Minggu, 20 September 2020 - 04:01 WIB

Bangun dan Jatuhnya Amin Rois

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 11 Agustus 2020 | 07:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


"His days are numbered," kata Amien Rois kepada wartawan Associated Press di Senayan, menjelang pengunduran diri Suharto pada 1998.

Gagah sekali adegan itu. Gagah yang pantas, karena hasil perjuangan. Untuk bisa orasi di Senayan ia harus berjuang menampung lemparan botol Aqua dari mahasiswa. Ya tentu, mahasiswa Jakarta kok disuruh dengar dosen Jogja. Masih untung Jakarta; kalau kejadiannya di Surabaya entah bagaimana nasibnya. Bisa-bisa berimbas eksodus OAJ (Orang Ashli Jogja) dari Surabaya, balik ke Jogja, demo besar-besaran dan bakar habis semua bangunan di Jogja.

Amien sangat taktis mengelola pengakuan yang disematkan media kepadanya. Saat ia sudah dipandang sebagai "penggerak mahasiswa", bukan penguntit, ia menjadi elit reformis yang pertama kali menolak tuntutan pembubaran Golkar.

Padahal pembubaran itu butir teringan dari tuntutan mahasiswa, setelah pengadilan rakyat tidak dipenuhi. Kelak, praktis hanya 2 poin tuntutan yang terpenuhi, yaitu Otda dan Amandemen UUD. Ada 1 lagi yang dipenuhi, yaitu penghapusan dwifungsi (pensiunan) tentara; namun kelak dipulihkan setahap demi setahap, melalui estafet lintas rezim.

Legitimasi Amien semakin meroket saat pada September 1998 ia menyatakan "Prabowo harus dimahmilkan". Kepada Munir beserta keluarga korban penculikan aktivis saat itu, Amien bahkan menyatakan akan memperjuangkan penyidikan terhadap Prabowo hingga ke Komisi Tinggi HAM di Jenewa.

Walhasil panggung reformasi 1998 menjadi momentum eksistensi Poros Jogja dalam Kelompok Ciganjur : Amien dan Hamengkubuwono X. Sementara Poros Reformis yang sesungguhnya, Gus Dur dan Megawati, menjadi target jangka panjang devide et impera.

Mega menjadi sasaran pertama gambit Amien. Walau PDIP menang Pemilu 1999, Mega gagal menjadi presiden; sebab pemilihan presiden masih melalui musyawarah MPR. Sedangkan kemenangan PDIP jauh dari mutlak, hanya selisih sedikit dari runner-up : Golkar. Penyelamatan Golkar dari pembubaran mendatangkan buah manis. Dalam waktu kurang dari 1 tahun, sukses memubazirkan Reformasi.

Amien pun mengkapitalisasi tanggungnya keunggulan PDIP di parlemen. Ia mendirikan Poros Tengah, menyatukan kekuatan partai-partai Islam dalam satu koalisi. Persis yang dilakukan Suharto pada 1973 saat memaksa 5 partai Islam masuk PPP.

Bahwa Amien tidak menjadi pilihan Poros Tengah untuk jadi Presiden, bukanlah hambatan berarti. Lebih baik Gus Dur naik duluan untuk ditumbangkan bersama-sama kemudian, daripada ia yang naik duluan untuk dikeroyok kemudian.

Pemerintahan Gus Dur menghadapi gelombang demi gelombang serangan. Dari cercaan terhadap lawatannya ke mancanegara, konflik horizontal lintas daerah, reaksi masif terhadap pemecatan menteri-menteri korup hingga pembubaran 2 kementerian, hingga pamungkasnya tuduhan korupsi Buloggate.

Serangan Amien sendiri kepada Gus Dur sebenarnya nanggung. Kasus Buloggate sebagai alasan tunggal pemakzulan, amat lemah; sebab Mahmakah Agung sudah membuktikan Gus Dur tidak terlibat. Kalau Gus Dur tipe politisi yang sudi berunding dengan maling, tentu ia bisa bertahan.

Namun Gus Dur malah memilih momentum itu untuk mewariskan pelajaran penting bagi bangsa Indonesia : Tidak Ada Jabatan Yang Pantas Dipertahankan Mati-matian. Lewat Dekrit Presiden 23 Juli 2001 - pembubaran Taman Kanak Kanak, pengembalian kedaulatan kepada rakyat, dan pembubaran Golkar, Gus Dur melakukan langkah Ulo Marani Gepuk, ular mendatangi pentung. Yang di mata musuhnya adalah penyerahan kekuasaan, bagi Gus Dur itu hanyalah melempar tulang ke kumpulan anjing.

Bagi Amien, saat Mega akhirnya menjadi pengganti Gus Dur, itu berarti dua batu sandungannya bersisa satu. Memupuk elektabilitas untuk bersaing dengan Mega dalam pemilu selanjutnya, Pemilu 2004 yang menjadi Pilpres pertama dalam sejarah RI, baginya perkara gampang. Toh Poros Tengah tidak akan membiarkan perempuan menjadi pemimpin.

Sialnya, muncul seorang bernama Susilo Bambang Yudhoyono. Lewat citra kasta Ksatrianya, ia sukses membuktikan muaknya rakyat Indonesia saat itu terhadap Sudra-sudra penunggang Reformasi yang cuma menjadi badut politik dan maling-maling baru.

Amien Rois, orang pertama di penghujung Orba yang berani bicara di televisi "Saya mau jadi presiden". Setelah menunggu 6 tahun, harus menabrak dinding kenyataan : rakyat tidak pernah suka dengan figur si kancil nyaring bunyinya.

Kekalahan telak Amien sejak putaran pertama Pilpres 2004, dengan perolehan 14% suara, tercecer di urutan 5 dari 6 paslon, menjadi awal kejatuhannya. Sejak itu ia tidak pernah bisa mengembalikan pamor yang tergerus karat.

Fenomena Joko Widodo, yang diawali dengan menggandeng figur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, sempat menjadi momentum bagi Amien. Mengendarai Prabowo, ia merengkuh seluruh kekuatan Poros Tengah Reborn, diarahkan kepada sasaran empuk di sebelah Jokowi.

Namun inipun gagal. Jokowi ternyata mampu dengan entengnya melempar Ahok, sebagai tulang kepada kumpulan anjing. Lalu dengan sama entengnya merobek Poros Tengah. Dimulai dengan mencabik Golkar dari poros itu, dengan menggandeng Jusuf Kalla. Disusul dengan merangkul Kyai Ma'ruf Amin, tokoh kunci yang menjadi titik tengah peririsan hampir semua faksi kekuatan Islam minus Muhammadiyah. Poros Tengahpun bubar jalan; sebagian menyeberang ke kandang Jokowi, sebagian terpaksa melepas topengnya dan kembali menjadi musuh negara, sebagian lagi menjalankan Karantina Mandiri di MUI.

Terakhir, ditutup dengan ekstra lapang dada, menerima Prabowo masuk istana.

Amien tidak punya siapa-siapa lagi. Jangankan PAN, Muhammadiyah pun lepas. Yang tersisa hanya sesama ronin yang juga terdepak majikan masing-masing. Dalam sisa nafas-nafas terakhirnya, iapun ikut dalam KAMI, Koalisi Ampas Muhammadiyah Inden.

Sebuah akhir yang memilukan.

Amien, now YOUR days are numbered.

Sumber : Status Facebook Fritz Haryadi





Fokus : Amien Rais


#Amies Rais #Sengkuni


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






9 jam yang lalu

Beda Ahok Beda Jokowi

Keseruan geliat politik sepertinya akan kembali bangun. Riuh suara Ahok mengingatkan kita saat dia menjadi Gubernur..
10 jam yang lalu

MEMBACA POLITIK INDONESIA: Presiden JOKOWI Tengah Menghadapi RADIKALISME Yang Merupakan Produk CIA-AS Sejak 1965-Sampai Dengan Hari Ini

" Jika kau Islam jadilah Islam Indonesia yang tidak ke arab-araban, jika kau Kristen jadilah kristen Indonesia yang..
11 jam yang lalu

5 Manfaat Makan Kuaci untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kuaci merupakan makanan yang biasa kita jumpai saat kumpul bersama teman atau keluarga. Tapi..
12 jam yang lalu

BEDA LEVEL SYEIKH ALI JABER DENGAN RIZIEQ SHIHAB

Kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika sedang menyampaikan ceramah di salah satu masjid di Lampung..
13 jam yang lalu

KKP Dorong Budidaya Teripang untuk Tingkatkan Ekspor

Beritacenter.COM - Saat membuka webinar bertajuk Akuakultur Teripang di Indonesia, Kamis (17/9), Direktur Jenderal..
14 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Tiga Pemuda di Sumsel Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Febriansyah (24) diamankan Satresnarkoba Polres Lahat, Sumatera Selatan..
14 jam yang lalu

Akhirnya Wanita Jelek Pencuci Bendera Merah Putih Dengan Sikat WC Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Belum lama ini video menginjak-injak bendera merah putih membuat gempar media sosial, tidak hanya..
15 jam yang lalu

Ngeri!!! Penampakan Ratusan Susuk Dalam Tubuh, Kok Bisa ?

Beritacenter.COM - Ratusan susuk bersarang didalam tubuh manusia yang tertangkap oleh Xray. Foto ini viral di..
16 jam yang lalu

Ketua KPU Positif Terpapar Virus Corona

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman terpapar positif virus corona. Hal itu disampaikan..
17 jam yang lalu

Viral di Medsos, Seorang Pria Berkendara Sambil Bawa Parang

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan bernama Daeng Ngalie (57)..
18 jam yang lalu

Jadi Klaster Tertinggi Penyebaran Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Beritacenter.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di jajaran..
18 jam yang lalu

Kecanduan Film Dewasa, Dua Orang Remaja Nekat Cabuli Bocah di Bawah Umur

Beritacenter.COM - Dua orang remaja, NA dan JA warga kecamatan Padureso, Kebumen cabuli bocah yang masih berusia..
19 jam yang lalu

Kemenhub Terbitkan Permenhub Tentang Bersepeda, Apa Saja Aturannya

Beritacenter.COM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub)..
20 jam yang lalu

Catat! Mulai 21 September Pengguna KRL Wajib Pakai Masker 3 Lapis-Medis

Beritacenter.COM - Baru-baru ini penggunaan masker jenis scuba dan buff dinilai belum efektif untuk mencegah..
1 hari yang lalu

Bertambah Lagi, Satu Perawat di Sulsel Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Beritacenter.COM - Seorang perawat pasien Covid-19 bernama Khaerul Arham (28) meninggal dunia usai terkonfirmasi..
1 hari yang lalu

Indonesia Terima Bantuan 20 Juta Vaksin Covid-19 dari UEA, Luhut : Nanti Ditambah 10 Juta Lagi

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan..
1 hari yang lalu

Presiden AS Tak Akan Hadir Dalam Sidang Majelis Umum PBB

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tidak akan mengikuti sidang Majelis Umum PBB..
1 hari yang lalu

Polisi Temukan Ladang Ganja di Begkulu, 1.500 Batang Tanaman Ganja Diamankan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengungkap perkebunan ganja di Bengkulu. Dalam kasus itu,..
1 hari yang lalu

Pemuda dan Mahasiswa Papua Dukung Pemerintah Lanjutkan Otsus Papua

Beritacenter.COM - Para tokoh pemuda dan Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan diri Aktivis Cinta Papua menyatakan..
1 hari yang lalu

Gubernur Jabar : OTG Akan Diisolasi di Hotel Bintang 3

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengubah sejumlah hotel di wilayahnya menjadi tempat isolasi..
1 hari yang lalu

Polres Depok Akan Segera Terapkan Tilang Elektronik di Jalan Margonda Pekan Depan

Beritacenter.COM - Polres Metro Depok akan segera menerapkan ETLE/electronic traffic law enforcement (Tilang..
1 hari yang lalu

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini, coblosan diawasi dengan sangat ketat karena..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi