Sabtu, 04 Juli 2020 - 17:53 WIB

CINTA RAKYAT PADA JOKOWI KALAHKAN AROGANSI MEDIA

Oleh : Indah Pratiwi | Sabtu, 06 Juni 2020 | 20:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Dulu, di era Soeharto, media kita dibungkam, Otoriter, Tak boleh sembarangan memberitakan. Tak boleh ada kritikan, sekalipun itu benar. Tak boleh ada berita negatif tentang pemerintah, sekalipun itu benar terjadi dan fakta.

Semua media di bawah kendali Soeharto. Suka2 dia. Kegiatan mancing keluarga Presiden jauh lebih penting dari semua berita apapun di dunia saat itu. Dan kegiatan tidak berfaedah tersebut bisa menghentikan breaking news apapun.

Semua media nurut, Tunduk, Yg nggak nurut, atau lalai meloloskan kritik pada pemerintah, langsung dibredel. Ditutup. Atau kantornya diteror dan dihancurkan.

Tidak hanya media, orang biasa pun tak boleh berkomentar negatif. Kalau maksa, besoknya hilang ditelan bumi. Bisa juga ditembak mati atau diculik dan disiksa.

Namun sekarang di era Jokowi, semua berbalik 180 derajat. Presiden bebas dicaci maki. Presiden juga tidak pernah mempersoalkan atau melaporkan pihak2 yg mencaci dan memfitnahnya.

Bahwa ada beberapa orang pembenci Jokowi masuk penjara, umumnya mereka punya kasus lain. Seperti halnya Habib Bahar yg punya kasus menganiaya santri. Jonru yg divonis karena kasus SARA. Dhani ditangkap karena bermasalah dg Banser, ujaran kebencian.

Sekalipun semua mereka kerap menghina Presiden Jokowi, tapi masuk penjaranya karena kasus lain. Sama seperti Rizieq yg sepanjang tahun menyebarkan provokasi dan ujaran kebencian, tapi kabur ke Arab hanya gara2 selangkangannya Firza.

Selain itu, memasuki periode kedua Jokowi, media jadi lebih ugal2an menyerang pemerintah. Dari mulai clickbait, framing, bahkan hoax.

Media mainstream kita, yg katanya netral itu, kini terjebak politik praktis menyerang pemerintah.

Namun Jokowi tetap tenang atas semua pemberitaan click bait, framing dan hoax yg dilakukan oleh media2 kredibel. Yg selama ini kerap jadi hakim di media sosial, merasa benar sendiri dan netizen selalu salah.

Sampai saat ini, tidak sekecap pun Presiden Jokowi menegur, mengeluhkan atau sekedar menyindir media2 di Indonesia. Padahal yg dilakukan oleh para wartawan sudah melampaui batas. Terang2an menyebar hoax hanya agar bisa menyerang dan menjatuhkan Jokowi.

Tapi meski Presiden diam saja, masyarakat tak mau tinggal diam. Contoh Detikcom, yg ratingnya semula 4 koma sekian, hari ini sudah turun menjadi mungkin kurang 2 koma. Kolom komentar pun penuh dg hujatan dan kekecewaan terhadap detikcom.

Sebelumnya pernah juga Tempo dibuat nyungsep ratingnya gara2 memuat konten provokasi terhadap Presiden. Tidak etis, berlebihan.

Bukan hanya media, Bukalapak juga sempat dibuat nyungsep gara2 Zaky sang founder menyerang Jokowi dg data salah. Dan gara2 ini, Zaky sampai menghadap Presiden dan meminta tolong agar serangan pada Bukalapak bisa dihentikan. Karena bukan ratingnya saja yg nyungsep, tapi transaksinya juga anjlok, terjun bebas.

Saat itu Presiden Jokowi dg kerendahan hatinya, karena tak ingin Bukalapak tumbang, Presiden meminta agar masyarakat berhenti membully. Berhenti menyerang Bukalapak, karena bagaimanapun Bukalapak adalah perusahaan anak negeri yg harus didukung.

Tapi nasi sudah jadi bubur. Meski Zaky sudah minta maaf, tetep saja rating dan bisnis bukalapak terus anjlok. Makian dan kekecewaan masyarakat tidak terbendung.

Saya ingat betul waktu itu sempat ditanya, bagaimana cara menghentikan serangan terhadap Bukalapak? Mengingat kita ikut mengkampanyekan uninstall dan beri rating kecil. Saya jawab tidak bisa. Itu adalah harga kekecewaan yg harus dibayar kontan.

Dari kejadian2 ini, saya merenung. Betapa masyarakat kita sangat mencintai Presiden Indonesia yg sekarang. Masyarakat mudah sekali tersinggung jika Jokowi dijadikan target framing atau hoax. Kekecewaan tersebut bisa terjadi begitu saja, tanpa komando dan bahkan tak bisa dihentikan oleh siapapun. Bahkan meski Jokowi sendiri sudah memaafkan mereka secara terbuka.

Rakyat Indonesia seolah tau kapan harus bertindak. Dan selalu siap bertindak.

Semakin sabar seorang Jokowi, semakin hening dan tak merespon atas serangan media padanya, maka kita semakin solid masyarakat bergerak, tanpa ragu bertindak.

Jokowi, bukan Ketum partai, bukan anak tokoh atau elite. Bukan dari kalangan militer. Tapi hari ini kita semua menjadi saksi, betapa Jokowi sangat dihormati dan dijunjung tinggi oleh rakyat Indonesia. Siapapun yg berani menyenggolnya, akan mendapat respon yg setimpal.

Alifurrahman.





Fokus : Joko Widodo


#Jokowi #Joko Widodo #Presiden Jokowi #Jokowi Orang Baik #Jokowi Orang Hebat #Tempo #Detik #Koran Tempo #Tempo Nyerang Jokowi #DetikCom


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Puluhan PSK di Jerman Gelar Aksi Demo 'Protes' Tutupnya Rumah Bordil Imbas COVID-19

Beritacenter.COM - Aksi unjuk rasa digelar sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di Berlin, Jerman, menyusul tutupnya..
3 jam yang lalu

Polisi Minta PA 212 dkk Taati Aturan dan Tak Buat Keributan di Apel Gayang Komunis Besok

(Imbauannya) mereka mengikuti protokol yang ada dan jangan bikin keributan. Kan mereka ini hanya apel saja, habis..
5 jam yang lalu

Dandim 0501/JP BS Terima Penghargaan Dari Kapolda Metro Jaya

Beritacenter.COM - Kodam Jaya - Dalam rangka hari ulang tahun Kepolisian RI ke - 74, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol..
7 jam yang lalu

Barcelona dan Liverpool Bersaing Dapatkan Thiago Alcantara

Beritacenter.COM - Klub raksasa Barcelona dan Liverpool dikabarkan bersaing untuk mendatangkan gelandang Bayern..
8 jam yang lalu

JIKA BUKAN JOKOWI YANG MENJADI PRESIDEN INDONESIA

Presiden Jokowi hanyalah manusia biasa dan bukan manusia sempurna, tetapi Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia..
18 jam yang lalu

Satu Tersangka dan Satu Saksi, Ini Motif Eks Pegawai Starbucks Rekam Video Intip Payudara

Beritacenter.COM - Aksi tak senonoh eks pegawai starbucks intip payudara pelanggar dari CCTV, diketahui dilakukan..
20 jam yang lalu

Duh! Pesepeda Perempuan di Tegal Dapat Teror Pemotor Begal Payudara

Beritacengter.COM - Olaraga bersepeda belakangan menjadi tren yang digemari masyarakat ditengah pandemi COVID-19, tak..
21 jam yang lalu

NASIHAT BUAT ANAK PRESIDEN JOKOWI "Tirulah Anak Presiden Soeharto!"

Mas Gibran, sampeyan anak presiden gak usahlah jualan martabak. Contoh Om Tommy Soeharto, yang minta sama bapaknya..
23 jam yang lalu

Puluhan Pekerja Perusahaan Unilever Terpapar Covid-19

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menegaskan agar para pelaku usaha di bidang industri..
1 hari yang lalu

Pemerintah Prancis Terancam Bubar

Beritacenter.COM - Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe dan pemerintahannya resmi memundurkan diri pada hari..
1 hari yang lalu

Tertunduk Lesu, Ini Tampang Eks Pegawai Starbucks yang Viral Intip Payudara di CCTV

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Metro Jakarta Utara menghadirkan salah satu eks pegawai Starbucks pelaku yang..
1 hari yang lalu

Tabrak Belakang Mobil, Seorang Ibu Rumah Tangga Tewas Terlindas Truk

Beritacenter.COM - Rosidia Manulang seorang ibu rumah tangga warga Jalan Boxit Rel Lingkungan 1, Kota Bangun,..
1 hari yang lalu

Ratusan Pengunjung Dan PSK Terciduk Satpol PP di Diskotik

Beritacenter.COM - Satpol PP Jakarta Barat menggerebek Diskotik Top One di Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan,..
1 hari yang lalu

Calon Ibu Wajib Tahu 'Cara Mandikan Bayi Yang Benar'

Beritacenter.COM - Orang tua pastinya kebingungan bagaimana cara memandikan bayi yang baru lahir, terutama ibu baru..
1 hari yang lalu

KPK OTT Seorang Bupati di Kutai Timur, Jakarta dan Samarinda

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kutai Timur,..
1 hari yang lalu

DI PDI PERJUANGAN BANYAK KADER NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH

Zuhairi Misrawi, Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia, Cendekiawan Nahdlatul Ulama, dan Lulusan Universitas..
1 hari yang lalu

JOKOWI HEBAT, DIA DIAM TAPI LANGKAHNYA MEMATIKAN

Seperti menyatukan unsur Air dan Api, Presiden Joko Widodo membuat strategi agar mafia tidak berkutik sama sekali..
1 hari yang lalu

Group Lion Air Akui 2.600 Karyawan Dirumahkan

Beritacenter.COM - Lion Air Group mengklarifikasi soal ramainya pengurangan tenaga kerja yang dilakukan baik..
1 hari yang lalu

Pesta Pernikahan Berujung Maut, 80 Tamu Positif Corona Pengantin Pria Meninggal

Beritacenter.COM - Resepsi pernikahan jadi momen sakral yang digelar sekali dalam hidup. Hanya karna ingin membagi..
1 hari yang lalu

Terjerat Pinjaman Online, Mantan Karyawan Minimarket Rampok Uang Rp100 Juta

Beritacenter.COM - AM (22) nekat merampok minimarket di Kecamatan Lemahabang, Karawang, Jawa Barat dan membawa kabur..
2 hari yang lalu

Musnahkan 1,2 Ton Sabu, Kapolri: Bahaya Kalau Tidak Cepat, Iman 'Goyah' Segenggam Miliaran

Dari luar bisa orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri, kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah. Pegang..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi