Rabu, 01 Desember 2021 - 01:47 WIB

Siapa Dibalik Novel Baswedan dan Apa Agenda Dibaliknya

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 14 Agustus 2020 | 09:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Agung Wibawanto

Berangkat dari asumsi, Novel Baswedan (NB) yang awalnya bukan siapa-siapa, mengapa kini seolah posisinya sangat kuat sekali? NB tidak punya urat takut ketika harus berhadapan dengan kesatuannya sendiri, kasus simulator SIM di kepolisian. Sempat diproses penangkapan karena tindak penganiayaan yang dilakukannya terhadap maling sarang burung walet di Bengkulu, tahun 2004.

Namun kasus dinyatakan SP3, meski dalam sidang pra peradilan, hakim memenangkan korban penganiayaan dan sudah menetapkan tanggal sidang terhadap NB. Bahkan secara terang-terangan NB berani menolak pimpinan KPK tahun 2019, menggalang dukungan publik untuk menolak Revisi UU KPK, serta mengejek Presiden dengan mengatakan, "Koruptor berutang budi kepada Jokowi," ujarnya sinis.

Logiskah seorang pegawai KPK sibuk mengurusi pernak-pernik yang terkait dengan instansi tempatnya bekerja? Ngurusi seperti apa peraturannya, ngurusi siapa pimpinannya, ngurusi siapa pengawasnya, dan jika tidak sesuai berteriak lantang menolak sampai menghina presiden, logis kah? Pernah adakah kejadian di tempat lain seperti itu? Andai pegawai biasa yang bukan NB melakukan itu, apakah tetap dibiarkan, didengar dan tidak diberi sanksi?

Terlebih dahulu baiknya kita samakan cara berpikir sebelum melakukan pendalaman kasus. Mari kita uji. Jika kondisi di atas terjadi dan dianggap lumrah atau biasa dan malah diapresiasi, ya sudah selesai pembahasan ini. Hanya saja, kita dituntut konsisten dan konsekuen, andai Anda seorang pemimpin sebuah institusi, maka bebaskan pegawai untuk menolak atau menerima diri Anda sebagai pemimpin. Anda terima juga pegawai untuk ngerecokin aturan main.

Semua peraturan kantor biarkan mereka menilainya untuk menerima atau menolaknya. Biarkan pula pegawai Anda menbuat aturannya sendiri dalam perekrutan hingga operasional kantor. Biarkan pula pegawai menghina atau merendahkan komisaris utama yang memiliki mayoritas saham kantor, misalnya. Pada akhirnya, siapa pemimpin dan siapa pegawai? Buat apa ada struktur dan pembagian kewenangan dan tugas?

Nah, jika ini wajar semua, ya okelah berarti tidak ada masalah. Sebaliknya, jika hal itu tidak logis dan dianggap melanggar dari tatanan kerja yang sudah ada sekian tahun lamanya, maka artinya ada sebuah masalah. Sangat patut dipertanyakan, dipermasalahkan hingga diatasi masalahnya. Mengapa? Karena jika tidak akan menimbulkan preseden buruk bagi pengelolaan lembaga-lembaga negara yang ada.

Juga kepada semua organ masyarakat di bawahnya, baik yang berorientasi profit maupun nirlaba (bayangkan jika di kemiliteran dan kepolisian?). Seolah tidak ada aturan yang jelas karena semua aturan yang ada ditolak dan ditabrak, mereka bikin aturan sendiri. Seolah tidak ada pimpinan yang berwenang mengambil keputusan dan memberi sanksi kepada pegawai yang melawan, terutama berani menolak pimpinannya sendiri.

NB yang sudah dianggap sebagai penyidik senior begitu menguasai pegawai KPK hingga mampu menekan pimpinan KPK. Pertanyaannya, mengapa NB bisa begitu perkasa, dan tidak mendapatkan sanksi apapun terhadap sikapnya? Ada dua kemungkinan jawabnya, pertama: karena kebaikan hati presiden Jokowi yang tidak ingin menindaknya, meskipun harusnya bisa saja dilakukan Jokowi, atau;

Kedua: NB memiliki orang kuat di belakangnya, setidaknya sebuah "bergaining power" sehingga NB leluasa berkuasa di institusi KPK. Pemimpin KPK dapat berganti, namun NB tetap berada di sana, mengorganisir, merekrut, mengatur dan membuat sistem sendiri di dalam. Pertanyaan kedua, jika NB sudah merasa tidak nyaman di KPK, mengapa ia masih bertahan? Sudah terlalu nyaman atau ada kepentingan lain?

Ini yang menjadi pertanyaan masyarakat awam. Mengapa sulit sekali menarik saja NB ke kesatuannya? Atau, mengapa tidak mundur saja jika menolak UU KPK yang baru dan juga menolak pimpinan KPK? Ada yang bisa bantu jawab? Saya kok lebih cenderung kepada teori adanya orang kuat di belakang NB. Alasannya, pertama: Ini dunia politik. Meski basic nya hukum (KPK) namun terkait dengan para elite politik hingga penguasa.

Hanya mengandalkan SK, surat tugas dan idealisme maka bisa berkuasa? Nonsen. Ia harus memiliki real kekuasaan yang biasanya diwakili oleh "cuan", jabatan atau kedudukan, dan beking orang super kuat. Itu sajennya. Tanpa itu, ya bersiap saja lengser; Kedua, NB bukan siapa-siapa kala awal tentu tidak memiliki dana yang cukup untuk berkuasa, juga belum memiliki kedudukan dan jabatan yang mumpuni.

Satu-satunya kemungkinan adalah NB "dipelihara", mulai direkrut, dibina, dibiayai hingga diinstruksi oleh patronnya. Ketiga, adalah fakta-fakta yang sudah tersebut di atas, betapa NB sangat ekspresif tebas sana sini namun tidak ada bentuk sanksi apapun terhadapnya. Kasus penyiraman air keras kepada NB infonya lebih kepada unsur balas dendam karena kasus sarang walet 2004 lalu, semacam resiko pekerjaan.

Masih ingat dengan istilah "polisi Taliban" di KPK? NB memang tidak seperti lazimnya anggota polisi yang harus tampil rapi (terutama tanpa jenggot), namun NB justru membiarkan jenggot tumbuh lebat (meski biasanya anggota serse juga berpenampilan jalanan). NB yang juga kerap mengenakan celana cingkrang layaknya mereka para penganut Islam radikal berhaluan ISIS. Dari situ muncul adanya "polisi Taliban".

Meski tidak melanggar, dan dengan alasan itu sunnah atau syar'i, tentu tidak perlu disoal, meski aneh saja melihatnya. Tidak perlu heran ataupun ditutupi bahwa ormas Islam di Indonesia kini terbagi dalam tiga golongan: Islam radikal (HTI, FPI dan P 212), Islam moderat (Muhammadiyah) dan Islam nusantara (NU). Dari pengenaan kostum yang itu bisa menunjukkan identitas, terlihat bahwa NB lebih berkiblat kepada kelompok Islam radikal.

Yang salah satu cirinya, tidak mengindahkan hukum manusia maupun pimpinan negaranya, bahkan berani melawan ataupun menentang. Anggapannya, mereka tengah berjihad melawan yang tidak sesuai ajaran Islam. Kembali pada pertanyaan, siapakah patron NB? Apa agenda politiknya? Sulit menduga siapa tokoh kuat yang beraliran sama seperti NB. Bisa saja orang kuat yang dicari tidak harus seperti NB sendiri.

Bisa saja orang lain atau orang yang berbeda, namun memiliki satu kepentingan/tujuan yakni 2024. Artinya NB hanya diperalat? NB hanya boneka? Lepas NB mengetahui atau tidak akan posisinya sebagai "pion". Namun NB tahu betul akan kedudukan, fungsi dan tugasnya. Butuh investigasi lebih jauh guna melacak apa agenda politik yang tengah dimainkannya, hingga presiden Jokowi pun tidak bisa berbuat apa-apa? Tidak bisa, atau belum saatnya gebuk? (Awib)

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto





Fokus : Kasus Novel Baswedan


#Pembenci Jokowi #Novel Baswedan #Kasus Novel Baswedan #Novel


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






47 menit yang lalu

Simak ! Ini Sederet Minyak yang Baik Digunakan untuk Program Diet

Beritacenter.COM - Selama menjalani diet, penggunaan minyak perlu diperhatikan. Pasalnya, minyak merupakan sumber..
1 jam yang lalu

Ancam dan Cabuli Siswi SMK Berulang Kali, Pria Tua Bangka di Sumut Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pria berinisial AS (59) lantaran diduga mencabuli..
1 jam yang lalu

Suarakan Kekecewaan Terhadap AHY, Kader Demokrat Riau Bakar Atribut Partai

Beritacenter.COM - Aksi bakar atribut dilakukan sejumlah kader Partai Demokrat di kantor DPD Demokrat Riau, tepatnya..
2 jam yang lalu

Temui Titik Terang, Polisi Mulai Identifikasi Pelaku Pembakar Kantor Manajemen PSS Sleman

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembakaran kantor manajemen..
2 jam yang lalu

Jokowi : Produksi Padi di Indonesia Masih dalam Kondisi Optimal

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa produksi padi di Indonesia masih dalam kondisi..
3 jam yang lalu

Soal Reuni 212 di Patung Kuda, Polda Metro : Kita Tak Keluarkan Izin, Satgas COVID Juga Tidak!

Polda Metro tegas tidak akan berikan izin untuk kegiatan ini. Kami sudah sampaikan tidak akan berikan izin. Mendasari..
3 jam yang lalu

Polisi Tangkap 6 Penipu Lintas Provinsi Modus Gendam di Semarang

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap sebanyak 6 komplotan penipu lintas provinsi dengan modus..
4 jam yang lalu

Miliki Body Goals ! Ini Lima Selebriti yang Dijuluki Tante Pemersatu Bangsa

Beritacenter.COM - Menjadi seorang publik figur memang dituntut untuk selalu tampil memesona. Mereka bahkan terbilang..
4 jam yang lalu

Cegah Klaster Baru ! Alun-alun Kota Serang Akan Ditutup saat Tahun Baru 2022

Beritacenter.COM - Alun-alun Kota Serang akan ditutup saat tahun baru 2022. Hal itu dilakukan guna mengurangi..
5 jam yang lalu

Polisi Turun Tangan Usut Video Viral Juru Parkir Ludahi-Pukul Perempuan di Medan

Beritacenter.COM - Polisi turun tangan selidiki video viral diduga juru parkir adu mulut hingga meludahi seorang..
5 jam yang lalu

Pakar Ini Yakin Varian Omicron Sudah Ada di Indonesia

BeritaCenter.COM - Ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyebut kemungkinan..
5 jam yang lalu

Momen Jokowi saat Rayu Menteri PUPR Agar Beli Sepatu Kuning : Bagustuhh, Buat Motoran di Mandalika

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat-lihat beberapa kerajinan dari usaha micro, kecil, dan..
5 jam yang lalu

Fix! Jemaah Umroh Indonesia Akan Diberangkatkan Desember 2021

BeritaCenter.COM – Jemaah umroh di Indonesia dipastikan akan diberangkatkan Desember 2021. Hal ini..
6 jam yang lalu

Dua Dokter Kepergok Lagi Esek-Esek di Wisma Sinjai Sumsel

Beritacenter.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sinjai, Sumatera Selatan, melakukan penggerebekan ke sebuah..
6 jam yang lalu

Lagi Asik Main Air, Pelajar SMP Gunung Kidul Tewas Tenggelam

Beritacenter.COM - Pelajar SMP Bernama Gala Jalu Aji (13) warga Kalurahan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo, tewas..
7 jam yang lalu

Parah...! Anies Mau Hutang Diam-diam 4 M, Bebankan Utangnya Ke Gubernur Berikutnya

Beritacenter.COM - Belum lama ini Anies ketahuan hutang sebesar Rp. 4 Trilliun PT Sarana Multi Infrastruktur, hal..
8 jam yang lalu

Anies Sombong Terbiasa Selesaikan Segala Masalah, Politikus : Masalah Formule Loe Kabur...!

Beritacenter.COM - Belum lama ini Massa buruh meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani membatalkan..
9 jam yang lalu

Menteri Agama Belajar dari Kesalahan ‘Kemenag Hadiah untuk NU’: Saya Akan Lebih Hati-hati

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Golkar John Kenedy Azis mencecah Menteri..
9 jam yang lalu

Messi Raih Ballon d'Or 2021 Banjir Kritikan

BeritaCenter.COM - Lionel Messi meraih Ballon d'Or 2021. Messi menempati peringkat..
9 jam yang lalu

"ANIES GUBERNUR BENCONG", Netizen : Nekat Nich Orang Bilang Anies Bencong

Beritacenter.COM - Belum lama ini Massa buruh meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani membatalkan..
9 jam yang lalu

Ralf Rangnick Jadi Manajer Manchester United Hanya Sementara, Setelah Itu Akan Jadi Konsultan Tim

BeritaCenter.COM – Rafl Rangnick resmi ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United. Kabar ini..
10 jam yang lalu

Buruh Sebut "ANIES GUBERNUR BENCONG", Denny Siregar : Tolong Buruh, Jangan Suka Buka-bua Aib

Beritacenter.COM - Belum lama ini Massa buruh meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani membatalkan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi