Sabtu, 19 September 2020 - 19:52 WIB

Waspadai Politisasi Kematian Nakes untuk Habisi Jokowi dan Doni

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 20 Mei 2020 | 18:10 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Manuel Mawengkang

Pemain-pemainnya sangat jelas. Berbahaya sekali. Semua menyerang Jokowi dan Doni secara terstruktur, sistematis dan masif.

Politisasi kematian nakes dan hoax terus keluar, entah dari mana terkait Covid 19 yang merupakan global pandemic yang menghantam dunia termasuk Indonesia. Politisasi kematian para tenaga medis yang pasti terjadi bahkan sebelum Covid 19, pun dikait-kaitkan karena pemerintah pusat tidak tegas.

Serangan-serangan kepada pemerintahan pusat pun secara gencar dilaksanakan. Narasi-narasi tak sehat pun muncul.

Beberapa hal yang mereka terus gempur adalah mengenai kebijakan lamban Jokowi dan tidak diterapkannya lock down untuk Indonesia, sehingga harus ada orang yang terkena Covid 19 dan merugikan para tenaga medis.

Narasi-narasi ini pun dikipas-kipasi oleh para influencer di Instagram, mulai dari dokter rangkap tukang poles sepatu, para pembenci pemerintahan pusat, sampai kepada politisi yang memang sukanya nyinyir kepada pemerintah pusat.

Terkait kematian perawat alias nakes yang hamil muda, kemarin dikabarkan oleh mereka, framing pembusukan pemerintah pusat pun dikerjakan dengan luar biasa, sambil memunculkan tagar #IndonesiaTerserah. Bahkan suami dari perawat tersebut ikut-ikutan diberitakan meninggal.

Padahal, setelah diteliti dan dicek kebenarannya, Kemenkes sudah menerbitkan peraturan bahwa nakes yang hamil, tidak diizinkan, bahkan tidak diperbolehkan untuk menjadi perawat pasien Covid 19.

Bahkan mau orangnya ngemis-ngemis untuk menjadi relawan tenaga kesehatan, tetap tidak diperbolehkan.

Karena apa? Covid 19 adalah virus yang baru dan tidak bisa sembarangan oleh orang-orang, apalagi dengan keadaan hamil. Peraturan sudah jelas.

Jadi, bagi saya, narasi-narasi lock down dan tagar Indonesia terserah itu sudah terlalu melenceng dan justru merupakan framing yang tidak baik untuk menyerang dan mendiskreditkan pemerintahan Joko Widodo. Ada influencer yang juga ikut-ikutan sok munculkan bendera setengah tiang. Gak jelas.

Bagi saya, narasi-narasi semacam ini adalah hal yang sangat tidak tepat ditujukan dalam waktu-waktu seperti ini. Saat ini kita sedang berperang bukan dengan Covid saja, tapi semacam framing yang mendiskreditkan kerja dari Presiden Joko Widodo dan Doni Monardo sebagai kepala BNPT dalam menanggulangi Covid 19.

Beberapa hal yang dimunculkan adalah wacana pelonggaran PSBB yang menjadi ignite atau percikan awal dari munculnya tagar Indonesia terserah. Sayang sekali kalau memang tujuan dari Indonesia terserah itu, membuat semangat para tenaga kesehatan baik dari perawat sampai kepada dokter hilang.

Padahal kita tahu, pemerintah tidak pernah mewacanakan ada pelonggaran PSBB. Joko Widodo pun akhirnya harus turun tangan langsung dan mengatakan bahwa tidak pernah ada wacana pelonggaran PSBB. Tanggal-tanggal buka dari tempat kerja, pusat perbelanjaan, mall, sekolah dan berbagai public spaces lainnya tidak terkait sama sekali dengan pelonggaran PSBB.

Lalu di Jakarta, ada pemimpin yang sok jadi super hero, mengatakan di DKI tidak akan ada pelonggaran PSBB. Dia sok bantah pemerintah pusat. Tapi apa yang terjadi? Tuhan sepertinya marah sama dia, banjir pun dikirim semalam 18 Mei 2020 ke beberapa wilayah.

Influencer Instagram yang sekarang berhasil jadi orang nomor satu dalam panjat sosial terkait wabah Covid 19 pun memberikan foto tenaga medis yang meninggal dengan janinnya yang masih di bawah trimester pertama. Saya kira, hal ini tidak bisa langsung dikaitkan dengan Covid 19. Bendera setengah tiang coy. Lebai tau ?

Lalu mereka yang menuntut lock down pada awal-awalnya, juga ramai-ramai mempolitisasi berita dukacita tersebut.

Berdukacita itu gak salah, saya juga berduka atas kepergian nakes tersebut. Tapi kalau berdukacita sambil mengait-ngaitkan ibu ini dengan Covid 19, sangat mengkhawatirkan.

Apalagi ditambah bumbu-bumbu hoax bahwa suaminya ikut meninggal. Tidak bisa begitu dong. Padahal setelah dikonfirmasi, suaminya sehat-sehat saja. Jangan kalian ikut mempolitisasi duka orang dong.

WHO pun juga bikin statement yang gak jelas. Tentang Herd Immunity alias ketahanan kawanan, WHO minta manusia tidak disamakan dengan kawanan hewan ternak. Jadi lock down dan diberi makan itu gak mirip ternak ? Mirip banget !

Media pun juga menggiring opini busuk kepada Jokowi, dengan judul click bait yang mengatakan bahwa “Jokowi tidak akan beri info lagi tentang Covid 19”. Wih, framingnya terlalu busuk, sampai mereka ganti judul.

Kalau ada dokter yang meninggal pun, pasti diumumkan oleh perkumpulan dokter gak ada kerjaan. Bahkan sebelum Covid 19, itu pun sudah dikerjakan.

Tapi perkumpulan dokter ini sepertinya tidak memberikan detail meninggal karena apa, sehingga publik mengira mereka adalah pahlawan yang terkena Covid saat menangani pasien.

Padahal kalau mau dihitung lewat angka, mereka yang meninggal karena Covid, dan bukan karena Covid, masih dalam proporsi yang wajar. Beberapa meninggal justru bukan karena Covid 19. Dari 100 persen tenaga kesehatan yang meninggal, 90% bukan karena Covid 19.

Narasi perkumpulan dokter ini sangat buruk. Mereka tidak menjelaskan nakes yang meninggal itu karena apa.

Narasinya sengaja membuat publik resah dan seolah-olah menakut-nakuti mereka terkait Covid. Perkumpulan dokter-dokter ini sudah sangat parpol. Orang-orang pendukung pak kum-kum pun disusun semua di sana…

Ke mana suara orang-orang yang mumpuni dan dokter cerdas ? Mereka kerja sendiri. Mereka cenderung gak suka berorganisasi.

Jadi sudah paham kan, kalau narasi-narasi semacam ini sengaja dibuat ?

Dan kita melihat bagaimana kepergian nakes-nakes yang ada, malah dijadikan kayu bakar untuk memanaskan suasana terkait Covid dan menyerang kebijakan pemerintahan pusat ? Semoga mata kita terbuka.





#Joko Widodo #Jokowi Orang Baik #Jokowi #Jokowi Orang Hebat #Jokowi Hebat #Jokowi Diminta Mundur


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Beda Ahok Beda Jokowi

Keseruan geliat politik sepertinya akan kembali bangun. Riuh suara Ahok mengingatkan kita saat dia menjadi Gubernur..
2 jam yang lalu

MEMBACA POLITIK INDONESIA: Presiden JOKOWI Tengah Menghadapi RADIKALISME Yang Merupakan Produk CIA-AS Sejak 1965-Sampai Dengan Hari Ini

" Jika kau Islam jadilah Islam Indonesia yang tidak ke arab-araban, jika kau Kristen jadilah kristen Indonesia yang..
3 jam yang lalu

5 Manfaat Makan Kuaci untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kuaci merupakan makanan yang biasa kita jumpai saat kumpul bersama teman atau keluarga. Tapi..
4 jam yang lalu

BEDA LEVEL SYEIKH ALI JABER DENGAN RIZIEQ SHIHAB

Kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika sedang menyampaikan ceramah di salah satu masjid di Lampung..
4 jam yang lalu

KKP Dorong Budidaya Teripang untuk Tingkatkan Ekspor

Beritacenter.COM - Saat membuka webinar bertajuk Akuakultur Teripang di Indonesia, Kamis (17/9), Direktur Jenderal..
5 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Tiga Pemuda di Sumsel Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Febriansyah (24) diamankan Satresnarkoba Polres Lahat, Sumatera Selatan..
6 jam yang lalu

Akhirnya Wanita Jelek Pencuci Bendera Merah Putih Dengan Sikat WC Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Belum lama ini video menginjak-injak bendera merah putih membuat gempar media sosial, tidak hanya..
6 jam yang lalu

Ngeri!!! Penampakan Ratusan Susuk Dalam Tubuh, Kok Bisa ?

Beritacenter.COM - Ratusan susuk bersarang didalam tubuh manusia yang tertangkap oleh Xray. Foto ini viral di..
7 jam yang lalu

Ketua KPU Positif Terpapar Virus Corona

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman terpapar positif virus corona. Hal itu disampaikan..
9 jam yang lalu

Viral di Medsos, Seorang Pria Berkendara Sambil Bawa Parang

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan bernama Daeng Ngalie (57)..
9 jam yang lalu

Jadi Klaster Tertinggi Penyebaran Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Beritacenter.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di jajaran..
10 jam yang lalu

Kecanduan Film Dewasa, Dua Orang Remaja Nekat Cabuli Bocah di Bawah Umur

Beritacenter.COM - Dua orang remaja, NA dan JA warga kecamatan Padureso, Kebumen cabuli bocah yang masih berusia..
11 jam yang lalu

Kemenhub Terbitkan Permenhub Tentang Bersepeda, Apa Saja Aturannya

Beritacenter.COM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub)..
12 jam yang lalu

Catat! Mulai 21 September Pengguna KRL Wajib Pakai Masker 3 Lapis-Medis

Beritacenter.COM - Baru-baru ini penggunaan masker jenis scuba dan buff dinilai belum efektif untuk mencegah..
17 jam yang lalu

Bertambah Lagi, Satu Perawat di Sulsel Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Beritacenter.COM - Seorang perawat pasien Covid-19 bernama Khaerul Arham (28) meninggal dunia usai terkonfirmasi..
19 jam yang lalu

Indonesia Terima Bantuan 20 Juta Vaksin Covid-19 dari UEA, Luhut : Nanti Ditambah 10 Juta Lagi

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan..
20 jam yang lalu

Presiden AS Tak Akan Hadir Dalam Sidang Majelis Umum PBB

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tidak akan mengikuti sidang Majelis Umum PBB..
20 jam yang lalu

Polisi Temukan Ladang Ganja di Begkulu, 1.500 Batang Tanaman Ganja Diamankan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengungkap perkebunan ganja di Bengkulu. Dalam kasus itu,..
21 jam yang lalu

Pemuda dan Mahasiswa Papua Dukung Pemerintah Lanjutkan Otsus Papua

Beritacenter.COM - Para tokoh pemuda dan Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan diri Aktivis Cinta Papua menyatakan..
21 jam yang lalu

Gubernur Jabar : OTG Akan Diisolasi di Hotel Bintang 3

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengubah sejumlah hotel di wilayahnya menjadi tempat isolasi..
22 jam yang lalu

Polres Depok Akan Segera Terapkan Tilang Elektronik di Jalan Margonda Pekan Depan

Beritacenter.COM - Polres Metro Depok akan segera menerapkan ETLE/electronic traffic law enforcement (Tilang..
22 jam yang lalu

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini, coblosan diawasi dengan sangat ketat karena..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi