Kamis, 13 Agustus 2020 - 23:22 WIB

PEMBAKARAN POSTER RIZIEQ, DRAMA SENGKUNI JILID DUA

Oleh : Indah Pratiwi | Jumat, 31 Juli 2020 | 10:03 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Ketika beredar video pembakaran poster Rizieq di grup-grup WA relawan, saya langsung meminta teman-teman untuk tidak menyebarkan. Berharap agar video tersebut tidak viral dibicarakan. Karena jelas, efeknya akan panjang. 212 bisa terulang andai ada pendana “lebaran kuda.”

Satu hal yang aneh dan sangat fundamental adalah sikap berlebihan, dari orang-orang yang katanya adalah relawan Jokowi dan anti Rizieq FPI.

Sejauh ini, orang-orang kita tak pernah ada yang gila. Menyerang FPI membabi buta. Karena kita adalah kumpulan orang waras. Selain itu, kita adalah pendukung pemerintah yang sangat-sangat perhitungan. Jarang demo karena banyak kerjaan.

Orang-orang kita itu, jangankan demo, mau diajak nongkrong pun susah. Saking banyaknya kerjaan atau tugas. Kalaupun nongkrong atau ketemu, yang dibahas ya kerjaan lagi.

Keanehan selanjutnya adalah FPI melalui Sobri Lubis mengatakan bahwa FPI siap perang. Felix Siauw pengasong khilafah menyebut mereka yang membakar poster Rizieq adalah Partai Klepon Indonesia.

Kalau soal FPI marah-marah, itu sudah biasa. Jangankan poster Rizieq dibakar, kita tertawa pun mereka bisa marah. Tapi kenapa Felix mengarahkan pada partai?

Tentu bukan sebuah kebetulan kalau beberapa saat selanjutnya, kantor DPC PDI Perjuangan di Megamendung Bogor dilempar bom molotov.

Memang agak tidak masuk akal. Kenapa yang diserang malah kantor PDIP? Sementara yang membakar poster Rizieq bukan kader partai. Hanya orang yang mengaku relawan Jokowi, dan jujur kita tidak tau apa benar begitu? Apa iya mereka relawan? Apa yang mereka lakukan sejauh ini sampai mengaku sebagai relawan?

Rupana, berdasarkan penelusuran diskusi di grup-grup WA kawan sebelah, bahwa yang bertanggung jawab dan membakar poster Rizieq adalah Boedi Djarot.

Rumah Boedi sudah didatangi massa FPI dan tidak ada orangnya. Kemudian Boedi dikabarkan bersembunyi di kantor DPC PDIP Megamendung Bogor. Isu inilah yang kemudian dijadikan alasan untuk menyerang kantor PDIP.

Jadi sederhananya, kasus pembakaran poster Rizieq dijadikan pemicu untuk membangun konflik antara PDIP dan FPI.

Saya jadi teringat dengan kasus pembakaran bendera PDIP oleh ormas gabungan, termasuk FPI di dalamnya. Kasus tersebut menuai reaksi keras dari kader partai. Beruntung mereka masih taat pada pimpinan dan Sekjen Hasto Kristianto responsif memberikan arahan. Sehingga kasus tersebut ditempuh lewat jalur hukum.

Bisa dibilang, pancingan agar kader PDIP bersikap keras dan arogan gagal total. Lalu sekarang dari pihak FPI yang dipancing dengan pembakaran poster Rizieq.

Melihat respon FPI yang katanya siap perang, dan mengklaim mereka punya hukum adat dan hukum Allah, maka jelas isu ini ada potensi diperpanjang. Entah dengan membuat gerakan terpusat di Monas, atau penyerangan massif di berbagai kota. Tergantung logistiknya. Kalau logistiknya kecil, maka akan ada aksi di Monas.

Kecurigaan dan kesimpulan saya ini kemudian mendapat ‘konfirmasi’ dari berita lama, 2013. Rupanya Boedi Djarot adalah Caleg PAN daerah pemilihan Jogjakarta.

Jejak digital ini sangat berarti karena PAN identik dengan Amien Rais. Aktor berpengaruh dalam kerusuhan 1998. Meskipun katanya sekarang sudah dipecat, tapi majunya Boedi kan di tahun 2013. Saat Amien Rais masih kuat-kuatnya di PAN.

Sehingga pertanyaannya, apakah Boedi Djarot memang sedang berperan untuk menciptakan konflik horizontal? Atas arahan Sengkuni. Lalu puncaknya mengulang kerusuhan 98?

Secara politik, ini adalah upaya untuk mengganggu PDIP. Harapannya, kader atau simpatisan partai bersikap reaktif dan melakukan pembalasan. Agar simpati rakyat berkurang dan dominasi PDIP di pemilu selanjutnya jadi berkurang. Di even terdekat, jelas Pilkada akhir tahun ini.

Karena PDIP sedang dalam perjalanan mencetak rekor sejarah yang akan sangat sulit dicapai oleh partai lain. Kemenangan 3 kali berturut-turut.

PDIP sebagai partai senior nampaknya paham betul dengan pola seperti ini. Sehingga sikap partai yang mempercayakan kasus pembakaran bendera pada mekanisme hukum, rupanya mendapat respon positif dari masyarakat. PDIP yang diserang justru mendapat simpati. Ini dibenarkan lewat survei elektabilitas partai.

Selanjutnya ya kita lihat saja apakah FPI akan merespon dan membuat gerakan massif? Ataukah cukup di pernyataan perang saja? Karena bagaimanapun, sebuah aksi harus ada logistiknya. Kalau tak ada jawaban dari donatur “lebaran kuda” maka tak akan ada aksi.

Terakhir, kita sedang dalam krisis ekonomi dan sosial. Covid yang digoreng media itu kini menjadi momok menakutkan, lebih ngeri dari yang seharusnya. Banyak negara mengalami resesi, Indonesia juga harus hati-hati. Mestinya, kita semua berpikir agar negara ini selamat. Bukan malah memperparah dan memanfaatkan momentum untuk memastikan terjadi krisis atau terjadi lebih cepat. Begitulah kira-kura. 

 

Sumber : Sewod





#Rizieq #Pembakaran Poster HRS


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






32 menit yang lalu

Gunung Sinabung Kembali Meletus Malam Ini, Warga Diminta Pakai Masker dan Amankan Air Bersih

Beritacenter.COM - Gunung Sinabung yang terletak di Sumatera Utara kembali dikabarkan meletus pada Kamis (13/8/2020)..
1 jam yang lalu

Cabuli Bocah di Bawah Umur, Kuli Bangunan di Surabaya Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi mengamankan seorang kuli bangunan di Surabaya karena diduga telah melakukan pencabulan..
1 jam yang lalu

Indonesia Berhasil Uji Coba Vaksin Virus Corona, Erick : Bangsa Lain Kaget

Beritacenter.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan bahwa Indonesia telah berhasil..
2 jam yang lalu

Berstatus Zona Oranye, Pasien COVID-19 di RS Surabaya Terus Berkurang Selam Dua Pekan

Beritacenter.COM - Pasca menjadi zona oranye, wilayah Surabaya mengalami penurunan jumlah pasien COVID-19. Selama dua..
2 jam yang lalu

KPK Kembali Tahan Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin

Beritacenter.COM - Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus..
3 jam yang lalu

Kabar Gembira, Tanggal Peluncuran iPhone 12 Akhirnya Bocor!

Beritacenter.COM - Apple disebut-sebut akan meluncurkan iPhone 1`2 pada akhir 2020 nanti. Tanggal peluncuran iPhone..
3 jam yang lalu

Menteri Edhy Dorong Perbaikan PPN Pengambengan Buat Bahagiakan Nelayan

Beritacenter.COM - Kolam labuh berperan penting bagi kapal perikanan untuk melakukan kegiatan bongkar muat di..
4 jam yang lalu

Hujan Deras di Jakarta Sore Tadi Berimbas Genangan Banjir di 3 RT dan 6 Jalan

Beritacenter.COM - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta sore tadi, berimbas banjir yang menggenangi..
4 jam yang lalu

Cegah Postingan Disinformasi Covid-19, Facebook Ingatkan Pengguna Dengan Pop-up Notification

Beritacenter.COM - Maraknya postingan disinformasi terkait Covid-19, Facebook melakukan beragam upaya untuk..
4 jam yang lalu

Berbenah di Sektor Farmasi, Jokowi Setujui Pembangunan RS Internasional di Bali

Beritacenter.COM - Pemerintah akan berencana membangun rumah sakit internasional di bali. Hal tersebut dilakukan..
5 jam yang lalu

Tak Sanggup Bayar Gaji, Juventus Siap Lepas Ronaldo

Beritacenter.COM - Manajemen Juventus dikabarkan akan menjual mega bintang Cristiano Ronaldo pada bursa transefer..
5 jam yang lalu

Korban Penembakan Kelapa Gading Pengusaha Pelayaran, Polisi Buru Pelaku!

Beritacenter.COM - Aksi penembakan dilaporkan terjadi di Ruko Royal Square Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara,..
5 jam yang lalu

Nora Alexandra Jenguk Jerinx ke Mapolda Bali, Bawa Nasi Hainan-Brokoli dan Buku

Beritacenter.COM - Nora Alexandra, istri drumer Superman is Dead, 'Jerinx', menyambangi Mapolda Bali. Nora datang ke..
6 jam yang lalu

KKP Latih Masyarakat Sulteng Diversifikasi Olahan dan Penyuluh 6 Provinsi Teknis Budidaya Ikan

Beritacenter.COM - Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal untuk membangun sektor kelautan dan perikanan..
6 jam yang lalu

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pengganjal ATM di Tambora

Beritacenter.COM - Dua pelaku ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) diringkus Polsek Tambora. Kedua pelaku..
6 jam yang lalu

Pemerintah Kembangkan Keuangan Syariah Inklusif Melalui iPesantren

Beritacenter.COM - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir..
6 jam yang lalu

BNN Sergap Truck Pengangkut Sabu dan Ganja

Beritacenter.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Heru Winarko mengatakan bahwa pihaknya berhasil..
7 jam yang lalu

Langit Gelap dan Hujan Petir Guyur Jakarta, Pengendara Diminta Waspada dan Hati-hati

Beritacenter.COM - Hujan deras disertai angin kencang diperkirakan akan mengguyur wilayah Jakarta sore ini. Pantauan..
7 jam yang lalu

Sindir Amien Rais, PPP : Tidak Boleh Dendam Politik Berkepanjangan

Beritacenter.COM - Sekertaris Jendral (Sekjen) PPP Achmad Baidowi menyindir politikus senior Amien Rais harus..
7 jam yang lalu

Aksi Penembakan Dilaporkan Terjadi di Kelapa Gading Jakut, Satu Orang Tewas

Beritacenter.COM - Aksi penembakan diketahui terjadi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, siang ini. Aksi..
7 jam yang lalu

Modal Kerja Saja Tak Cukup, UMKM Juga Perlu Kepastian Pasar

Beritacenter.COM - Pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) akan segera merealisasikan program..
7 jam yang lalu

Mahfud Md : 22 Nakes Penerima Bintang Jasa Juga Dapat Santunan Rp300 Juta Perorang

Mereka ini selain mendapat tanda jasa utama, itu juga mendapat uang santunan sebesar Rp 300 juta setiap orang tanpa..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi