Selasa, 26 Januari 2021 - 03:37 WIB

DJOKO TJANDRA, BURONAN ERA SBY DITANGKAP DI ERA JOKOWI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 01 Agustus 2020 | 11:15 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Djoko Tjandra, koruptor busuk yang mendapatkan servis dari anak buah Anies, akhirnya ditangkap oleh kepolisian Republik Indonesia, dan saat ini, buronan kasus pengalihan hak tagih alias cessie Bank Bali senilai ratusan miliar itu, diterbangkan dari Malaysia ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Penangkapan koruptor di era SBY yang terjadi di era Joko Widodo ini sungguh-sungguh menampar keras-keras muka para pemimpin terdahulunya. Joko Widodo berhasil menegakkan hukum. Sebagai presiden Republik Indonesia, Jokowi bisa dikatakan mempertaruhkan jabatannya dengan kasus-kasus besar.

"Mengarah ke Indonesia. Sudah mau take off dari Malaysia," ujar Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada detikcom, Kamis (30/7/2020).

Sebenarnya presiden Joko Widodo ini adalah sosok yang bisa dikatakan kena sial. Kenapa? Karena dia harus mengurus sampah-sampah yang dihasilkan oleh pemimpin terdahulunya. Dia dipaksa untuk mengurusi berbagai proyek mangkrak di era pemimpin sebelumnya. Satu per satu dibereskan oleh beliau.

Tapi saking banyaknya proyek mangkrak yang tidak selesai, beberapa pun didiamkan Itu sih kalau proyek ya. Tapi kalau buronan yang gak jelas di era sebelumnya, itu mau tidak mau harus diurus, diusut sampai tuntas. Kasus penegakan hukum yang cacat di era sebelumnya, menjadi PR yang menumpuk.

Kalau mau dikata, Joko Widodo ini ibarat pemulung yang disuruh pungut-pungut sampah yang dibuat dan begitu membuat negara ini busuk. Untungnya, Joko Widodo telaten, dia orang kecil yang menjalankan tugasnya dengan telaten.

Dia setia kepada hal-hal yang kecil. Termasuk menegakkan hukum, dan membiarkan proses hukum berjalan dengan jelas. Saya bersyukur melihat bagaimana Joko Widodo berhasil menangkap Djoko Tjandra, yang bisa-bisanya mendapatkan servis dari Lurahnya si Anies Baswedan, pemimpin rasis itu.

Djoko Tjandra ini adalah sosok yang sempat dianggap sebagai Superman. Kenapa? Karena sebagai buronan, dia bisa dengan invisible alias tidak terlihat, dan juga invincible alias memiliki kekuatan besar, bisa mondar-mandir Indonesia untuk membuat KTP, bahkan sebelum kantor lurah buka.

Bahkan Anita Kolopaking, pengacara Djoko Tjandra pun diduga melakukan konsolidasi dan rapat persiapan penerimaan Djoko Tjandra di kantor lurah. Djoko pun seperti diberikan karpet merah, untuk datang, duduk manis di hadapan kamera, difoto lewat kamera SLR, lalu dalam waktu kurang dari dua jam alias seratus dua puluh menit atau sekitar 7200 detik menghitung mundur, KTP pun jadi.

Selain diservis oleh pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta, Djoko Tjandra pun diservis dengan luar biasa oleh anggota Polisi, yang pada akhirnya dipecat langsung secara tidak hormat. Bedanya sama Anies apa? Kalau Polri memecat dengan tidak hormat anggotanya yang kedapatan main mata dengan Djoko. Sedangkan Anies hanya Menonaktifkan. Seperti HP, gak dibuang, tapi dimatikan sementara, kemudian dinyalakan lagi kalau perlu. Gitu kah?

Bravo Polri! Di bawah kepemimpinan Kapolri Idham Azis dan berkat kerjasama luar negeri Menteri Luar Negeir Retno, Djoko Tjandra pun dijemput dari Malaysia ke Indonesia. Dia akan diborgol seperti buronan perempuan dari era SBY yang juga bikin bank negara merugi pada saat itu.

Pengacara Djoko Tjandra Anita Kolopaking pun masuk paket jadi tersangka. Kenapa dia jadi tersangka? Karena Anita Kolopaking ini diduga melancarkan buronan Djoko Tjandra untuk keluar masuk Indonesia dengan mudah. Anita Kolopaking pun dicekal, agar kejadian seperti Rizieq yang kabur sebelum dicekal, tidak terjadi lagi.

Penyidik sudah mengantongi dan menyita banyak barang bukti antara lain surat jalan serta surat keterangan pemeriksaan Covid 19 atas nama Djoko Tjandra, kliennya. Polisi langsung membungkus kedua orang ini, untuk ditelusuri dan diadili seadil-adilnya lewat hukum yang berlaku.

Joko Widodo berhasil membangun kepercayaan publik yang sempat rontok karena ada anggota kepolisian yang terlibat dalam memuluskan Djoko Tjandra, kemudian anak buah si Anies yang memberikan servis memuaskan kepada koruptor ratusan miliar itu.

Djoko Tjandra seharusnya sudah dipenjara sejak 2009, dan seharusnya tahun 2011 dia sudah bebas karena dihukum 2 tahun penjara dengan denda 15 juta saja. Tapi dia memilih untuk kabur, dan menantikan hukuman yang jauh lebih berat menanti di depan mata.

Kalau saya jadi dia, mending saya hidup baik-baik di penjara 2 tahun, lalu 2011 bebas, kemudian bisa hidup baik-baik juga. Kenapa deh malah memilih kabur? Karena dapat restu dari pemimpin baperan? Wah enak sekali. Tapi sekarang, tidak ada lagi tuh namanya santai-santai menikmati pelesiran di luar negeri.

Joko menangkap Djoko. Tirulah Jokowi.

Sumber: https//s.id/nYaSN 

#DejaVu





#Djoko Tjandra #Bareskrim Berhasil Tangkap Djoko Tjandra #Djoko Tjandra Berhasil Ditangkap #Di Era Jokowi Djoko Tjandra Berhasil Ditangkap


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Polri Kirim 174 Ribu Lebih Paket Sembako untuk Korban Bencana di Kalsel dan Sulbar

Beritacenter.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengirim sebanyak 174 ribu paket sembako untuk korban..
2 jam yang lalu

Minta Anies Mundur dari Jabatannya, Ali Lubis Mendapat Teguran Partai Gerindra

Beritacenter.COM - Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis meminta Gubernur DKI Anies Baswedan mundur dari..
3 jam yang lalu

Mantap ! Polisi Berhasil Tangkap 3 Tersangka Tawuran Maut di Bekasi, 2 Orang Buron

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menangkap tiga pelaku tawuran maut yang terjadi di Medan Satria, Kota Bekasi, pada..
4 jam yang lalu

Polisi Cek Kejiwaan Pemeran Perempuan dalam Video Mesum di Halte Bus Senen

Beritacenter.COM - Polres Metro Jakarta Pusat mengetest kejiwaan pelaku pemeran perempuan yang diduga mesum dengan..
4 jam yang lalu

Kedapatan Bawa Sabu, Cucu Sultan Bali Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap Cucu Raja Pemecutan, Denpasar, Bali lantaran kedapatan..
5 jam yang lalu

Diserang Isu Taliban dan Radikalisme, KPK : Kami Curiga ada Pihak yang Punya Tujuan Tertentu

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron memastikan tidak ada radikalisme dan..
5 jam yang lalu

Pesan 100 Unit GeNose C19, Ganjar : Saya Gatakut Kasus Covid-19 Meningkat Akibat Tracing

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memesan sebanyak 100 unit GeNose C19 untuk ditaruh di..
6 jam yang lalu

Tim DVI Polri Kembali Identifikasi 4 Jenazah Korban Sriwijaya Air Hari Ini

Beritacenter.COM - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifkasi empat jenazah korban..
6 jam yang lalu

Mendagri Sebut Tanah Air Butuh Percepatan Vaksinasi Untuk Tingkatkan Herd Immunity

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebutkan bahwa percepatan serta kerempakan..
7 jam yang lalu

Chelsea Resmi Pecat Frank Lampard Hari Ini

Beritacenter.COM - Chelsea akhirnya resmi memecat Frank Lampard sebagai manajer. Keputusan itu disampaikan Chelsea..
7 jam yang lalu

Tommy Soeharto Gugat Pemerintah soal Penggusuran, ATR: Sudah Ganti Rugi, tapi Dianggap Kurang

Beritacenter.COM - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat Kementerian ATR/BPN dan beberapa pihak lain..
7 jam yang lalu

Satgas COVID : Vaksin Tak Bisa Buat Kebal 100% dari Corona Jika Baru Sekali Suntik

Mengingatkan bahwa vaksin apabila baru satu kali disuntikkan dosisnya tidak bisa membuat kebal 100 persen dari Covid-19
8 jam yang lalu

Pulang Dinas dari Luar Kota, Bupati dan Wabup Pangandaran Dinyatakan Positif Covid-19

Beritacenter.COM - Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati (Wabup), Adang Hadari dinyatakan positif..
8 jam yang lalu

Polisi : Perempuan Pemeran Video Mesum di RSUD Dompu Positif COVID-19

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian menyebut perempuan pemeran video mesum di ruang isolasi pasien COVID-19 RSUD..
8 jam yang lalu

Pergoki Suami Selingkuh, Wanita Ini Nekat Naik ke Kap Mobil yang Melaju Kencang

Beritacenter.COM - Sebuah video memperlihatkan aksi seorang wanita yang nekat naik ke kap mobil yang tengah melaju..
9 jam yang lalu

Sempat Dilarang Trump, Biden Bakal Cabut Larangan Transgender Jadi Tentara

Beritacenter.COM - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, disebut bakal mencabut larangan transgender..
9 jam yang lalu

Rabu Pekan Ini, Presiden Jokowi Bakal Lantik Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri..
10 jam yang lalu

Bareskrim Panggil Ambroncius Nababan Terkait Kasus Rasisme ke Natalius Pigai

Beritacenter.COM - Penyidik Bareskrim Polri telah melayangkan surat panggilan kepada Ambroncius Nababan terkait kasus..
10 jam yang lalu

Arsenal Selangkah Lagi Datangkan Pemain Real Madrid

Beritacenter.COM - Klub raksasa Inggris Arsenal dikabakaran selangkah lagi akan mendapatkan pemain Real Madrid Martin..
10 jam yang lalu

PNS Terduga Teroris di Langsa Pegawai di Majelis Adat Aceh, Bekerja Sekitar 5-6 Tahun

SJ pegawai di Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Timur. Dia sudah di MAA sekitar 5 atau 6 tahun
11 jam yang lalu

Baru Saling Kenal, Wanita yang Oral Seks di Halte Senen Ngaku Dibayar Rp 22 Ribu

Beritacenter.COM - MA (21), Pelaku wanita yang melakukan aksi mesum oral seks di halte bus dekat SMKN 34 Kramat..
11 jam yang lalu

Kunjungi Warga Positif Rapid Antigen yang Dikucilkan Tetangga, Kapolres Nganjuk : Mereka Butuh Disimangati!

Betul saya mengunjungi pasien di rumahnya yang memang ada pengucilan dari warga sekitar. Kemarin siang Minggu sekitar..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi