Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:51 WIB

SABDA BUNGSU SANG PANGERAN, "KORUPSI SEKARANG LEBIH PARAH..!!"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 13 Juli 2020 | 17:40 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Si putra bungsu itu pernah bilang bahwa korupsi sekarang lebih parah.

"Lebih parah dibanding jaman bapaknya?"

"Bisa dibilang kesana arah omongan ini."

"Haahh, beneran seperti itu?"

Namanya ngomong, ya suka-suka aja lah!! Tapi benar ga seperti itu, harus berangkat dari data, ga boleh asal "njeplak".

Menurut Stephen Vickers, kepala Kroll Associates untuk Asia, yang pernah dilibatkan menyelidiki kekayaan salah satu koruptor terbesar di dunia, Presiden Filipina Ferdinand Marcos, potensi korupsi jaman "bapaknya" jauh lebih besar.

Lalu koresponden TIME menemukan indikasi bahwa setidaknya $73 miliar telah mengalir dalam keluarga antara tahun 1966 dan 1998. Sebagian besar jumlahnya berasal dari industri pertambangan, kayu, komoditas, dan perminyakan.

"73 miliar dolar, duit semua itu? Ribu triliun itu, emang dagang apaan?"

Mereka memegang monopoli atas distribusi dan impor komoditas utama. Mereka dapat pinjaman bank dan berbunga sangat rendah dengan berkoordinasi dengan bankir yang berkuasa. Direktur atau pejabat bank yang menolak, pecat?

Hal ini pernah dikatakan oleh direktur pengelola Bank Indonesia tahun 1998-2000.(TIME)

Menjadi wajar bila bank pun pada akhirnya, seringkali merasa takut untuk menagih pembayaran atas hutang mereka. “ada lingkungan yang menyulitkan bank-bank negara untuk menolak mereka.” demikian dikutip oleh majalah TIME.

"Masa duit pinjaman semua? Ga pakai modal sendiri? Modal dengkul dong?"

Masa penguasa modal dengkul? Ga mungkinlah.. landasan kekayaan si bapak adalah yayasan presiden.

Puluhan yayasan didirikan, seolah-olah sebagai amal, dan mereka sebenarnya telah mendanai sejumlah besar rumah sakit, sekolah dan masjid.

Tetapi yayasan-yayasan itu juga merupakan dana gelap raksasa untuk proyek-proyek investasi keluarga dan kroninya, serta untuk mesin politik (Golkar saat itu).

Menurut George Aditjondro, seorang dosen sosiologi di Universitas Newcastle Australia, yayasan itu berjumlah 97.

Yayasan itu dikendalikan oleh bapak, istrinya, kerabatnya di pedesaan, sepupunya, dan saudara tirinya, anak-anaknya berikut pasangan mereka.

Yayasan menerima “sumbangan,” meskipun seringkali diberikan tidak dengan sukarela.

Mulai tahun 1978, semua bank milik negara di haruskan memberikan 2,5 present dari keuntungan mereka kepada dua yayasan terbesarnya, itu menurut mantan Jaksa Agung waktu itu loh.

Bahkan berikutnya, keputusan si bapak Nomor 92, pada tahun 1996, mensyaratkan bahwa setiap pembayar pajak dan perusahaan yang menghasilkan lebih dari $40 ribu pertahun wajib mensumbangkan dua present dari pendapatannya ke yayasannya yang lain lagi.

Bayangkan saja berapa duit yang bisa di keruk hanya dari ke bijakannya saja.

Pada tahun 1978, yayasan-yayasan tersebut mengkuasai 60 persen dan kemudian naik lagi menjadi 87% saham Bank Duta, bank swasta terkemuka, menurut mantan pejabat Bank Duta.

Yayasan ini banyak berinvestasi di perusahaan swasta yang didirikan oleh anggota keluarga dan para kroninya. Kementerian atau BUMN diarahkan membantu dan memberikan kontrak atau monopoli kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Bila tidak, PECAT?

"Terus gimana cerita si bungsu bisa bilang korupsi sekarang lebih parah?"

Tanyakan saja pasa mas Ebit, pasti jawabnyabada pada rumput yang bergoyang.

.

.

.

Rahayu

Ditulis Oleh : Karto Bugel

 

Sumber : matamatapolitik

 





Fokus : Joko Widodo


#Pembenci Jokowi #Keluarga Cendana #Toomy Soeharto


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






19 menit yang lalu

Modal Kerja Saja Tak Cukup, UMKM Juga Perlu Kepastian Pasar

Beritacenter.COM - Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan segera merealisasikan program..
26 menit yang lalu

Mahfud Md : 22 Nakes Penerima Bintang Jasa Juga Dapat Santunan Rp300 Juta Perorang

Mereka ini selain mendapat tanda jasa utama, itu juga mendapat uang santunan sebesar Rp 300 juta setiap orang tanpa..
51 menit yang lalu

INDONESIA BANGGA PUNYA PRESIDEN SEPERTI BAPAK JOKOWI

Bagi Bapak Jokowi sendiri periode kedua ini adalah periode terakhirnya memimpin bangsa ini. Di periode kedua beliau..
56 menit yang lalu

Jokowi: Pemberian Penghargaan Tanda Jasa Kehormatan Telah Melalui Pertimbangan Matang

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pemberian penghargaan tanda jasa kehormatan..
1 jam yang lalu

Presiden Jokowi Anugrahkan Tanda Jasa dan Kehormatan bagi 53 Tokoh

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugrahkan tanda jasa dan tanda kehormatan Republik Indonesia ke..
1 jam yang lalu

Geger !! Buaya Sepanjang 3 Meter Ditangkap Warga Indragiri Hilir

Beritacenter.COM - Warga Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menangkap buaya..
2 jam yang lalu

Bicara Soal Subsidi Pulsa PJJ, Menkominfo: Mulai Digulirkan September

Beritacenter.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menyampaikan bahwa bantuan..
2 jam yang lalu

KENAPA JOKOWI HARUS TIGA PERIODE

Walau Presiden menolak KERAS namun tokoh Intelijen ungkap alasan kenapa Jokowi HARUS Tiga Periode. Wacana Presiden..
2 jam yang lalu

RS Bhayangkara Sumatera Barat Ditutup Usai 6 Pegawai Terpapar COVID - 19

Beritacenter.COM - Rumah Sakit Bhyangkara Sumatera Barat harus ditutup sementara usai enam pegawainya terpapar virus..
3 jam yang lalu

Prajurit Kodim 1402/Polmas Menerima Pembinaan Mental Rohani

POLMAN- Prajurit dan PNS TNI serta Persit  di wilayah Kodim 1402/Polmas menerima cerama pembinaan Mental dari..
3 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pria Sebarkan Video Mesum Mantan Kekasih di Balikpapan

Beritacenter.COM - Satreskrim Polresta Balikpapan menangkap seorang pria berinsial AL lantaran menyebarkan video..
3 jam yang lalu

Lagi Esek-esek Diatas Motor Kelakuan Muda Mudi Ini Tertangkap Camera

Beritacenter.COM - Video pasangan muda mudi sedang mesum diatas motor membuat gempar warga, kejadian ini terjadi area..
4 jam yang lalu

Jual Bocah Ingusan Ke Pria Hidung Belang, Seorang Janda Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Seorang janda mucikari prostitusi online bernama Indrid Serli Mardiana (34), harus berurusan..
4 jam yang lalu

Asik Mandi di Sungai, Setiawan Tewas Terseret Arus

Beritacenter.COM - Dandi Setiawan (14) seorang pelajar asal Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu..
4 jam yang lalu

Menteri Edhy Pastikan Iklim Usaha Budidaya Udang Terjamin Kondusif

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo memastikan Pemerintah akan menjamin iklim usaha..
6 jam yang lalu

Mendukung Penguatan BPIP Lewat Undang-Undang

Penguatan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi sesuatu yang sangat diperlukan. Penguatan tersebut bisa..
7 jam yang lalu

Mewaspadai Kamuflase Gerakan Eks HTI

Komunitas HTI agaknya belum mau diangap "mati". Pasalnya ormas ini masih getol menyuarakan paham khilafah (khilafah..
7 jam yang lalu

Upaya Dongkrak Nilai Tukar Pembudidaya Ikan, KKP Terus Salurkan Bantuan Pakan Ikan Mandiri di Masa Pandemi Covid-19

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP)..
11 jam yang lalu

Dahsyat! 7 Tanaman Ini Ternyata Ampuh Sembuhkan Penyakit Batu Ginjal-Diabetes

Beritacenter.COM - Kekayaan alam Indonesia memang patut disyukuri. Ada banyak tanaman obat yang punya manfaat untuk..
12 jam yang lalu

Pedagang Sembako Dikeroyok Sekelompok OTK di Ciputat Timur

Beritacenter.COM - Seorang pedagang sembako bernama Ghozy Mubarak Alakhyar menjadi korban pengeroyokan oleh..
14 jam yang lalu

Empat Pekerja Tower di Sumedang Tewas Usai Terjatuh dari Ketinggian 30 Meter

Beritacenter.COM - Nasib nahas menimpa empat pekerja tower di Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat...
15 jam yang lalu

Cegah Penyebaran Virus Corona, Polri Tambah Personel Untuk Tingkatkan Kedisiplinan Masyarakat

Beritacenter.COM - Polisi Republik Indonesia (Polri) akan menambah jumlah personel untuk melakukan berbagai kegiatan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi