga Blokir ID Pelangggan

Beritacenter.COM - Para pelanggan listrik banyak yang mengeluhkan tagihan listrik yang melonjak dan pemblokiran..
3 jam yang lalu

Ada 8 Negara Yang Siap Keroyok China Habis-habisan

Beritacenter.COM - Ada delapan negara siap dibentuk oleh aliansi lintas parlemen baru guna mengkeroyok..
5 jam yang lalu

Real Madrid Mulai Tertarik Datangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspurs

Beritacenter.COM - Real Madrid dikabarkan mulai tertarik mendtangkan Son Heung-min dari Tottenham Hotspur. Pemain..
6 jam yang lalu

Hati - Hati, 7 Makanan ini Miliki Kandungan Tinggi Gula

Beritacenter.COM - Menjaga pola makanan dalam diri kita sangatlah penting agar kita terhindar dari berbagai macam..
7 jam yang lalu

Bejat !!! Seorang Ayah di Jayapura Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial BT (48) warga Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura,..
8 jam yang lalu

Akhir Pekan, BMKG Perkirakan Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Seluruh wilayah di DKI Jakarta diperkirakan cuacnya akan cerah berawan pada akhir pekan ini, Sabtu..
9 jam yang lalu

Penting! Jangan Lakukan Tiga Hal Ini Sehabis Makan Jika Mau Sehat

Beritacenter.COM - Ada baiknya memberikan waktu bagi tubuh untuk tak melakukan aktivitas yang berat setelah makan...
10 jam yang lalu

Bejat! Ayah di Sumsel Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil 2 Bulan

Beritacenter.COM - Seorang ayah berinisial RS (34) ditangkap polisi lantaran diduga memperkosa anaknya sendiri yang..
11 jam yang lalu

Moeldoko Sebut Kasus Corona Bisa Meningkat Jika Tidak Hati-Hati dalam Menanganinya

Beritacenter.COM - Pemerintah sebut penanganan virus Corona (Covid-19) di Indonesia tidak bisa dianggap sepele...
13 jam yang lalu

Enam Mahasiswa Ditangkap saat Sedang Pesta Narkoba di Bengkulu

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan 6 orang mahasiswa yang kedapatan sedang pesta narkoba jenis..
14 jam yang lalu

Acungkan Pisau saat Hendak Ditangkap, Dua Begal Asal Bengkulu Ditembak Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap dua begal lintas Provinsi usai melakukan aksinya, pada Kamis 4 Juni 2020..
15 jam yang lalu

Gubernur Banten : Empat Ribu Ponpes Akan Segera Dibuka Kembali

Beritacenter.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menerima kunjungan dari pengurus Forum Silaturahmi Pondok..
15 jam yang lalu

Cabuli Muridnya, Guru Honorer di Bengkulu Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang guru honorer berinisial BM (26) yang diduga melakukan..
16 jam yang lalu

10 Pasien Virus Corona Sembuh, Kulon Progo DIY Sandang Status Zona Hijau Covid-19

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan..
16 jam yang lalu

Alhamdulillah, 10 Pasien Positif Corona di Sultra Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Kabar baik kembali terdengar dari Sulawesi Utara, sebanyak 10 pasien positif virus corona..
17 jam yang lalu

Heboh, Balon Udara Jatuh dan Nyangkut di Kabel Telepon Depan SPBU Kalijambe Sragen

Beritacenter.COM - Heboh, balon udara dilaporkan terjatuh diarea SPBU Kalijambe, di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Desa..
17 jam yang lalu

Densus Sita Buku Jihad-Barang Mengarah ke Teror Dikediaman Terduga Teroris JI di Cirebon

Untuk barang bukti sepenuhnya ranah Densus. Yang diamankan itu ada buku-buku jihad, handphone, kartu keluarga (KK)..
18 jam yang lalu

Pegawai KKP Ngantor Kembali, Antam Novambar: Demi Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

BeritaCenter.COM - Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KKP Antam Novambar mengatakan, para pegawai..
18 jam yang lalu

Polisi Tangkap Pria di Jayapura Tega Setubuhi Putri Kandung Hingga 5 Kali

Beritacenter.COM - Tega menggahi putri kandungnya sendiri, pria berinisial BT (49) warga Kampung Netar, Sentani..
18 jam yang lalu

Wamenag Tepis Tudingan Soal Uang Ibadah Haji Untuk Perkuat Rupiah

Beritacenter.COM - Dana uang haji yang dikabarkan untuk memperkuat nilai rupiah merupakan kabar berita palsu atau..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi