Minggu, 20 September 2020 - 05:12 WIB

Mendukung Penguatan BPIP Lewat Undang-Undang

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 13 Agustus 2020 | 09:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Zakaria Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Penguatan Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi sesuatu yang sangat diperlukan. Penguatan tersebut bisa dengan menggunakan regulasi berupa undang-undang agar implementasi Pancasila lebih efektif.


Obsatar Sinaga selaku rektor Universitas Widyatama Bandung mengemukakan, jika sebuah lembaga didirikan dengan peraturan Presiden, bisa dibayangkan kekuatan dari lembaga tersebut. Jika dibentuk dengan undang-undang, lembaganya tentu akan semakin kuat dan semakin baik.

Dirinya juga menilai, usulan pemerintah mengganti RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dengan RUU BPIP. Merupakan usulan yang bagus dan tepat karena hal tersebut dapat menghapus pasal kontroversial dalam RUU HIP.

Obsatar melihat, penguatan BPIP dengan menyusun Payung Hukum berupa UU dilakukan untuk menata operasional penanaman ideologi pancasila dapat berjalan dengan lebih baik. Apalagi dengan kondisi bangsa pasca-reformasi yang tak begitu hirau dengan urusan ideologi negara.

Ia mengatakan, kondisi negara Indonesia pasca reformasi cukup memprihatinkan. Banyak generasi muda yang tidak mengetahui makna Pancasila. Tentu saja menjadikan pancasila sebagai ideologi dasar negara merupakan hal yang utama.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Universitas Jember, Bayu Dwi Anggono menilai sangat penting untuk memberikan payung hukum yang lebih kuat bagi BPIP sebagai lembaga yang bertugas melaksanakan pembinaan serta penguatan Pancasila sebagai ideologi negara. Sebab, selama ini, pengaturan mengenai pembinaan ideologi Pancasila hana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2018 tentang BPIP.

Dwi hanya berharap jika kelak BPIP memiliki payung hukum berupa UU agar tidak ada upaya untuk memberikan tafsir tunggal terhadap nilai-nilai Pancasila yang telah disepakati rumusannya oleh para pendiri bangsa. Pasalnya, Pancasila sudah final dan merupakan hasil kesepakatan para founding father (pendiri) bangsa.

Tentu saja jangan sampai apa yang terjadi pada Orde Baru dapat terulang dan menjadikan pembinaan ideologi Pancasila sebagai alat politik kekuasaan.

Perlu kita ketahui bahwa Pancasila merupakan salah satu puncak perumusan pemikiran para pendiri bangsa. Sayangnya. Kita sering kedodoran dalam pelaksanaannya.

Nilai-nilai Pancasila harus menjadi laku hidup, oleh karena itu BPIP memiliki peran vital dalam menyusun dan merumuskan penjabaran nilai-nilai Pancasila yang dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada pertengahan Juli lalu, Naskah RUU BPIP telah diserahterimakan oleh Mahfud MD kepada Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sebelum serah terima itu dilakukan, Para pimpinan DPR telah terlebih dahulu bertemu secara tertutup dengan para menteri yang mewakili Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan tersebut, Puan menuturkan bahwa konsep RUU BPIP yang disampaikan pemerintah berisikan substansi yang berbeda dengan RUU HIP.

Konsep RUU BPIP yang diajukan oleh pemerintah kepada DPR terdiri atas 7 bab dan 17 pasal, sedangkan RUU HIP terdapat 10 bab dan 60 pasal. Substansi BPIP hanya memuat ketentuan tentang tugas, fungsi, wewenang dan struktur kelembagaan BPIP. Sementara, pasal-pasal kontroversial seperti penafsiran filsafat dan sejarah Pancasila sudah dihilangkan.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli menyatakan, penguatan kelembagaan dengan payung hukum Undang-undang terhadap BPIP merupakan suatu terobosan yang baik. Dirinya juga mengatakan, bahwa eksistensi dan penerapan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mulai mengalami degradasi.

Selain itu, Rektor UNS Jamal Wiwoho menilai, BPIP adalah jawaban atas mendangkalnya nilai pancasila di dalam masyarakat setelah reformasi. Apalagi di era globalisasi dengan teknologi yang semakin maju, tidak semua masyarakat khususnya anak muda dapat memaknai pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara utuh.

BPIP tentu berperan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang perlunya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jamal juga berpendapat, bahwa BPIP yang lahir melalui peraturan presiden (perpres) Nomor 7 Tahun 2018 sebaiknya diatur dalam undang-undang. Hal ini sebagai respons atas laju perubahan dunia, khususnya perubahan sosial di Indonesia yang demikian cepat.

Lembaga seperti BPIP tentu harus diperkuat dengan undang-undang mengingat perannya yang sangat penting bagi eksistensi Pancasila. Sehingga Pancasila tidak hanya terpajang dalam poster berbingkai, tetapi juga terpatri menjadi tingkah laku yang mencerminkan masyarakat Indonesia.





Fokus : Pancasila


#Pancasila #Pancasila Ideologi Bangsa


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






10 jam yang lalu

Beda Ahok Beda Jokowi

Keseruan geliat politik sepertinya akan kembali bangun. Riuh suara Ahok mengingatkan kita saat dia menjadi Gubernur..
11 jam yang lalu

MEMBACA POLITIK INDONESIA: Presiden JOKOWI Tengah Menghadapi RADIKALISME Yang Merupakan Produk CIA-AS Sejak 1965-Sampai Dengan Hari Ini

" Jika kau Islam jadilah Islam Indonesia yang tidak ke arab-araban, jika kau Kristen jadilah kristen Indonesia yang..
12 jam yang lalu

5 Manfaat Makan Kuaci untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Kuaci merupakan makanan yang biasa kita jumpai saat kumpul bersama teman atau keluarga. Tapi..
13 jam yang lalu

BEDA LEVEL SYEIKH ALI JABER DENGAN RIZIEQ SHIHAB

Kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika sedang menyampaikan ceramah di salah satu masjid di Lampung..
14 jam yang lalu

KKP Dorong Budidaya Teripang untuk Tingkatkan Ekspor

Beritacenter.COM - Saat membuka webinar bertajuk Akuakultur Teripang di Indonesia, Kamis (17/9), Direktur Jenderal..
15 jam yang lalu

Edarkan Sabu, Tiga Pemuda di Sumsel Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Febriansyah (24) diamankan Satresnarkoba Polres Lahat, Sumatera Selatan..
16 jam yang lalu

Akhirnya Wanita Jelek Pencuci Bendera Merah Putih Dengan Sikat WC Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Belum lama ini video menginjak-injak bendera merah putih membuat gempar media sosial, tidak hanya..
16 jam yang lalu

Ngeri!!! Penampakan Ratusan Susuk Dalam Tubuh, Kok Bisa ?

Beritacenter.COM - Ratusan susuk bersarang didalam tubuh manusia yang tertangkap oleh Xray. Foto ini viral di..
17 jam yang lalu

Ketua KPU Positif Terpapar Virus Corona

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman terpapar positif virus corona. Hal itu disampaikan..
18 jam yang lalu

Viral di Medsos, Seorang Pria Berkendara Sambil Bawa Parang

Beritacenter.COM - Seorang pengendara sepeda motor di Kota Makassar, Sulawesi Selatan bernama Daeng Ngalie (57)..
19 jam yang lalu

Jadi Klaster Tertinggi Penyebaran Covid-19, Ini Penjelasan Kemenkes

Beritacenter.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di jajaran..
19 jam yang lalu

Kecanduan Film Dewasa, Dua Orang Remaja Nekat Cabuli Bocah di Bawah Umur

Beritacenter.COM - Dua orang remaja, NA dan JA warga kecamatan Padureso, Kebumen cabuli bocah yang masih berusia..
20 jam yang lalu

Kemenhub Terbitkan Permenhub Tentang Bersepeda, Apa Saja Aturannya

Beritacenter.COM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub)..
21 jam yang lalu

Catat! Mulai 21 September Pengguna KRL Wajib Pakai Masker 3 Lapis-Medis

Beritacenter.COM - Baru-baru ini penggunaan masker jenis scuba dan buff dinilai belum efektif untuk mencegah..
1 hari yang lalu

Bertambah Lagi, Satu Perawat di Sulsel Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Beritacenter.COM - Seorang perawat pasien Covid-19 bernama Khaerul Arham (28) meninggal dunia usai terkonfirmasi..
1 hari yang lalu

Indonesia Terima Bantuan 20 Juta Vaksin Covid-19 dari UEA, Luhut : Nanti Ditambah 10 Juta Lagi

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan..
1 hari yang lalu

Presiden AS Tak Akan Hadir Dalam Sidang Majelis Umum PBB

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tidak akan mengikuti sidang Majelis Umum PBB..
1 hari yang lalu

Polisi Temukan Ladang Ganja di Begkulu, 1.500 Batang Tanaman Ganja Diamankan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengungkap perkebunan ganja di Bengkulu. Dalam kasus itu,..
1 hari yang lalu

Pemuda dan Mahasiswa Papua Dukung Pemerintah Lanjutkan Otsus Papua

Beritacenter.COM - Para tokoh pemuda dan Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan diri Aktivis Cinta Papua menyatakan..
1 hari yang lalu

Gubernur Jabar : OTG Akan Diisolasi di Hotel Bintang 3

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengubah sejumlah hotel di wilayahnya menjadi tempat isolasi..
1 hari yang lalu

Polres Depok Akan Segera Terapkan Tilang Elektronik di Jalan Margonda Pekan Depan

Beritacenter.COM - Polres Metro Depok akan segera menerapkan ETLE/electronic traffic law enforcement (Tilang..
1 hari yang lalu

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini, coblosan diawasi dengan sangat ketat karena..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi