Minggu, 20 September 2020 - 04:10 WIB

Pancasila Sudah Final, Tolak Komunisme dan Radikalisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 11 Agustus 2020 | 06:28 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Edward Krey Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Pancasila merupakan ideologi bangsa yang sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Apalagi digantikan oleh ideologi lain. Tentu bukan Indonesia namanya jika bukan pancasila.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menegaskan bahwa pemerintah tetap akan menolak kebangkitan komunisme melalui Rancangan undang-undang (RUU). Pancasila sudah tentu tidak bisa diganti atau ditukar dengan ideologi lain. Menjaga dan mengamalkan Pancasila sudah merupakan keniscayaan. Karena dengan pancasila Indonesia mampu bergerak menuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Biarkan pancasila gagah dan perkasa menjadi dasar negara. Jangan pernah lukai nilai-nilai pancasila yang luhur dan terpuji. Sehingga buah pikir dari founding father Indonesia ini wajib dilindungi dari berbagai ideologi ingin merusak nilai-nilai pancasila.

Bangsa Indonesia pernah terluka dengan ideologi komunis pasca kemerdekaan, kekejaman Partai Komunis Indonesia tidak pernah terlupakan oleh buku sejarah Indonesia.

Sekjen PBNU Abdul Mun’in DZ mengatakan, ada beberapa alasan komunisme tidak boleh muncul kembali di Indonesia. Pertama, Komunisme telah melawan prinsip ketuhanan. Hal ini karena komunisme tidak mengenal adanya Tuhan. Sedangkan di Indonesia sudah jelas tertulis pada sila pertama Pancasila yang menyebutkan “Ketuhanan yang Maha Esa”. Dari sila pertama saja, konsep komunisme sudah tertolak.

Komunisme sendiri dibangun atas dasar filsafat logika dialektika materialisme. Yang memahami segala sesuatu itu terbentuk dari materi konkrit indrawi. Sehingga bagi penganut komunisme mereka tidak percaya pada hal yang bersifat ghoib karena hal itu tidak materi indrawi.

Islam sudah sangat jelas menolak cara berpikir komunisme yang menganggap agama sebagai candu. Karena Islam meyakini, bahwa dengan agama manusia akan mengetahui nilai kebenaran dan kebaikan serta dapat membedakan mana yang mudharat dan munkar.

Kedua, dari sisi sosial, Komunisme mengajarkan pertentangan kelas. Misalnya, pertentangan kelas antara buruh dan majikan, kaya dan miskin, tuan dan bawahan. Padahal prinsip tersebut akan terus mengadu domba antara pihak yang merasa tertindas dan ditindas, sehingga tidak tercipta suasana yang harmonis.

Ketiga, komunisme jelas mengajarkan bagaimana melakukan agitasi dan propaganda kepada lawan politik. Sedangkan hal tersebut tidak dibernarkan. Pasalnya, Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai kebenaran dan jujur termasuk dalam berpolitik. Sejarah mencatat PKI telah melakukan pemberontakan hingga memakan korban jenderal TNI dan masyarakat sipil.

Selain paham komunis, paham radikal juga sangat besar dampaknya jika sampai menyebar ditengah masyarakat. Apalagi paham ini tidak mengenal apa yang namanya toleransi dalam beragama.

Gerakan radikalisme ini telah meresahkan banyak orang karena mereka melakukan penyerangan dengan tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Padahal membuat keadaan menjadi tidak nyaman dan meresahkan merupakan kegiatan yang mengganggu tatanan hidup orang banyak.

Jika ada sekelompok orang yang mengatasnamakan Tuhan dalam melakukan aksi radikalnya, tentu saja radikalisme menjadi bukti bahwa ideologi ini seakan menghilangkan rasa kasih sayang antar sesama manusia.

Kita semua tentu harus sadar bahwa dalam beragama tidak bertujuan untuk membenci sesama manusia yang berbeda pemahaman, justru dalam belajar beragama haruslah mampu menguatkan perdamaian sesama makhluk Tuhan.

Ideologi Pancasila menolak semua paham radikalisme dan terorisme. Kedua paham ideologi ini terbukti membahayakan negara Indonesia dan banyak negara lainnya. Hal ini dikarenakan radikalisme merupakan paham yang mengesahkan ketegaan. Secara ilmiah biasanya dikaitkan dengan tawaran – tawaran solusi yang mendasar dalam memperbaiki masyarakat.

Nyatanya, secara sosial dan politik paham radikalisme justru menjebak masyarakat dalam perilaku tega kepada sesama manusia. Terorisme identik dengan kejahatan pengrusakan fasilitas yang berdampak timbulnya rasa takut yang meluas dan mengarah kepada atau mengakibatkan terbunuhnya manusia.

Ideologi memegang peranan vital kekuatan negara. Para pendiri bangsa dan negara melalui musyawarah untuk mufakat mencapai kesepakatan luhur tentang pancasila sebagai dasar negara, Bangsa yang sangat besar dan majemuk ini berhak dan membutuhkan sebuah payung integratif yang kuat dengan norma – norma yang dapat menopang sebuah peradaban besar.

Indonesia beruntuk memiliki pancasila yang menjadi ideologi bangsa dan menyatukan segala ragam suku, bangsa dan agama. Kekayaan ini tentu harus dijaga dengan tetap berpegang teguh pada Pancasila.

 





Fokus : Pancasila


#NKRI Harga Mati #Pancasila #Pancasila Ideologi Bangsa #Saya Indonesia #Saya Pancasila


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 jam yang lalu

Beda Ahok Beda Jokowi

Keseruan geliat politik sepertinya akan kembali bangun. Riuh suara Ahok mengingatkan kita saat dia menjadi Gubernur..
10 jam yang lalu

MEMBACA POLITIK INDONESIA: Presiden JOKOWI Tengah Menghadapi RADIKALISME Yang Merupakan Produk CIA-AS Sejak 1965-Sampai Dengan Hari Ini

" Jika kau Islam jadilah Islam Indonesia yang tidak ke arab-araban, jika kau Kristen jadilah kristen Indonesia yang..
11 jam yang lalu

5 Manfaat Makan Kuaci untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kuaci merupakan makanan yang biasa kita jumpai saat kumpul bersama teman atau keluarga. Tapi..
12 jam yang lalu

BEDA LEVEL SYEIKH ALI JABER DENGAN RIZIEQ SHIHAB

Kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika sedang menyampaikan ceramah di salah satu masjid di Lampung..
13 jam yang lalu

KKP Dorong Budidaya Teripang untuk Tingkatkan Ekspor

Beritacenter.COM - Saat membuka webinar bertajuk Akuakultur Teripang di Indonesia, Kamis (17/9), Direktur Jenderal..
14 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Tiga Pemuda di Sumsel Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Febriansyah (24) diamankan Satresnarkoba Polres Lahat, Sumatera Selatan..
15 jam yang lalu

Akhirnya Wanita Jelek Pencuci Bendera Merah Putih Dengan Sikat WC Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Belum lama ini video menginjak-injak bendera merah putih membuat gempar media sosial, tidak hanya..
15 jam yang lalu

Ngeri!!! Penampakan Ratusan Susuk Dalam Tubuh, Kok Bisa ?

Beritacenter.COM - Ratusan susuk bersarang didalam tubuh manusia yang tertangkap oleh Xray. Foto ini viral di..
16 jam yang lalu

Ketua KPU Positif Terpapar Virus Corona

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman terpapar positif virus corona. Hal itu disampaikan..
17 jam yang lalu

Viral di Medsos, Seorang Pria Berkendara Sambil Bawa Parang

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan bernama Daeng Ngalie (57)..
18 jam yang lalu

Jadi Klaster Tertinggi Penyebaran Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Beritacenter.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di jajaran..
18 jam yang lalu

Kecanduan Film Dewasa, Dua Orang Remaja Nekat Cabuli Bocah di Bawah Umur

Beritacenter.COM - Dua orang remaja, NA dan JA warga kecamatan Padureso, Kebumen cabuli bocah yang masih berusia..
19 jam yang lalu

Kemenhub Terbitkan Permenhub Tentang Bersepeda, Apa Saja Aturannya

Beritacenter.COM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub)..
20 jam yang lalu

Catat! Mulai 21 September Pengguna KRL Wajib Pakai Masker 3 Lapis-Medis

Beritacenter.COM - Baru-baru ini penggunaan masker jenis scuba dan buff dinilai belum efektif untuk mencegah..
1 hari yang lalu

Bertambah Lagi, Satu Perawat di Sulsel Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Beritacenter.COM - Seorang perawat pasien Covid-19 bernama Khaerul Arham (28) meninggal dunia usai terkonfirmasi..
1 hari yang lalu

Indonesia Terima Bantuan 20 Juta Vaksin Covid-19 dari UEA, Luhut : Nanti Ditambah 10 Juta Lagi

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan..
1 hari yang lalu

Presiden AS Tak Akan Hadir Dalam Sidang Majelis Umum PBB

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tidak akan mengikuti sidang Majelis Umum PBB..
1 hari yang lalu

Polisi Temukan Ladang Ganja di Begkulu, 1.500 Batang Tanaman Ganja Diamankan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengungkap perkebunan ganja di Bengkulu. Dalam kasus itu,..
1 hari yang lalu

Pemuda dan Mahasiswa Papua Dukung Pemerintah Lanjutkan Otsus Papua

Beritacenter.COM - Para tokoh pemuda dan Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan diri Aktivis Cinta Papua menyatakan..
1 hari yang lalu

Gubernur Jabar : OTG Akan Diisolasi di Hotel Bintang 3

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengubah sejumlah hotel di wilayahnya menjadi tempat isolasi..
1 hari yang lalu

Polres Depok Akan Segera Terapkan Tilang Elektronik di Jalan Margonda Pekan Depan

Beritacenter.COM - Polres Metro Depok akan segera menerapkan ETLE/electronic traffic law enforcement (Tilang..
1 hari yang lalu

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini, coblosan diawasi dengan sangat ketat karena..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi