Kamis, 13 Agustus 2020 - 15:46 WIB

"DEMO TANPA ARAH"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 16 Juli 2020 | 13:25 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Tanggal 16 Juli nanti, katanya bakal ada demo. Tuntutannya soal RUU HIP dan soal RUU Ciptakerja.

Saya melihat aneh. Pertama RUU HIP itu usulan DPR. Pemerintah sudah memberi jawaban untuk tidak membahasanya. Artinya, ngapain juga didemo lagi.

Sebetulnya isi RUU HIP itu menarik. Kontennya mengenai penguatan ideologi Pancasila. Semua fraksi sepakat memasukkan TAP MPRS XXV/1966 Sebagai salah satu cantolannya. Ketetapan itu isinya menolak semua ideologi komunis, leninisme dan marxisme. Itu juga yang menjadi konsen Presiden saat menyatakan penundaan pembahasan.

Jadi soal bangkitnya komunisme yang disuarakan, sama sekali gak beralasan. Ya, namanya juga jualan. Mereka itu apa saja diasong untuk melancarkan tekanan politik pada pemerintah.

Buktinya, pemerintah sudah menolak pembahasan, tetap saja demo. Mungkin karena demo adalah jalan ninjanya.

Ada lagi penolakan pada RUU Ciptakerja. RUU ini semangatnya untuk melakukan deregulasi perizinan usaha. Juga memayungi para pekerja agar bisa beraktivitas berdampingan dengan pengusaha dengan minim konflik.

Tapi soal ini dibakar-bakar dengan argumen yang aneh. Misalnya, RUU ini memang mengatur mengenai pekerja yang dibayar berdasarkan output dan perjam. Tapi ya, aturan itu bukan buat semua buruh.

Kan, banyak pekerja di sektor industri kecil yang dibayar borongan. Ada juga ibu-ibu yang mengisi waktu luangnya untuk bekerja dengan bayaran per jam. Nah, mereka ini yang akan dilindungi. Tapi bukan semua perusahaan akan menerapkan aturan kerja borongan atau jam-jaman.

Bagi buruh yang menjadi karyawan tetap ya, bayarnya tetap bulanan. Aturan pengupahannya beda. Tapi jangan tutup mata bahwa ada pekerja yang bekerja berdasarkan output atau borongan. Itu perlu diatur. Jangan disamaratakan cara pengaturan upahnya.

Sebetulnya ada yang menarik di sini. Ketika kanan luar, bertemu dengan gerakan buruh yang biasanya dilandasi dengan semangat kiri. Bayangin. Mereka mau menggelar demonstrasi bersama. Minyak dan air disatukan, hanya karena mau menentang kebijakan. Dan alasan kedua gerakan itu juga aneh.

RUU HIP sudah dinyatakan tidak dibahas, tetap didemo. RUU Ciptakerja yang jelas-jelas akan memberi ruang besar bagi terciptanya lapangan pekerjaan, ditentang buruh yang hidupnya bergantung dari tersedianya lapangan kerja. Apa gak lucu?

Soal RUU HIP, saya malas membahasnya. Sama kayak pemerintah. Waktunya gak pas. Dan konten usulan DPR masih banyak yang secara logika hukum melompat-lompat. Jadi, ngapain juga dibahas. Wong, DPR gak akan membahas juga

Sedangkan soal RUU Ciptakerja, saya rasa kita membutuhkannya. Dunia sedang memasuki krisis. Bahkan jika dalam kondisi normal saja, RUU Ciptakerja sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan lebih cepat. Apalagi saat krisis seperti ini.

Pada dasarnya aturan dibuat untuk seluruh masyarakat Indonesia. RUU Ciptakerja bukan hanya dibuat bagi orang yang sudah bekerja sekarang seperti kaum buruh. Tetapi yang jauh lebih penting buat mereka yang belum berkesempatan kerja. Buat adik dan anak-anak kita nantinya.

Sebab konsentrasinya adalah membuka lapangan pekerjaan.

Jadi kalau ditentang dengan logika amburadul, misalnya salah menafsir soal pengupahan dan sebagainya, ya ngaco. Gak ada yang hilang dari hak pekerja. Bahkan hak pekerja borongan juga dipikirkan aturannya.

Jadi yang diprotes apanya?

Protes kayak gitu biasanya masih menggunakan logika lama: buruh vs pengusaha. Padahal pasca-pendemi dunia berubah. Sistem produksi berubah. Masyarakat berubah. Konflik laten pekerja-pengusaha, sudah gak musim lagi. Yang ada keduanya bekerjasama menghasilkan produk terbaik. Masing-masing punya daya tawar ekonomis. Bukan daya tawar karena tekanan.

Maksudnya begini. Revolusi digital akan makin membuat orang merdeka atas hidupnya. Juga merdeka dengan keterampilannya. Ikatan pekerja-pengusaha tidak lagi dalam jangka panjang. Orang bekerja kayak panitia: ngumpul, bikin kegiatan, setelah itu bubar. Mencari kegiatan baru lagi. Begitu seterusnya.

CV anak-anak muda akan makin beragam dengan pengalaman kerja. Mereka melompat dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Jaman sekarang jarang ada orang bekerja seumur hidup untuk satu perusahaan.

Nah, kondisi baru ini harus diantisipasi dengan aturan. RUU Ciptakerja melihat aspek perkembangan seperti itu. Hanya mereka yang berpikir butek yang mau menghambat regulasi yang berniat memangkas keruwetan membuka usaha. Apalagi dengan alasan hak buruh.

Jadi gini. Aksi tanggal 16 Juli itu, aksi yang lucu. Pesertanya dari dua kelompok yang justru secara ideologi bertentangan. Mereka kini disatukan oleh kebencian yang gak jelas.

Sama saja kayak mencampurkan minyak jelantah dan air comberan.

(Penulis: Eko Kuntadhi)





Fokus : RUU HIP


#RUU HIP #Demo RUU HIP #Demo PA 212 #Demi FPI #FPI Demo


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






14 menit yang lalu

Modal Kerja Saja Tak Cukup, UMKM Juga Perlu Kepastian Pasar

Beritacenter.COM - Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan segera merealisasikan program..
21 menit yang lalu

Mahfud Md : 22 Nakes Penerima Bintang Jasa Juga Dapat Santunan Rp300 Juta Perorang

Mereka ini selain mendapat tanda jasa utama, itu juga mendapat uang santunan sebesar Rp 300 juta setiap orang tanpa..
46 menit yang lalu

INDONESIA BANGGA PUNYA PRESIDEN SEPERTI BAPAK JOKOWI

Bagi Bapak Jokowi sendiri periode kedua ini adalah periode terakhirnya memimpin bangsa ini. Di periode kedua beliau..
51 menit yang lalu

Jokowi: Pemberian Penghargaan Tanda Jasa Kehormatan Telah Melalui Pertimbangan Matang

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pemberian penghargaan tanda jasa kehormatan..
59 menit yang lalu

Presiden Jokowi Anugrahkan Tanda Jasa dan Kehormatan bagi 53 Tokoh

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugrahkan tanda jasa dan tanda kehormatan Republik Indonesia ke..
1 jam yang lalu

Geger !! Buaya Sepanjang 3 Meter Ditangkap Warga Indragiri Hilir

Beritacenter.COM - Warga Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menangkap buaya..
2 jam yang lalu

Bicara Soal Subsidi Pulsa PJJ, Menkominfo: Mulai Digulirkan September

Beritacenter.COM - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menyampaikan bahwa bantuan..
2 jam yang lalu

KENAPA JOKOWI HARUS TIGA PERIODE

Walau Presiden menolak KERAS namun tokoh Intelijen ungkap alasan kenapa Jokowi HARUS Tiga Periode. Wacana Presiden..
2 jam yang lalu

RS Bhayangkara Sumatera Barat Ditutup Usai 6 Pegawai Terpapar COVID - 19

Beritacenter.COM - Rumah Sakit Bhyangkara Sumatera Barat harus ditutup sementara usai enam pegawainya terpapar virus..
3 jam yang lalu

Prajurit Kodim 1402/Polmas Menerima Pembinaan Mental Rohani

POLMAN- Prajurit dan PNS TNI serta Persit  di wilayah Kodim 1402/Polmas menerima cerama pembinaan Mental dari..
3 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pria Sebarkan Video Mesum Mantan Kekasih di Balikpapan

Beritacenter.COM - Satreskrim Polresta Balikpapan menangkap seorang pria berinsial AL lantaran menyebarkan video..
3 jam yang lalu

Lagi Esek-esek Diatas Motor Kelakuan Muda Mudi Ini Tertangkap Camera

Beritacenter.COM - Video pasangan muda mudi sedang mesum diatas motor membuat gempar warga, kejadian ini terjadi area..
3 jam yang lalu

Jual Bocah Ingusan Ke Pria Hidung Belang, Seorang Janda Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Seorang janda mucikari prostitusi online bernama Indrid Serli Mardiana (34), harus berurusan..
4 jam yang lalu

Asik Mandi di Sungai, Setiawan Tewas Terseret Arus

Beritacenter.COM - Dandi Setiawan (14) seorang pelajar asal Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu..
4 jam yang lalu

Menteri Edhy Pastikan Iklim Usaha Budidaya Udang Terjamin Kondusif

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo memastikan Pemerintah akan menjamin iklim usaha..
6 jam yang lalu

Mendukung Penguatan BPIP Lewat Undang-Undang

Penguatan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi sesuatu yang sangat diperlukan. Penguatan tersebut bisa..
7 jam yang lalu

Mewaspadai Kamuflase Gerakan Eks HTI

Komunitas HTI agaknya belum mau diangap "mati". Pasalnya ormas ini masih getol menyuarakan paham khilafah (khilafah..
7 jam yang lalu

Upaya Dongkrak Nilai Tukar Pembudidaya Ikan, KKP Terus Salurkan Bantuan Pakan Ikan Mandiri di Masa Pandemi Covid-19

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP)..
10 jam yang lalu

Dahsyat! 7 Tanaman Ini Ternyata Ampuh Sembuhkan Penyakit Batu Ginjal-Diabetes

Beritacenter.COM - Kekayaan alam Indonesia memang patut disyukuri. Ada banyak tanaman obat yang punya manfaat untuk..
12 jam yang lalu

Pedagang Sembako Dikeroyok Sekelompok OTK di Ciputat Timur

Beritacenter.COM - Seorang pedagang sembako bernama Ghozy Mubarak Alakhyar menjadi korban pengeroyokan oleh..
14 jam yang lalu

Empat Pekerja Tower di Sumedang Tewas Usai Terjatuh dari Ketinggian 30 Meter

Beritacenter.COM - Nasib nahas menimpa empat pekerja tower di Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat...
15 jam yang lalu

Cegah Penyebaran Virus Corona, Polri Tambah Personel Untuk Tingkatkan Kedisiplinan Masyarakat

Beritacenter.COM - Polisi Republik Indonesia (Polri) akan menambah jumlah personel untuk melakukan berbagai kegiatan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi