Selasa, 26 Mei 2020 - 20:04 WIB

Melawan Pandemi

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 08 April 2020 | 16:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Andi Setiono Mangoenprasodjo

Seberapa tenang saya menghadapi pandemik Corona ini? Bagi saya pribadi yang penting tidak meremehkan, karena sikap ini bisa berbalik menyerang. Dengan apa yang disebut sikap sembrono, abai, atau kehilangan kewaspadaan. Namun menganggapnya terlalu berlebihan juga tidak. Dalam hal ini patokan saya adalah sikap resmi Dr. Terawan, orang yang bukan sekedar Menkes RI. Tapi saya pikir adalah figur yang tidak sekedar punya otoritas, tapi terutama kapabilitas dan integritas. Bahwa Covid-19 adalah sebagaimana virus biasa, ia bisa sembuh dengan sendirinya. Tentu dengan sejumlah catatan: tubuh punya imunitas cukup, gaya hidup sehat, dan sikap respek terhadap sesama (baca: orang lain).

Namun sebagai orangtua, yang memiliki dua anak yang bersekolah jauh dari tanah air. Yang tidak sekedar kuliah, tapi juga bekerja dan sejumlah kegiatan ekstra yang menggunakan bahasa mereka: "24 jam sehari itu terasa tidak pernah cukup". Tentu saya harus merasa khawatir. Dan peristiwa itu pun, akhirnya menghampiri. Anak pertama saya, Ayodya Bhagaskara Setiono yang tinggal di Hamburg. Ia memang sudah tinggal menyelesaikan akhir masa kuliahnya, jadi beban akademisnya tak lagi berat. Kenapa tak kunjung lulus? Jawabannya: agak aneh di usia segini, sudah lulus kuliah di Jerman? Di sini katanya, usia 27 adalah angka rata2. Terlalu cepat tidak baik. Pret, bapakmu selak pengen putu le... Saya tentu tidak khawatir, karena di luar dia sudah cukup tobat dan terhukum dari kebiasaan "ngebir"-nya. Juga gaya hidupnya saat ini, tiba2 jadi terlalu sehat. Nge-gym tak pernah lewat, jadi badannya mirip2 Hulk kata adiknya. Juga makannya lebih banyak nyayur sendiri di rumah....

Nah, di anak kedua ini yang saya agak khawatir. Di luar, suka avonturir dan menantang bahaya. Ia juga masih di setengah perjalanan masa kuliah. Ndilalah, dia juga bekerja di sebuah restoran siap saji ala Italia di Stasiun Utama Berlin. Tidak terbayangkan betapa ramai dan hiruk pikuknya. Area yang sangat potensial menjadi ajang pertukaran penyakit. Dan bom itu terjadilah. Dia, Adhyatma Brahmantyadaru Setiono tiba2 dalam satu dini hari mentelpon saya. Singkat saja: "Saya sakit, Pak". Mak deg! Tapi saya mencoba tetap tenang, memangnya saya punya pilihan apa? Beberapa hari kemudian, ketika dalam perjalanan ke tempat kerjanya. Ia mengabari bahwa "restoran" tempat bekerjanya harus tutup untuk satu jangka waktu tertentu. Saya pikir, ini semacam "blessing in disguise". Berkah terselubung bahwa ia bisa lebih banyak istirahat di rumah. Saya tanya perkembangan sakitnya: ia hanya bilang, bahwa dilarang ke rumah sakit. Disuruh tetap tinggal di rumah. Cuma diminta tetap istirahat, makan yang bergizi, dan olahraga yang cukup. Jadi komunikasi dan konsultasi sakitnya, hanya melalui sambungan seluler tanpa pernah bertatap muka.

Dia dianggap "cukup berobat di rumah", karena faktor usia, tingkat keparahan, dan barangkali daya tampung rumah sakit dan sumberdaya yang memang lebih pantas difokuskan pada yang lebih tua dan menderita. Di Jerman, nyaris tak ada gejolak yang berarti dengan fenomena "diskriminatif" seperti itu. Sekalipun hal tersebut bukan berarti menyepelekan yang terjangkit maupun yang jadi korban. Pemerintah dan masyarakat-nya secara umum, tampak tetap tenang, dan tidak terlalu mempermasalahkan kesiapan ini-itu. Walau pun tetap ada yang lebay, tapi secara rerata tetap cool dan bisa diatur. Yang di banyak negeri lain, termasuk negara ini, didramatisir sedemikian rupa yang ujung2nya menjadi sensasi2 politik dan mencari panggung belaka.

Hingga dua minggu kemudian, pusing, demam, dan gejala flu-nya mulai sembuh. Dan hanya tersisa batuk2nya saja. Imunitas tubuhnya sudah berhasil menyembuhkan tubuhnya sendiri. Dijadualkan tanggal 12 April besok, ia diundang ke klinik terdekat untuk dilakukan rapid test. Untuk apa? Hanya sekedar memastikan bahwa apakah ia masih berpotensi sebagai carrier atau spreader atau tidak. Jangan lupa justru di tubuh orang yang sudah sehat itu, virus memang tak lagi berkutik. Tapi ia masih tetap hidup dan berpotensi cari inang yang baru. Dengan cara apa? Ya melalui batuknya itu. Hal ini menjelaskan kenapa kebutuhan masker itu memang lebih untuk orang sakit daripada orang yang sehat. Lalu kalau iya masih ada? Ia diminta tetap tinggal di rumah.

Sesederhana itu? Ya! Sesederhana itu.....

Saya membayangkan, mungkin ratusan ribu bahkan jutaan orang di Jerman, juga seluruh Eropa bahkan dunia juga mengalami hal serupa dengan dirinya. Terpapar Covid-19, atau bisa jadi berbagai jenis virus lainnya. Hanya reaksi menghadapinya juga menjadi sangat berbeda. Alasan inilah kenapa saya sangat percaya pada tesis Dr. Terawan. Kita tidak akan pernah tahu sebersih apa atau sekebal bagaimana? Ataukah sebenarnya kita telah terpapar, atau sudah sembuh, kemudian malah tanpa sadar justru jadi carrier baru. Kita tidak tahu....

Dalam konteks inilah saya pikir aporisma yang ditinggalkan Ibnu Sina dapatlah menjadi panasea paling mujarab menghadapi pandemik ini.

"Kepanikan adalah setengah penyakit, Ketenangan adalah setengah obat, dan Kesabaran adalah setengah dari kesembuhan".

Sumber : Status Facebook Andi Setiono Mangoenprasodjo





Fokus : Virus Corona


#Indonesia Pasti Bisa Lawan Corona #Ayo Lawan Covid-19 #Bersatu Lawan Corona #Indonesia Lawan Corona #Ayo Bersatu Lawan Corona #Indonesia Bisa Lawan Corona #Indonesia Bersatu Lawan Corona #Mari Bersatu Lawan Corona


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Pasien Sembuh Corona di RI Bertambah 235 Orang, Berikut Rincian Sebarannya

Beritacenter.COM - Pasien positif virus Corona (Covid-19) yang dinyatakan sembuh masih terus bertambah. Pemerintah..
2 jam yang lalu

Densus 88 Antiteror Tangkap 6 Terduga Teroris Jaringan JAD Kendal di Solo

Beritacenter.COM - Tim Densus 88 Antiteror Polri meringkus 6 orang terduga teroris di Solo, Jawa Tengah. Penangkapan..
3 jam yang lalu

BMKG Soroti Potensi Hujan Berimbas Banjir Rob Pantai Selatan di Mei-Juni

Beritacenter.COM - Hari ini, banjir rob terjadi di kawasan pesisir pantai selatan, Kebumen, Jawa Tengah. Badan..
5 jam yang lalu

Akui COVID-19 dari Laboratoriumnya, China Terancam

Beritacenter.COM- Negara China kini ramai dibicarakan setelah pihaknya mengakui Laboratorium miliknya menyimpan..
6 jam yang lalu

Akhirnya, China Akui Virus Corona Memang Berasal dari Labnya

Beritacenter.COM - Pihak Laboratorium di Wuhan, China perlahan mengakui virus corona memang dari kelelawar yang..
7 jam yang lalu

Polres Blitar Amankan 1.000 Petasan saat Lebaran

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Blitar menyita ribuan petasan dari sejumlah tempat di Kota Blitar. Razia itu..
8 jam yang lalu

Curi Hewan Ternak, Napi Asimilasi Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satreskrim Polres Konawe menangkap dua napi asimilasi karena menucuri hewa ternak. Keduanya..
10 jam yang lalu

Pemerintah Tangani Covid-19 dengan Optimal

Corona memang belum benar-benar pergi dari Indonesia. Namun pemerintah sudah berusaha menanganinya dengan optimal...
10 jam yang lalu

Pemimpin Taiwan Akan Berikan Bantuan untuk Warga Hong Kong...

Diketahui juga jika Taiwan telah menjadi tempat perlindungan untuk sebagian besar para demonstran prodemokrasi yang..
11 jam yang lalu

Curi Motor Di Pasar, Seorang Kakek Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Pria berinisial SH (50) warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang harus berurusan dengan pihak..
11 jam yang lalu

Alhamdulillah, Selama 2 Hari Ini Tak Ditemukan Orang Positif Covid-19 di Bogor...

Diketahui juga jika tak adanya penambahan kasus positif di Kabupaten Bogor tersebut juga sempat terjadi pada Rabu..
11 jam yang lalu

Diduga Masalah Ekonomi, Supandi Tewas Minum Racun Serangga

Beritacenter.COM - Supandi (56) warga Desa Patihan Wetan, Kecamatan Babadan, kabupaten Ponorogo, ditemukan tewas..
12 jam yang lalu

KKP Ajak Prajurit TNI Lebaran Ikan Untuk Tingkatkan Imun

Beritacenter.COM - Prajurit TNI Korem 052, Tengerang, Banten dapat bantuan ikan kembung sebanyak 1.500 kg dari..
12 jam yang lalu

Siap Lawan Bayern, Pelatih Dortmund: Jadon Sancho Siap Turun

Beritacenter.COM - Pelatih Borussia Dortmud, Lucien Favre menegaskan bahwa satu pemain andalannya, yakni Jadon Sancho..
13 jam yang lalu

Mau Balik Ke Jakarta Naik Pesawat? Wajib Bawa Hasil Swab PCR

Beritacenter.COM - Akibat pandemi virus Corona atau Covid-19, seluruh warga yang terlanjur keluar DKI Jakarta akan..
14 jam yang lalu

Pemudik Tak Berijin Jangan Harap Bisa Balik ke Jakarta!

Beritacenter.COM - Polri dan Pemrpov DKI Jakarta akan menghadang para pemudik yang tidak dilengkapi dengan surat..
23 jam yang lalu

Bejat!! Seorang Pria di Lampung Timur Gorok Ibu Kandungnya Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap seorang pemuda yang diduga telah membunuh ibu kandungnya sendiri. Pemuda..
1 hari yang lalu

Mobil Terbakar di Tol Cipali, Polisi : Awalnya Pecah Ban

Beritacenter.COM - Mobil Toyota Rush terbakar saat melintas di Tol Cipali KM 160 arah Palimanan, Kabupaten..
1 hari yang lalu

Polisi Akan Sekat Arus Lalin untuk Cegah Pemudik Balik ke Jakarta

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian melakukan penyekatan di sejumlah lokasi untuk mencegah pemudik yang..
1 hari yang lalu

Cerita 'M Nuh' Pemenang Lelang Motor Jokowi, Sempat 5-6 Kali Telepon Hingga Habis Pulsa

Beritacenter.COM - Pemenang lelang motor listrik Jokowi diacara 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo', yakni M Nuh, merupakan..
1 hari yang lalu

Para Pemudik yang Balik ke Jakarta Bakal Disekat di 11 Perbatasan, Berikut Sebarannya

Beritacenter.COM - Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta akan melakukan penyekatan terhadap warga..
1 hari yang lalu

Kecelakaan Maut Libatkan Bajaj dan TransJakarta di Pademangan, 1 Orang Meninggal

Beritacenter.COM - Kecelakaan antar bus TransJakarta dan bajaj terjadi di kawasan Pademangan, Jakarta Utara...

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi