Sabtu, 08 Agustus 2020 - 18:45 WIB

Mereka Yang Kejebak Dengan Teori "PLONGA PLONGO"

Oleh : Indah Pratiwi | Rabu, 15 Juli 2020 | 12:46 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


"Ngeker" apa yang dimiliki musuh kemudian bersiap diri, paling tidak sampai kekuatan seimbang, bagus-bagus sudah lebih kuat, baru kita ajak tempur, itu baru dapat dibilang pakai nalar.

Merasa jagoan hanya karena badan sudah segede Arnold Schwarzenegger, trus petentang petenteng, dijamin itu bukan musuh yang layak dipertimbangkan. Terlalu mudah, terlalu telanjang.

Melihat Mr Bean hanya dari apa yang kita lihat dari kelakuannya, tak mungkin kita menyangka bahwa dibalik Mr Bean ada sosok bernama Rowan Adkinson yang bergelar M.Sc. dari Queens College, Oxford. Oxford cing....

Demikian pula "mengeker" Oneng dari serial Bajaj Bajuri, kita akan terjebak untuk ngeremehin seorang Rieke Dyah Pitaloka yang ternyata adalah S2 Filsafat Universitas Indonesia. Dia cerdik dan pintar dibalik tampak wajah tulalit yang sering diperankannya.

Mereka para bodoh dan congkak yang memasang wajah sok arogan (padahal malah mirip ikan buntal) telah melakukan kesalahan fatal meremehkan siapa yang dianggap musuh.

Mereka sudah mendekati ajal. Mereka sudah dibibir jurang kematian dan tak seorangpun ada yang sanggup menolongnya.

Salah besar mereka kemarin membakar bendera PDIP dan berteriak turunkan Presiden di gedung MPR.

Berharap mendapat simpati rakyat, mereka tiba-tiba berubah wajah menjadi pembela Panca Sila.

Berharap PDIP ngamuk, mereka benar-benar buta tak mengenal Megawati. Mereka justru telah digiring dan salah langkah masuk dalam jebakan yang mereka buat sendiri. Mereka kini bingung dan makin marah.

Ini hanya klimaks, ini hanya akhir babak drama "Radikal Ngelunjak" yang sebentar lagi The End. Layar panggung sedang siap-siap untuk ditutup.

Awal pertunjukan, mereka keluar secara sporadis, terpencar diseluruh daerah seolah Indonesia sudah dikepung. Mereka berteriak pada banyak sudut berharap gema memenuhi ruang publik.

Entah kenapa Presiden diam dan banyak mengalah. Membiarkan kebrutalan mereka memperkusi orang yang tak sepaham, menghalangi orang lain beribadah hingga membakar rumah ibadah milik mereka yang tak sepaham.

Kita, rakyat Indonesia dibuat bingung dengan sesuatu yang dulu tak ada. Kita juga dibuat bingung kenapa Presiden seolah abai dan takut dengan gerombolan itu.

Kita hanya beranggapan bahwa Presiden lebih senang dengan pembangunan infrastruktur dibanding ngurusin yang kaya gitu. Kita berpikir radikal yang seperti itu sudah sulit diurus karena sudah terlalu lama dibiarkan oleh pemerintah sebelumnya. Kita pasrah saja.

Namun, dalam diamnya ternyata strategi sudah dibuat dan dijalankan. Kita saja yang tak mampu melihat itu. Kita dibuat seolah tenggelam dalam hingar keributan yang mereka buat dan kita takut.

Kita tak tahu bahwa tema "kejarlah daku maka kau akan kutangkap" sudah dijalankan dan kini siap panen.

Gak percaya?

Mereka yang dulu sembunyi dan tak tampak, kini mulai bersuara. Kini mulai unjuk gigi dan menantang. Semua kasus raksasa seperti BLBI, Jiwasraya, TPPI, ASABRI dan puluhan yang lain diungkit dan dipanggungkan.

Ibarat sarang, tempat itu diasapi dan mereka yang bersembunyi disana mulai keluar. Kita jadi tahu ada apa dan siapa disana. Mereka marah, berteriak dan menampakkan diri.

Lebih gila lagi, si pangeran cemara yang berusaha bangkit dengan label kendaraan yang sah dalam merebut makna demokrasi yakni Partai Politik, juga telah dibuat kalang kabut.

Membayangkan dia dibiarkan membuat dan membangun kendaraannya demi sahnya dia ikut dalam pesta demokrasi dengan menghabiskan dana triliunan rupiah dan ketika kendaraan itu sudah siap ngebut lalu malah direbut, gondoknya tuh...,tak terbayangkan.

Partai itu direbut orang terdekatnya dengan cara tak terduga dan lebih gila lagi, saat itu juga sang ketua baru langsung merapat kepada Jokowi. Cemara langsung kehilangan kendaraan politiknya dan gigit jari.

Mungkinkah kejadian seperti itu alamiah, hanya orang yang hobinya nonton sinetron tipi ga bermutu saja yang berpikir demikian. Selalu ada trik dan intrik dalam politik. Selalu ada cara menghabisi lawan politik dengan cara tak terduga.

Selalu ada konspirasi liar yang berkembang tentang makna "kuda troya".

Tak lama setelah peristiwa itu, Erick Thohir Menteri Negara BUMN mengumumkan akan merampingkan BUMN yang berjumlah 107 dari 27 kluster menjadi 40 dan hanya dari 12 klaster saja. Tikus-tikus rakus yang ada dan berkumpul disana makin dibuat terpojok.

Belum gema itu sempat melemah, Presiden Jokowi membuat gema itu makin terdengar dan menggetarkan isi dada para pembencinya. Dissela-sela kesibukannya, Presiden Jokowi melemparkan gagasan akan membubarkan 18 lembaga yang tak lagi efektif dan hanya membebani keuangan negara.

Dan tiba-tiba sinyal gaung yang lebih besar terdengar seolah adalah perintah eksekusi dari istana. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, mengancam bahwa aparatur sipil negara yang terbukti terlibat ideologi khilafah akan diberhentikan tidak hormat.

"ASN apabila terbukti menganut dan mendukung paham khilafah, maka terhadap ASN tersebut sesuai Pasal 87 ayat 4 huruf b UU 5/2014, diberhentikan tidak dengan hormat karena melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945," demikian Tjahyo Kumolo menyatakan.

Telkomsel sedang diacak-acak. Indikasi bahwa para radikal telah menjadikan Telkomsel menjadi sarang kini diungkit. Ditelanjangi, di obok-obok, nama pendana dan yang didanai dalam tindakan kriminal terhadap Denny Siregar pun kini sudah tak lagi punya masa depan.

Apakah semua peristiwa ini kebetulan? Ataukah ini adalah hadiah untuk rakyat pada peringatan tiga perempat abad atau 75 tahun Kemerdekaan 17 Agustus 2020 nanti? Biarlah waktu yang berbicara.

Kita hanya harus mentertawakan kebodohan mereka-mereka yang meremehkan Presiden dengan teori muka plonga plongonya. Mereka terjebak pada retorikanya sendiri.

Mereka tidak sadar sudah di incar, di giring dan kemudian dipojokkan. Presiden menikmati olokan si ikan buntal dan dalam hati berterima kasih telah membantunya.

Gara-gara ejekan si akan buntal, musuh melihatnya dengan sebelah mata. Mereka menjadi lengah.

Di Jepang, Ikan buntal memang harus dihadapi oleh koki yang ahli. Di Indonesia, "ikan buntal" jadi-jadian cukup dilayani dengan gaya ndeso, tak perlu kepintaran berlebihan.

Kini ikan buntal dan beracun itu tak lebih hanya seongok daging ikan yang siap dimangsa siapapun yang marah padanya. Racun dari mulutnya sudah tak berarti. Dia hanya akan menjadi cerita busuk tentang racun yang membinasakan dirinya sendiri.
.
.
.
Rahayu
Karto Bugel





#Jokowi #Presiden Jokowi #Jokowi Orang Baik #Jokowi Orang Hebat #Jokowi Presiden Ku #Pembenci Jokowi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 menit yang lalu

Pemerintah Minta TNI Ikut Terlibat Dalam Penanganan Terorisme di Indonesia

Beritacenter.COM - Peraturan Presiden (Perpres) yang berisi aturan kewenangan TNI dalam penanganan aksi..
47 menit yang lalu

Tips Cuan di Era Digital

Beritacenter.COM - program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Melalui..
2 jam yang lalu

Jalan Tol Penghubung Kota Sidoarjo dengan Gresik Akan Rampung Akhir Tahun 2020

Beritacenter.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Jalan tol Krian - Manyar,..
3 jam yang lalu

Bertahana di Barcelona, Chelsea Gigit Jari Datangkan Ter Stegen

Beritacenter.COM - Pupus sudah harapan Chelsea untuk memboyong kiper Barcelona Marc-Andre ter Stegen. Pasalnya,..
4 jam yang lalu

Bareskrim Mabes Polri Gerebek 2 Lokasi Pengoplosan Gas Elpiji

Beritacenter.COM - Bareskrim Mabes Polri menggerebek dua lokasi pengoplosan tabung gas elpiji bersubsidu di..
5 jam yang lalu

Kecelakaan Tunggal, Seorang Pengendara Sepeda Motor di Medan Tewas

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor berjenis kelamin perempuan tewas dalam kecelakaan tunggal di alan..
6 jam yang lalu

Panglima: TNI Harus Jadi Contoh Pelaksanaan Disiplin Prokotol Kesehatan

BeritaCenter.COM – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut situasi penyebaran virus Corona (COVID-19)..
6 jam yang lalu

Ini Alasan Polri Tahan Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking

BeritaCenter.COM – Pengacara kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, Anita Kolopaking ditahan oleh Bareskrim..
7 jam yang lalu

KKP dan Kemendes PDTT Kembali Gelar Pelatihan Bersama, Kali Ini Pembuatan Burger Tuna Rumput Laut Bagi Masyarakat Pesisir

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah..
10 jam yang lalu

Jangan DIAM, Tapi Terus BERGERAK Lawan Pembenci JOKOWI

Tahukah anda, bahwa "para kadrun" (pembenci Jokowi) sedang dan terus berusaha hancurkan citra baik Presiden Jokowi..
11 jam yang lalu

PRESIDEN JOKOWI SELALU KEDEPANKAN RAKYAT DALAM BEKERJA

Hanya Jokowi satu2nya kepala daerah yang menaikan upah buruh hingga 44% , itu terjadi pada saat Jokowi menjadi..
12 jam yang lalu

KKP Upayakan Nelayan Miliki Mata Pencaharian Alternatif

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong nelayan agar memiliki mata pencaharian..
15 jam yang lalu

Pesawat India Air Tergelincir HIngga Terbelah Dua

Beritacenter.COM - Pesawat maskapai Air India Express tergelincir saat mendarat di landasan pacu Bandara..
17 jam yang lalu

Ironi! Gas Elpiji Untuk Rakyat Miskin Volume Malah Dikurangin

Beritacenter.COM - Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Syahardiantono berhasil mengungkap..
18 jam yang lalu

PERSEPI Tanggapi Fenomena Kemunculan Lembaga Survei Baru Jelang Pilkada 2020

Beritacenter.COM - Jelang Pilkada serentak 2020, banyak lembaga survei baru yang bermunculan. Hadirnya Lembaga..
19 jam yang lalu

Bareskrim Polri Gandeng KPK Untuk Gelar Perkara Penetapan Tersangka Djoko Tjandra

Beritacenter.COM - Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang..
20 jam yang lalu

Kurikulum Darurat pada Satuan Pendidikan Jadi Jurus Ampuh Kemendikbud

Beritacenter.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Keputusan yang mengatur..
21 jam yang lalu

Sempat Terdengar Suara Ledakan di Kebakaran Pabrik di Kawasan Industri Sentul

Beritacenter.COM - Kebakaran terjadi di salah satu pabrik di kawasan Industri Sentul, Babakandmadang, Kabupaten..
21 jam yang lalu

Besaran Gaji Ke-13 PNS Ternyata Segini

Beritacenter.COM - Aturan tentang pemberian gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2020 kini, yakni..
21 jam yang lalu

Rampung Diperiksa, Djoko Tjandra Kembali Dipindahkan ke Rutan Salemba

Beritacenter.COM - Pemeriksaan intensif terhadap terpidana kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, telah dilakukan..
22 jam yang lalu

Polresta Banjarmasin Kerjasama Dengan BID Dokkes Untuk Gelar Rapid Test

Beritacenter.COM - Polresta Banjarmasin melakukan kerjasama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalimantan..
22 jam yang lalu

Gilang Predator Fetish 'Kain Jarik' Tiba di Surabaya Sejak Siang, Diperiksa di Polrestabes

Beritacenter.COM - Polisi menerbangkan predator fetish pocong, Gilang, dari Kalimantan ke Surabaya, untuk diperiksa..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi