Minggu, 20 September 2020 - 05:36 WIB

Mewaspadai Kamuflase Gerakan Eks HTI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:13 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Ahmad Pahlevi

Komunitas HTI agaknya belum mau diangap "mati". Pasalnya ormas ini masih getol menyuarakan paham khilafah (khilafah ala HTI) meskipun telah resmi dibubarkan pemerintah. Kelompok tersebut juga disinyalir berkamuflase menjadi organisasi lain, sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan.

Bisa jadi HTI telah diklaim bubar oleh pemerintah. Namun, nyatanya pergerakan komunitas berideologi khilafah ini masih menghembukan nafas perjuangan. HTI resmi dicekal oleh pemerintah Indonesia sejak 17 Juli 2017. Langkah tepat tersebut diambil setelah kajian pemerintah tentang gebrakan dan sepak terjang HTI. Hal yang paling mencolok adalah ormas ini terbukti dengan nyata mengembangkan paham khilafah (khilafah ala HTI) sebagai upaya merontokkan sendi-sendi Pancasila dan UUD 1945.

Meski HTI telah bubar, kenyataannya menghapus paham radikal dan khilafah tidak semudah yang dikira. Tantangan pemerintah setelah membubarkan HTI ialah upaya memastikan bahwa ideologi khilafah juga ikut lenyap seiring matinya organisasi tersebut.

Aneka kegiatan dan gerakan mereka gencarkan di dalam masyarakat dengan tujuan menanamkan paham khilafah (khilafah ala HTI) dalam menjalani kehidupan bangsa dan negara. Dengan cara tersebut mereka mengajak masyarakat dan rakyat untuk melengserkan Pancasila dan UUD 1945, mengubah sistem negara NKRI menjadi Khilafah Islamiyah. Tindakan pemerintah membubarkan HTI juga patut diapresiasi karena telah melakukan langkah strategis demi menyelamatkan bangsa.

Kabar buruknya, HTI telah bermetamorfosa dalam bentuk komunitas. Dimana Komunitas Royatul Islam (KARIM) telah membawa ideologi yang telah dianut oleh HTI untuk disebarkan pada kalangan anak muda. KARIM ternyata tidak jauh beda dengan HTI, yakni bertujuan untuk menegakkan negara khilafah (khilafah ala HTI) di Indonesia.

Komunitas tersebut dianggap membawa legitimasi bendera tauhid sebagai simbol tegaknya khilafah Islamiyah ala HTI. KARIM bermain cukup lunak di ranah anak SMA dan komunitas, utama bagi anak muda yang haus akan ilmu tentang keislaman, yang cukup tertantang dengan iming-iming heroisme Islam.

Tak hanya itu KARIM juga membuka cabang di kota besar, target mereka adalah anak SMA dan juga komunitas, setiap bulan kegiatan mereka bukan hanya liqo serta kajian, tapi sudah merambah pada acara tadabur alam, aksi sosial, dan sebagainya. Mereka agaknya segaja mengejar apa yang menjadi kesukaan anak muda, dan hal itulah yang wajib kita waspadai bersama.

Memang tidak bijak rasanya menyalahkan acara kerohanian Islam yang ada di lingkungan sekolah mapun kampus. Namun berbeda jika materi yang disampaikan berlawanan dengan semangat Islam sebagai agama rahmah dan ideologi negara.

Bagaimanapun juga, kita memuyaipeanan besar utuk menjaga peran pentingnya menjaga NKRI dari aham-paham Islan yang anti terhadap toleransi dan berpotensi mengancam keutuhan bangsa Indonesia.

Sebelumnya, pembubaran HTI ini didasarkan pada Perppu No.2 tentang Organisasi Kemasyarakatan, yang kemudian membuat pemerintah Indonesia mencabut badan hukum Hizbut Tahrir tersebut. Indonesia juga telah menjadi negara ke-17 yang menolak kehadiran Hizbut Tahrir, mengikuti jejak negara-negara seperti Rusia, Mesir, Malysia dan negara lainnya.

HTI dinilai sebagai ormas yang ekstrim dan berpegang pada paham messianis alias kiamat sudah dekat. Sehingga kiamat bukan hanya menjadi keyakinan, tetapi dibuat menjadi bayang-bayang yang mengerikan, dengan tanda-tandanya yang sudah jelas dan nyata. Agar selamat harus senantiasa berbaiat kepada khilafah beserta panji-panjinya. Itulah bentuk doktrin yang KARIM gunakan untuk menakut-nakuti umat.

Tegasnya KARIM dengan bebagai propaganda khilafahnya berpotensi memecah-belah bangsa dan negara Republik Indonesia. Selain itu, HTI juga diduga melakukan penyusupan ke kelompok-kelompok muslim fanatik.

Padahal kita tentu telah berkali-kali mendapatkan penegasan bahwa NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika merupakan pilar bangsa yang tak tergantikan.

HTI bisa bubar, bisa mati atau sudah tak terlihat pergerakannya lagi. Namun, potensi-potensi kecil seperti kehadiran KARIM ini tetap perlu diwaspadai, mengingat eks HTI tentunya banyak tersebar dan berkeliaran. Kemungkinan mereka sedang bersembunyi dan mengumpulkan tenaga lebih besar lagi dan siap bangkit untuk "balas dendam". Sehingga hal inilah yang yang patut terus diwasapdai, jangan lengah sedikitpun. Tegas menolak berbagai aliran menyimpang mengatasnamakan Islam harus dilakukan. Juga tetap berpegang teguh kepada ideologi Pancasila, cara ampuh menangkal propaganda yang tidak pada tempatnya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Pahlevi





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#HTI #Bahaya Laten Radikalisme #Eks HTI


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






10 jam yang lalu

Beda Ahok Beda Jokowi

Keseruan geliat politik sepertinya akan kembali bangun. Riuh suara Ahok mengingatkan kita saat dia menjadi Gubernur..
11 jam yang lalu

MEMBACA POLITIK INDONESIA: Presiden JOKOWI Tengah Menghadapi RADIKALISME Yang Merupakan Produk CIA-AS Sejak 1965-Sampai Dengan Hari Ini

" Jika kau Islam jadilah Islam Indonesia yang tidak ke arab-araban, jika kau Kristen jadilah kristen Indonesia yang..
13 jam yang lalu

5 Manfaat Makan Kuaci untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kuaci merupakan makanan yang biasa kita jumpai saat kumpul bersama teman atau keluarga. Tapi..
14 jam yang lalu

BEDA LEVEL SYEIKH ALI JABER DENGAN RIZIEQ SHIHAB

Kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika sedang menyampaikan ceramah di salah satu masjid di Lampung..
14 jam yang lalu

KKP Dorong Budidaya Teripang untuk Tingkatkan Ekspor

Beritacenter.COM - Saat membuka webinar bertajuk Akuakultur Teripang di Indonesia, Kamis (17/9), Direktur Jenderal..
15 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Tiga Pemuda di Sumsel Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Febriansyah (24) diamankan Satresnarkoba Polres Lahat, Sumatera Selatan..
16 jam yang lalu

Akhirnya Wanita Jelek Pencuci Bendera Merah Putih Dengan Sikat WC Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Belum lama ini video menginjak-injak bendera merah putih membuat gempar media sosial, tidak hanya..
16 jam yang lalu

Ngeri!!! Penampakan Ratusan Susuk Dalam Tubuh, Kok Bisa ?

Beritacenter.COM - Ratusan susuk bersarang didalam tubuh manusia yang tertangkap oleh Xray. Foto ini viral di..
17 jam yang lalu

Ketua KPU Positif Terpapar Virus Corona

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman terpapar positif virus corona. Hal itu disampaikan..
18 jam yang lalu

Viral di Medsos, Seorang Pria Berkendara Sambil Bawa Parang

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan bernama Daeng Ngalie (57)..
19 jam yang lalu

Jadi Klaster Tertinggi Penyebaran Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Beritacenter.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di jajaran..
20 jam yang lalu

Kecanduan Film Dewasa, Dua Orang Remaja Nekat Cabuli Bocah di Bawah Umur

Beritacenter.COM - Dua orang remaja, NA dan JA warga kecamatan Padureso, Kebumen cabuli bocah yang masih berusia..
21 jam yang lalu

Kemenhub Terbitkan Permenhub Tentang Bersepeda, Apa Saja Aturannya

Beritacenter.COM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub)..
22 jam yang lalu

Catat! Mulai 21 September Pengguna KRL Wajib Pakai Masker 3 Lapis-Medis

Beritacenter.COM - Baru-baru ini penggunaan masker jenis scuba dan buff dinilai belum efektif untuk mencegah..
1 hari yang lalu

Bertambah Lagi, Satu Perawat di Sulsel Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Beritacenter.COM - Seorang perawat pasien Covid-19 bernama Khaerul Arham (28) meninggal dunia usai terkonfirmasi..
1 hari yang lalu

Indonesia Terima Bantuan 20 Juta Vaksin Covid-19 dari UEA, Luhut : Nanti Ditambah 10 Juta Lagi

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan..
1 hari yang lalu

Presiden AS Tak Akan Hadir Dalam Sidang Majelis Umum PBB

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tidak akan mengikuti sidang Majelis Umum PBB..
1 hari yang lalu

Polisi Temukan Ladang Ganja di Begkulu, 1.500 Batang Tanaman Ganja Diamankan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengungkap perkebunan ganja di Bengkulu. Dalam kasus itu,..
1 hari yang lalu

Pemuda dan Mahasiswa Papua Dukung Pemerintah Lanjutkan Otsus Papua

Beritacenter.COM - Para tokoh pemuda dan Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan diri Aktivis Cinta Papua menyatakan..
1 hari yang lalu

Gubernur Jabar : OTG Akan Diisolasi di Hotel Bintang 3

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengubah sejumlah hotel di wilayahnya menjadi tempat isolasi..
1 hari yang lalu

Polres Depok Akan Segera Terapkan Tilang Elektronik di Jalan Margonda Pekan Depan

Beritacenter.COM - Polres Metro Depok akan segera menerapkan ETLE/electronic traffic law enforcement (Tilang..
1 hari yang lalu

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini, coblosan diawasi dengan sangat ketat karena..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi