Minggu, 05 Juli 2020 - 19:14 WIB

Mewaspadai Penyebaran Paham Radikal dan Teror

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 05 Juni 2020 | 14:37 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Zakaria Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Indonesia telah lama menjadi langganan aksi teror. Berbagai aksi teror yang terjadi di Indonesia kebanyakan didasari oleh paham radikal yang mengakar. Kemudian radikalisme berujung pada aksi terorisme yang bisa disebabkan oleh beberapa motif seperti merasa tidak puas, terimajinalkan, putus asa dan teralienasi.

Paham terorisme atau radikalisme memang merupakan bahaya laten yang harus diwaspadai lantaran paham tersebut adalah paham intoleran di kalangan masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat memang perlu waspada sebab penyebaran radikalisme dan gerakan aksi teror kemungkinan bisa muncul sewaktu-waktu.

Mewaspadai hal ini tidak hanya tugas TNI dan Polri tetapi juga tugas seluruh masyarakat. Adapun peran pemuda di antaranya harus waspada terhadap gejolak eksistensi dirinya, berjiwa optimis, merapatkan barisan, memperkuat akidah, dan membuat tameng supaya tidak mudah terprovokasi oleh doktrin-doktrin paham radikal.

Saat ini ancaman narkoba, terorisme, radikalisme telah memprihatinkan dan menjadi perhatian banyak pihak. Tentu saja, ini tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan negara tetapi seluruh elemen bangsa.

Sebuah paham ideologi identik dan sudah melekat di hati seseorang, akan begitu sulit untuk dihilangkan. Untuk itu, sebelum paham itu melekat dan mengakar dipikiran perlu adanya kewaspadaan yang tinggi terkait hal tersebut.

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyatna mengingatkan kepada aparat supaya tidak lengah menghadapi potensi ancaman terorisme, kriminalisme, dan konflik sosial di masa pandemi yang tengah melanda Indonesia saat ini.

Kesibukan pemerintah dalam menangani Covid-19 ini bisa menjadi celah atau peluang bagi para oknum penyebar paham radikal dan pelaku terorisme yang mengancam keamanan masyarakat. Terbukti, bahwa beberapa waktu lalu densus 88 telah berhasil menangkap adanya gerakan signifikan yang dilakukan oleh kelompok teroris, terutama Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dan Jemaah Anshar Daulah (JAD) yang memanfaatkan situasi di tengah pandemi Covid-19.

Tingkat kriminalitas pada masa Covid-19 mewabah mengalami kenaikan. Polri menyatakan bahwa tingkat kriminalitas meningkat sebesar 19,72 persen di tengah pandemi Covid-19. Potensi konflik juga kemungkinan muncul karena adanya kelompok yang mencoba melakukan provokasi untuk konflik massa seperti yang dilakukan kelompok anarko.

Kelompok anarko ini menentang pemerintah dan kapitalisme. Provokasi-provokasi juga dilakukan oleh kelompok lain untuk menentang pemerintah. Hal-hal seperti ini perlu dihindari dan diwaspadai. Pasalnya, tidak hanya merugikan diri sendiri terlibat dengan kelompok yang melenceng dan menentang pemerintah juga dapat merugikan banyak orang.

Kelompok yang menentang pemerintah dan mengandung tindak kriminal di dalamnya perlu disadarkan dengan pendekatan personal bahwa kejahatan itu sama sekali tidak membawa manfaat bagi individu tetapi menyebabkan kerugian bahkan kerugian dalam kehidupan bersama dan mengakibatkan perpecahan.

Tindakan terorisme ini juga sama sekali tidak dibenarkan oleh agama apapun, sehingga tidak semestinya ada kebencian terhadap agama lain, aparat, lingkungan, warga sipil dan bangsa lain. Selain itu, perlu pula adanya keberanian dari masyarakat untuk melapor saat menemukan indikasi atau kejadian yang mengarah pada tindakan terorisme.

Dengan begitu, dalam diri masyarakat terdapat potensi untuk ikut andil dalam mencegah penyebaran paham radikal dan aksi teror yang akan terjadi. Potensi ini tentu saja harus diberdayakan oleh pemerintah.

Jalinan hubungan yang erat antara pemerintah terutama aparat keamanan dan masyarakat akan menjadi benteng untuk mencegah hal-hal yang menganggu keamanan. Kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan harus terus dilakukan untuk mencegah adanya tindak kriminalitas, terorisme dan konflik massa.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Teroris #Kelompok Terorisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






46 menit yang lalu

Terus Bertambah, Angka Kesembuhan Pasien COVID-19 di Riau Capai 88,9%

Beritacenter.COM - Pasien positif Corona (COVID-19) yang sembuh di Riau terpantau terus bertambah. Hingga hari ini,..
1 jam yang lalu

Koruptor Was-was, RUU Perjanjian MLA RI-Swiss Disetujui

Beritacenter.COM - Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal..
8 jam yang lalu

Polisi Gelar Razia Warung Jamu di Depok, Amankan Puluhan Botol Miras

Beritacenter.COM - Jajaran Polsek Sawangan Depok menggelar razia di sebuah warung jamu yang berada di Kecamtan..
9 jam yang lalu

Digeruduk Massa setelah Viral Tendang Driver Ojol, Pria di Pekanbaru Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah video yang menampakkan seorang pria tengah memarahi driver ojek..
9 jam yang lalu

Ini memang salah Jokowi

Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL) adalah anak perusahaan PT Pertamina yang terdaftar di Singapura th 1992...
10 jam yang lalu

Gelar 'Apel Siaga Ganyang Komunis', PA 212 dkk Janji Akan Tertib dan Tak Buat Keributan

Beritacenter.COM - Menyusul digelarnya aksi bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komuni', pihak kepolisian mengimbau..
12 jam yang lalu

AC Milan Gempur Habis Lazio Tanpa Ampun

Beritacenter.COM - Kejutan besar terjadi di pekan 30 Serie A Liga Italia dengan tumbangnya Lazio dari AC Milan. Tak..
12 jam yang lalu

Prakiraan Cuaca Hari Ini Jakarta Cerah

Beritacenter.COM - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini di wilayah DKI..
15 jam yang lalu

SUSAHNYA JADI SEORANG JOKOWI

Bekerja sungguh-sungguh dibilang pencitraan. Diam dibilang tidak tegas dan plonga plongo. Senyum dibilang munafik dan..
16 jam yang lalu

"Onani Politik Ala Kardun"

LBP atau Luhut Binsar Panjaitan  Bentengnya Jokowi Ngarep bangat diganti Biar kadrun gampang menerobos..
21 jam yang lalu

Kasus Covid-19 Terus Bertambah di Jatim, Khofifah Tegur Malang Raya

Beritacenter.COM - Kasus baru penularan virus Corona atau COVID-19 di Kota Malang meningkat dari sebelumnya penularan..
1 hari yang lalu

Awas! Makanan Ini Jangan Disimpan di Kulkas

Beritacenter.COM - Penggunaan lemari es sangat membantu untuk mengawetkan makanan, namun perlu diketahui bahwa..
1 hari yang lalu

Emak-emak Viral TikTok-an di Jembatan Suramadu Haturkan Permohonan Maaf

Beritacenter.COM - Viral video TikTok tiga emak-emak asyik bergaya di pinggir ruas jalan di Jembatan Suramadu...
1 hari yang lalu

Puluhan PSK di Jerman Gelar Aksi Demo 'Protes' Tutupnya Rumah Bordil Imbas COVID-19

Beritacenter.COM - Aksi unjuk rasa digelar sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di Berlin, Jerman, menyusul tutupnya..
1 hari yang lalu

Polisi Minta PA 212 dkk Taati Aturan dan Tak Buat Keributan di Apel Gayang Komunis Besok

(Imbauannya) mereka mengikuti protokol yang ada dan jangan bikin keributan. Kan mereka ini hanya apel saja, habis..
1 hari yang lalu

Dandim 0501/JP BS Terima Penghargaan Dari Kapolda Metro Jaya

Beritacenter.COM - Kodam Jaya - Dalam rangka hari ulang tahun Kepolisian RI ke - 74, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol..
1 hari yang lalu

Barcelona dan Liverpool Bersaing Dapatkan Thiago Alcantara

Beritacenter.COM - Klub raksasa Barcelona dan Liverpool dikabarkan bersaing untuk mendatangkan gelandang Bayern..
1 hari yang lalu

JIKA BUKAN JOKOWI YANG MENJADI PRESIDEN INDONESIA

Presiden Jokowi hanyalah manusia biasa dan bukan manusia sempurna, tetapi Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia..
1 hari yang lalu

Satu Tersangka dan Satu Saksi, Ini Motif Eks Pegawai Starbucks Rekam Video Intip Payudara

Beritacenter.COM - Aksi tak senonoh eks pegawai starbucks intip payudara pelanggar dari CCTV, diketahui dilakukan..
1 hari yang lalu

Duh! Pesepeda Perempuan di Tegal Dapat Teror Pemotor Begal Payudara

Beritacengter.COM - Olaraga bersepeda belakangan menjadi tren yang digemari masyarakat ditengah pandemi COVID-19, tak..
1 hari yang lalu

NASIHAT BUAT ANAK PRESIDEN JOKOWI "Tirulah Anak Presiden Soeharto!"

Mas Gibran, sampeyan anak presiden gak usahlah jualan martabak. Contoh Om Tommy Soeharto, yang minta sama bapaknya..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi