Jumat, 14 Agustus 2020 - 00:00 WIB

Tolak Ekspor Lobster, Tujuan Susi Untuk Kepentingan Siapa?

Oleh : Lukman Salasi | Rabu, 08 Juli 2020 | 21:06 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Legalisasi ekspor benih Lobster pasca terbitnya Permen KP No. 12/2020, tampak memantik perdebatan hangat dikalangan terbatas. Adalah mantan menteri KKP, Susi Pudjiastuti turut terlibat mereproduksi kritik mengenai kebijakan menteri KKP, Edhy Prabowo yang dinilai nir-keberpihakan atas kepentingan rakyat dan negara.

Resistensi Susi perihal budidaya lobster, termasuk ekspor, telah berlangsung lama lantaran cara itu berpotensi menghabiskan plasma nutfah alias bibit Lobster.

Selintas pendapat Susi cenderung meyakinkan. Ada spirit nasionalisme dan keberpihakan akan interes rakyat dan bangsa. Tetapi sejauh mana tilikan itu mempunyai justifikasi empiris? Persis disitulah pendapat Susi patut digugat!

Dalih kepunahan plasma nutfah adalah permasalahan perspektif teoritis, karenanya tampak prematur bila pikiran itu dijadikan kebenaran mutlak. Mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, mampu mewujudkan sesuatu hal yang dianggap mustahil.

Sejak terbitnya Permen KP No. 56/2016, yang secara substansi mengatur perkara pelarangan dan/atau pengeluaran Lobster (panularius), Rajungan (portunus), dan Kepiting (Scylla).

Tidak bisa disangkal, peraturan tertera, turut berkontribusi dalam hal “menyengsarakan” sejumlah pihak, utamanya yang mata pencahariannya di sektor itu. Nelayan Lobster merupakan sala satu pihak yang paling terkena dampaknya.

Pada masa Darmin Nasution masih menjabat Menko Perekonomian, sekurang-kurangnya ada sebanyak 10.000 nelayan Lobster mengeluh kehilangan mata pencaharian, setelah KKP Susi mengorbit regulasi pelarangan penangkapan bibit Lobster.

Ini menyadarkan saya akan insiden pemecatan pegawai negeri sipil yang ketahuan terlibat penyelundupan benur Lobster, namun kini malah menjadi pebisnis semenjak menteri Edhy menerbitkan Permen KP No. 12/2020.

Sebagai orang yang pernah menduduki jabatan legislatif, Edhy Prabowo tentunya paham betul apa problem fundamental, sehingga perlu menerbitkan kebijakan izin ekspor benih Lobster.

Kalau mengamati perjalanan sebelum kebijakan tersebut lahir, sebelumnya hendak dibentuk tim dalam melakukan kajian publik, kajian akademis, serta terjun ke lapangan termasuk pergi ke Universitas Tasmanis, di Australia yang jadi tempat penelitian lobster.

Melintasi proses yang tidak singkat sebelum mengorbit Permen KP No. 12/2020, jelas pikiran-pikiran yang menilai kebijakan tersebut nir-keberpihakan terhadap interest rakyat dan negara serta cenderung destruktif bagi keberlangsungan Lobster, sama sekali tidak bisa dibenarkan. Sebab itu menelurkan pemahaman prematur – untuk tidak mengatakan, salah.

Siasat Mendiskreditkan Lobster Edhy

Esensi dari beragam kritik yang diorkestrasi Susi Pudjiastuti terhadap kebijakan KKP Edhy Prabowo hendaknya dipahami dalam kerangka politik akumulasi dan sentralisasi kapital, serta pertahanan privilage.

Sebagai orang yang namanya tercatat dalam semesta bisnis untuk sektor kelautan dan perikanan, jelas sikap kritis Susi tak terlepas dari kepentingan bisnis-politik yang selama ini ditapaki dan terawat dengan baik. Apalagi Susi sendiri tercatat memiliki ladang bisnis lobster di desa Sambay, Kab. Simeulue, Prov. Aceh.

Dari sejumlah perusahaan yang mendapat izin ekspor benih Lobster, satu diantaranya justru terafiliasi dengan Susi, yakni PT Royal Samudera Nusantara yang berdomisili di Tangerang Selatan, Banten.

Sekalipun usaha-usaha penyangkalan akan kepemilikan bisnis Lobster Susi terus gencar dilakukan via media massa, bukan berarti penyangkalan tersebut harus kita terima begitu saja.

Ini seperti perkara mahar politik dalam proses kandidasi Pilkada: sangat tampak, tapi minim bukti. Terlampau menyengat aroma kepentingan ekonomi politik Susi di balik sikap yang “kritis”.

Wacana mutakhir yang tengah berkembang dikalangan publik adalah kebijakan KKP Edhy cerminan dari praktik KKN. Padahal proses penetapan izin ekspor bagi Perusahaan jelas melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel.

Wajar bila menyikapi wacana tersebut Edhy lantas membuka diri bagi otoritas terkait untuk memeriksa, apakah ada yang salah dalam proses penetapan perusahaan atau tidak.

Yang terpenting sekarang tak perlu terkecoh dengan narasi-narasi klise yang terus digaungkan. Jika benar Susi punya keberpihakan terhadap rakyat, mengapa Permen KP No. 56 tahun 2016 justru berujung pada 10.000 nelalayan Lobster kehilangan mata pencaharian.

Sebelumnya data yang perlihatkan Susi via akun Twitternya, memperlihatkan adanya ekspor Lobster yang terus meningkat. Namun pada saat bersamaan, malah terjadi penyelundupan benur Lobster ke luar negeri. Jelas ini paradoks yang tidak mungkin terus dipertahankan.

Oleh: Riyanda Barmawi, Direktur Eksekutif Ekonomika Institut





#Berita Center #KKP #Ekspor Benih Lobster #Menteri KKP #Siasat Susi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






21 menit yang lalu

CATAT! OJK Bakal Perpanjang Libur Nyicil Utang Hingga Tahun Depan

Beritacenter.COM - Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anung..
1 jam yang lalu

Gunung Sinabung Kembali Meletus Malam Ini, Warga Diminta Pakai Masker dan Amankan Air Bersih

Beritacenter.COM - Gunung Sinabung yang terletak di Sumatera Utara kembali dikabarkan meletus pada Kamis (13/8/2020)..
1 jam yang lalu

Cabuli Bocah di Bawah Umur, Kuli Bangunan di Surabaya Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan seorang kuli bangunan di Surabaya karena diduga telah melakukan pencabulan..
2 jam yang lalu

Indonesia Berhasil Uji Coba Vaksin Virus Corona, Erick : Bangsa Lain Kaget

Beritacenter.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan bahwa Indonesia telah berhasil..
2 jam yang lalu

Berstatus Zona Oranye, Pasien COVID-19 di RS Surabaya Terus Berkurang Selam Dua Pekan

Beritacenter.COM - Pasca menjadi zona oranye, wilayah Surabaya mengalami penurunan jumlah pasien COVID-19. Selama dua..
3 jam yang lalu

KPK Kembali Tahan Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin

Beritacenter.COM - Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus..
3 jam yang lalu

Kabar Gembira, Tanggal Peluncuran iPhone 12 Akhirnya Bocor!

Beritacenter.COM - Apple disebut-sebut akan meluncurkan iPhone 1`2 pada akhir 2020 nanti. Tanggal peluncuran iPhone..
4 jam yang lalu

Menteri Edhy Dorong Perbaikan PPN Pengambengan Buat Bahagiakan Nelayan

Beritacenter.COM - Kolam labuh berperan penting bagi kapal perikanan untuk melakukan kegiatan bongkar muat di..
5 jam yang lalu

Hujan Deras di Jakarta Sore Tadi Berimbas Genangan Banjir di 3 RT dan 6 Jalan

Beritacenter.COM - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta sore tadi, berimbas banjir yang menggenangi..
5 jam yang lalu

Cegah Postingan Disinformasi Covid-19, Facebook Ingatkan Pengguna Dengan Pop-up Notification

Beritacenter.COM - Maraknya postingan disinformasi terkait Covid-19, Facebook melakukan beragam upaya untuk..
5 jam yang lalu

Berbenah di Sektor Farmasi, Jokowi Setujui Pembangunan RS Internasional di Bali

Beritacenter.COM - Pemerintah akan berencana membangun rumah sakit internasional di bali. Hal tersebut dilakukan..
5 jam yang lalu

Tak Sanggup Bayar Gaji, Juventus Siap Lepas Ronaldo

Beritacenter.COM - Manajemen Juventus dikabarkan akan menjual mega bintang Cristiano Ronaldo pada bursa transefer..
6 jam yang lalu

Korban Penembakan Kelapa Gading Pengusaha Pelayaran, Polisi Buru Pelaku!

Beritacenter.COM - Aksi penembakan dilaporkan terjadi di Ruko Royal Square Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara,..
6 jam yang lalu

Nora Alexandra Jenguk Jerinx ke Mapolda Bali, Bawa Nasi Hainan-Brokoli dan Buku

Beritacenter.COM - Nora Alexandra, istri drumer Superman is Dead, 'Jerinx', menyambangi Mapolda Bali. Nora datang ke..
6 jam yang lalu

KKP Latih Masyarakat Sulteng Diversifikasi Olahan dan Penyuluh 6 Provinsi Teknis Budidaya Ikan

Beritacenter.COM - Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal untuk membangun sektor kelautan dan perikanan..
6 jam yang lalu

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pengganjal ATM di Tambora

Beritacenter.COM - Dua pelaku ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) diringkus Polsek Tambora. Kedua pelaku..
7 jam yang lalu

Pemerintah Kembangkan Keuangan Syariah Inklusif Melalui iPesantren

Beritacenter.COM - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir..
7 jam yang lalu

BNN Sergap Truck Pengangkut Sabu dan Ganja

Beritacenter.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Heru Winarko mengatakan bahwa pihaknya berhasil..
7 jam yang lalu

Langit Gelap dan Hujan Petir Guyur Jakarta, Pengendara Diminta Waspada dan Hati-hati

Beritacenter.COM - Hujan deras disertai angin kencang diperkirakan akan mengguyur wilayah Jakarta sore ini. Pantauan..
7 jam yang lalu

Sindir Amien Rais, PPP : Tidak Boleh Dendam Politik Berkepanjangan

Beritacenter.COM - Sekertaris Jendral (Sekjen) PPP Achmad Baidowi menyindir politikus senior Amien Rais harus..
8 jam yang lalu

Aksi Penembakan Dilaporkan Terjadi di Kelapa Gading Jakut, Satu Orang Tewas

Beritacenter.COM - Aksi penembakan diketahui terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, siang ini. Aksi..
8 jam yang lalu

Modal Kerja Saja Tak Cukup, UMKM Juga Perlu Kepastian Pasar

Beritacenter.COM - Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan segera merealisasikan program..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi