Minggu, 31 Mei 2020 - 04:15 WIB

Jokowi Menyiapkan Masa Depan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 23 Mei 2020 | 13:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Eko Kuntadhi

Tahu gak, pada 2045 nanti jumlah anak muda di Indonesia 70% dibanding warga yang usianya lain. Mereka usia produktif. Tenaganya masih segar. Semangatnya membara. Dan membutuhkan aktifitas ekonomi.

Mereka dlahirkan di zaman internet. Terbiasa dengan aktifitas online. HP adalah dunianya. Kita mengenalnya sebagai warga native di era digital.

Anak-anak di Cikaso, Jabar mulai terbiasa berkomunikasi dengan anak-anak di Chicago, AS. Mereka berinteraksi via media sosial. Via game online, sejenis PUBG. Atau jaringan internet lainnya. Seluruh dunia akan benar-benar menjadi desa global.

Pada saat yang bersamaan, ekonomi antar negara juga membuka peluang. Seorang pengusaha UMKM di Inderamayu bisa menjual produknya secara langsung dengan pembelinya di Venice tanpa harus bertemu muka. Begitupun kita. Bisa membeli barang dari Wuhan.

Pada satu sisi peluang begitu terbuka. Pada sisi lain, persaingan juga akan semakin keras. Semua produksi akan menggunakan standar dunia. Karena pasarnya di seluruh dunia.

Tapi kita punya kekuatan. Jumlah tenaga produktif kita begitu melimpah. Sementara banyak negara maju yang penduduknya menua. Maksudnya jumlah penduduk tuanya lebih banyak dibanding anak muda. Akibatnya negara jadi kurang produktif.

Salah satunya karena mereka malas memproduksi bayi. Punya anak di negara maju memang repot. Biaya mahal. Bapak-ibu kerja. Aktifitas seks cuma jadi rekreasi. Bukan reproduksi.

Berbeda dengan kita. Rekreasi jalan. Reproduksi lanjut terus. Ada juga yang tadinya cuma mau rekreasi eh, kebobolan. Ya, wis. Sudah terlanjur.

Di saat jumlah penduduk muda mencapai puncaknya nanti, apa sih, yang paling penting disiapkan? Lapangan usaha. Pemerintah dituntut untuk membuka peluang sebesar-besarnya pada anak-anak muda itu untuk berkreasi. Mencari penghidupan. Memasuki dunia kerja. Atau menciptakan pekerjaanya sendiri dengan menjadi pengusaha.

Sebelum itu, tentu saja pendidikan dan keterampilan mereka harus ditingkatkan. Kemampuan bersaing secara global menjadi keharusan. Revolusi pendidikan yang sedang dijalankan Depdkbud sekarang harus dituntaskan. Kurikulum dirombak. Guru tidak lagi dibebani oleh tugas administratif yang segunung.

Sekolah-sekolah vokasi diperbanyak. Perusahaan-perusahaan besar didorong bekerja sama dengan kampus dan lembaga pendidikan. Agar kurikulumnya bisa tepat guna. Gak ngawang-ngawang lagi.

Mulai sekarang harus dipikrikan bagaimana meruntuhkan hambatan yang memungkinkan sebuah aktifitas ekonomi berdiri.

Mulai dari perizinan usaha, gak boleh lagi dibuat ribet. Sialnya persoalan izin usaha ini memang menjadi alat memeras. Sengaja dibuat ribet agar bisa mendapat sogokan. Ini harus dipangkas sampai ke akar-akarnya. Jangan ada lagi orang mau mendirikan usaha dibuat ribet.

Ini juga problem kita. Konsepsi otonomi daerah sering kebablasan. Setiap daerah merasa berkuasa atas daerahnya sendiri. Kepala daerah seperti raja-raja kecil. Birokrat maunya dilayani bukan melayani.

Presiden Jokowi melihat Indonesia masa depan. Bukan hanya memandang Indonesia saat ini saja. Dia bergerak menyiapkan infrastruktur. Ia mendorong pembenahan sektor pendidikan. Ia sering teriak, memudahkan perizinan usaha.

Tapi masalahnya, setumpuk peraturan dan UU produksi baheula sudah ada dan menjadi hambatan. Makanya Presiden memperkenalkan UU Omnibus Law sebagai UU Payung. UU ini fungsinya untuk memangkas segala keribetan yang ada akibat peraturan zaman lalu yang saling tumpang tindih.

Ada UU Cipta Kerja, UU Kemudahan Investasi, perubahan aturan Perpajakan dan sebagainya. Semua diarahkan agar negara hadir untuk mempermudah rakyatnya mencari penghidupan.

Jika tidak sekarang diselesaikan, kondisi bonus demografi nanti akan menjadi bumerang. Kita butuh sebuah aturan umum yang dapat menjawab tantangan kehidupan masa depan. Anak-anak muda produktif itu harus diberi ruang usaha yang memadai. Agar Indonesia bisa mengambil manfaat dari bonus demografinya.

Walhasil, kita memang tidak akan berubah menjadikan seks sebagai sekadr rekreasi. Tapi reproduksi juga ada konsekuensinya. Lapangan pekerjaan harus terbuka lebar. Disitulah pemerintah harus bisa menjadi pendorong. Bukan malah menjadi penghalang.

"Iya, mas. Konsep rekreasi dan reproduksi harus disatukan dengan adanya lapangan pekerjaan. Kalau gak, anak-anaknya akan keleleran. Masa jadi laskar demo doang," ujar Abu Kumkum.

Keleleran? Emangnya karung bocor!

(www.ekokuntadhi.id)





Fokus : Joko Widodo


#Jokowi #Jokowi Orang Baik #Jokowi Orang Hebat #Jokowi Hebat #Joko Widodo


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






11 jam yang lalu

Arsenal Dikabarkan Tidak Perpanjang Kontrak David Luiz

Beritacenter.COM - Manajemen Arsenal dikabarkan tidak tertarik untuk memperpanjang kontrak David Luiz pada musim..
13 jam yang lalu

5 Manfaat Konsumsi Belimbing Wuluh untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Belimbing wuluh merupakan salah satu buah - buahan yang tumbuh di Indonesia. Buah ini bisa ditemui..
14 jam yang lalu

Kabar Baik, Pasien Covid - 19 di Sumsel Terus Membaik Jadi 169 Pasien

Beritacenter.COM - Kabar baik muncul dari perawat penanganan virus corona atau Covid - 19. Pasalnya pasien di..
15 jam yang lalu

Jelang Penerapan New Normal, Kapolda Metro Jaya Mengecek di Beberapa Titik Rawan

Beritacenter.COM - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana melakukan pengecekan di beberapa titik rawan menjelang..
17 jam yang lalu

Kesalahanmu Dalam Berinternet Akan Tersimpan Disini

Beritacenter.COM - Para perselancar dunia maya harus ekstra hati-hati jika mengunggah apa saja di sosial media, mulai..
18 jam yang lalu

Waktu Sekolah Akan Dikurangi di Skenario New Normal

Beritacenter.COM - Pemerintah menyiapkan Protokol untuk mencegah merebaknya virus Corona (COVID-19). Saat ini..
19 jam yang lalu

WHO Resmi Diputus Hubungan oleh AS

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutus hubungan dengan Organisasi..
20 jam yang lalu

Pasukan Brimob Bagikan Paket Sembako ke Warga

Beritacenter.COM - Tim Batalyon A Pelopor Brimob Polda DIY memberikan sembako sebagai bakti sosial (baksos)...
1 hari yang lalu

Angkut Penumpang Tanpa SIKM, Travel Ilegal Terjaring Razia di Depok

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyetop kendaraan pariwisata atau travel yang nekat membawa pemudik..
1 hari yang lalu

Warga Lahat Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Pinggir Jalan, Polisi : Korban Pembunuhan

Beritacenter.COM - Warga Kecamatan Gumay Talang digegerkan temuan mayat penuh luka di pinggir jalan, Lahat, Sumatera..
1 hari yang lalu

Gegara Rem Blong, Truk Bermuatan Sayur Terjun Bebas ke Jurang di Jambi

Beriitacenter.COM - Sebuah truk diesel bermuatan sayur mengalami kecelakaan di jalan Desa Muara Emat, Batang..
1 hari yang lalu

Luapan Kekecewaan Risma saat Mobil PCR BNPB Dibawa ke Tulungagung dan Lamongan

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini seketika merasa kecewa dan sedih saat mendengar ratusan..
1 hari yang lalu

Sempat Positif Corona Setelah Melahirkan, Ibu di Kudus Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial M (35) warga Desa Trenggeles, Kecamatan Mejobo, sempat terkonfirmasi positif..
1 hari yang lalu

Diamankan Terkait Postingan Hoax soal Jokowi di Twitter, Pria di Cianjur Ngaku di Hack

Itu akun saya, tapi saya tidak tahu (postingan) pak, akun saya di-hack
1 hari yang lalu

Dukung Pelibatan TNI-Polri Disiplinkan Masyarakat, NasDem: Demi Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mendukung upaya presiden Jokowi menerapkan tatanan normal..
1 hari yang lalu

Dukung Jokowi soal New Normal, Golkar: Kebijakan Strategis Tanpa Abaikan Penanganan Corona

BeritaCenter.COM - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mendukung kebijakan Presiden Jokowi yang tengah..
1 hari yang lalu

Jokowi Siapkan Kebijakan New Normal, NasDem: Bagus dan Perlu Didukung

BeritaCenter.COM - Partai NasDem mendukung rencana presiden Jokowi untuk menerapkan tatanan normal baru atau 'new..
1 hari yang lalu

Berubah! Dokter Ini Pakai Kostum Unik Saat Periksa Pasien

Beritacenter.COM - Dokter bernama Rollando Erric Manibuy memiliki cara untuk menghibur para pasiennya di Rumah..
1 hari yang lalu

Gerindra Dukung Jokowi Persiapkan New Normal dengan Melibatkan TNI-Polri

BeritaCenter.COM – Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Putih Sari mendukung upaya Jokowi yang menerjunkan..
1 hari yang lalu

Pemerintah Siapkan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona

BeritaCenter.COM - Protokol untuk masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari COVID-19 tengah..
1 hari yang lalu

Kabar Baik! Pemeriksaan Spesimen Corona Capai Target, Pakar UGM Minta Dipertahankan Secara Konsisten

BeritaCenter.COM - Pakar Epidemiologi Universitas Gajah Mada (UGM), Riris Andono Ahmad meminta pemerintah..
1 hari yang lalu

Suami Ini Tebas Leher Istrinya Setelah Lebaran

Beritacenter.COM - Setan apa yang merasuki HI (29) warga Dusun II, Desa Sei Lama, Kecamatan Simpang Empat,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi