Kamis, 09 Juli 2020 - 18:16 WIB

Jangan Terjebak Politisasi Kedatangan 500 TKA China

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 07 Mei 2020 | 18:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Edi Jatmiko Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Rencana pemerintah mendatangkan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China membuat masyarakat geger. Pemerintah dianggap tidak berempati pada pandemi Covid-19 yang berasal dari Wuhan-China. Padahal kenyataannya Pemerintah telah menyeleksi secara ketat TKA yang masuk dan kedatangan TKA tersebut bukan terjadi saat ini. Masyarakat diimbau untuk tidak terjebak politisasi isu kedatangan 500 TKA

Mendatangkan Tenaga Kerja Asing menjadi polemik di tengah masyarakat. Apalagi jika didatangkan dari China. Mereka meradang, menganggap pemerintah pilih kasih. Padahal tenaga kerja ini tentu bekerja hanya sementara. TKA China dipilih karena hasil kerjanya bagus dan gajinya tidak terlalu tinggi, beda dengan ekspatriat lainnya.

Sebanyak 500 tenaga kerja asing tambahan rencananya akan didatangkan lagi ke Indonesia. Sontak rencana ini membuat banyak orang mendadak kepanasan. Mulai dari politikus hingga Gubernur, mengecamnya dengan pedas. Seakan-akan hal ini akan menggusur kedudukan para buruh di Indonesia. Padahal bukan begitu realitanya. Mereka akan ditempatkan di posisi lain dan tidak akan membuat karyawan asli Indonesia kehilangan pekerjaan.

Abdurrahman Saleh, salah satu anggota fraksi PKS Sulawesi Tenggara akan berdemo langsung di bandara, jika memang TKA benar-benar mendarat di Indonesia. Rencananya ia akan mengajak seluruh anggota fraksi, termasuk yang ada di DPRD Kendari, Konawe, dan Konawe selatan, untuk demonstrasi menolak kedatangan mereka. Gubernur Ali Mazi juga menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing asal China. Beliau yang memimpin di Sulawesi Tenggara berpendapat bahwa suasana kebatinan masyarakat di daerah belum ingin menerima kedatangan mereka.

Kedatangan 500 tenaga kerja asing ini sudah dipolitisasi dan beritanya digoreng hingga membuat banyak orang kebakaran jenggot. Apalagi mereka berasal dari China. Masih ada saja orang yang alergi jika berhubungan dengan mereka dan mengidap sinofopia. Padahal bertemu saja belum pernah, kok bisa membenci para pekerja dari negeri tirai bambu?

Selain itu, pandemi Covid-19 juga dimanfaatkan dengan baik oleh para penghasut dan pembuat hoax. Kedatangan 500 TKA bisa membuat banyak orang tertular Corona. Itulah isu yang digaungkan dan membuat masyarakat marah-marah. Padahal hal ini salah besar. Rencana mendatangkan tenaga kerja asing sudah ada sejak dahulu kala, jauh sebelum virus corona menyerang Wuhan dan menyebar ke seluruh dunia.

Para pekerja yang berasal dari China tentu dipastikan kondisi kesehatannya sebelum pergi ke Indonesia. Malah bisa jadi pemeriksaan suhu tubuh dan tes lain untuk meyakinkan mereka tidak membawa virus Covid-19, jauh lebih teliti daripada di Indonesia. Jika suhu tubuh mereka di atas 40 derajat celcius, tentu tidak akan diperbolehkan naik pesawat.

Rencana kedatangan tenaga kerja asing ini juga masih beberapa bulan lagi, paling cepat Juli tahun ini. Proses penerimaan mereka masih panjang, karena masih mengurus surat-surat berupa visa, izin tinggal sementara, dan lain-lain. lagipula, masih banyak penerbangan antar negara yang ditutup. Jadi dipastikan mereka datang ketika situasi pandemi Covid-19 sudah aman dan tidak akan menularkannya ke Indonesia.

Masyarakat tidak usah bingung lalu memaki pemerintah daerah akan kebijakan mendatangkan tenaga kerja asing. Perusahaan tentu sudah mmeiliki pertimbangan tersendiri, mengapa mendatangkan TKA China. Lagipula sudah ada izin dari kementrian tenaga kerja. Jadi hal ini sudah legal dan tidak melanggar peraturan apapun.

Pemimpin perusahaan awalnya sudah mencari karyawan orang Indonesia. Namun sayangnya banyak yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Jika pun ada yang kompeten, ia malah menolak mentah-mentah. Mungkin karena lokasi perusahaan pertambangan itu tidak di tengah kota, jadi dianggap kurang strategis.

Kedatangan 500 tenaga kerja asing China tidak usah lagi dipolitisasi. Apalagi dikaitkan dengan virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan. Mereka datang dengan izin resmi dari kementerian tenaga kerja.





Fokus : Berita Hoaks


#Berita Hoaks #Hoaks #Berita Hoax #Hoax #TKA China Ke Indonesia Hoaks


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






57 menit yang lalu

Edarkan Sabu, IRT di Sinjai Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT)..
1 jam yang lalu

Duh, Pegawai RS Terlindas Truk Tronton saat Nyalip di Jalur Maut Bangbayang Cianjur

Beritacenter.COM - Nahas, nasib seorang pegawai RS Sayang Cianjur terlibat kecelakaan di jalur maut Bangbayang..
2 jam yang lalu

Dapat Perhatian Khusus, KKP Berikan Bantuan Kredit Rp 42 Miliar untuk Pelaku Usaha Perikanan

Beritacenter.COM - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian khusus kepada pengusaha sektor..
3 jam yang lalu

Kebijakan KKP Dijamin Pro Rakyat

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kelautan dan Perikanan, Ali Mochtar..
3 jam yang lalu

Diduga Depresi, Supir Ojol Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tanggerang

Beritacenter.COM - Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan tewas gantung diri di kontrakannya, Cikupa,..
4 jam yang lalu

Surat Terbuka! Alumnus Tempo Marah Besar ke Jurnalis Tempo Saat Ini

BeritaCenter.COM – Seorang alumnus Tempo yang menyebut dirinya Bunga Kejora (dulu bernama gadis Bunga..
5 jam yang lalu

Jual Hasil Curian, Maling Tabung Gas di Wajo Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang pemuda berinisal BB (44) pelaku pencurian di sebuah toko kelontong Terminal Callacu,..
5 jam yang lalu

Pakar Perikanan dan Kelautan Undip Dukung Kebijakan Ekspor Benih Lobster

BeritaCenter.COM - Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Dr. Ir. Suminto, M.Sc..
5 jam yang lalu

Sekjen KKP Beberkan Lima Kebijakan di Tahun 2020 - 2024

Beritacenter.COM - Kementarian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memberikan kebijakan di sektor kelautan dan..
6 jam yang lalu

Udah Lama Tidak ML Dengan Istri, Kakek Nyot Cabuli Balita Hingga Menangis...

Beritacenter.COM - Nyot (68) warga Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah..
7 jam yang lalu

Tolak Kebijakan Ekspor Lobster, Rohkmin Danuri : Susi Gagal Kelola Sektor Perikanan

Beritacenter.COM - Belum lama ini Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti, memberikan kritikan yang cukup liar kepada..
8 jam yang lalu

Dandim 1402/Polmas, Keberhasilan Tugas Pokok Kodim Tidak Terlepas Dari Dukungan Masyarakat Polman

Beritacenter.COM - Komunikasi sosial  bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan antara TNI AD dengan..
9 jam yang lalu

Bobol Konter HP Demi Jenguk Ayahnya Di Penjara, Alfian Ikut-ikutan Masuk Penjara...

Beritacenter.COM - Muhamad Alfian (23) warga Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, harus berurusaan..
9 jam yang lalu

Pejabat Telkomsel Ini, Hobi Hina Jokowi

Beritacenter.COM - Pejabat BUMN PT Telkomsel, Wawan Budi Setiawan, membuat postingan yang mengolok-ngolok Presiden..
9 jam yang lalu

Masyakat Papua Dukung Otsus Jilid II, Ali Kabiay: Itu Demi Kemajuan Papua

Beritacenter.COM - Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua, Ali Kabiay mengatakan masyarakat di Provinsi Papua..
9 jam yang lalu

Kepala Suku Lapago, Papua Minta kepada Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas demi Kenyamanan Bersama

Selain itu, Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan Provinsi Papua (FPK) tersebut juga berharap situasi yang sudah aman ini tetap akan terjaga.
9 jam yang lalu

Polisi Berhasil Bekuk 8 Pelaku Pemerkosaan Janda Muda

Beritcenter.COM - Pelaku pemerkosaan SR (21) janda muda asal Kecamatan Kokop Bangkalan, berhasil dimankan 8 pelaku..
21 jam yang lalu

Tolak Ekspor Lobster, Tujuan Susi Untuk Kepentingan Siapa?

Legalisasi ekspor benih Lobster pasca terbitnya Permen KP No. 12/2020, tampak memantik perdebatan hangat dikalangan..
23 jam yang lalu

Duh, Viral Kisah Gadis 16 Tahun di Garut Diperkosa dan Dianiaya 7 Pemuda

Beritacenter.COM - Nahas, gadis berusia 16 tahun di Garut, Jawa Barat, digagahi tujuh orang pemuda. Parahnya, aksi..
1 hari yang lalu

SINGAPURA : SIAL ADA JOKOWI !

Sejak lama sebenarnya negara kita yang besar ini hanya jadi sapi perah bagi Singapura. Singapura adalah negara..
1 hari yang lalu

Pesan Jokowi ke Capaja TNI-Polri: Harus Punya Sikap, Mental, Cerdas, dan Tidak Monoton!

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa wejangan untuk calon perwira remaja (capaja) TNI-Polri..
1 hari yang lalu

Kapolri ke Capaja TNI-Polri: Selamat Bertugas, Kuatkan Mental dan Jangan Jadi Anak Mamah!

Beritacenter.COM - Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan pembekalan ke calon perwira remaja (capaja) TNI-Polri 2020...

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi